Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Penguasaan Literasi Sains Siswa Kelas 5 Pada Mata Pelajaran IPA Di SDN Kalibaru 05 Prissy Purwitasari; Desvian Bandarsyah; Sulaeman Sulaeman
JURNAL SPEKTRA Vol 9, No 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v9i1.289

Abstract

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle 7E untuk meningkatkan penguasaan literasi sains siswa kelas 5 pada mata pelajaran IPA di SDN Kalibaru 05 Jakarta Utara. Jenis penelitian yaitu penelitian semu (quasi experiment) dengan desain penelitian Pretest-Posttest Group Design. Populasi penelitian sebanyak 92 siswa dan dari populasi tersebut diambil sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data literasi sains didapatkan dengan menggunakan instrument tes pilihan ganda sebanyak 30 butir soal pada materi siklus air. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis rata-rata skor tes literasi sains siswa kelas eksperimen adalah 69,65 dan rata-rata skor tes literasi sains siswa kelas kontrol adalah 60,97. Hasil uji paired sample t-test diperoleh dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka diperoleh hasil H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga, terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran learning cycle 7E terhadap penguasaan literasi sains siswa di kelas 5 SDN Kalibaru 05 Jakarta Utara.
Penguatan Kesadaran Budaya Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran Sejarah Andi Andi; Desvian Bandarsyah; Sulaeman Sulaeman
CHRONOLOGIA Vol 5 No 1 (2023): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v5i1.11874

Abstract

The approach of history education based on local wisdom has a positive influence on students' cultural awareness. Through this type of learning, students can understand the unique history, values, traditions, and culture of their community. This research utilizes a qualitative approach with a phenomenological method. Data is collected through interviews and documentation techniques. Interviews are conducted to directly obtain the research subjects' experiences, while documentation techniques are used to gather data from various sources. Data analysis follows a phenomenological analysis technique, involving three stages: narrating the phenomena experienced by the research subjects, classifying relevant statements, and analyzing these statements according to the subthemes of the study. History education based on local wisdom also encourages students to develop analytical skills. They are prompted to analyze historical contexts, consider different perspectives, and understand the impact of history on cultural development. This can enhance students' critical and analytical thinking abilities. In its implementation, history teachers play a crucial role in facilitating the strengthening of cultural awareness and local wisdom through history education. They select teaching materials that focus on local history and cultural wisdom. Teachers can also invite community figures, local history experts, or community members to share their knowledge and experiences with students. Overall, history education based on local wisdom has great potential to enhance students' cultural awareness, broaden their understanding of culture, and develop analytical skills as well as appreciation for the cultural heritage of society.
The Development and Economic Impact of Railway in Batavia, 1873-1930 Bandarsyah, Desvian; Abdulhadi, Abdulhadi; Sulaeman, Sulaeman
Paramita: Historical Studies Journal Vol 32, No 2 (2022): Social, Political, and Economic History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v32i2.31683

Abstract

This study aims to determine the background of rail transportation modes developed in Batavia, focusing on the process, the activities between 1873 and 1930, and their economic impact in 1930. It was discovered that the increase in agricultural and plantation yields during the Cultivation Era led caused serious problems in transporting agricultural products from the plantation area to the port. It led to the construction of the first train connecting Batavia to Buitenzorg, operated by the Nederlandsche-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) on 31 January 1873. Another railway company, Staatsspoorwegen (SS), designed to operate the western route, including Batavia – Tanjung Priok, was inaugurated in 1885. It was followed by Batavia – Anyer in 1900 with a Duri – Tangerang branch in 1899 and Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOSM), which opened the eastern route, Batavia – Bekasi – Karawang, in 1891. Moreover, there is also the Batavia horse tram operated by Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM) in 1869, which served as the beginning of the history of the railroad in Batavia. It was also discovered that the train significantly impacted all economic actors in Batavia, including the farmers, traders, and industries. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui latar belakang pembangunan moda transportasi kereta api di Batavia, proses pembangunan moda transportasi kereta api di Batavia dan perkembangan perkeretaapian di Batavia pada 1873-1930 serta dampak moda transportasi kereta api terhadap perekonomian Batavia 1930. Hasil penelitian ini bahwa terjadinya peningkatan hasil pertanian dan perkebunan pada era Tanam Paksa yang jumlahnya belipat-lipat menyebabkan masalah yang cukup serius bagi pengangkutan hasil perkebunan dan pertanian dari daerah perkebunan ke pelabuhan. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan itu, maka dibangunlah kereta api pertama di Batavia yang menghubungkan Batavia dengan Buitenzorg yang dioperasikan oleh Nederlandsche-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 31 Januari 1873. Selanjutnya terdapat perusahaan kereta api lainnya yang turut beroperasi di Batavia, yaitu Staatsspoorwegen (SS) yang mengoperasikan lintas barat, meliputi Batavia – Tanjung Priok diresmikan tahun 1885, Batavia – Anyer 1900 dengan cabang Duri – Tangerang tahun 1899 dan Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOSM) yang membuka lintas timur, Batavia – Bekasi – Karawang tahun 1891. Tak lupa juga terdapat trem kuda Batavia yang dioperasikan oleh Bataviasche Tramweg Maatschappij pada tahun 1869 yang mengawali sejarah berdirinya sejarah kereta api di Batavia. Dengan ini kereta api mampu memberikan dampak ekonomi bagi seluruh pelaku ekonomi di Batavia, mulai dari petani, pedagang hingga industri sekalipun. Cite this article: Bandarsyah, D., Abdulhadi, Sulaeman. (2022). The The Development and Economic Impact of Railway in Batavia, 1873-1930. Paramita: Historical Studies Journal, 32(2), 159-170. http://dx.doi.org/10.15294/paramita.v32i2.31683  
Implementation of multicultural education perspective based on Islamic values facing the post-truth era in sociology social studies learning Arifansyah, Jamal; Suswandari, Suswandari; Bandarsyah, Desvian
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 10 No. 1 (2023): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v10i1.57861

Abstract

This research aims to analyze the relationship between the harmonization of multicultural education perspectives with Islamic values, implement a multicultural education model based on Islamic values in sociology learning, and analyze the success of the implementation of multicultural education perspectives based on Islamic values in facing the post-truth era. This research uses a qualitative research design with a case study approach. Data was collected using in-depth interview techniques with key informants, namely the vice principal for curriculum, the sociology subject teacher of class XI IPS, and several students of class XI IPS. Observations were conducted in and outside the classroom and in several school activities and documentation studies. Data analysis techniques include pattern matching, explanation making, and time series analysis. The research instrument was validated through the triangulation method and data sources. The results showed that the harmonization of Islamic values-based multicultural education perspectives at Al Azhar 4 Islamic High School is based on the principles of tolerance and equality manifested in the culture of smiles, greetings, cultural festivals, inter-school competitions, and community empowerment social services.
Penanaman Modal Asing dan Dampak Industrialisasi di Cikarang tahun 1974-1998 Sulaeman, Sulaeman; Nuraini, Yustiara; Bandarsyah, Desvian
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.54443

Abstract

Transformasi wilayah Cikarang yang pada awalnya merupakan lumbung padi beralih menjadi kawasan industri ditandai dengan berdirinya pabrik-pabrik yang menyebabkan dampak yang cukup serius dalam kehidupan sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan Penanaman Modal Asing (PMA) dan sejarah industrialisasi di Cikarang tahun 1974-1998, serta dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Temuan dari penelitian ini bahwa masyarakat Cikarang terbentuk dari dua dominasi unsur budaya yakni Budaya Betawi yang bersumber dari wilayah Babelan Bekasi, sedangkan Budaya Sunda bersumber dari wilayah Karawang (Selatan Cikarang). Struktur masyarakat demikian, memungkinkan masyarakat Cikarang memiliki pemahaman terhadap perubahan sehingga menerima adanya industrialisasi diwilayahnya. Peralihan wilayah Cikarang dari lumbung padi ke kawasan industri terbilang cukup cepat berkat teknologi. Kerusakan lingkungan sosial dapat dilihat dari ketahanan pangan, karena pergeseran lahan produktif pertanian menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang . Peralihan wilayah Cikarang dari lumbung padi ke kawasan industri terbilang cukup cepat berkat teknologi. Kerusakan lingkungan sosial dapat dilihat dari ketahanan pangan, karena pergeseran lahan produktif pertanian menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang . Peralihan wilayah Cikarang dari lumbung padi ke kawasan industri terbilang cukup cepat berkat teknologi. Kerusakan lingkungan sosial dapat dilihat dari ketahanan pangan, karena pergeseran lahan produktif pertanian menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang . karena pengalihan lahan perkebunan produktif menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang . karena pengalihan lahan perkebunan produktif menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang .
IMPLEMENTASI KAMPUS ISLAMI RAMAH HAM DENGAN MENERAPKAN NILAI-NILAI TOLERANSI DAN SOLIDARITAS DI DUNIA PENDIDIKAN Ruslan, Ahmad; Ahmad, Mubarak; Bandarsyah, Desvian; Muhtarom, Herdin; Usahawanto, Anang Rizki; Erlangga, Gery
Ar-Risalah Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam Vol 20 No 1 (2022): (April 2022)
Publisher : LPPM IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/ar-risalah.v20i1.1329

Abstract

Campus as an educational institution that aims to create individuals who are ready to plunge into public life directly have a responsibility in educating individuals to have humanist nature. Starting from the problem, the author is interested in reviewing the implementation of human rights-friendly Islamic campuses by applying the values of tolerance and solidarity. This study uses qualitative research type with Mixed-Methods method with samples of FKIP UHAMKA students. The results obtained in this study are that FKIP UHAMKA students already have a basic understanding of human rights that can be seen from student activities on campus that uphold the values of tolerance and solidarity.
Examining the proposed instrument model in learning management system use: a pilot study Zulherman, Zulherman; Supriansyah, Supriansyah; Bandarsyah, Desvian; Shahul Hamid, Mohamed Nazreen
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 3: August 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i3.21880

Abstract

Online and distance learning technology with the learning management system (LMS) is an example of the application of online learning models at universities, which is the impact of technological developments. However, advances in LMS technology still need to be implemented in universities, the problem of university readiness being the main factor. Another area for improvement is the level of computer self-efficacy (CSE) among LMS users. Therefore, before the actual research was carried out, instrument testing was carried out regarding the factors influencing LMS users at the university. After testing the limited instrument on 63 university students, the results showed that of the six constructs with 21 indicator items, it was proven that only one indicator item was invalid. However, the reliability test has met the criteria. The conclusion of the initial test results of the instrument was declared valid and reliable, so it was suitable for actual testing.
Kepemimpinan Kerajaan Sultanah dalam Perubahan Sosial di Aceh, 1641-1699 Rahmawati, Melinda; Bandarsyah, Desvian; Sulaeman, Sulaeman
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i3.27237

Abstract

This research aims to interpret and photograph the social changes that were present during the sultanate's leadership period throughout 1641-1699. With the crowning of a woman as the leader of a country, of course, turmoil has arisen in various spheres of society. Including encouraging the emergence of systemic and comprehensive social changes in the midst of Acehnese society to date. This study uses a qualitative-explanatory method with a literature study approach that visualizes and photographs the causative factors and forms of social change in the leadership of the sultanate in the Sultanate of Aceh Darussalam. The results of this study show that there have been several social changes that have a positive impact and are rooted to date for the people of Aceh. Gender equality in various social spheres, the formation of the Three Sagi Federation (Aceh Lhee Sagoe), and the opportunity to contribute to the military world have made Acehnese women more steadfast in stepping in accordance with the guidance of their customs and religious teachings. The conclusion of this study shows that the leadership of the sultanah is not only a symbol of awareness of the equal roles of men and women in society. Although the various policies set were not a few controversial and gave rise to scholars and nobles who strongly opposed them. Furthermore, the social changes caused have proven to have advanced the next generation, protected all the people under their protection, and become a down-to-earth cultural heritage in the midst of Acehnese society.
Dampak Gaya Kepemimpinan Monarki dalam Pengambilan Kebijakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Annihayah Karawang Miftahudin, Miftahudin; Bandarsyah, Desvian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak gaya kepemimpinan monarki kepala sekolah dalam pengambilan kebijakan di SDIT Annihayah Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan staf administrasi, serta data sekunder berupa dokumen kebijakan sekolah. Instrumen pengumpulan data meliputi panduan wawancara, lembar observasi, dan alat dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan validitas dan keakuratan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan monarki memungkinkan kepala sekolah untuk mengambil keputusan secara cepat dan konsisten, namun membatasi partisipasi dan masukan dari guru dan staf. Hal ini berdampak pada rendahnya rasa kepemilikan dan motivasi di kalangan staf, serta menghambat kreativitas dan inovasi dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini menyarankan perlunya keseimbangan antara kontrol yang ketat dan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan kebijakan sekolah.