Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Chronologia

Keberadaan PDM Kota Depok dalam Mengembangkan Amal Usaha Pendidikan Desvian Bandarsyah; Luthpi Barsan
CHRONOLOGIA Vol 1 No 1 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.651 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i1.3553

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada Deskripsi Lokasi Penelitian, bagaimana keberadaan Muhammadiyah kota Depok, Bagaimana upaya-upaya dakwah yang dilakukan PDM kota Depok dalam mengembangkan pendidikan. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pimpinan ataupun pengurus Muhammadiyah kota Depok yang mengembangkan Amal Usaha. Data dikumpulkan melalui pengamatan/observasi, wawancara, dan mendokumentasikan hal-hal yang mengenai data yang dibutuhkan. Kemudian data tersebut dianalisis dengan cermat dan baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Depok sangat konsisten dalam memajukan organisasi ini, hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana Pimpinan Daerah Muhammadiyah selalu mengembangkan Amal Usaha baik di bidang keagamanaan, bidang kesehatan, bidang sosial dan terutama dalam bidang pendidikan serta bidang ekonomi
Keberadaan Komunitas Masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) dalam Pelestarian Budaya Sunda Wiwitan: Studi Kasus di Cigugur, Kuningan Nopiyanti Wulandari; Rudy Gunawan; Desvian Bandarsyah
CHRONOLOGIA Vol 1 No 2 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.526 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i2.4720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan komunitas masyarakat adat Karuhun Urang dalam Pelestarian Budaya Sunda Wiwitan di Cigugur Kuningan, dan bagaimana interaksi sosial yang terjalin antara komunitas AKUR dan masyarakat Cigugur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola komunitas di wilayah Cigugur anggota komunitas dan masyarakat sekita komunitas. Sebagai informan kunci adalah pengelola komunitas di wilayah Cigugur. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrument utama dalam penelitian dengan dibantu pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, menampilkan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : berbagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat AKUR dalam melestarikan budaya Sunda wiwitan sehingga budaya sunda dapat di ketahui oleh masyarakat, dan masyarakat ikut berpartisifasi dalam melestarikan budaya lokalnya, wujud dari upaya untuk melestarikan budaya tersebut diwujudkan dalam rangkaian upacara Seren Taun. Kegiatan tersebut dapat terwujud dengan adanya kerjasama dari berbagai pihak, yaitu dari pemerintah kota Kuningan, kelurahan Cigugur, Komunitas AKUR dan masyarakat Cigugur.
Keberadaan Balai Pengelola Cagar Budaya (BPCB) Banten dalam Pelestarian Situs Cagar Budaya di Daerah Cibungbulang Nurhalimah Nurhalimah; Desvian Bandarsyah; Jumardi Jumardi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 2 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.453 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i2.4721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelestarian dan pengelola situs sejarah di Cibungbulang serta mengidentifikasi situs peninggalan sejarah cagar budaya di daerah Cibungbulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yakni: (1) Wawancara; (2) Dokumentasi; (3) Observasi. Hasilnya adalah Situs Cibungbulang yang berada di wilayah Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor merupakan daerah kekuasan kerajaan Tarumanegara yang ditandai dengan adanya bukti-bukti peninggalan berupa prasasti. Pengelolaan situs cagar budaya Cibungbulang berada di bawah wewenang Balai Pengelola Cagar Budaya (BPCB) Banten dan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor. Bentuk pelestarian yang dilakukan adalah melakukan perlindungan, yang terdiri dari penyelamatan dan pengamanan, zonasi, serta pemeliharaan dan pemugaran.
Penguatan Kesadaran Budaya Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran Sejarah Andi Andi; Desvian Bandarsyah; Sulaeman Sulaeman
CHRONOLOGIA Vol 5 No 1 (2023): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v5i1.11874

Abstract

The approach of history education based on local wisdom has a positive influence on students' cultural awareness. Through this type of learning, students can understand the unique history, values, traditions, and culture of their community. This research utilizes a qualitative approach with a phenomenological method. Data is collected through interviews and documentation techniques. Interviews are conducted to directly obtain the research subjects' experiences, while documentation techniques are used to gather data from various sources. Data analysis follows a phenomenological analysis technique, involving three stages: narrating the phenomena experienced by the research subjects, classifying relevant statements, and analyzing these statements according to the subthemes of the study. History education based on local wisdom also encourages students to develop analytical skills. They are prompted to analyze historical contexts, consider different perspectives, and understand the impact of history on cultural development. This can enhance students' critical and analytical thinking abilities. In its implementation, history teachers play a crucial role in facilitating the strengthening of cultural awareness and local wisdom through history education. They select teaching materials that focus on local history and cultural wisdom. Teachers can also invite community figures, local history experts, or community members to share their knowledge and experiences with students. Overall, history education based on local wisdom has great potential to enhance students' cultural awareness, broaden their understanding of culture, and develop analytical skills as well as appreciation for the cultural heritage of society.