Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Keberadaan Komunitas Masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) dalam Pelestarian Budaya Sunda Wiwitan: Studi Kasus di Cigugur, Kuningan Nopiyanti Wulandari; Rudy Gunawan; Desvian Bandarsyah
CHRONOLOGIA Vol 1 No 2 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.526 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i2.4720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan komunitas masyarakat adat Karuhun Urang dalam Pelestarian Budaya Sunda Wiwitan di Cigugur Kuningan, dan bagaimana interaksi sosial yang terjalin antara komunitas AKUR dan masyarakat Cigugur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola komunitas di wilayah Cigugur anggota komunitas dan masyarakat sekita komunitas. Sebagai informan kunci adalah pengelola komunitas di wilayah Cigugur. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrument utama dalam penelitian dengan dibantu pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, menampilkan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : berbagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat AKUR dalam melestarikan budaya Sunda wiwitan sehingga budaya sunda dapat di ketahui oleh masyarakat, dan masyarakat ikut berpartisifasi dalam melestarikan budaya lokalnya, wujud dari upaya untuk melestarikan budaya tersebut diwujudkan dalam rangkaian upacara Seren Taun. Kegiatan tersebut dapat terwujud dengan adanya kerjasama dari berbagai pihak, yaitu dari pemerintah kota Kuningan, kelurahan Cigugur, Komunitas AKUR dan masyarakat Cigugur.
Keberadaan Balai Pengelola Cagar Budaya (BPCB) Banten dalam Pelestarian Situs Cagar Budaya di Daerah Cibungbulang Nurhalimah Nurhalimah; Desvian Bandarsyah; Jumardi Jumardi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 2 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.453 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i2.4721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelestarian dan pengelola situs sejarah di Cibungbulang serta mengidentifikasi situs peninggalan sejarah cagar budaya di daerah Cibungbulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yakni: (1) Wawancara; (2) Dokumentasi; (3) Observasi. Hasilnya adalah Situs Cibungbulang yang berada di wilayah Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor merupakan daerah kekuasan kerajaan Tarumanegara yang ditandai dengan adanya bukti-bukti peninggalan berupa prasasti. Pengelolaan situs cagar budaya Cibungbulang berada di bawah wewenang Balai Pengelola Cagar Budaya (BPCB) Banten dan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor. Bentuk pelestarian yang dilakukan adalah melakukan perlindungan, yang terdiri dari penyelamatan dan pengamanan, zonasi, serta pemeliharaan dan pemugaran.
Tantangan Muhammadiyah: Kegagapan Etik di Era Pasca Kebenaran Desvian Bandarsyah
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.136

Abstract

Tantangan Muhammadiyah di era pasca kebenaran dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya semakin tidak mudah, disebabkan perubahan yang berlangsung pada masyarakat semakin mengarah kepada persoalan moral dan etika yang semakin kompleks, karena pola kehidupan mereka semakin rumit dengan sikap yang cenderung semakin mengeras, terutama dalam mengklaim kebenaran sebagai “pemilik yang otoritatif” dalam wacana yang simpang-siur itu. Situasi itu mendorong berkembangnya sikap, ucapan dan perilaku yang menggambarkan kekerasan verbal (verbal of violence) dan kekerasan narasi (narration of violence) dalam ruang jagad maya yang mempengaruhi ruang sosial kehidupan bersama. Muncul sikap dan perilaku yang gagap etika dalam komunikasi di ruang publik, serta menumbuh-suburkan prasangka dan kecurigaan di antara masyarakat yang bertumpu pada komunitas sosialnya. Kelemahan manusia yang paling mendasar dan menyebabkan lahirnya kesalahan adalah kepicikan dan kesempitan bernalarnya yang menjadikan ia tergesa-gesa dalam menilai pengetahuan dan informasi yang diperolehnya, juga dalam menyebarkan pengetahuan dan informasi yang diperoleh itu. Inilah tantangan Muhammadiyah dalam dakwah di era pasca kebenaran yang perlu diwujudkan dalam regulasi dakwahnya dengan mengedepan pendekatan makna dan pemaknaan semacam yang kuat, sehingga dakwahnya dapat menyentuh kesadaran individualitas dan pada akhirnya dapat menggerakkan kesadaran kolektif sebagai masyakarat.
Perang Salib: Pertikaian Yang Melibatkan Dua Agama Antar Kaum Kristen dengan Kaum Muslimin Irma Sari Pulungan; Ahmad Ruslan; Desvian Bandarsyah
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.81 KB) | DOI: 10.30762/realita.v20i1.106

Abstract

Kajian ini diupayakan untuk mengetahui tentang terjadinya perang salib yang melibatkan dua agama. Pada penulisan ini menggunakan metode kepustakaan-analisis dengan mencari berbagai macam sumber referensi yang berkaitan dan setelah itu dipahami lalu dianalisis. Pada analisis menjelaskan bahwa Pada abad pertengahan di Eropa terjadi perang yang sangat lama dan sangat terkenal. Perang tersebut dinamakan Perang Salib. Perang tersebut merupakan pertikaian Kaum Kristen dengan Kaum Muslimin. Perang tersebut terjadi pada saat pemerintahan Bani Saljuk yang terjadi pada tahun 1095 – 1291 M. Dinamakan Perang Salib karena lambang salib dijadikan lencana dan kalung di pakaiannya, sebenarnya perang tersebut bukan perang tentang agama, melainkan perang dalam memperebutkan wilayah kekuasaan. Perang Salib memiliki dampak yang besar dalam beberapa aspek seperti aspek politik, ekonomi dan sosial, bahkan beberapa dampaknya masih bisa dirasakan sampai saat ini.
Perang Salib: Pertikaian Yang Melibatkan Dua Agama Antar Kaum Kristen dengan Kaum Muslimin Irma Sari Pulungan; Ahmad Ruslan; Desvian Bandarsyah
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.81 KB) | DOI: 10.30762/realita.v20i1.106

Abstract

Kajian ini diupayakan untuk mengetahui tentang terjadinya perang salib yang melibatkan dua agama. Pada penulisan ini menggunakan metode kepustakaan-analisis dengan mencari berbagai macam sumber referensi yang berkaitan dan setelah itu dipahami lalu dianalisis. Pada analisis menjelaskan bahwa Pada abad pertengahan di Eropa terjadi perang yang sangat lama dan sangat terkenal. Perang tersebut dinamakan Perang Salib. Perang tersebut merupakan pertikaian Kaum Kristen dengan Kaum Muslimin. Perang tersebut terjadi pada saat pemerintahan Bani Saljuk yang terjadi pada tahun 1095 – 1291 M. Dinamakan Perang Salib karena lambang salib dijadikan lencana dan kalung di pakaiannya, sebenarnya perang tersebut bukan perang tentang agama, melainkan perang dalam memperebutkan wilayah kekuasaan. Perang Salib memiliki dampak yang besar dalam beberapa aspek seperti aspek politik, ekonomi dan sosial, bahkan beberapa dampaknya masih bisa dirasakan sampai saat ini.
PENGEMBANGAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING PADA KELAS IV SDN LENTENG AGUNG 03 Indriani Amelia Putri; Desvian Bandarsyah; Sulaeman Sulaeman
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.768 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i3.3988

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengembangan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan Problem Based Learning pada kelas IV SDN Lenteng Agung 03. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berpikir kritis sudah menjadi salah satu kompetensi salah satu kompetensi dari tujuan pendidikan, bahkan menjadi sasaran yang ingin dicapai sekolah yang sudah menerapkan sistem (student centered). Model PBL sangat tepat untuk membantu peserta didik dalam memecahkan suatu masalah pada pembelajaran IPS (ilmu pengetahuan sosial) yang dapat dilihat saat pembelajaran dikelas di SDN 03 Lenteng Agung.profil siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis ditunjukan dengan sikap sebagai berikut: 1) mampu memfokuskan diri selama jam pelajaran berlangsung 2) mampu berkomunikasi dengan baik dengan teman sekelompoknya ataupun lawan bicaranya yang lain 3) suka mencari tahu kebenaran dengan meneliti ataupun mengkaji ulang informasi yang datang 4) menerima pendapat orang lain 5) mampu memecahkan masalah atau memberikan solusi terhadap masalah yang datang 6) memiliki keingintahuan yang tinggi pada sesuatu.Siswa mampu mengembangkan berpikir kritis
Dampak Game Mobile Legends Terhadap Pola Interaksi Sosial Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Aulia Tri Utami; Desvian Bandarsyah; Sulaeman Sulaeman
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 3 (2022): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i3.2710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak game mobile legends terhadap pola interaksi sosial siswa sekolah dasar dengan menggunakan 4 sampel yaitu siswa kelas V. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2022 di SDN Karang Anyar 06 Petang yang berlokasi di Jalan. B III Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Kelurahan Karang Anyar. Kota Jakarta Pusat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dampak negatif dari siswa yang senang memainkan game mobile legends terhadap pola interaksi sosial ialah siswa mengalami gangguan terhadap pola interaksi sosial, dan siswa menjadi mudah dan lebih sering terpancing emosi, siswa tidak dapat mengkontrol emosionalnya, siswa juga jadi melupakan waktu dan ibadahnya serta melupakan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Selain itu, siswa lebih individualis dan pemilih sehingga pada saat belajar di sekolah siswa lebih memilih teman yang sama-sama bermain game mobile legends dan pada saat di rumah siswa menjadi malas belajar. Sedangkan dampak positif dari senang memainkan game mobile legends ialah siswa menjadi lebih pintar dalam menggunakan teknologi digital, siswa akan memiliki kerjasama yang baik sesama teman pada saat belajar, siswa dapat memperbaharui kosakata yang baru, serta kemampuan bersosialisasi dalam dunia digital meningkat.
Menelisik Perkawinan Adat Belitung Dalam Perspektif Kebudayaannya: Studi Kasus Prosesi Perkawinan Adat Belitung Hingga Perubahan Zaman Annisa; Ahmad Ruslan; Desvian Bandarsyah
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 5 No 2 (2021): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.306 KB) | DOI: 10.36526/santhet.v5i2.1361

Abstract

Mutus paham is a family of women and men who know each other, and every parent is more stable about his prospective son-in law, then the marriage habit is continued with Mutus Paham, which is a wedding ceremony, at the Mutus Paham ceremony the parents of the bride and groom visit the bridegroom`s house men. They will hold a meeting to determine the date of the marriage contract (consent granted). Mutus paham activities are carried out at night, so people who work can also attend Mutus Paham activities are carried out at night, so people who work can also attend Mutus Paham activities. In Mutus Paham signifies that in the belitong Melayu Marriage Tradition applicants are women. If Jajak Gede is accepted by the male family, the the women`s proposal is accepted and returned by the man by giving the bride (usually clothes). A wedding in Belitong is a place where the groom waits to be picked up by the bride. When taken by the bride, the groom hands over the tipa. Tipa is a box containing money that is kept behind a flowerarrangement as an expression of the pleasure of having a wife. The method that I do is using a literature study.
Transformasi Pendidikan dan Perubahan sosial-budaya Pada Masa Pergerekan Nasional Muhamad Nur Khabib; Ahmad Ruslan; Desvian Bandarsyah
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 5 No 2 (2021): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.063 KB) | DOI: 10.36526/santhet.v5i2.1394

Abstract

This paper is made to analyze and describe how the changes that occurred before and after the national movement took place. Such as social, cultural, and educational aspects. The national movement is one of the first steps in achieving independence. Along the way, when ethical politics began to be implemented in the Dutch East Indies, changes began to occur in various sectors. The colonial government began to open up opportunities for young people to get access to education. This eventually triggered the growth and development of an educated society which became the forerunner of the driving force of the national movement. The struggle carried out by the students is to educate the lives of the indigenous people and struggle through diplomacy to strengthen the existence of the Indonesian nation. They reject the struggle through armed contact, considering the long history of this nation which has never succeeded in fighting the Colonial Government using weapons.
Soekarno, Marhaenisme: Ideologi Pergerakan Kaum Melarat Indonesia (Sosialisme Soekarno) Bimo Rafi Widianto; Ahmad Ruslan; Desvian Bandarsyah
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 10, No 2 (2022): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.076 KB) | DOI: 10.24127/hj.v10i2.4022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Soekarno dalam buah pemikirannya mengenai marhaenisme. Penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah menerapkan langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pencarian sumber menggunakan media google scholer yang mana sumber tersebut berupa jurnal, buku serta media informasi yang dapat di pertanggungjawabkan keasliannya. Hasil dari penelitian ini ialah gagasan pemikiran Soekarno mengenai marhaenisme didapatkan setelah Soekarno berbincang dengan buruh tani yang mempunyai lahan serta alat produksi, akan tetapi hidupnya masih melarat dan dari lahannya hanya bisa menghidupkannya secara pribadi tidak dapat berkembang, dalam gagasanya terhadap pembentukan Pancasila, Soekarno tidak menghilangkan gagasan dasar marhaenisme dalam gagasannya mengenai Pancasila, gagasan sila Soekarno, 1. Kebangsaan yang berasas sosio-nasionalisme, 2. Prikemanusiaan, berasas nasionalisme yang berprikemanusiaan, 3. Demokrasi, demokrasi yang mementingkan rakyat atas segalanya, 4. Kesetaraan sosial, kesetaraan sosial dengan tidak adanya kapitaslime, 5. Ketuhanan, kebebasan agama untuk meningkatkan rasa persatuan.