Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dosis Pupuk NPK Majemuk dan Konsentrasi Pupuk Hayati Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) hikmatyar, zen; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 9 (2025): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.09.01

Abstract

Sebagai tanaman rempah yang penting, daun seledri kaya kalori dan mengandung flavonoid, saponin, protein, karbohidrat, dan vitamin A, B, dan C. Produksi seledri dapat ditingkatkan dengan penggunaan pupuk anorganik dan pupuk organik. Melalui aplikasi pupuk NPK 16:16:16 dan pupuk hayati cair secara bersamaan merupakan cara untuk manambah nutrisi tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari interaksi antara dosis NPK dan konsentrasi pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman seledri. Studi ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya PSDKU Kota Kediri dari Januari sampai Mei 2024. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dengan tiga ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama, dosis pupuk NPK, meliputi tiga taraf: 100 kg ha-1, 200 kg ha-1 dan 300 kg ha-1. Faktor kedua, konsentrasi pupuk hayati, meliputi tiga taraf: tanpa PHC, 7,5ml.L-1 dan 15ml.L-1. Variable pengamatan diantaranya panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan bobot segar. Analisis data menggunakan ANOVA pada taraf signifikansi 5%, perbedaan signifikan selanjutnya diuji menggunakan uji Beda Nyata Jujur 5%. Hasil penelitian mengindikasikan interaksi akibat pemberian pupuk NPK dan PHC pada variable jumlah anakan tanaman seledri. Pemberian pupuk NPK 300 kg ha-1 dan konsentrasi PHC 7,5 ml L-1 menghasilkan jumlah anakan terbanyak yaitu rata-rata 4,17 rumpun. Perlakuan dosis NPK secara signifikan meningkatkan variable panjang tanaman, jumlah daun dan bobot basah. Perlakuan konsentrasi PHC berpengaruh nyata pada variable panjang tanaman dan bobot basah tanaman.
Aplikasi Pupuk Organik Pada Budidaya Mawar Di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Karyawati, Anna Satyana; Rahayu, Aldila Putri; Saitama, Akbar; Kurniawan, Andi; Armita, Deffi; Nihayati, Ellis; M. Roviq, M. Roviq; Barunawati, Nunun; Islami, Titiek; Maghfoer, M. Dawam
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i1.5790

Abstract

Proses budidaya bunga mawar memerlukan penerapan sistem pertanian konvensional dengan penggunaan pupuk, pestisida, dan herbisida berbahan kimia sintetik masif dilakukan oleh petani. Dalam jangka panjang, kondisi ini secara tidak langsung akan mempengaruhi kesuburan tanah secara fisik, kimiawi ataupun biologis. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh di lapang tentang manfaat dan hasil yang diperoleh dari penggunaan pupuk organik (kompos) sisa panen bunga mawar dan perbandingannya dengan penggunaan pupuk kimia serta ditinjau dari segi efisiensi usaha tani. Kegiatan ini dilakukan dilaksanakan mulai bulan Mei sampai Desember 2022 bertempat di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kegiatan di awali dengan dilakukanya survei lahan mawar di kota tujuan, dilanjutkan dengan 3 kegiatan utama, meliputi: 1) pertemuan diskusi dan penyuluhan dengan petani di ikuti dengan pembagian kuesioner, 2) praktik lapang aplikasi kompos, dan 3) evaluasi keberhasilan program melalui pengambilan data kuesioner dari petani. Aplikasi pupuk kompos limbah mawar adalah sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan hasil panen mawar untuk dapat menambahan nilai jual dan kebermanfaatan produk. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bibit mawar. Di saat yang bersamaan, konversi limbah mawar menjadi pupuk organik dapat menambah pemasukan bagi petani dan secara tidak langsung akan dapat menekan biaya produksi dalam budidaya mawar. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa lebih dari 70 % petani yang ikut kegiatan menyatakan telah mengetahui dampak negatif pupuk kimia, serta telah mengetahui apa itu pupuk organik dan aplikasinya pada tanaman. Terlebih lagi, sebagian besar petani juga telah menerapkan pupuk organik dalam budidaya mawar, meskipun diberikan secara bersamaan atau berselang dengan pupuk anorganik.
Pelatihan Pembuatan Kompos Limbah Mawar di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Nihayati, Ellis; Maghfoer, Moch. Dawam; Roviq, Muhammad; Rahayu, Aldila Putri; Barunawati, Nunun; Armita, Deffi; Saitama, Akbar; Koesriharti, Koesriharti; Islami, Titiek; Wardiyati, Tatik; Karyawati, Anna Satyana 
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i1.4528

Abstract

Aplikasi pupuk anorganik merupakan hal yang wajar dalam praktek budidaya tanaman. Begitu pula yang dilakukan oleh para petani mawar yang ada di Desa Gunungsari, Kota Batu. Namun aplikasi yang dilakukan sering kali melebih dosis yang ditentukan. Sehingga perlu adanya upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik agar dapat meningkatkan nilai guna mawar. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk mengedukasi petani mengenai kelebihan dan kekurangan pupuk organik dalam rangka mengurangi bahan kimia sintetik dalam budidaya tanaman serta demonstrasi pembuatan pupuk organik dari limbah sisa panen mawar sebagai pengganti pupuk kimia sintetik. Kegiatan dilakukan secara luring mulai dari Mei hingga Desember 2022.  Kegiatan diawali dengan diskusi dan penyuluhan mengenai pengenalan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia sintetik, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapang pembuatan kompos dan evaluasi keberhasilan program. Penyuluhan mengenai pupuk telah dijelaskan dengan baik dan meningkatkan minat para petani untuk mengolah limbah sisa panen mawar menjadi pupuk kompos. Pembuatan pupuk kompos dari limbah sisa panen mawar dapat memberikan manfaat terhadap petani berupa berkurangnya biaya pupuk, keuntungan produksi yang lebih tinggi serta berukurangnya limbah. Para petani berharap perlu adanya sosialisasi dan pelatihan yang berkala untuk dapat memantau perkembangan dan pengolahan pupuk dari limbah sisa panen mawar.
STUDI PERTUMBUHAN DUA VARIETAS TEBU (Saccharum officinarum L.) DENGAN JENIS BAHAN TANAM BERBEDA Erlina, Yunita; Wicaksono, Karuniawan Puji; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbanyakan tanaman tebu dilakukan secara vegetatif. Hingga saat ini teknologi perbanyakan tebu berupa bagal, bud chip, dan bud sett. Bagal merupakan metode perbanyakan yang biasa digunakan oleh petani pada umumnya. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa terdapat interaksi antara varietas dengan bahan tanam. Varietas PSJK memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Bululawang. Pada varietas Bululawang, bahan tanam yang berasal dari top stek dan bagal dapat memperbaiki persentase perkecambahan berturut-turut sebesar 27,82% dan 13,26 % dibandingkan dengan bahan tanam yang berasal dari sogolan. Sebaliknya, pada varietas PSJK bahan tanam berupa sogolan memiliki persentase perkecambahan yang lebih baik. Varietas dan bahan tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun dan diameter batang. Pertumbuhan tebu dipengaruhi oleh varietas dan bahan tanam. Top stek dan sogolan dapat digunakan sebagai bahan tanam karena memiliki pertumbuhan yang tidak berbeda dengan bagal
RESPON GALUR HARAPAN GANDUM (Triticum aestivum L.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN DI DATARAN MEDIUM Sandi, Farhadz Fadhillah; Aini, Nurul; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi tepung terigu di Indonesia selama 2012-2014 mencapai 5,35 juta ton. Saat ini, budidaya gandum di Indonesia tidak hanya dilakukan di dataran tinggi (di atas 1.000 mdpl) dengan suhu rendah (20oC), tetapi juga di dataran medium (600-800 mdpl), dengan kisaran suhu 25-30oC.Faktor penting yang membatasi pertumbuhan dan hasil gandum adalah ketersediaan air. Oleh karena itu, pada penelitian ini respon pertumbuhan dan hasil galur harapan gandum terhadap tingkat kadar air tanah dipelajari secara mendalam, serta untuk mendapatkan galur gandum yang toleran terhadap cekaman kekeringan dari beberapa galur gandum adaptif iklim tropis di dataran medium. Kadar air tanah mempengaruhi komponen pertumbuhan dan hasil pada setiap galur yang diujikan. Secara umum, pada semua galur, penurunan tingkat kadar air tanah 75%-25% menurunkan beberapa rerata komponen pertumbuhan, seperti jumlah daun, tinggi anakan, dan jumlah anakan. Pada komponen pertumbuhan penurunan kadar air sampai 25% mempercepat umur berbunga dan panen, serta menurunkan hasil per tanaman. Galur SO3 lebih toleran pada kondisi kadar air terendah (25%), ditunjukkan oleh bobot biji per tanaman lebih tinggi, walaupun memiliki umur panen lebih lama. Sementara itu, galur M7 memiliki umur berbunga dan panen paling cepat, dan galur M8 menghasilkan bobot biji per tanaman tertinggi pada kadar air tanah 100% dan 75% kapasitas lapang.
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT DAN APLIKASI BORON TERHADAP FERTILITAS POLEN DAN HASIL GANDUM (Triticum aestivum L.) Pratama, Faris Fikardian; Nihayati, Ellis; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu merupakan satu dari syarat tumbuh yang mempengaruhi produksi biji gandum di Indonesia tidak terkecuali galur gandum Maros 7 (M7). Galur M7 memiliki umur panen yang pendek dan viabilitas biji yang tinggi. Produksi biji yang optimal diperoleh dengan menanam gandum di dataran tinggi lebih dari 1000 mdpl khususnya di Indonesia. sementara itu, penambahan unsur hara mikro seperti boron berfungsi meningkatkan produksi biji gandum dengan mempengaruhi perkecambahan tabung polen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil biji yang optimal pada ketinggian tempat dan aplikkasi boron yang tepat. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2014 sampai April 2015 di dua lokasi, pertama di kebun Percobaan FP-UB Cangar dan kedua di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian menggunakan rancangan tersarang (Nested Design) dengan 2 faktor yang diulang 4 kali. Faktor pertama terdiri dari 2 level ketinggian tempat meliputi dataran tinggi 1.650 mdpl dan dataran medium 700 mdpl. Faktor kedua terdiri dari 4 taraf yang meliputi tanpa aplikasi boron, 0,23 mM, 0,49 mM dan 1 mM. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara perlakuan ketinggian tempat dengan aplikasi boron terhadap pengamatan hasil yaitu pada parameter bobot 100. Selain itu, aplikasi boron di dataran tinggi 1.650 mdpl dan dataran medium 700 mdpl menunjukkan pengaruh nyata terhadap pengamatan fase generatif dan hasil  pada taraf konsentrasi 0,49 mM dan 1 mM.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DENGAN JENIS PUPUK KANDANG PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN MEDIUM Adi, Isa Apri; Barunawati, Nunun; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kentang. Varietas DTO 28 mampu beradaptasi pada dataran medium bekisar 700 sampai 1000 mdpl. sementara itu, penambahan unsur hara makro berfungsi meningkatkan produksi kentang dengan mempengaruhi pembentukan dan pembesaran umbi, sedangkan penambahan bahan organik mampu meningkatkan serapan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil umbi yang optimal pada aplikasi pupuk NPK dan pupuk kotoran ternak di dataran medium. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September 2014 sampai Desember 2014 di desa Ngujung, kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK-F) dengan 2 faktor yang diulang 4 kali. Faktor pertama terdiri dari empat level dosis NPK meliputi 0,5 t ha-1, 1 t ha-1, 1,5 t ha-1 dan 2 t ha-1. Faktor kedua terdiri dari 2 taraf yang meliputi pupuk kotoran ternak ayam dan pupuk kotoran ternak sapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara perlakuan dosis NPK dengan macam pupuk kotoran ternak terhadap pengamatan pertumbuhan dan hasil yaitu pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, jumlah batang, bobot segar per tanaman, bobot segar per petak dan bobot segar total. Pada taraf 1,5 t ha-1 NPK dengan pupuk kotoran ternak ayam dan 1,5 t ha-1 NPK dengan pupuk kotoran ternak sapi menunjukkan hasil panen yang terbaik dan tidak berbeda dengan 2 t ha-1.
PENGARUH PERBEDAAN POLA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TEMULAWAK (Curcuma xanthorizha Roxb.) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Agwi, Szatayu Nabila; Barunawati, Nunun; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat petani untuk menanam temulawak disebabkan temulawak memiliki umur panen yang panjang dan jarak tanam yang lebar sehingga temulawak tidak ditanam sebagai tanaman utama. Bagi petani lebih menguntungkan menanam tanaman pangan seperti ubi jalar  sehingga penerapan pola tanam tumpangsari temulawak dengan ubi jalar dapat dijadikan solusi untuk masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola tanam yang terbaik dan paling menguntungkan dalam sistem tumpangsari antara temulawak dengan ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga September 2015 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Jatikerto Kabupaten Malang, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan menggunakan 6 perlakuan pola tanam, yaitu: P1= row cropping temulawak - ubi jalar, P2= strip cropping temulawak - ubi jalar, P3= row relay cropping temulawak - ubi jalar, P4= strip relay cropping temulawak - ubi jalar, P5 = row relay cropping ubi jalar - temulawak dan P6= strip relay cropping ubi jalar-temulawak dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pola tanam pada sistem tumpangsari temulawak dan ubi jalar memberikan pengaruh pertumbuhan dan hasil temulawak dan ubi jalar. Perlakuan pola tanam row relay dan strip relay (T-UJ) lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya pada seluruh parameter pengamatan temulawak. Perlakuan pola tanam strip relay (T-UJ) meningkatkan hasil temulawak sebesar 13.7% dibandingkan pola tanam row relay (T-UJ). Nilai R/C rasio pola tanam strip relay (T-UJ) memiliki pendapatan tertinggi pada temulawak dengan nilai 2.92.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata) DALAM SISTEM TUMPANGSARI DENGAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Wahyuni, Pipit; Barunawati, Nunun; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan jagung manis di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun produksinya belum dapat mencukupi permintaan pasar. Upaya dalam mengembangkan jagung manis untuk meningkatkan hasil perlu dilakukan. Tujuan ini adalah untuk mengetahui pola tanam yang tepat pada tanaman jagung manis yang ditumpangsarikan dengan kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah di Desa Pehwetan Kecamatan Papar Kabupaten Kediri pada Juni  sampai dengan bulan September 2015. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Ortogonal Kontras terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan : J : Jagung manis monokultur, K : Kacang hijau monokultur, P1 : Jagung manis baris tunggal tumpangsari, P2 : Jagung manis baris ganda, P3 : jagung manis baris tiga tumpangsari, P4 : jagung manis baris empat tumpangsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jagung manis barisan tunggal dalam tumpangsari dengan kacang hijau (P1) mampu menghasilkan luas daun jagung manis, tinggi tanaman kacang hijau, jumlah cabang produktif, dan luas daun tanaman kacang hijau lebih tinggi dari perlakuan lain dan dapat meningkatkan hasil tongkol jagung manis mencapai 19,24 ton ha-1 serta hasil kacang hijau mencapai 1,92 ton ha-1. Berdasarkan Nilai NKL semua perlakuan pada sistem tumpangsari menghasilkan nilai lebih dari 1, yang artinya secara umum memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas lahan.
RESPONS HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata) TERHADAP PEMBERIAN KCl DAN PUPUK KOTORAN AYAM Wibowo, Aris Satriyo; Barunawati, Nunun; Maghfour, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas jagung manis di Indonesia masih rendah yaitu rata-rata 6-8 ton ha-1. Pemupukan adalah salah satu upaya meningkatkan produksi dan kualitas jagung manis. Dewasa ini penggunaan pupuk anorganik berlebihan dapat mengakibatkan produktivitas lahan menurun. Salah satu usaha memperbaiki kesuburan tanah adalah dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini untuk meningkatkan hasil dan kualitas jagung manis melalui pemberian kombinasi pupuk KCl dan pupuk kotoran ayam. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk dengan jenis tanah latosol. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama, dosis pupuk KCl yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0 kg ha-1 KCl (P0), 100 kg ha-1 KCl (P1), 150 kg ha-1 KCl (P2), 200 kg ha-1 KCl (P3). Faktor kedua, dosis pupuk kotoran ayam dengan 4 taraf yaitu: Pupuk kotoran ayam 0 ton ha-1 (A0), Pupuk kotoran ayam 5 ton ha-1 (A1), Pupuk kotoran ayam 10 ton ha-1 (A2), Pupuk kotoran ayam 20 ton ha-1 (A3). Diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk KCl 150 kg ha-1 dan pupuk kotoran ayam 20 ton ha-1 dapat menghasilkan luas daun, bobot segar tanaman dan bobot kering total tanaman yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan yang lain dan dapat meningkatkan hasil tongkol jagung manis mencapai 14,72 ton ha-1. Pemberian KCl 200 kg ha-1 dapat meningkatkan kadar gula jagung manis mencapai 170brix.
Co-Authors ., Damanhuri Adi, Isa Apri Agwi, Szatayu Nabila Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Aini Nurul Ainur, Reza al zahra, alifia Amanah, Mar’atus Sholihatul Andi Kurniawan Anggraeni, Listy Anna Satyana Karyawati Armita, Deffi Arsy, Andra Fatiqha Bajafitri, Amul Heksa Barasa, Roynaldo Bimantara, Dhimas Sigit Erlina, Yunita Erlinda Damayanti Fairuza, Rizqita Dhia Fathurrohman, Kamal Hidayati Karamina hikmatyar, zen Ichsan, Janis Majida Ilmi, Kharisma Choirun Kaban, Gabriella Karuniawan Puji Wicaksono Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Lesmanasari, Maydya M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq, M. Roviq Maghfoer, Moch Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Manullang, Nadya Mariani, Sekty Denny Mazidah, Nitha Ardhiyah Nur Meiana M, Nadya Inri Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Muhammad Siddiq, Muhammad Murdiono, Wisnu Eko Nihayati, Ellis Nurul Istiqomah Pramesti, Anggarina Dian Pratama, Faris Fikardian Pratiwi, Wiwin Priasmoro, Yuda Pangestu Qotrunanda Rokhadi, Meryta Rachma, Herda Rahayu , Aldila Putri Rahayu, Aldila Putri Ramadhani, Kartika Yudha Ramadhani, Putri Wahyu Riadi, Ketrin Gracia Dyah Ristikawati, Dinar Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Salori, Agy Salsabila, Salvia Sandi, Farhadz Fadhillah Saputra, Andy Wijaya Sari, Tria Ratna Sebastian, Hadi Setyono Yudo Tyasmoro Simorangkir, Exaudi Kirana T Sitompul, Putri Punia Sumardi . Sunaryo Sunaryo Suparanti, Mirayunda Susanti, Mia Maya Syahda, Alzena Aufannisa Syahrul Kurniawan Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tarihoran, Masnidar Tatik Wardiyati Titiek Islami Udayana, Cicik Ula, Sofiatul Utami, Widi Rizky Wahyu Utomo Wahyu, Dina Wahyuni, Pipit Wibowo, Aris Satriyo Wisynu Ari Gutama Wulandari, Choirummintin Yenni Yenni Yuniandhari, Neni Zakariyah, Nur Fahmi