Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara Elazhari Elazhari; Jarungjung Hutagaol; Anto Tulim; M. Ikrar Budijaya; Pangeran Pangeran; Hilda Ayu Marlina
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1169

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Sosialisasi: Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar tradisional melalui keterlibatan aktif pedagang, pengelola pasar, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pedagang dalam penerapan prinsip tata kelola partisipatif, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas manajemen pasar, serta mengembangkan Pasar Kamu sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pengunjung. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan pasar, sosialisasi dan pelatihan interaktif, pendampingan lapangan, serta evaluasi dan monitoring berkelanjutan. Identifikasi dilakukan melalui survei dan wawancara untuk memetakan kendala operasional dan kebutuhan pengunjung. Sosialisasi dan pelatihan menekankan prinsip tata kelola berbasis komunitas, penataan fasilitas, komunikasi edukatif, serta praktik pelayanan yang ramah dan informatif. Pendampingan lapangan memastikan penerapan praktik secara konsisten, sementara evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuisioner pengunjung untuk menilai efektivitas dan kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas pedagang, keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, perbaikan fasilitas pasar, serta pengalaman edukatif pengunjung yang lebih optimal. Peningkatan kinerja manajemen pasar tercermin dari koordinasi yang lebih baik, efisiensi operasional, dan pelayanan yang lebih profesional. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk melanjutkan pelatihan lanjutan, pengembangan fasilitas edukatif, penguatan forum komunitas, serta monitoring berkala agar keberlanjutan implementasi tata kelola partisipatif dapat terjaga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis partisipasi komunitas efektif untuk mentransformasi pasar tradisional menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan, profesional, dan memberdayakan seluruh pemangku kepentingan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Administrasi Pemerintahan Desa dan Manajemen Pendidikan dalam Mendukung Transformasi Digital Pelayanan Publik Pangeran Pangeran; Sumarlin Mangandar Marianus; Nunti Sibuea; Indra Welly Arifin; Tomy Sun Siagian; Wina Asry; Ahmad Karim; Barham Siregar
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1357

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan desa di era modern. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan aparatur desa melalui edukasi administrasi pemerintahan desa dan manajemen pendidikan dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui pelatihan, sosialisasi, diskusi interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan penggunaan teknologi digital dalam administrasi desa. Materi yang diberikan mencakup administrasi pemerintahan desa berbasis digital, pengelolaan data dan pelayanan publik elektronik, serta manajemen pendidikan berbasis teknologi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam penggunaan teknologi digital untuk pelayanan administrasi desa yang lebih cepat, efektif, dan transparan. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pentingnya literasi digital dan manajemen pendidikan dalam mendukung kualitas pelayanan publik. Pendekatan partisipatif yang digunakan dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan teknologi digital di lingkungan desa. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis prinsip good governance melalui peningkatan transparansi dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, program Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi digital dalam mendukung transformasi pelayanan publik di tingkat desa secara berkelanjutan.
Implementasi Pelayanan Prima terhadap Santri pada Pondok Pesantren Nur Subiantoro; Pangeran Pangeran
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/bf918q60

Abstract

Pelayanan prima di Pondok Pesantren hampir tidak dirasakan oleh para santri dan santriawan, karena faktor strategi atau pendidikannya kurang diterapkan baik itu dikegiatan sehari-hari, atau melalui akademik pendidikan, dan faktor kesehatan dan lingkungan serta tingkah laku tidak dijalankan secara profesioanl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari pelayanan prima yang diterapkan kepada santri di Pondok Pesantren Modern Darussalam Guntur Kabupaten Batubara, dan strategi serta faktor pendorong Pelayanan Prima itu kepada santri. sedangkan teknik pengambilan data digunakan yaitu menggunakan teknik wawancara observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa dalam pelaksanaan pelayanan prima Pondok Pesantren Modern Darussalam Guntur Kabupaten Batubara secara umum sudah dapat dikatakan terlaksana. Hal ini berdasarkan jenis pelayanan yang diterapkan di Pondok Pesantren telah ditetepkan antara lain pelayanan fisik dan non fisik sebagai standar penentuan pelayanan prima terhadap santri. Adapun hambatan yang didapati dalam pelaksanaan pelayanan Prima di Pondok Pesantren Modern Darussalam Guntur Kabupaten Batubara yaitu masih ada santri yang kurang peka terhadap pelayanan karena kurangnya tenaga edukasi tentang pelayanan prima, keterbatasan tenaga ahli untuk mengontrol santri dan dalam penetapan standarnya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Guntur Kabupaten Batubara.