p-Index From 2021 - 2026
4.259
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : al bahru

KH. Ahmad Dahlan di Kelas Digital; Relevansi Pemikirannya Dalam Pendidikan Masa Kini Darimus, Darimus; Zuhri, Zuhri
ALBAHRU Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K.H. Ahmad Dahlan dikenal sebagai tokoh gerakan pembaru dan reformis Islam meletakkan pendidikan Islam sebagai sarana dan upaya yang strategis untuk menyelamatkan umat Islam dari pemikiran yang statis di bawah penjajahan kolonial Belanda dan Jepang, menuju pemikiran yang dinamis untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan yang digagas oleh K.H. Ahmad Dahlan diimplementasikan dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang digunakan sebagai sentral kaderisasi bagi umat Islam Indonesia. K.H. Ahmad Dahlan berpendapat bahwa pendidikan yang mampu mengantarkan umat manusia menjadi manusia yang sempurna. Secara umum, ide-ide pembaharuan Ahmad Dahlan dapat diklasifikasikan kepada dua dimensi pendidikan masa kini, yaitu: Pertama, berupaya memurnikan (purifikasi) ajaran Islam dari khufarat, tahayul, dan bid’ah yang selama ini telah bercampur dalam akidah dan ibadah umat Islam. Kedua, mengajak umat Islam untuk keluar dari jejaring pemikiran tradisional melalui re-interpretasi terhadap doktrin Islam dalam rumusan dan penjelasan yang dapat diterima oleh rasio.
Implementasi Konsep Deradikalisasi pada Kurikulum Pendidikan Agama Islam Zuhri, Zuhri; Darimus
ALBAHRU Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Islam diakui sebagai agama yang komprehensif dengan dua sumber hukum utama, yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Deradikalisasi adalah langkah strategis untuk menghentikan penyebaran pemikiran ekstrem dan intoleran di masyarakat, terutama di kalangan siswa. Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peranan penting dalam membentuk karakter yang moderat, toleran, dan berakhlak baik. Artikel ini bertujuan menjelaskan penerapan konsep deradikalisasi dalam kurikulum PAI. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan menganalisis berbagai referensi akademis yang berhubungan dengan pendidikan, radikalisasi, dan kurikulum PAI. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengintegrasian konsep deradikalisasi dapat dilakukan dengan menekankan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘aalamiin, internalisasi prinsip moderasi dalam beragama, dan penguatan sikap kritis terhadap ideologi yang bertentangan dengan keberagaman dan Pancasila. Pelaksanaan deradikalisasi dalam kurikulum PAI tidak hanya memberikan pengetahuan agama kepada siswa, tetapi juga membentuk sikap terbuka, damai, dan toleran dalam berinteraksi di masyarakat. Dengan demikian, kurikulum PAI berfungsi sebagai alat strategis dalam mengurangi kemungkinan munculnya radikalisme sejak awal.