Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisa Fitokimia dan Antioksidan Sirup Herbal Ekstrak Batang Serai (Cymbopogon citratus), Teh Hijau (Camelia sinensis) dan Buah Lemon (Citrus limon) Rizki Andalia; nurmalia zakaria
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v6i1.1035

Abstract

Ekstrak etanol batang serai, daun teh hijau dan buah lemon mengandung senyawa flavonoid dan fitokimia lainnya yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ketiga ekstrak tersebut menjadi sediaan sirup herbal. Karakateristik dari simplisia tanaman dan senyawa fitokimia ditentukan, demikian juga dengan karakateristik dan fitokimia sirup herbal, serta aktivitas antioksidannya. Ketiga simplisia mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin. Simplisia daun teh hijau juga mengandung tanin dan steroid, tetapi tidak terdapat pada batang serai dan buah lemon. Sirup herbal yang mengandung ekstrak batang serai (SH1), ekstrak daun teh hijau (SH2), ekstrak buah lemon (SH3), dan campuran ketiga ekstrak (SH4) mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid/terpenoid. Hanya SH2 dan SH4 yang mengadung tanin sedangkan lainnya tidak. Keempat sirup herbal berbentuk cairan sedikit kental dengan warna cokelat kehitaman, aroma kas tanaman dan memiliki rasa sedikit manis hingga sedikit pahit. pH sirup herbal berkisar 4,5-6,8, dengan bobot jenis 1,25–1,32 gr/ml, dan viskositas berkisar 200-3.600 cP. Keempat sirup herbal memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi (IC50 < 50 ppm) menggunakan metode peredaman DPPH dengan spektrofotometri Uv-Vis, dimana nilai IC50 32,38 ppm (SH1), 20,49 ppm (SH2), 19,71 ppm (SH3), dan 12,53 ppm (SH4). Daya antioksidan berbeda signifikan tiap sampelnya (p<0,05). Aktivitas antioksidan sirup herbal campuran ekstrak (SH4) lebih rendah dibandingkan Asam Askorbat (IC50 2,33 ppm) (P<0,05).
Remaja Cerdas, Remaja Sehat: Edukasi Seksualitas dalam Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) di SMPN 1 Darul Imarah Defri Aroni; Amelia Sari; Rima Hayati; Burdah Burdah; Nurmalia Zakaria; Ernita Silviana; Maria Irwani; Fauziah Fauziah
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.26182

Abstract

Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan ancaman serius bagi kesehatan remaja, terutama akibat kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual berisiko. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMPN 1 Darul Imarah mengenai kesehatan seksual dan pencegahan IMS melalui edukasi interaktif. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi kelompok, dan simulasi studi kasus. Peserta kegiatan adalah siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah intervensi edukasi, berdasarkan perbandingan nilai pretest dan posttest. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi seksual yang tepat, kontekstual, dan sesuai usia mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap risiko IMS serta membentuk perilaku yang lebih sehat. Diharapkan program serupa dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh pihak sekolah dan pemangku kepentingan terkait.
PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK HERBAL DI PKK DESA LAM ARA KECAMATAN BANDA RAYA BANDA ACEH Nurmalia Zakaria; Rizki Andalia; Elfariyanti; Asrarika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i4.69163

Abstract

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lam Ara salah satu PKK di kota Banda Aceh yang berfungsi sebagai fasilitator dan penggerak utama dalam memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup melalui 10 Program Pokok PKK, salah satunya program pendidikan dan keterampilan. Ketua PKK Lam Ara memiliki misi menjadikan desa Lam Ara sebagai “Desa UMKM Herbal”, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakatnya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih keterampilan para anggota PKK Lam Ara dalam mengolah daun kelor menjadi serbuk yang tahan lama dan mudah diolah lebih lanjut menjadi produk herbal dan kesehatan. Metode pengabdian berupa penyuluhan, pelatihan, dan pengembangan teknologi tepat guna yang disusun ke dalam lima tahapan yaitu sosioalisasi kegiatan, pelatihan pengolahan daun kelor, penerapan teknologi, pendampingan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan serbuk daun kelor diikuti oleh ibu-ibu PKK sebanyak 20 orang, usia 25-60, dengan mayoritas berdidikan SMA (75%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga 85%). Hal ini menunjukkan adanya minat yang tinggi dari peserta pelatihan. Pengetahuan dan kerampilan peserta pelatihan meningkat signifikan dengan rata-rata keseluruhan nilai pre-test sebesar 62,75% dan post-test sebesar 94,5% (Sig. <0,05). Sebanyak 10 peserta pelatihan telah mampu mengolah daun kelor menjadi serbuk (50%). Dari hasil kegiatan ini juga terbentuk satu kelompok usaha serbuk daun kelor bernama UMKM Herbal Berkah Sejahtera dan dihasilkan produk serbuk kelor sebanyak 20 botol. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil dilaksanakan dengan baik sebagai upaya menjadikan desa Lam Ara sebagai Desa UMKM herbal
Analysis of the Effectiveness of Antihypertensive Drugs on Blood Pressure Reduction in Patients Receiving Calcium Channel Blocker and Angiotensin Receptor Blocker Therapy Fauziah; Reina Meilani; Zahra Amalia Ristiana; Khamdiyah Indah Kurniasih; Amelia Sari; Nurmalia Zakaria
Viva Medika Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v19i2.2088

Abstract

This study aimed to analyze the effectiveness of antihypertensive drugs from the Calcium Channel Blocker (CCB) and Angiotensin Receptor Blocker (ARB) classes in reducing blood pressure among hypertensive patients. The study employed a retrospective observational design using medical record data collected from November 2024 to February 2025 and was conducted in four primary healthcare centers in Banyumas Regency. A total of 70 patients enrolled in the PROLANIS program were selected using purposive sampling. Data were analyzed based on changes in blood pressure and statistically tested using the One-Way ANOVA test. The results showed that the ARB + CCB combination therapy was the most frequently used regimen (50%) and achieved the lowest mean blood pressure value (129.94/77.25 mmHg) among the therapy groups. Statistical analysis indicated a significant difference in systolic and diastolic blood pressure between patients receiving monotherapy and combination therapy (p < 0.05). These findings suggest that the ARB + CCB combination therapy was associated with greater blood pressure reduction compared to monotherapy among hypertensive patients in primary healthcare settings.
Evaluasi Komparatif YOLOv8s dan YOLOv8s dengan Slicing Aided Hyper Inference untuk Deteksi Koloni Bakteri pada Citra Cawan Petri Safrizal Razali; Nurmalia Zakaria
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v6i1.167

Abstract

Deteksi dan kuantifikasi koloni bakteri merupakan proses penting dalam berbagai bidang, seperti mikrobiologi klinis, industri farmasi, keamanan pangan, dan penelitian biomedis. Metode penghitungan manual yang masih banyak digunakan memiliki keterbatasan berupa waktu pengerjaan yang lama, potensi kesalahan manusia, serta rendahnya konsistensi hasil. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja deteksi koloni bakteri menggunakan YOLOv8s standar dan YOLOv8s yang dipadukan dengan Slicing Aided Hyper Inference (SAHI). Dataset yang digunakan adalah colony_counter3 dari Roboflow Universe yang terdiri atas 4.624 citra cawan petri dengan pembagian data 70% untuk pelatihan, 15% untuk validasi, dan 15% untuk pengujian. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik precision, recall, F1-score, mAP50, mAP50-95, waktu inferensi, dan throughput. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YOLOv8s standar memperoleh precision 96,79%, recall 93,02%, F1-score 94,87%, mAP50 85%, dan mAP50-95 62%, sedangkan YOLOv8s+SAHI memperoleh precision 48,19%, recall 18,62%, F1-score 26,86%, mAP50 92%, dan mAP50-95 71%. Meskipun SAHI meningkatkan kualitas lokalisasi objek yang ditunjukkan oleh kenaikan mAP50 dan mAP50-95, pendekatan ini menghasilkan penurunan yang signifikan pada precision, recall, dan F1-score serta meningkatkan waktu inferensi dari 9,91 ms menjadi 35,59 ms per citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAHI tidak selalu memberikan peningkatan kinerja pada deteksi koloni bakteri dan efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh karakteristik dataset. Untuk dataset yang digunakan dalam penelitian ini, YOLOv8s standar terbukti lebih akurat dan efisien dibandingkan YOLOv8s+SAHI.
Stabilitas Fisik Salep Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica Papaya L.) dan Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus Nurmalia Zakaria; safrizal Razali
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen terbesar yang menyebabkan infeksi kulit, yang dapat diatasi dengan antibakteri sintetik/semi sintetik yang terkadang menimbulkan iritasi kulit. Ekstrak etanol biji pepaya mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan kandungan senyawa fitokimia antibakteri flavonoid, alkaloid dan tannin. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol biji pepaya menjadi sediaan salep, menentukan stabilitas fisik sediaan, dan menentukan daya hambat salep ekstrak etanol biji pepaya (EEBP) konsentrasi 1%, 2%, dan 3% terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian berupa eksperimental laboratorium yaitu menguji stabilitas fisik sediaan salep EEBP meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH dan daya sebar, serta mengukur zona hambatnya terhadap Staphylococcus aureus secara difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Salep EEBP 1%, 2%, dan 3% memiliki organoleptik bentuk yang semi padat, warna putih kecoklatan hingga coklat muda, dengan aroma khas ekstrak biji pepaya dan stabil. Ketiga formula salep menunjukkan susunan massa yang homogen, nilai pH dan daya sebar yang memenuhi persyaratan sediaan topikal, serta menunjukkan stabilitas sediaan salep yang baik selama penyimpanan 28 hari. Salep EEBP 1%, 2%, dan 3% memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat berturut-turut 8,25 ± 0,2434 mm (kategori sedang), 9,32 ± 0,0262 mm (kategaori sedang), dan 10,06 ± 0,3249 (kategori kuat), dan berbeda signifikan dengan kontrol positif dengan zona hambat 20,44 ± 1,0970 mm (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa Salep EEBP 1%, 2% dan 3% menunjukkan karakteristik fisik yang stabil selama 28 hari, dan memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat sedang-kuat. Kata kunci : Salep EEBP, Stabilitas Fisik, Daya Hambat Bakteri, Staphylococcus aureus
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) dan Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia (Christm).) Sebagai Larvasida Terhadap Pertumbuhan Larva Aedes aegypti rini handayani; Vonna Aulianshah; Noni Zakiah; Debby Putri Mashitah; Nurmalia Zakaria
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v6i1.172

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dengan vektor perantara dari nyamuk Aedes aegypti. Penggunaan larvasida dari bahan kimiawi merupakan cara yang paling efektif, tetapi juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi dan tentunya memiliki efek toksik terhadap lingkungan. Larvasida alami seperti ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis dapat menjadi alternatif untuk mengendalikan vektor perantara virus dengue. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah kematian larva Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak daun sirih (Piper betle L.), daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), dan kombinasi keduanya. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan 5 kelompok perlakuan dengan 3 kelompok diantaranya adalah konsentrasi ekstrak daun sirih 1,5%; daun jeruk nipis 1%; dan kombinasi ekstrak daun sirih 1,5%;daun jeruk nipis 1% dengan perbandingan volume 1:1, serta kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil penelitian setelah 24 jam pemaparan dengan ekstrak menunjukkan bahwa selain pada kontrol negatif, ketiga kelompok perlakuan kombinasi ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis mampu membunuh larva nyamuk dengan persentase mortalitas sebesar 100%, sama seperti kelompok perlakuan kontrol positif berupa Temephos 1% (p>0,05), serta berbeda nyata dengan kelompok perlakuan kontrol negatif (p<0,05). Kombinasi ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis terbukti mampu membunuh larva nyamuk Aedes aegypti dalam 24 jam. Kata kunci Ekstrak Daun Sirih, Ekstrak Daun Jeruk Nipis, Larvasida, Larva Aedes aegypti