Claim Missing Document
Check
Articles

Study of Palm Seeds (Arenga pinnata Wurmb Merr.) and Its Breaking Dormancy Farida, Farida; Barunawati, Nunun; Saptadi, Darmawan; Kuswanto, Kuswanto
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v48i1.4576

Abstract

Sugar palm (Arenga pinnata) is a versatile Indonesia-native species widely distributed across the archipelago. It can function as a water-conserving plant and provides low-glycemic-index sugar (GI 35.56) from palm sap, allowing safer consumption by people with diabetes. An early-maturing variety, endemic to East Kutai Regency, East Kalimantan Province, has been designated a National Early-Maturing Superior Variety and is promoted as a leading commodity. However, cultivation is constrained by slow seed germination, which may take about two years because of strong seed dormancy. Sugar palm seeds can remain dormant due to morphophysiological, physical, and physiological constraints that inhibit water uptake, embryo growth, and metabolic activation. Previous studies have attempted to accelerate germination using mechanical scarification, chemical treatments, immersion in water at controlled temperatures (stratification), and applications of growth regulators at various concentrations. Reported germination success for scarification ranges from 52.00% to 73.00%, indicating room for improvement. This article reviews and identifies practical approaches to accelerate palm seed germination, emphasizing that effective dormancy-breaking innovations are essential to supply planting material for expanding sugar palm plantations and improving crop production. Such improvements could shorten nursery cycles, enhance seedling uniformity, and strengthen farmer adoption.
Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) Mar'atul Qibtiyah; Barunawati, Nunun; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Terong merupakan tanaman penghasil buah yang dikonsumsi sebagai sayuran oleh masyarakat Indonesia. Produksi terong ungu dapat ditingkatkan dengan jarak tanam dan pemupukan yang tepat. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jarak tanam yang tepat dan dosis pupuk NPK yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Hipotesis yang diajukan yakni terdapat hubungan antara jarak tanam dan dosis pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2022 di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Split Plot Design dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Petak utama adalah  jarak tanam dengan 3 taraf yakni J1: 30 cm x 60 cm; J2: 45 cm x 60 cm; dan J3: 60 cm x 60 cm. Anak petak adalah dosis pupuk NPK majemuk dengan 4 taraf yakni P0: kontrol; P1: 150 kg ha-1; P2: 200 kg ha-1; dan P3: 250 kg ha-1. Hasil penelitian memperoleh hasil adanya hubungan antara jarak tanam dan dosis pupuk NPK majemuk terhadap berat buah per tanaman dan berat buah per hektar. Jarak tanam mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, jumlah bunga per tanaman, dan jumlah buah per tanaman. Aplikasi pupuk NPK majemuk mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per buah.
Increasing Production of Potato (Solanum tuberosum L.) Var. Nadia at Medium Land Through Application of Compost Goat Manure and Potassium Barunawati, Nunun; Zakariyah, Nur Fahmi
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potato production in the highlands is decreasing, therefore it is necessary to increase the yield. This research aims to obtain the interaction between doses of KCl and compost on the growth and yield of potato variety Nadia. The Nadia variety is one of the potato which is tolerate to high temperature and medium land. The research conducted on February until May 2016 in Klino, Bojonegoro, 750 m asl. The research method was using randomized block design that consist with two factors; organic and inorganic fertilization. There are two levels of compost fertilization: 10 ton ha-1 (K1), 20 ton ha-1 (K2) and KCl fertilizer consist of four levels; 100 kg KCl ha-1 (P0), 150 kg KCl ha-1 (P1), 200 kg KCl ha-1 (P2), 250 kg KCl ha-1 (P4). There were eight combinations with four replication. The results showed that there were interaction between the dose of KCl and compost on the parameters: number of leaves, number of stems, height of plant, leaf area, total content of chlorophyll, total number of tubers per plant, weight of tuber per plant, weight tuber per plot, and total harvest. The results showed combination of doses compost 20 ton ha-1 and dosage of KCl 150 kg ha-1 had the optimum result of total yield potato.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT BUD SET DUA VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) TERHADAP KOMPOSISI MEDIA TANAM YANG BERBEDA Haqi, Akbar Alif Utama; Barunawati, Nunun; Koesriharti, Koesriharti
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode pembibitan yang banyak digunakan dan diminati oleh petani saat ini untuk produksi bibit tebu yaitu metode single bud planting. Salah satu metode dari single bud planting yaitu bud set. Bud set merupakan perbanyakan bibit tebu yang menggunakan satu mata tunas yang dipindahkan ke kebun dalam bentuk tunas pada umur 2,5 – 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit dengan teknik bud set dari dua varietas tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di kebun pembibitan Pabrik Gula Kebon Agung, Sempalwadak, Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangn Acak Kelompok dengan faktor pertama varietas dan faktor kedua komposisi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan varietas yang digunakan dengan berbagai macam komposisi media tanam pada pembibitan tebu. Varietas PSJK 922 memiliki rerata persentase perkecambahan dan tinggi tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Bululawang. Varietas Bululawang memiliki bobot kering akar dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan varietas PSJK 922. Pembibitan tanaman tebu pada media dengan komposisi tanah + kompos blotong menghasilkan tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, bobot kering akar, dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan komposisi media tanah, tanah dan blotong, tanah dan abu ketel, dan tanah, blotong dengan abu ketel.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS LIMBAH DOMESTIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) ASAL BIBIT BUD CHIP Apriscia, Cyntia Yolanda; Barunawati, Nunun; Wicaksono, Karuniawan Puji
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan industri gula nasional adalah rendahnya produktifitas tanaman tebu sebagai bahan utama produksi gula. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesuburan lahan Indonesia yang semakin menurun. Usaha yang harus dilakukan oleh petani tebu adalah mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan menggantinya dengan pupuk organik. Salah satu jenis pupuk organik yang potensial digunakan yaitu pupuk kompos limbah domestik, komposisi limbah yang memiliki kualitas paling baik diperoleh dari kelompok sampah yang didominasi oleh sisa makanan, sayur dan buah dengan kadar unsur N, P, K, C-organik masing-masing sebesar 3,14 %, 6.98 %, 2,14 %, 35,02 %, pH 6,9 dan C/N rasio 11. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos limbah domestik terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos limbah domestik terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos limbah domestik dengan 75% dosis rekomendasi (4,5 ton ha-1) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan jumlah anakan).
Perbanyakan Bibit Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L.) Secara In Vitro Sari, Syintia Indah Puspita; Murdiono, Wisnu Eko; Barunawati, Nunun
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia L.) ialah jenis tanaman obat atau herbal. Bawang dayak merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala industri. Adanya kendala dalam teknik budidaya terutama pada teknik perbanyakan yang menyebabkan terbatasnya penyediaan bibit dalam skala besar. sehingga dibutuhkan upaya untuk  memperbanyak bawang dayak dalam skala besar yaitu melalui kultur jaringan. Salah satu faktor penentu keberhasilan dari kultur jaringan adalah media kultur yaitu ZPT. Zat pengatur tumbuh yang digunakan yaitu auksin (NAA)  dan sitokinin (BAP). Penelitian Bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan kombinasi konsentrasi NAA dan BAP yang tepat untuk perbanyakan eksplan bawang dayak secara in vitro. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus – November 2017  di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu B0: kontrol tanpa ZPT, B1: NAA 0,1 ppm + BAP 0,5 ppm, B2: NAA 0,2 ppm + BAP 1 ppm, B3: NAA 0,3 ppm + BAP 1,5 ppm, B4: NAA 0,4 ppm + BAP 2 ppm, B5: NAA 0,5 ppm + BAP 2,5 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan konsentrasi auksin NAA 0,1 ppm + sitokinin BAP 0,5 ppm mampu menunjukkan waktu muncul tunas paling cepat yaitu 21,57 hari setelah inokulasi.
Pengaruh Penambahan Lama Penyinaran dan Volume Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Varietas Florida Yusriza, Firhan Ihza; Barunawati, Nunun; Murdiono, Wisnu Eko
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.3

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu komoditas yang berpotensi sebagai komoditas di pasar dalam negeri maupun ekspor. Daerah Malang memiliki suhu dan kelembapan yang tidak menentu akibatnya pertumbuhan jamur tiram tidak optimal sehingga perlu dilakukan lama penyinaran dan volume air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lama penyinaran dan volume air yang tepat mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil yang optimum oleh jamur tiram putih  varietas florida. Penelitian ini dilakukan di Griya Jamur  Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berada di Desa Pucangsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan penanaman dilakukan pada bulan April hingga Mei 2020. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Experiment) yang terdiri dari petak utama dan anak petak. Petak utama yaitu penambahan lama penyinaran, penambahan cahaya 2 jam, penambahan cahaya 3 jam, penambahan cahaya 4 jam. Petak anakan yaitu volume air 1 liter, 1,25 liter, 1,5 liter. Perlakuan penambahan cahaya 1 jam menghasilkan jumlah badan buah jamur tiram tertinggi sebesar 10,47 buah. Penambahan cahaya bersifat sebagai pendorong pembentukan badan buah.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima-4 terhadap Dosis Pupuk Organik dan NPK Pamungkas, Andhika Putra; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 3 (2026): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.3.07

Abstract

Nilai ekonomi kacang hijau (Vigna radiata L.), sejenis kacang-kacangan, lebih tinggi daripada kacang tanah dan kedelai. Tanah yang kekurangan unsur hara akan menghasilkan hasil yang lebih rendah ketika kacang hijau ditanam. Tanah yang kekurangan unsur hara dapat diperbaiki dengan dua cara: dengan pemberian pupuk NPK atau pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan jumlah pupuk NPK dan pupuk organik terhadap perkembangan dan hasil kacang hijau Vima-4. Berlokasi pada ketinggian 472 meter di atas permukaan laut di Jl. Raya Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, penelitian ini dilaksanakan dari November 2024 hingga Februari 2025 di Balai Uji Standar Instrumen Tanaman Kacang-kacangan (BPSI TAKA). Percobaan faktorial dengan rancangan acak kelompok mencakup tiga dosis pupuk organik (0, 10, dan 20 ton per hektar) dan tiga dosis pupuk NPK (200, 250, dan 300 kilogram per hektar). Interaksi antara bahan organik dan dosis NPK mengubah beberapa parameter tanaman, termasuk produksi biji, hasil polong, dan hasil per hektar. Setelah penambahan 300 kg NPK, penambahan 10 ton pupuk organik per hektar meningkatkan potensi hasil. Dua puluh ton pupuk organik yang dicampur dengan dua ratus kilogram NPK meningkatkan hasil biji per tanaman. Tidak ada pengaruh yang nyata antara kombinasi pupuk organik dengan dosis NPK, baik terhadap kepadatan polong maupun berat seratus biji. Aplikasi pupuk organik sebanyak 20 metrik ton pada lahan seluas satu hektar meningkatkan jumlah daun.
Respons Pertumbuhan dan Kualitas Stroberi (Fragaria x ananassa) Saga Honoka Terhadap Kalium dan Umur Bibit Sijabat, Aurora Sere Ivany; Barunawati, Nunun; Arifin, Azeri Gautama
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.5.03

Abstract

Budidaya stroberi di Indonesia sering kali mengalami permasalahan seperti rendahnya kemanisan pada buah stroberi. Permasalahan kualitas terutama dalam hal kemanisan buah stroberi ini berkaitan dengan manajemen pemupukan khususnya unsur kalium serta faktor teknis budidaya seperti pemilihan umur bibit saat penanaman. Peran kalium dalam meningkatkan proses metabolisme dalam tanaman (termasuk translokasi sukrosa dari daun ke buah) akan lebih optimal apabila diiringi dengan efisiensi penyerapan oleh tanaman dari umur bibit yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang pengaruh kombinasi pemberian pupuk kalium dan penggunaan umur bibit terhadap pertumbuhan dan kualitas stroberi varietas Saga Honoka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan berupa kombinasi dari umur bibit yang berbeda serta pemberian berbagai dosis pupuk kalium. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Juni 2025 di CV. Blue Akari, Desa Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Pemberian pupuk kalium sebanyak 150 kg K2O ha-1 yang dikombinasikan dengan penggunaan umur bibit 49 HST memberikan hasil yang terbaik dan konsisten terhadap pertumbuhan dan kualitas stroberi varietas Saga Honoka dalam seluruh variabel penelitian kecuali jumlah daun.
Pengaruh Dosis Pupuk Urea dan Konsentrasi Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.) Saputra, Deni Nanda Eka; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 6 (2026): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.6.05

Abstract

Aplikasi pupuk urea dan pupuk hayati cair merupakan salah satu strategi budidaya dalam meningkatkan produksi pakcoy. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk urea dan konsentrasi pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan pakcoy. Penelitian ini dilakukan di greenhouse lahan percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan Juli hingga Agustus 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat dua faktor perlakuan dalam penelitian ini, yaitu dosis pupuk urea dengan 4 taraf (50 kg ha-1, 75 kg ha-1, 100 kg ha-1, dan 125 kg ha-1) serta konsentrasi pupuk hayati cair dengan 3 taraf (10 ml L-1, 15 ml L-1, dan 20 ml L-1). Pengamatan dilakukan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk urea 1,3 g/tanaman dan konsentrasi pupuk hayati cair 15 ml/L memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun pakcoy. Konsentrasi pupuk hayati cair 20 ml L-1 memberikan hasil terbaik pada jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kombinasi dosis pupuk urea 1,3 g/tanaman dan konsentrasi pupuk hayati cair 15-20 ml L-1 merupakan kombinasi yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil pakcoy.
Co-Authors ., Damanhuri Adi, Isa Apri Agwi, Szatayu Nabila Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Aini Nurul Ainur, Reza al zahra, alifia Amanah, Mar’atus Sholihatul Andi Kurniawan Anggraeni, Listy Anna Satyana Karyawati Apriscia, Cyntia Yolanda Arifin, Azeri Gautama Armita, Deffi Arsy, Andra Fatiqha Bajafitri, Amul Heksa Barasa, Roynaldo Bimantara, Dhimas Sigit Darmawan Saptadi, Darmawan Erlina, Yunita Erlinda Damayanti Fairuza, Rizqita Dhia Farida Farida Fathurrohman, Kamal Haqi, Akbar Alif Utama Hidayati Karamina hikmatyar, zen Ichsan, Janis Majida Ilmi, Kharisma Choirun Kaban, Gabriella Karuniawan Puji Wicaksono Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Kuswanto Kuswanto Lesmanasari, Maydya M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq, M. Roviq Maghfoer, Moch Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Manullang, Nadya Mar'atul Qibtiyah Mariani, Sekty Denny Mazidah, Nitha Ardhiyah Nur Meiana M, Nadya Inri Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Muhammad Siddiq, Muhammad Murdiono, Wisnu Eko Nihayati, Ellis Nurul Istiqomah Pamungkas, Andhika Putra Pratama, Faris Fikardian Pratiwi, Wiwin Priasmoro, Yuda Pangestu Qotrunanda Rokhadi, Meryta Rachma, Herda Rahayu , Aldila Putri Rahayu, Aldila Putri Ramadhani, Kartika Yudha Ramadhani, Putri Wahyu Riadi, Ketrin Gracia Dyah Ristikawati, Dinar Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Salori, Agy Salsabila, Salvia Sandi, Farhadz Fadhillah Saputra, Andy Wijaya Saputra, Deni Nanda Eka Sari, Syintia Indah Puspita Sari, Tria Ratna Sebastian, Hadi Setyono Yudo Tyasmoro Sijabat, Aurora Sere Ivany Simorangkir, Exaudi Kirana T Sitompul, Putri Punia Sumardi . Sunaryo Sunaryo Suparanti, Mirayunda Susanti, Mia Maya Syahda, Alzena Aufannisa Syahrul Kurniawan Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tarihoran, Masnidar Tatik Wardiyati Titiek Islami Udayana, Cicik Ula, Sofiatul Utami, Widi Rizky Wahyu Utomo Wahyu, Dina Wahyuni, Pipit Wibowo, Aris Satriyo Wisynu Ari Gutama Wulandari, Choirummintin Yenni . Yuniandhari, Neni Yusriza, Firhan Ihza Zakariyah, Nur Fahmi