Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT

Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI Dalam Upaya Mendukung Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) Oktaviasari, Dianti Ias; Nugraheni, Reny
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka percepatan perbaikan gizi telah diterbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang diprioritaskan pada Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi secara Eksklusif yaitu pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan tanpa diberi makanan lain selain ASI dan dilanjutkan menyusui sampai usia 2 (dua) tahun dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan tahapan umur anak. Data di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kediri menunjukkan masih rendahnya cakupan ASI Eksklusif dan masih kurangnya kesadaran ibu dalam memberikan tambahan prelactal feeding sebelum usia bayi mencapai 6 bulan dan ketidaktahuan ibu mengenai pemberian MP-ASI. Oleh sebab itu, perlu diberikan informasi mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan dan media leaflet dan sticker. Keberhasilan kegiatan ditandai dengan indikator peningkatan pengetahuan yang diukur dari hasil pre test dan post test. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita menjadi menjadi 86%, dan analisis dengan Paired Sample T-Test dengan α = 0,05 menunjukkan p=0,000 yaitu adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat menunjukan bahwa kegiatan dapat secara efektif meningkatkan pengetahuan sasaran ibu balita yang datang ke posyandu mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif, manajemen pemberian ASI pada ibu bekerja dan pemberian MP-ASI pada balita usia diatas 6 bulan. Diharapkan tindak lanjut dari kegiatan ini adalah adanya pendampingan terhadap ibu balita mengenai cara membuat MP-ASI dan pelatihan kader posyandu mengenai ASI Eksklusif dan MP-ASI
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Metode Komposting Takakura Kirana, Gerardin Ranind; Nugraheni, Reny
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Laju produksi sampah tidak sebanding dengan proses pengelolaannya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Desa Sidomulyo, sebagian besar masyarakat masih kurang mengetahui bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan benar. Sehingga dalam hal pengelolaannya, masih dengan cara dibakar di tempat terbuka, baik untuk sampah organik maupun anorganik. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting Takakura, beserta nilai ekonomisnya. Metode: Kegiatan pengelolaan sampah ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan dan demonstrasi proses komposting Takakura di layar proyektor, dan praktik langsung mengenai bahaya sampah dan cara menangani sampah baik sampah organik maupun anorganik. Hasil: Hasil dari kegiatan ini baik (80%), yaitu didapat adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai cara mengelola sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil memberdayakan masyarakat Desa Sidomulyo untuk mengelolah sampah organik dan anorganik yang dihasilkan dari rumah tangga menjadi kompos dengan metode komposing takakura dan juga pengelolaan sampah plastik menjadi BBM. Kemampuan peserta dalam penguasaan materi dapat dikatakan baik (90%), hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang yang aktif bertanya dan memberikan feedback. Pada sesi terakhir, masyarakat mampu dan berhasil melakukan praktik secara langsung, tentang bagaimana mengelola sampah rumah tangga dengan metode Takakura. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini efektif meningkatkan pengetahuan warga Desa Sidomulyo tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan cara sederhana, yaitu metode komposting Takakura.