Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Optimization of Tensile Strength in Pineapple Leaf Fiber Composites: A Study of Fiber Volume Fractions with Clear Polyester Resin Fatimah Zahra; Ferri Safriwardy; Muhammad Habibi; Zulmiardi Zulmiardi; Muhammad Nuzan Rizki
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.1086

Abstract

The utilization of pineapple leaf fiber is still relatively small, only used as a basic material for various types of furniture products, fabrics for fashion products, crafts and composites as forming materials. This study aims to analyze the tensile strength of pineapple leaf fiber composites with variations in volume fractions using clear polyester resin. In this study, composites were made using three different volume fractions, namely 60% fiber: 40% resin, 70% fiber: 30% resin, and 85% fiber: 15% resin. After the test specimen manufacturing process, the specimens were then tested for tensile strength on each volume fraction. The results of this study indicate variations in tensile strength on each volume fraction used, where using a volume fraction of 85% fiber: 15% resin produces higher tensile strength compared to the volume fraction of 60% fiber: 40% resin and 70% fiber: 30% resin. Pineapple leaf fiber reinforced composites with variations in the volume fraction of pineapple leaf fiber 60%: resin 40%, pineapple leaf fiber 70%: resin 30%, and pineapple leaf fiber 85%: resin 15%. From the percentage variations, the highest tensile strength is in pineapple leaf fiber 85%: resin 15% with an average value of 105.69 MPa, elastic modulus strength of 1571 MPa, and elongation of 6.74%. While the lowest tensile strength value is in pineapple leaf fiber 60%: resin 40%, with an average value of 74.30 MPa, elastic modulus strength of 1231 MPa, and elongation of 6.04%, it can be concluded that the higher the percentage of fiber, the higher the tensile strength value. Variations in the volume fraction of pineapple leaf fiber can affect the mechanical properties of clear polyester resin composites. The composite strength value often increases with the increase in the fiber volume fraction. However, a high fiber volume fraction does not always have a good effect on the strength of the composite. The strength of the composite is not only influenced by the number of fibers but is also influenced by the binding factor, namely the matrix.
Optimization of hybrid carbon–bamboo composite struc-ture based on flexural test and finite element simulation for UAV wing spar Rizki, Muhammad Nuzan; Asnawi, Asnawi; Kamar, Iqbal; Ibrahim, Maulana Agil
Jurnal Polimesin Vol 24, No 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i2.8343

Abstract

The structural performance of Unmanned Aerial Vehicle (UAV) wing spars demands a balance between high strength and adequate stiffness. This study investigates the optimal configuration of bamboo–carbon fiber hybrid composites and evaluates the suitability of different spar cross-section geometries through experimental flexural testing, Taguchi-based statistical optimization, and Finite Element Method (FEM) simulation. Nine composite variations were fabricated and tested in accordance with ASTM D7264, employing three control factors: volume fraction, fiber ratio, and stacking sequence. The experimental results indicated that variation V7 (60% total fiber volume, 40:60 bamboo–carbon ratio, CBC stacking sequence) demonstrates the highest mechanical performance, achieving a flexural strength of 288.5 MPa and a flexural modulus of 31.8 GPa, which was further supported by the highest Signal-to-Noise (S/N) ratios for both responses. The optimum material configuration was subsequently applied to FEM simulations of three spar cross-sectional geometries. The results revealed that the hollow circular profile exhibited a limited safety margin (SF = 1.09), whereas the W-shaped and hollow-square profiles achieved higher safety factors of 2.15 and 2.18, respectively. Among the evaluated designs, the hollow-square spar provides the most favorable structural response, characterized by lower maximum stress, reduced deflection, and the highest safety margin.
Pembuatan Bioplastik Berbahan Dasar Pati Biji Alpukat dan Selulosa dari Limbah Kertas Dengan Metode Melt Intercalation Faisal; Iqbal Kamar; Fatima zahra sitompul zahra; Raudhatul Ulfa; Muhammad Nuzan Rizki; Firza Ahmad Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23613

Abstract

Peningkatan penggunaan plastik berbasis petrokimia telah menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius akibat sifatnya yang sulit terdegradasi secara alami. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah bioplastik yang berasal dari sumber daya terbarukan dan mudah terurai. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pati biji alpukat (Persea americana) sebagai matriks polimer dan selulosa dari limbah kertas HVS sebagai bahan penguat dalam pembuatan bioplastik menggunakan metode melt intercalation. Selain meningkatkan nilai tambah limbah biomassa, pemanfaatan kedua bahan tersebut juga mendukung konsep ekonomi sirkular dan pengurangan limbah padat. Bioplastik dibuat dengan komposisi tetap 5 g pati biji alpukat dan 1 g carboxymethyl cellulose (CMC), sedangkan massa selulosa divariasikan sebesar 0; 0,5; 1; dan 1,5 g. Sorbitol digunakan sebagai plasticizer dengan 5 g. Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan seluruh bahan dalam 100 mL aquades, kemudian dipanaskan dan diaduk selama 30 menit hingga terjadi gelatinisasi. Campuran yang terbentuk dicetak dan dikeringkan hingga diperoleh film bioplastik. Karakterisasi dilakukan melalui pengujian sifat mekanik yang meliputi kuat tarik, elongasi, dan modulus Young. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan massa selulosa berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik bioplastik. Nilai kuat tarik meningkat dari 0,1387 MPa menjadi 1,4068 MPa seiring bertambahnya massa selulosa hingga 1,5 g. Sebaliknya, nilai elongasi menurun dari 18,16% menjadi 11,52%, menunjukkan berkurangnya fleksibilitas material akibat meningkatnya interaksi antarmolekul antara pati dan selulosa. Nilai modulus Young juga mengalami peningkatan yang mengindikasikan terbentuknya struktur bioplastik yang lebih kaku dan kuat. Peningkatan sifat mekanik tersebut disebabkan oleh peran selulosa sebagai reinforcing filler yang memperkuat matriks pati melalui pembentukan ikatan hidrogen. Meskipun demikian, nilai kuat tarik dan elongasi yang diperoleh masih belum memenuhi persyaratan SNI 7818:2014 untuk plastik biodegradable. Secara keseluruhan, penambahan selulosa limbah kertas terbukti mampu meningkatkan karakteristik mekanik bioplastik berbasis pati biji alpukat dan berpotensi dikembangkan sebagai material ramah lingkungan yang berkelanjutan.  
Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kapasitas Mitigasi Bencana Banjir di Desa Meurandeh Aceh Muhammad Isra; Muhammad Nuzan Rizki; Iqbal Kamar
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i2.26204

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kapasitas mitigasi Bencana Banjir di Desa Meurandeh Aceh, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberian edukasi dan informasi Bencana Banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta solusi kepada masyarakat dalam mengantisipasi dan menanggulangi Bencana Banjir apabila terjadi. Metode pengabdian dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan penyampaian informasi Bencana Banjir yang berfokus pada peningkatan kapasitas kesiapsiagaan, seperti langkah-langkah menghadapi kondisi darurat, upaya penyelamatan diri dari potensi bahaya, serta penanggulangan Bencana Banjir. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini melibatkan dosen Universitas Samudra sebagai pemateri dalam upaya peningkatan kapasitas mitigasi Bencana Banjir. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Meurandeh Aceh, antara lain: (1) Materi informasi Bencana Banjir dapat disampaikan dengan baik meskipun masih terdapat beberapa bagian yang belum optimal; (2) Masyarakat menunjukkan respons positif yang ditandai dengan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan serta keaktifan dalam diskusi; (3) Berdasarkan hasil tanya jawab dan diskusi, diketahui bahwa pengetahuan awal masyarakat terkait Bencana Banjir masih tergolong rendah; (4) Keberhasilan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan oleh meningkatnya pemahaman masyarakat dalam menyikapi potensi Bencana Banjir di Desa Meurandeh Aceh.Berdasarkan hasil kegiatan tersebut, disarankan agar masyarakat, aparatur desa, serta lembaga terkait dapat membentuk forum penanggulangan Bencana Banjir dan relawan Bencana Banjir, menyusun kawasan mitigasi, peta daerah rawan Bencana Banjir, serta mengembangkan sistem peringatan dini berupa peta Indeks Risiko Bencana Banjir di Desa Meurandeh, Aceh.