Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Lateralisasi

ISTILAH-ISTILAH YANG MUNCUL PADA MASA PANDEMI COVID 19 ajat - manjato; Ira Yuniati
Lateralisasi Vol. 10 No. 01 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v10i01.3515

Abstract

Abstrak Virus Corona adalah zoonotic yang artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Penyebaran virus Corona yang telah meluas ke berbagai belahan dunia menimbulkan penggunaan istilah-istilah baru yang berkaitan dengan virus corona. Penggunaan istilah-istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi yang sangat berbeda. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan istilah-istilah baru yang muncul pada masa pendemi covid 19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu prosedur penyelesaian masalah dengan memaparkan keadaan objek penelitian yaitu istilah yang muncul pada masa covid 19 berdasarkan fakta-fakta yang tampil sebagaimana adanya Istilah dan kosakata yang sudah diindonesiakan tersebut digunakan oleh berbagai media, baik cetak maupun elektronik untuk memberitakan berbagai hal tentang pandemi koronavirus ini. Hal tersebut tentunya adalah hal baik, karena bahasa Indonesia akhirnya memiliki istilah dan kosakata baru tersebut dengan namanya sendiri, tidak meminjam istilah dan kosakata asing lagi. Sebagian istilah dan kosakata yang telah dipaparkan, mayoritas adalah istilah dan kosakata baru di dalam bahasa Indonesia. Hal ini lazim bagi bahasa Indonesia yang bersifat “terbuka” bagi istilah asing yang baru ditemukan. Meskipun istilah dan kosakata asing tersebut telah memiliki padanan bahasa Indonesia, sayangnya sebagian masyarakat masih menggunakan istilah dan atau kosakata asing di ruang publik. Hal ini akan menyebabkan masalah dalam pemakaian bahasa Indonesia yang merupakan bahasa negara yang seharusnya dilestarikan dengan cara tidak menggunakan bahasa asing secara dominan dalam berkomunikasi. Namun, pandemi Covid 19 memberikan dampak positif bagi bahasa Indonesia itu sendiri, karena memperkaya khazanah istilah dan kosakata baru di dalamnya. Dalam situasi wabah covid-19 banyak muncul kata-kata baru dan tersebar di dalam masyarakat seluruh dunia serta penyebutannya sesuai dengan bahasa negaranya masing-masing. Kata-kata baru tersebut tidak hanya digunakan oleh orang tertentu saja seperti para ahli, tetapi juga digunakan oleh orang awam/rakyat biasa. Artinya, penduduk umum akan biasa menggunakan kata-kata baru tersebut dengan baik. Hal ini disebabkan karena semua orang sedang mengalaminya dan berbagi rasa prihatin antara satu dengan lainnya dalam situasi pandemi ini. Kata Kunci: Istilah-istilah, Masa Covid 19
KESANTUNAN BERBAHASA REMAJA TERHADAP ORANG TUA DI DESA COKOH BETUNG KECAMATAN PADANG GUCI HULU KABUPATEN KAUR Ajat Manjato; Justya Heryanti; Reni Kusmiarti
Lateralisasi Vol. 11 No. 01 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i01.5459

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kesantunan berbahasa remaja terhadap orang tua di Desa Cokoh Betung Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa remaja terhadap orang tua di Desa Cokoh Betung Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Hasil penelitian ini menunjukkan kesantunan berbahasa remaja terhadap orang tua di Desa Cokoh Betung Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur kedalam enam wujud maksim kesantunan penutur yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian, dengan kriteria prinsip kesantunan meliputi: 1) maksim kebijaksanaan sebanyak 1 daya yaitu pada data no 1, 2) maksim kedermawanan sebanyak 1 data yaitu data no 11, 3) maksim penghargaan sebanyak 3 data yaitu pada data no 3, 7, dan 16, 4) maksim kesederhanaan sebanyak 4 data yaitu data no 4,17,19 dan 20, 4) maksim pemufakatan sebanyak 11 data yaitu data no 2, 5, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 15, 18 dan 21, dan 5) maksim kesimpatian sebanyak 1 data yaitu data no 6. Prinsip-prinsp kesantunan remaja terhadap orang tua dalam bertutur bukan hanya sekadar mematuhi prinsip maksim kesantunan. Maksim-maksim yang ada tentunya menggambarkan pola hidup masyarakat yang terimplikasi dalam tutur kata. Kesantunan bertutur remaja terhadap orang tua dibangun oleh budaya dan norma-norma yang mengikat mereka dalam budaya masyarakat. Kata Kunci : Kesantunan, berbahasa, Remaja, Desa Cokoh Betung
INTERJEKSI DALAM BAHASA REJANG DI DAERAH KABUPATEN REJANG LEBONG: INTERJEKSI DALAM BAHASA REJANG DI DAERAH KABUPATEN REJANG LEBONG manjato, ajat -; Solehan, Solehan; Tasya, Tasya; Paulina, Yanti
Lateralisasi Vol. 10 No. 02 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk interjeksi dalam bahasa Rejang di Kabupaten Rejang Lebong?. (2) bagaimana fungsi bahasa Rejang di Kabpaten Rejang Lebong? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskrispisikan pemahaman yang tepat, rinci dan mendalam tentang bentuk dan fungsi interjeksi bahasa Rejang di Kabupaten Rejang Lebong. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitin ini adalah teknik SLBC, observasi, catat. Teknik analisis data adalah (1) Mentranskripsi data, meliputi Bahasa Rejang ke Bahasa Indonesia. (2)Mengidentifikasi data, meliputi Interjeksi Bahasa Rejang. (3) Mengklasifikasi data, meliputi Interjeksi Bahasa Rejang. (4)Lalu analisis data sesuai degan yang diperlukan dalam penelitian mengenai Interjeksi Bahasa Rejang. (5)Selanjutnya, data diinterprestasikan sesuai tujuan dan kebutuhan penelitian. (6)Menyimpulkan semua data yang telah di peroleh dengan baik dalam penelitan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap interjeksi bahasa Rejang pada masyarakat di Desa Gajah Mada Kabupaten Rejang Lebong, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa (1) Bentuk interjeksi yang ada dalam bahasa Rejang terdiri dari tiga jenis yaitu: (1) interjeksi asli meliputi woi, ai, adui, ew, iw, hoi, ah, neh, ei, dan oh, (2) interjeksi kata biasa meliputi maso, apun, dan maro, (3) interjeksi ungkapan meliputi astagfirullah, masya Allah, alhamdulillah, insya Allah, ya Allah, dan demi Allah. (2) fungsi interjeksi dalam masyarakat di Desa Gajah Mada Kabupaten Rejang Lebong adalah : kejijikan, kecewa, kekaguman, kesyukuran, terkejut, ajakan, panggilan, memuji, marah, kasihan, meremehkan orang lain, takut, kesal, kesakitan, tidak percaya, mengetahui sesuatu yang baru, mengingatkan seseorang, menerima tawaran, membela diri, memohon. Kata Kunci : bentuk interjeksi, fungsi interjeksi
PERGESERANAN BAHASA PADA MASYARAKAT DI DESA MANGGA DUA KECAMATAN LAIS KABUPATEN BENGKULU UTARA manjato, ajat -; Zakaria, Jelita; Sakroni, Sakroni; Lestari, Yuyum
Lateralisasi Vol. 11 No. 02 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i02.5987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pergeseran Bahasa Pada Masyarakat Di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara ,Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, Pergeseran bahasa yaitu menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyrakat tutur ke masyarakat tutur lain. Kalau seorang atau sekelompok orang penutur pindah ketempat lain yang menggunakan bahasa lain, dan bercampur dengan mereka, maka akan terjadilah pergeseran bahasa ini.Teknik pengumpulan data yang di lakukan dengan teknik Rekam dan catat,sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara yang menggunakan kata-kata dan kalimat penggunaan ujaran sehari-hari oleh masyarakat. Berdasarkan dari hasil Penelitian yang telah dilakukan, di temukan bahwa Pergeseran Bahasa pada Masyarakat di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara diperoleh : 13 data faktor Orang tua dan keluarga 27 data faktor lingkungan sosial,Masyarakat dan pendidikan ,14 data faktor Perkawinan campur , dan 6 data faktor migrasi. Terjadi nya Pergeseran Bahasa di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara terlihat dari komunikasi yang berada di tengah-tengah masyarakat dan turun temurun pada keturunan yang berikutnya sehingga bahasa  Rejang jarang di gunakan dan bergeser ke bahasa Melayu
GAYA BAHASA ANIES BASWEDAN DALAM ACARA DESAK ANIES DI KOMPAS TV manjato, ajat -; Putri, Widyadhari Nabilah; Hakim, Man; Solehan, Solehan
Lateralisasi Vol. 12 No. 01 (2024): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v12i01.6660

Abstract

Berdasarkan masalah dalam penelitian ini yaitu apa saja gaya bahasa yang digunakan Anies Baswedan dalam acara Desak Anies di Kompas TV?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya bahasa yang digunakan Anies Baswedan dalam acara Desak Anies di Kompas TV. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 12 jenis gaya bahasa retoris dan kiasan. Diantaranya ada 8 jenis gaya bahasa retoris dan 4 jenis gaya bahasa kiasan. Adapun peneliti menemukan 8 jenis variasi gaya bahasa retoris yang terdapat dalam tuturan Anies diantaranya : (a) aliterasi muncul sebanyak 11 kali, (b) asonansi muncul sebanyak  26 kali, (c) apofasis muncul sebanyak 1 kali, (d) asindeton muncul sebanyak 5 kali, (e) polisindeton muncul sebanyak 7 kali, (f) litotes muncul sebanyak 2 kali, (g) pleonasme muncul sebanyak 2 kali dan (h) erotesis muncul sebanyak 2 kali. Sedangkan pada gaya bahasa kiasan terdapat 4 jenis variasi gaya bahasa kiasan yang peneliti temui diantaranya : (a) metafora muncul sebanyak 2 kali, (b) alusi muncul sebanyak 1 kali, (c) hipalase muncul sebanyak 1 kali dan (d) innuendo muncul sebanyak 1 kali.
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM NOVEL BUMI DAN LUKANYA KARYA REVIANA APRILLIANDINI Ajat Manjato; Wahyuni Shofinna Nur; Mutiara Widya Utami; Dika Zakiyah
Lateralisasi Vol. 12 No. 02 (2024): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i02.7466

Abstract

Abstrak Masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana jenis tuturan direktif dalam novel Bumi dan Lukanya karya Reviana Aprilliandini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data tindak tutur direktif adalah teknik daftar data, yaitu melalui tahap membaca novel Bumi dan Lukanya karya Reviana Aprilliandini, membaca ulang novel Bumi dan Lukanya karya Reviana Aprilliandini untuk menandai tindak tutur direktif dalam novel data yang ditandai dalam novel Bumi dan Lukanya karya Reviana Aprilliandini dimasukkan ke daftar data. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi data yang telah dikumpulkan dalam daftar berdasarkan bentuk tuturan direktif novel Bumi dan Lukanya karya Reviana, mengklasifikasikan data yang telah diidentifikasi berupa tindak tutur direktif Bumi dan Lukanya, mendeskripsikan data untuk analisis jenis tindak tutur direktif Bumi dan Lukanya, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti ditemukan tujuh bentuk tindak tutur direktif dalam novel Bumi dan Lukanya karya Reviana Aprilliandini ketujuh bentuk tindak tutur direktif tersebut yaitu tindak tutur direktif permintaan 57, tindak tutur direktif pertanyaan 43, tindak tutur direktif pemberian izin 1, tindaktutur direktif nasihat 1, tindak tutur direktif memerintah 28 , tindak tutur direktif memohon 3, tindak tutur direktif menyarankan 9. Tindak tutur direktif yang paling banyak ditemukan yaitu bentuk tindak tutur permintaan, sebanyak 57 tuturan, Adapun tindak tutur direktif yang paling sedikit ditemukan yaitu bentuk tindak tutur pemberian izin dan nasihat sebanyak masing-masing 1 tuturan. Kata Kunci : tindak tutur, direktif, novel Bumi dan Lukanya.