Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Kota Kediri Reny Nugraheni; Yoanita Indra Kumalasari
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i2.105

Abstract

Hospital information system is an arrangement with data collection, data processing, presentation of information, analysis and inferences of information, is plays a role in supporting quality control, productivity assessment, and program evaluation. X Hospital  is one of the most favored hospitals by patients or visitors. Data on the number of visitors of patients for three consecutive years X Hospital highest hospital compared with other hospitals in the city of Kediri. The purpose of this study is to evaluate the implementation of outpatient registration information system information at X Hospital  Kediri. Design of this study is quantitative descriptive. Data were collected through questionnaires and observations. The results showed that the information system of outpatient registration is not optimal because the outpatient registration process is not in accordance with the standard operating procedures established. Data completeness and accuracy are in good category. Patient satisfaction on outpatient service is also in good category
ANALISIS SWOT PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM LIRBOYO KOTA KEDIRI TAHUN 2019 Reny Nugraheni; Gerardin Ranind Kirana
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jkes.v9i2.222

Abstract

As an effort to improve service quality, Lirboyo Kediri Hospital needs to routinely conduct aSWOT analysis so that it can find out where the internal shortcomings and external challenges areto be minimized, as well as to find out the strengths in internal factors and opportunities inexternal factors as an effort to improve the quality of health services. The purpose of this study wasto analyze the internal and external conditions of Lirboyo Hospital to carry out strategic planning,to improve the quality of hospital services. This study uses descriptive research methods withqualitative methods. The data analysis technique used SWOT analysis. The results of the SWOTanalysis at Lirboyo Hospital obtained a favorable situation by having good opportunities andstrengths so that it can develop the entire potential of the organization to take advantage ofexisting opportunities and can be optimized by minimizing all existing weaknesses and challenges,one of which is by paying attention to human resource management. , namely the addition ofhuman resources to avoid double positions in health workers.
Implementasi Kebijakan Pencegahan Pencemaran Air Permukaan oleh Air Limbah Industri di Daerah Aliran Sungai Brantas Kediri Reny Nugraheni; Ekawati Wasis Wijayati
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.581 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v6i1.7227

Abstract

The City Government of Kediri in an effort to preserve the environment forms a legal basis namely the City Regulation of Kediri Number 3 of 2009 cocerning Environmental Management. One of the targets in the regional regulation is to preserve the watershed and water sources. In accordance with the 2015-2019 Medium Term Development Plant , there are 15 watersheds that are prioritized to be restored first and one of them is the Brantas watersheds. This study aims to identify the implementation of the Kediri City Government policy in preventing surface water pollution by industrial wastewater in the Brantas River Basin, Kediri District. The method used in this research is descriptive. Collecting data by conducting in-depth interviews with industrial waste water treatment officers and officers in the field of environmental damage pollution in the Departement of Environment, Hygiene and Gardening of Kediri City. Based on the research results, it is known that most of the industries have carried out wastewater treatment and not ith a dilution process and most of the industries have IPLC. Based on the wuality standards, it is known that the quality standards of industrial waste are in accordance with the standards set by the government and the industry routinely conducts wastewater quality tests, but the industry is still lacking in reporting the results of wastewater quality tests. In wastewater treatment facilities and infrastructure, the government has provided rubbish place for industrial estates and most industries have their own rubbish place.
Analisis mutu pelayanan gizi ditinjau dari proses asuhan gizi terstandart (PAGT) di rawat inap RSUD Gambiran kota Kediri Reny Nugraheni; Rima Dwi Listyani
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.273 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37684

Abstract

Tujuan: Penelitian ini menganalisis mutu layanan gizi di Rawat Inap RSUD Gambiran Kota Kediri menggunakan proses asuhan gizi terstandart. Metode: Survei dengan sampel 94. Hasil: Standar penilaian assesmen gizi 99% diberikan tepat waktu, asuhan gizi 97% tercatat dalam lembar CPPT, asuhan gizi 95% direvisi sesuai respon pasien, monitoring asuhan gizi 89% telah dilakukan, asuhan gizi 100% diberikan oleh dietisien, intervensi pasien 100% sesuai kondisi pasien dan rata-rata capaian mutu pelayanan gizi ditinjau dari PAGT di rawat inap RSUD Gambiran Kota Kediri menunjukan angka 97%. Simpulan: Mutu pelayanan gizi ditinjau dari PAGT di rawat inap RSUD Gambiran Kota Kediri dikatakan masih belum sesuai standar Kemenkes RI Tahun 2013. Perlu penambahan petugas terutama tenaga gizi untuk pemenuhan kebutuhan jumlah tenaga gizi yang disesuaikan oleh Kemenkes RI dan Kepala Instalasi Gizi melakukan audit untuk memeriksa kelengkapan dokumen asuhan gizi pasien rawat inap.
Penggunaan SMS sebagai metode customer relationship management dalam menanggapi keluhan pasien di puskesmas Kowilut kota Kediri Gerardin Ranind Kirana; Reny Nugraheni
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.083 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37723

Abstract

Customer Relationship Management System merupakan suatu cara untuk menjaga hubungan yang baik antara penyedia layanan kesehatan dengan pasien, yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien, menjalin komunikasi yang efektif, dan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Metode paling efektif yang digunakan oleh Puskesmas Kowilut Kota Kediri untuk menjalankan sistem CRM adalah menggunakan SMS keluhan, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengobservasi operasional penggunaan SMS sebagai metode CRM dalam menanggapi keluhan pasien di Puskesmas Kowilut Kota Kediri. Penelitian ini bersifat deskriptif. Subyek penelitian adalah metode yang digunakan oleh Puskesmas Kowilut Kota Kediri untuk menjalankan sistem CRM yaitu penggunaan SMS keluhan. Koordinator dan anggota tim Surveyor Kepuasan Pelanggan adalah responden. Mengumpulkan informasi melalui wawancara dan observasi. Ada tiga tahapan dalam hal penanganan keluhan pasien melalui SMS keluhan. Yang pertama, Tim SKP menerima keluhan pasien melalui SMS, dicatat, dilaporkan, serta menawarkan solusi terhadap keluhan pasien tersebut. Koordinator Tim SKP yang kemudian meneruskan laporan kepada wakil manajemen mutu. Tahap kedua adalah wakil manajemen mutu mendokumentasikan keluhan dan solusi kedua yang ditawarkan kepada pasien sebelum menyerahkan laporan tertulis kepada penanggung jawab mutu puskesmas yaitu Kepala Puskesmas Kowilut Kota Kediri. Tahap ketiga adalah keluhan pasien yang terdokumentasi  akan dibahas pada rapat internal dan dicari jalan keluarnya agar tidak ada kejadian serupa yg terulang kembali, serta melakukan perbaikan dan hasil perbaikannya akan ditampilkan pada majalah dinding puskesmas agar dapat dibaca oleh para pasien yang berobat. Penggunaan SMS keluhan merupakan metode CRM yang paling efektif, karena keluhan pasien terdokumentasi dengan baik dan perbaikan dapat dilakukan dengan cepat. SOP untuk pelaksanaan metode tersebut perlu untuk segera dibuat oleh Tim SKP dan penanggung jawab mutu. Ke depannya, perlu dilakukan pengembangan program untuk metode ini, salah satu caranya adalah dengan menggunakan beberapa media lain untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada tim SKP, misalnya dengan email dan media sosial lainnya.
Pelaksanaan Program Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu (SP2TP) Puskesmas Pesantren II Reny Nugraheni; Ananda Muchamad Syaiful
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v7i2.719

Abstract

Sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas atau (SP2TP) merupakan kegiatan dan pelaporan data umum, sarana, tenaga dan upaya pelayanan pusat kesehatan di masyarakat. Sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas merupakan sumber pengumpulan data dan informasi ditingkat puskesmas. Tujuan penelitian adalah untuk evaluasi pelaksanaan system pencatatan dan pelaporan terpadu di Puskesmas Pesantren II Kota Kediri Jawa Timur. Desain penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus meallui wawancara dan observasi. Kuesioner yang digunakan bertujuan untuk mengetahui input, proses dan output pelaksanaan program puskesmas melalui data primer dan data sekunder. Ketepatan waktu pelaporan adalah penyampaian atau penerimaan menjadi faktor penting dalam arus laporan atas dasar pertimbangan laporan diperlukan untuk bahan pengambilan kebijaksanaan pada saat tertentu atau secara berkala. Keterlambatan penyampaian atau penerimaan laporan akan mengganggu mekanisme pengambilan keputusan.
Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Alfiansyah, Gamasiano; Nikmah, Faizatun; Swari, Selvia; Rochim, Nur An Nisyah; Jayanti, Krisnita Dwi; Nugraheni, Reny; Prakoso, Bakhtiyar Hadi
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap masih terjadi RS X. Data studi pendahuluan menunjukkan bahwa persentase keterlambatan lebih dari 65%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menyebabkan keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kurangnya pelatihan bagi petugas, dukungan sarana/fasilitas, belum adanya evaluasi, belum maksimalnya penerapan job desk bagi petugas, dan tidak adanya punishment menjadi penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis. Rumah sakit disarankan untuk mendelegasikan petugas untuk mengikuti pelatihan, perlu adanya peningkatan sarana seperti komputer, dilaksanakan evaluasi secara rutin mengenai keterlambatan pengembalian rekam medis, dan pemberian punishment bagi petugas yang tidak melaksanakan tugas dengan baik.
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Puskesmas Kota Kediri Wilayah Selatan Nugraheni, Reny; Lurinsa, Putri; Landau, Dahlia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.447

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan kualitas pelayanan yang harus diberikan kepada pihak lain/masyarakat dengan paling minimal, tetapi tidak menutup kemungkinan pegawai melakukan pelayanan yang lebih baik sepanjang tidak melewati batas-batas legalitas. Studi ini ditujukan agar dapat menjawab pertanyaan yang selama ini berkembang pada sebagian masyarakat tentang apakah SPM bidang pelayanan kesehatan di Puskesmas kota wilayah selatan dapat tercapai dan seberapa jauh penerapan kebijakan SPM bidang kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.Metode: Studi kualitatif ini dengan pendekatan case study. Penelitian mengukur seberapa tercapainya kinerja Puskesmas Kota Kediri Wilayah Selatan Kota Kediri dalam melayani masyarakatnya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2021 di Puskesmas Kota Kediri Wilayah Selatan. Informan penelitian adalah tenaga kesehatan dan pengelola di Puskesmas. Studi ini menggunakan metode bimbingan, diskusi dan observasi partisipatif. Pedoman wawancara disusun peneliti kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas oleh pakar. Data penelitian diambil dari data primer yaitu data hasil wawancara, dan data sekunder yaitu data program pelayanan yang dikerjakan, data pencapaian pelayanan dan data indicator pelayanan kesehatan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Puskesmas Kota Kediri Wilayah Selatan dalam menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat cukup baik dikarenakan capaian indikator peningkatan kinerjanya sudah mencapai target sebesar 40% dari 12 indikator yang mengalami peningkatan hanya 4 indikator saja.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini di dapatkan bahwa permasalahan terdapat pada proses yaitu mengenai pelaksanaan kegiatan karena terdampak adanya COVID-19 sehingga presentase capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat dari tahun 2019 ke tahun 2020 menjadi menurun.Kata Kunci: Evaluasi, Ketercapaian program, Standar pelayanan minimal AbstractBackground: Minimum Service Standards (MSS) are the quality of service that must be provided to other parties/the community at the very least. However, it does not rule out the possibility of employees providing better service as long as it does not exceed the limits of legality. This study aims to answer questions that have been developing in some communities about whether MSS in the health service sector in the southern city health center can be achieved and how far the implementation of MSS policies in the health sector can improve the quality of health services.Method: This qualitative study uses a case study approach. The study measures how well the performance of the Kediri City Health Center, South Region, Kediri City, has been achieved in serving its community. The study was conducted on 11 January 2021 at the Kediri City Health Center, South Region. The research informants were health workers and managers at the Health Center. This study uses guidance, discussion and participatory observation methods. Researchers prepared interview guidelines and then tested them for validity and reliability by experts. The research data was taken from primary data, namely interview data, and secondary data, namely data on service programs carried out, service achievements, and health service indicators.Results: The study results show that the Kediri City Health Center in the South Region implementing MSS to the community is quite good because the achievement of performance improvement indicators has reached the target of 40% of the 12 indicators that have increased only 4 indicators. Conclusion: Based on the results of this study, it was found that the problem was in the process, namely regarding the implementation of activities because it was affected by COVID-19, so the percentage of achievement of MSS to the community from 2019 to 2020 decreased.Keywords: Evaluation, Minimum Service Standards, Program achievement
Penilaian Kinerja Perawat Berdasarkan Aspek Sikap Kerja, Tingkat Keterampilan, dan Manajemen Kinerja di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri Kirana, Gerardin Ranind; Nugraheni, Reny
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 9, No 1 (2023): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2023
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v9i1.1413

Abstract

Penilaian kinerja perawat merupakan sistem yang digunakan manajemen SDM kesehatan untuk mengevaluasi kinerja perawat dalam periode tertentu, kemudian dilanjutkan dengan memberikan umpan balik, sehingga setiap perawat diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dan berdampak jangka panjang pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja perawat di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri, berdasarkan aspek sikap kerja, tingkat keterampilan, dan manajemen kinerja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Perawat Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri sejumlah 45 perawat dengan besar sampelnya sebanyak 30 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling, dan variabel pada penelitian ini adalah kinerja perawat Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri berdasarkan aspek sikap kerja, tingkat keterampilan, dan manajemen kinerja. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan total 21 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja perawat di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri secara keseluruhan berada pada kategori baik. Namun jika dilihat berdasarkan setiap pernyataan dalam masing-masing aspek, masih ada beberapa kekurangan, yaitu ada 10,0% perawat yang menyatakan bahwa mereka terkadang tidak memberikan penjelasan kepada pasien sebelum melakukan tindakan, 3,3% perawat menyatakan tidak membuat rencana asuhan keperawatan menggunakan kalimat singkat dan jelas, 26,7% perawat yang menyatakan efisiensi waktu dalam menyelesaikan pekerjaan tidak melebihi rata-rata perawat lain, dan 36,7% perawat menyatakan tidak selalu mempersiapkan terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan asuhan keperawatan. Diadakannya workshop serta pelatihan yang mendukung agar perawat tertib menjalankan asuhan keperawatan, merupakan bentuk manajemen SDM yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja perawat dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri. 
Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Badal Pandean melalui Inovasi Pengolahan Tepung Ubi Alata Mulyati, Tri Ana; Oktaviani, Dianti Ias; Nugraheni, Reny; Pujiono, Fery Eko
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024950

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu komoditas yang dihasilakn dari pertanian di Desa Badal Pandean. Ubi hasil pertanian di Desa Badal Pandean umumnya dijual dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang relatif rendah. Hal ini menunjukkan perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk ubi alata yaitu tepung ubi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani ubi dalam menghasilkan produk tepung ubi sehingga meningkatkan nilai jualnya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 4 tahap yaitu persiapan, pembuatan tepung, pengemasan tepung dan monitoring dan evaluasi PKM. Hasil sosialisasi tentang diversifikasi menunjukkan Setelah kegiatan PKM ini, 100% mitra telah mengetahui cara pembuatan tepung ubi dan telah berhasil menggunakan mesih pencacah untuk mengiris ubi. Hasil evaluasi pelatihan dan pendapingan pembuatan tepung ubi menunjukkan secara keseluruhan kelompok petani Desa Badal Pandean telah berhasil membuat serta mengemas tepung ubi alata dengan sangat baik.Abstract. The sweet potato is one of the commodities produced from agriculture in the village of Badal Pandean. Generally, the agricultural products of sweet potatoes in Badal Pandean are sold in raw form with relatively low selling value. This indicates the need to make efforts to increase the added value and competitiveness of sweet potato products, specifically sweet potato flour. The purpose of this community service activity is to enhance the knowledge and skills of sweet potato farmers in producing sweet potato flour, thereby increasing its market value. This activity is carried out in four stages: preparation, flour production, packaging, and monitoring and evaluation of the community service program. The results of the diversification awareness campaign show that after this community service activity, 100% of the partners now know how to make sweet potato flour and have successfully used the chopping machine to slice the sweet potatoes. The overall evaluation of the training and consultation on cassava flour production indicates that the farmer group in Badal Pandean Village has successfully produced and packaged cassava flour very well.