Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penataran Pelatih Woodball C3-Pengurus Cabang Olahraga Woodball Se-Kalimantan Barat Tahun 2025 Novi Yanti; Wiwik Yunitaningrum; Fitriana Puspa Hidasari; Witri Suwanto; Rizki Hazazi Ali; Dwi Mahfirira; Dede Rahman; Rajudin Rajudin
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7480

Abstract

Penyelenggaraan Penataran Pelatih Woodball C3-Pengurus Cabang Olahraga Woodball Se-Kalimantan Barat Tahun 2025 merupakan salah satu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat guna untuk mengenalkan olahraga baru yakni olahraga woodball yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat terutama masyarakat Kalimantan Barat, dimana harapan kedepannya kegiatan tersebut tetap berlajut menjadi agenda tahunan guna terus untuk memajukan lebih mengenalkan dan mengembangkan olahraga woodball dengan banyaknya pelatih yang competen guna membina bibit-bibit atlet yang berpotensi untuk memperoleh prestasi khususnya Kalimantan Barat. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya, tahap pembentukan panitia penyelenggara dan menentukan pembagian materi yang akan disampaikan pada setiap sesinya, selanjutnya membuat undangan kebeberapa pihak terkait surat perijinan kegiatan yang mana dilakukan di SMA 05 Kota Singkawang, tahap akhir menyiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan yang diperlukan selama berjalannya pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di SMA N 05 Kota Singkawang yang terletak di Jalan Ratu Sepudak, Kelurahan Sei Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat . Dari hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Penataran Pelatih Woodball C3-Pengurus Cabang Olahraga Woodball Se-Kalimantan Bart Tahun 2025” diikuti oleh 21 orang para guru-guru kota singkawang yang dan 9 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten yang ada di Kalimantan Barat, dan melihatkan progres peningkatan secara motivasi serta penguasaan teknik dari 50% menjadi 70%, dan peningkatan secara pemahaman pembuatan program latihan dari 30% menjadi 60%.
Reorientasi Kapasitas Program Studi Menuju Penyusunan Borang LAMDIK Versi 2.0 yang Berkualitas Dwi Riyanti; Eka Ariyati; Asriah Nurdini; Sahidi Sahidi; Rio Pranata; Nadya Febriani Meldi; Rizki Hazazi Ali; Muhammad Irfan Izuddin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8703

Abstract

Akreditasi program studi berbasis Instrumen LAMDIK Versi 2.0 menuntut perubahan mendasar dalam pendekatan penyusunan borang, khususnya pada analisis berbasis capaian dan bukti. Namun, tim akreditasi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap paradigma baru tersebut, rendahnya keterampilan analisis data, serta belum optimalnya kemampuan menyusun narasi reflektif yang sesuai dengan standar LAMDIK 2.0. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini menawarkan solusi melalui workshop berbasis pelatihan partisipatif dan praktik langsung. Metode yang digunakan meliputi pemaparan konsep, analisis contoh borang, latihan penyusunan Laporan Evaluasi Diri dan Laporan Kinerja Program Studi, serta pendampingan intensif dalam mengembangkan narasi berbasis data dan capaian pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama satu hari dengan melibatkan 60 peserta dari tujuh program studi di lingkungan FKIP Untan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner pre-test dan post-test, serta dokumentasi hasil kerja peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Dampak konkret kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 38% terhadap konsep dan perbedaan LAMDIK 1.0 dan 2.0, peningkatan keterampilan analisis data sebesar 35%, serta peningkatan kemampuan menyusun narasi reflektif berbasis capaian sebesar 40%. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas program studi dan mendorong terbentuknya budaya mutu berkelanjutan di tingkat fakultas. Dengan demikian, workshop ini berkontribusi langsung terhadap kesiapan institusi dalam menghadapi akreditasi berbasis capaian secara lebih sistematis dan komprehensif.