Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dosis Pupuk KCl dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Strawberry (Fragaria ananassa L.) Varietas Sweet Charlie Riadi, Ketrin Gracia Dyah; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1617

Abstract

Strawberry merupakan tanaman subtropis yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan saat ini sudah banyak dikembangkan di Indonesia, salah satunya di Pulau Lombok. Desa Senaru, Lombok Utara yang berada pada dataran medium di ketinggian 750 mdpl memiliki potensi ekologi untuk budidaya strawberry. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk KCl dan komposisi media tanam tanah dan kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman strawberry varietas Sweet Charlie, untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman strawberry varietas Sweet Charlie, dan untuk mengetahuii pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman strawberry varietas Sweet Charlie. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang dirancangkan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah dosis pupuk kalium yang terdiri dari 3 level yaitu pupuk kalium 120 kg/ha (K1), pupuk kalium 240 kg/ha (K2) dan pupuk kalium 360 kg/ha (K3), dan faktor kedua yaitu media tanam yang terdiri dari 3 level yaitu tanah : kompos (1 : 1) (M1), tanah : kompos (1 : 2) (M2), tanah : kompos (2 : 1) (M3). Setiap kombinasi diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk KCl dan komposisi media tanam terhadap variabel total jumlah buah dan total bobot buah. Dosis pupuk KCl 120 kg ha-1 dan komposisi media tanam tanah : kompos (1 : 2) (K1M2) memberikan hasil terbaik pada total jumlah buah dan total bobot buah.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Akibat Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk KCl Sebastian, Hadi; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1616

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas pangan yang digemari banyak masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi yang berperan sebagai sumber pangan, bahan baku industri dan pakan serta memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Produksi jagung manis yang mengalami fluktuatif menjadi hal yang perlu diperhatikan khususnya dalam kuantitas dan kualitas jagung manis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman jagung dengan mengoptimalkan pemupukan. Salah satu unsur hara yang dapat meningkatkan kualitas dan hasil tanaman jagung manis adalah kalium. Kalium memiliki peranan dalam pembentukan protein dan kandungan gula dalam tanaman. Sehingga penting dilakukan penelitian dosis dan waktu pemberian pupuk KCl yang diberikan pada fase pertumbuhan tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan di Jalan Dusun Cinyosog, Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2021. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dan disusun dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) yang terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk sebagai petak utama dan waktu aplikasi pupuk sebagai anak petak. Penelitian ini terdiri dari 12 perlakuan dengan melakukan pengulangan sebanyak 3 kali ulangan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, bobot segar tanaman, dan kadar kemanisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis dan waktu aplikasi pupuk KCl pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis terhadap parameter tinggi tanaman; diameter batang; luas daun; bobot segar tanaman, dan kadar kemanisan dengan perlakuan terbaik yaitu dosis pupuk 150 kg ha-1 dengan waktu aplikasi 14; 35; dan 49 HST.
Accurate Nitrogen and Water Deficit Trigger Flavonoid and Proline Accumulation in Celery (Apium graveolens L.): Nitrogen dan Kekurangan Air Meningkatkan Akumulasi Flavonoid dan Prolin pada Seledri (Apium graveolens L.) Kurniawan, Andi; Udayana, Cicik; Meiana M, Nadya Inri; Salsabila, Salvia; Barunawati, Nunun
Jurnal Ecosolum Vol. 13 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ecosolum.v13i1.33280

Abstract

Celery is a plant that produces secondary metabolites, known as flavonoids, with distinctive taste and smell. Flavonoids are synthesized in leaves and mainly accumulate in vacuoles of cells. Water deficit is one of the abiotic stress factors that affect the increase of several amino acids as cofactors that form secondary metabolites. Moreover, nitrogen nutrients have an essential role in the formation of amino acids and chlorophyll. The research results show that the total fresh weight increased at around 450 g by applying 200 kg N ha-1 under 100% field capacity (FC). Consequently, there was an increase in fresh weight, followed by the biomass of celery, which was 1/15 of fresh weight. Meanwhile, the accumulated flavonoid concentration was higher at 50% field capacity and 100 kg N ha-1. Surprisingly, the content of proline and flavonoids in leaves of the same age had higher concentrations at 100 kg N ha-1 and 50% FC compared to the concentration of proline and flavonoids at 200 kg N ha-1 in the form of urea fertilizer, namely 0.25 µmol g-1 and 67.84 ppm, respectively. At 50% FC and 100 kg N ha-1, it is slightly higher on proline and flavonoids than the application of 100% FC and 200 kg N ha-1. The highest accumulation of phosphorus in leaves is interestingly at around 0.51 ppm at 50% FC, compared to the application of 100% FC at 100 and 200 kg N ha-1 half bellows at around 0.3.
Peran Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Hitam (Glycine soja L.) Varietas Detam 4 Prida al zahra, alifia; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kedelai hitam (Glycine soja L.) merupakan bahan baku pembuatan kecap yang mengandung vitamin E, asam amino, antosianin dan antioksidan cukup tinggi. Pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam dapat ditingkatkan melalui ketersediaan unsur hara yang cukup. Pengaplikasian pupuk hayati cair (PHC) mampu mengikat unsur hara sehingga dapat terserap dengan baik oleh akar tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi PHC dengan dosis nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2023 di Kelurahan Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu konsentrasi PHC, terdiri dari 3 taraf yakni P1: 10 ml L-1, P2: 15 ml L-1 dan P3: 20 ml L-1. Faktor kedua, yaitu dosis nitrogen, terdiri dari empat taraf yakni N1: 50 kg ha-1, N2: 100 kg ha-1, N3: 150 kg ha-1, dan N4: 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada parameter jumlah daun pada umur 42 HST. Pengaplikasian konsentrasi PHC 20 ml L-1 mampu meningkatkan jumlah daun dan bobot 100 biji. Pemberian dosis N 100 dan 150 kg ha-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman dan bobot biji per tanaman.
DOSIS NPK DAN PERAN PUPUK KANDANG PADA HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS TRISULA DENGAN BAHAN TANAM TRUE SEED SHALLOT Kurniawan, Andi; ., Damanhuri; Anggraeni, Listy; Suparanti, Mirayunda; Istiqomah, Nurul; Barunawati, Nunun
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i1.6580

Abstract

Kebutuhan benih ascalonicum di Indonesia secara bertahap meningkat setiap tahunnya. Namun, kebutuhan benih ini tidak dapat dipenuhi oleh produksi benih dari segi jumlah. Saat ini, produksi benih untuk budidaya hanya berasal dari produksi umbi, sehingga jumlah umbi yang dihasilkan berfluktuasi setiap panennya, terutama dipengaruhi oleh varietas tanaman. Metode alternatif untuk menyediakan produksi benih, dimulai dengan benih organ botani dari tanaman pada tahun 2017. Umbi yang diharapkan akan digantikan dengan tanaman biji (True Seeds Shallot) yang memiliki banyak keunggulan dalam budidaya tanaman. Teknologi budidaya TSS perlu dikaji secara mendalam untuk mengetahui bagaimana sisi agronomis yang dapat meningkatkan perbanyakan benih, termasuk kebutuhan bahan organik dan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis bahan organik dan penambahan pupuk organik yang tepat untuk meningkatkan produksi umbi. Hipotesis dari penelitian ini adalah penambahan bahan organik dan pupuk anorganik pada dosis tertentu dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan umbi bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2019 di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Karang Ploso, Malang. Terdapat 12 perlakuan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tiga kali ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 9 sampel. Teridiri dari 4 perlakuan jenis pupuk kandang: P1 (pupuk kandang kambing), P2 (pupuk kadang sapi), P3 (pupuk kandang kelinci), P4 (pupuk kandang ayam), serta 3 perlakuan dosis pupuk NPK: N1 (NPK 300 kg ha-1), N2 (NPK 400 kg ha-1), N3 (NPK 500 kg ha-1). Alat yang digunakan adalah cangkul, gembor, tugal, spidol, gunting, papan label, timbangan analitik, roll meter, penggaris, cetok, gembor, kamera, alat tulis pupuk NPK (16:16:16) dan beberapa jenis pupuk kandang.
The effect of organic fertilizer application on phytoremediation of heavy metals-contaminated rice fields using Cordyline fruticose and Excoecaria cochinchinensis Karamina, Hidayati; Barunawati, Nunun; Kurniawan, Syahrul; Maghfoer, Moch Dawam
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.123.7789

Abstract

Inadequate industrial waste management has led to heavy metal contamination in agricultural lands, threatening food productivity and sustainability. This study aimed to evaluate the effect of organic fertilizer application on the phytoremediation of heavy metals (Pb and Cd) contaminated rice fields surrounding the industrial area of Pagak, Malang Regency. The study was initiated by identifying the distribution of Pb and Cd in soil, water, and rice plants. The soil identified with the highest Pb and Cd concentrations was then subjected to a phytoremediation experiment using Cordyline fruticose and Excoecaria cochinchinensis as metal accumulator plants. Organic fertilizers used for the evaluation of the phytoremediation effectiveness were chicken manure, Thitonia, and sugarcane waste. Phytoremediation effectiveness was evaluated based on the Bioaccumulation Factor (BAF) and Translocation Factor (TF). The results of the soil characterization study showed that Pb and Cd concentrations at soil depths of 0-20 cm and 20-40 cm exceeded the permissible limits, with Pb concentrations ranging from 41.62 to 74.93 ppm and Cd concentrations ranging from 0.58 to 1.10 ppm. The results of the phytoremediation experiment showed that Cordyline fruticose exhibited higher Pb and Cd absorption capacity than Excoecaria cochinchinensis at 30 and 60 days after planting), indicated by BAF values of >1. In all treatments, however, both plant species have TF values of <1, indicating that the two plant species are considered suitable for phytostabilization as heavy metals in the soils were more concentrated in the plant roots rather than in the plant shoots.
Pengaruh Berbagai Komposisi Media Tanam Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bauji Damayanti, Erlinda; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 6 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.06.01

Abstract

Komoditas Bawang Merah memiliki peluang bisnis yang besar di Indonesia. Sebagai salah satu bahan pokok, bawang merah memiliki beragam manfaat mulai dari bumbu masakan hingga produksi obat herbal. Karena manfaat dan kebutuhan yang beragam inilah membuat tingkat konsumsi bawang merah di Indonesia tinggi.  Namun produksi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bauji. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2021 di Kelurahan Cinambo, Kecamatan Cisaranten Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non Faktorial dengan 3 kali pengulangan. Terdapat 10 perlakuan kombinasi media tanam ialah P1 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 2 : 1) P2 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 1 : 2) P3 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 1 : 1) P4 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (2 : 1 : 1) P5 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (2 : 2 : 1) P6 = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 2 : 1) P7= Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 1 : 2) P8        = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 1: 1) P9 = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (2 : 1 : 1) P10= Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (2 : 2 : 1). Penelitian dilakukan secara distruktif dan non distruktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan komposisi media tanam tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah kecuali pada luas daun. Hal ini dapat dimungkinkan bahwa varietas Bauji lebih sesuai dibudidayakan di daerah dataran rendah sampai dataran sedang.
Pengaruh Dosis dan Waktu Pemberian Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Manis (Phaseolus vulgaris L.) Simorangkir, Exaudi Kirana T; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 6 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.06.02

Abstract

Buncis merupakan salah satu produk hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi dosis dan waktu pemberian pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis, mempelajari pengaruh aplikasi dosis pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis, dan mempelajari pengaruh waktu pengaplikasian pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Penelitian dilaksanakan pada Agustus sampai November 2021, di Lahan Percobaan dengan ketinggian berkisar 460 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 20°C-28°C. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 9 perlakuan dengan 2 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan dosis dan waktu aplikasi pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan tanaman buncis. Pada parameter pertumbuhan, parameter yang berbeda nyata dan memiliki interaksi yaitu pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, jumlah ruas, dan luas daun. Parameter pertumbuhan yang tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata yaitu pada parameter jumlah daun 21 HST dan jumlah ruas pada 12 dan 35 HST. Sedangkan hasil tertinggi dan pengaruh nyata pada hasil panen tanaman buncis diperoleh dari pemberian dosis pupuk NPK 300 kg ha-1 (P2) dengan waktu aplikasi saat tanam (W1) pada parameter jumlah bunga, jumlah polong, dan bobot polong sedangkan pada parameter panjang polong hasil tertinggi diperoleh pada dosis 250 kg ha-1 (P1) dan waktu aplikasi saat tanam, 7 HST dan 14 HST (W3).
Respon Tiga Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Akibat Pemberian Berbagai Macam Biochar Barasa, Roynaldo; Gutama, Wisynu Ari; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 7 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.07.04

Abstract

Produksi kedelai (Glycine max L.)  di Indonesia masih belum dapat memenuhi tingkat konsumsi, yang menyebabkan Indonesia semakin bergantung terhadap kegiatan impor. Rendahnya produktivitas kedelai dapat disebabkan oleh kurangnya kesuburan tanah yang mengakibatkan penurunan hasil dari kedelai Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pemberian berbagai macam biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas tanaman kedelai. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali. Terdapat dua faktor sebagai perlakuan yaitu macam biochar (B1, B2, B3) dan macam varietas (V1, V2, V3). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat interaksi antara jenis biochar dan varietas dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman kedelai terdapat pada jenis biochar berupa tongkol jagung dan varietas anjasmoro yang terlihat berbeda nyata dengan penggunaan biochar dan varietas lainnya pada beberapa indikator berupa pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, kemudian pada aspek panen diketahui terdapat perbedaan yang nyata pada indikator jumlah polong total per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, bobot polong, bobot 100 biji dan hasil panen per hektar.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) pada Pemberian Dosis Nitrogen dan Bahan Organik Lesmanasari, Maydya; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.05

Abstract

Pemanfaatan seledri selain sebagai sayuranpelengkap atau penyedap rasa juga bermanfaatdi bidang kesehatan. Perbaikan budidaya pada seledri pada lahan dengan kondisi C-organikdan N-tersedia dalam kategori sedang dapatdilakukan dengan pemupukan. Kebutuhanunsur nitrogen pada seledri dapat dipenuhidengan pupuk nitrogen. Pengoptimalanserapan hara pada tanaman dilakukan denganpenambahan bahan organik. Selainmeningkatkan ketersediaan unsur hara, bahanorganik dapat memperbaiki kualitas tanahsehingga penyerapan unsur hara optimal.Penelitian dilakukan untuk mempelajariinteraksi dosis nitrogen dan bahan organikserta mendapatkan dosis nitrogen dan bahanorganik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. Penelitian dilaksanakandi Desa Sumberejo, Kota Batu pada bulan Mei hingga Juli 2022. Penelitian merupakanpercobaan faktorial yang di rancangmenggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan 3 ulangan terdiri 2 faktor. Faktorpertama, dosis nitrogen terdiri dari 4 taraf yakni25 kg ha-1, 75 kg ha-1, 125 kg ha-1 dan 175 kg ha-1. Faktor kedua, dosis bahan organik berupakotoran kambing terdiri dari 3 taraf meliputi 0 ton ha-1, 15 ton ha-1, dan 30 ton ha-1. Variabelpengamatan meliputi panjang tanaman, jumlahdaun, jumlah anakan, bobot segar, dan shoot:root rasio. Analisa data menggunakan uji F pada taraf 5%. Hasil yang berbeda nyatadilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitiantidak menunjukkan interaksi antara pemberiandosis nitrogen dan bahan organik terhadappertumbuhan dan hasil pada tanaman seledri. Pemberian dosis nitrogen 125 kg ha-1 dan 175 kg ha-1 meningkatkan pertumbuhan panjangtanaman, jumlah anakan, dan jumlah daunmasing-masing sebesar 18,5%; 40,3%; dan 16,57%. Pada komponen hasil, pemberiandosis nitrogen 125 kg ha-1 dan 175 kg ha-1meningkatkan bobot segar konsumsi sertashoot:root rasio masing-masing sebesar82,44%; dan 118%. Sedangkan pemberianbahan organik tidak berpengaruh nyataterhadap pertumbuhan dan komponen hasiltanaman seledri.
Co-Authors ., Damanhuri Adi, Isa Apri Agwi, Szatayu Nabila Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Aini Nurul Ainur, Reza al zahra, alifia Amanah, Mar’atus Sholihatul Andi Kurniawan Anggraeni, Listy Anna Satyana Karyawati Armita, Deffi Arsy, Andra Fatiqha Bajafitri, Amul Heksa Barasa, Roynaldo Bimantara, Dhimas Sigit Erlina, Yunita Erlinda Damayanti Fairuza, Rizqita Dhia Fathurrohman, Kamal Hidayati Karamina hikmatyar, zen Ichsan, Janis Majida Ilmi, Kharisma Choirun Kaban, Gabriella Karuniawan Puji Wicaksono Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Lesmanasari, Maydya M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq, M. Roviq Maghfoer, Moch Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Manullang, Nadya Mariani, Sekty Denny Mazidah, Nitha Ardhiyah Nur Meiana M, Nadya Inri Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Muhammad Siddiq, Muhammad Murdiono, Wisnu Eko Nihayati, Ellis Nurul Istiqomah Pramesti, Anggarina Dian Pratama, Faris Fikardian Pratiwi, Wiwin Priasmoro, Yuda Pangestu Qotrunanda Rokhadi, Meryta Rachma, Herda Rahayu , Aldila Putri Rahayu, Aldila Putri Ramadhani, Kartika Yudha Ramadhani, Putri Wahyu Riadi, Ketrin Gracia Dyah Ristikawati, Dinar Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Salori, Agy Salsabila, Salvia Sandi, Farhadz Fadhillah Saputra, Andy Wijaya Sari, Tria Ratna Sebastian, Hadi Setyono Yudo Tyasmoro Simorangkir, Exaudi Kirana T Sitompul, Putri Punia Sumardi . Sunaryo Sunaryo Suparanti, Mirayunda Susanti, Mia Maya Syahda, Alzena Aufannisa Syahrul Kurniawan Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tarihoran, Masnidar Tatik Wardiyati Titiek Islami Udayana, Cicik Ula, Sofiatul Utami, Widi Rizky Wahyu Utomo Wahyu, Dina Wahyuni, Pipit Wibowo, Aris Satriyo Wisynu Ari Gutama Wulandari, Choirummintin Yenni Yenni Yuniandhari, Neni Zakariyah, Nur Fahmi