Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) VARIETAS PERMATA TERHADAP DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM DAN KCL Mariani, Sekty Denny; Koesriharti, Koesriharti; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi  buah tomat sementara ini belum diikuti oleh kualitas yang dihasilkan, misalnya ketahanan terhadap penyakit dan ukuran buah yang rendah keseragamannya. Seperti di ketahui juga bahwa bahan organik dapat memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah. Oleh karena itu, penerapan bahan organik dapat menyerap mineral di rizosfer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga bulan Juni 2015 di green house milik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan, faktor pertama adalah dosis pupuk kotoran ayam (K) yang terdiri dari 3 taraf: K0 = 0 ton ha-1, K1 = 5 ton ha-1 dan K2 = 10 ton ha-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (P) yang terdiri dari 4 taraf: P1 = 60 kg K2O    ha-1, P2 = 90 kg K2O ha-1, P3 = 120 kg K2O ha-1 dan P4 = 150 kg K2O ha-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada  interaksi antara perlakuan dosis pupuk kotoran ayam dan dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Namun, perlakuan pupuk kotoran ayam dengan dosis 10 ton ha-1 mampu meningkatkan jumlah buah panen per tanaman dan diameter buah. Pada pemberian pupuk KCl dengan dosis 150 kg K2O ha-1 meningkatkan jumlah buah panen per tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTRIA (PGPR) DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Priasmoro, Yuda Pangestu; Tyasmoro, Setyono Yudo; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang dikonsumsi sebagai sayuran. Produksi kacang buncis dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.  Namun produksi belum mampu memenuhi permintaan konsumen, oleh karena itu beberapa usaha agronomi yang dapat dilakukan untuk meningkatan bahan organik misalnya dengan pemberian pupuk kotoran ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2015. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan di rumah kaca Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP), Lawang, Kab Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan PGPR dan pupuk kotoran ayam pada bobot kering tanaman, bobot kering akar serta bobot bintil akar. Pemberian pupuk kotoran ayam dengan dosis 5 t ha-1 menunjukan hasil yang optimal dibandingkan perlakuan lainnya pada jumlah polong dan berat segar polong. Pemberian PGPR berbagai dosis tidak menunjukan pengaruh nyata terhadap berbagai parameter pertumbuhan dan hasil buncis.
MULTIPLIKASI KULTUR MERISTEM STROBERI KULTIVAR EARLIBRITE DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI HORMON BAP DAN KINETIN Bimantara, Dhimas Sigit; Maghfoer, Mochammad Dawam; Barunawati, Nunun; Yenni, Yenni; Siregar, Ahmad Syahrian
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bibit stroberi berkualitas dan bebas penyakit masih terbatas di Indonesia. Perbanyakan in vitro merupakan salah satu alternatif penyediaan bibit stroberi dalam jumlah besar dan bebas dari penyakit serta virus. Perbanyakan in vitro membutuhkan media yang sesuai untuk pertumbuhan eksplan agar dapat beregenerasi secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh konsentrasi terbaik diantara penggunakan sitokinin BAP dan Kinetin terhadap pembentukan tunas dan induksi planlet pada stroberi kultivar Earlibrite. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2015 di laboratorium kultur jaringan balai penelitian jeruk dan buah subtropika (BALIJESTRO), Tlekung, kota Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan dan 2 ulangan cadangan. Perlakuan terdiri dari BAP dan Kinetin masing-masing pada konsentrasi 0,25, 0,50, 0,75 dan 1,00 mg/L serta kontrol. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan BAP dengan konsentrasi 0,5+ NAA 0,025 mg/L memberikan hasil terbaik terhadap jumlah tunas dan jumlah daun. Sedangkan perlakuan Kinetin dengan konsentrasi 1,00 + NAA 0,025 mg/L memberikan hasil terbaik dalam pembentukan formasi perakaran, diameter klaster dan tinggi planlet stroberi.
PENGARUH DOSIS KOMPOS DAN PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS DTO 28 DI DATARAN MEDIUM Salori, Agy; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi nasional kentang tahun 2013-2014 relatif tidak meningkat, sebesar 1.12-1.21 juta ton, dengan produktivitas sebesar 16.02 ton ha-1 (Kementerian Pertanian, 2015). Upaya meningkatkan produksi kentang adalah pengembangan budidaya di dataran medium, serta pemberian bahan organik dapat menambah unsur hara bagi tanaman termasuk Fosfor yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan mendapat-kan dosis kompos pada pemberian dosis fosfor yang optimum untuk pertumbuhan dan hasil kentang di dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2016 di Desa Klino, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan dosis fosfor dilakukan dengan 4 taraf yaitu 50 kg P2O5 ha-1 (S1), 100 kg P2O5 ha-1 (S2), 150 kg P2O5 ha-1 (S3) dan 200 kg P2O5 ha-1 (S4), serta 2 taraf dosis kompos yaitu 10 ton ha-1 (B1) dan 20 ton ha-1 (B2) Terdapat 8 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan dosis fosfor dan dosis kompos pada parameter pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Dengan pemberian dosis kompos 10 ton ha-1, perlakuan dosis fosfor 50 kg P2O5 ha-1, 100 kg P2O5 ha-1 dan 200 kg P2O5 ha-1 menghasilkan bobot umbi panen total (ton ha-1) yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan 150 kg P2O5 ha-1. Sedangkan dengan pemberian dosis kompos 20 ton ha-1, perlakuan dosis fosfor 200 kg P2O5 ha-1 memperoleh bobot umbi panen total tertinggi dibandingkan perlaku-an 50 kg P2O5 ha-1, 100 kg P2O5 ha-1 dan 150 kg P2O5 ha-1.
PENGARUH DOSIS KOMPOS DAN KCL PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS NADIA Zakariyah, Nur Fahmi; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kentang di dataran tinggi mengalami penurunan, oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interaksi pemberian kombinasi kompos dan pupuk KCl dalam peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang varietas Nadia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2016, di Desa Klino, Bojonegoro, dengan ketinggian 750 mdpl. Penelitian menggunaan metode Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor yakni kompos yang terdiri dari 2 taraf: 10 ton ha-1 (K1), 20 ton ha-1 (K2) dan pupuk KCl yang terdiri dari 4 taraf: 100 kg KCl ha-1 (P0), 150 kg KCl ha-1 (P1), 200 kg KCl ha-1 (P2), 250 kg KCl ha-1 (P4). Terdapat 8 kombinasi perlakuan dan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara dosis pupuk KCl dan dosis kompos pada jumlah daun, jumlah batang, tinggi tanaman, luas daun, total klorofil jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per petak, bobot umbi panen total. Kombinasi perlakuan kompos 10 ton ha-1 dengan dosis pupuk KCl  250 kg ha-1 menghasilkan rerata yang baik di dalam beberapa perlakuan, sementara itu perlakuan kompos 20 ton ha-1 menghasil-kan rerata yang baik dengan dosis KCl 150 kg ha-1.
PENGARUH KONSENTRASI GA3DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAPPEMECAHAN DORMASI DAN PERTUMBUHAN GLADIOL (Gladiolus hybridus L.) VARIETAS HOLLAND MERAH Bajafitri, Amul Heksa; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gladiol (Gladiolus hybridus L.) merupakan komoditas bunga potong potensial karena memiliki nilai estetika dan ekonomis yang tinggi. Namun, berdasarkan data BPS, produksi gladiol sebagai bunga potong sejak tahun 2010 terus mengalami penurunan. Hal Tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya dormansi pada subang gladiol yang digunakan sebagai bahan tanam. Salah satu cara kimia yang dianggap mampu untuk mempercepat berakhirnya masa dormansi adalah dengan aplikasi GA3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi GA3 dan lama perendaman terhadap pemecahan dormansi dan pertumbuhan gladiol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2016 di greenhouse di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan GA3 dilakuakan dengan menggunakan6 taraf konsenrasi yaitu 0 mL/L (K0), 50 mL/L (K1), 75 mL/L (K2), 100 mL/L (K3), 125 mL/L (K4) dan 150 mL/L (K5), serta 2 taraf lama perendaman yaitu 24 jam (L1) dan 48 jam (L2). Terdapat 12 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi GA3 dan lama perendaman pada parameter waktu muncul tunas, panjang tunas dan tinggi tanaman pada umur pengamatan 28 HST. Perlakuan kosentrasi GA3 75mL/L menghasilkan rerata panjang tanaman terbaik dan waktu muncul bunga tercepat diantara semua perlakuan. Sementara itu, perlakuan lama perendaman 24 jam menghasilkan rerata panjang tanaman, jumlah daun dan waktu muncul bunga yang lebih baik dibandingkan perlakuan lama perendaman 48 jam.
PENGARUH APLIKASI GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Arsy, Andra Fatiqha; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman sayuran dari famili Solanaceae. Pada budidaya terung, sering dijumpai bunga terung yang gugur atau gagal membentuk buah. Diketahui tingkat fruit set pada tanaman terung antara 30% hingga 40%. Sehingga, dibutuhkan penambahan hormon eksogen atau zat pertumbuhan tanaman seperti GA3 untuk menginduksi pembentukan organ tanaman terutama organ bunga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi antara konsentrasi GA3 dan varietas terung terhadap pertumbuhan dan hasil terung.Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Juli 2016 di Kecamatan Turen Kabupaten Malang.Penelitian ini adalah percobaan faktorial yang dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dan diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan terdiri dari dua tahap yakni pengamatan pertumbuhan dan pengamatan hasil atau panen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi GA3 dan varietas terung pada pengamatan diameter batang dan jumlah daun, yakni pada perlakuan konsentrasi GA3 45 ppm.
PENGARUH KONSENTRASI GA3 DAN LAMA PENYINARAN PADA KUALITAS BUNGA ANYELIR (Dianthus caryphyllus L.) Rachma, Herda; Armita, Deffi; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) ialah komoditas bunga potong yang potensial karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam industri bunga potong dan menempati peringkat ke tiga dalam peragangan komoditas bunga potong di Indonesia. Faktor utama permasalahan anyelir potong ialah fase vegetatif yang panjang sehingga menyebabkan waktu berbunga menjadi lebih lama. Anyelir potong umumnya berbunga pada umur 6 bulan setelah perbanyakan vegetatif menggunakan stek. Waktu tersebut tergolong lama untuk budidaya tanaman hias bunga potong, sehingga diperlukan teknologi yang mampu menghasilkan anyelir potong dengan waktu berbunga lebih cepat serta tetap memenuhi klasifikasi mutu bunga potong. Salah satu upaya untuk mempercepat pembungaan serta tetap memenuhi syarat mutu bunga potong ialah dengan melakukan induksi pembungaan menggunakan pemberian GA3 dan lama penyinaran. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh interaksi antara konsentrasi GA3 dan lama penyinaran pada kualitas bunga serta menentukan konsentrasi GA3 dan lama penyinaran yang tepat untuk mempercepat terbentuknya pembungaan. Bahan yang digunakan adalah bibit anyelir varietas top beauty, pupuk majemuk NPK, GA3 dan aquades. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Penelitian dilaksanakan bulan Juni sampai Oktober 2016 didalam rumah naungan Desa Punten, Bumiaji, Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi GA3 dipengaruhi oleh pemberian lama penyinaran pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun serta seluruh pengamatan komponen hasil.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum tuberosum L.) DATARAN MEDIUM VARIETAS DTO 28 TERHADAP DOSIS PUPUK NPK DAN PGPR Ristikawati, Dinar; Armita, Deffi; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, budidaya kentang umumnya dilakukan di dataran tinggi. Peningkatan produktivitas kentang dapat dilakukan dengan budidaya kentang di dataran medium. Salah satu faktor pembatas produksi kentang adalah ketersediaan unsur hara dalam tanah. Penggunaan varietas yang tepat dengan optimalisasi dosis pupuk NPK yang dibantu oleh PGPR merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil kentang dataran medium. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara dosis NPK dengan waktu pemberian PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil kentang di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Desa Junrejo, Kota Batu dengan ketinggian tempat 600 m diatas permukaan laut dan dimulai pada bulan Januari hingga Mei 2017. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis NPK, yaitu tanpa NPK (P0), 600 kg/ha NPK (P1), 900 kg/ha NPK (P2), 1.200 kg/ha NPK (P3). Faktor kedua adalah waktu pemberian PGPR, yaitu saat tanam (T1), saat tanam dan 15 hari setelah tanam (T2), saat tanam, 15, dan 30 hari setelah tanam (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis NPK dan waktu pemberian PGPR mempengaruhi bobot umbi kentang per petak dan per hektar. Dosis NPK mempengaruhi jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi per tanaman. Namun, pemberian PGPR pada berbagai waktu tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kentang.
Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Bahan Organik Terhadap Produksi Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) Susanti, Mia Maya; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) merupakan tanaman sayuran yang mengandung gizi tinggi, namun produktivitasnya di Indonesia masih rendah. Produksi kubis bunga yang belum optimal dikarenakan budidaya belum maksimal. Upaya yang dapat dilakukan adalah pengaturan jarak tanam untuk menyediakan lingkungan tumbuh optimal bagi tanaman sehingga tidak terjadi kompetisi cahaya, air, dan unsur hara. Selain itu, kesuburan tanah merupakan faktor penting menunjang produksi tanaman. Usaha memperbaiki kesuburan tanah yaitu aplikasi bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan jarak tanam serta jenis bahan organik yang tepat pada pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilaksanakan bulan Mei - Juli 2017 di Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan, Kediri. Penelitian ini merupakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu P1: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P2: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P3: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P4: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P5: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P6: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P7: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang ayam, P8: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang ayam, dan P9: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam lebar (60 x 50 cm) kombinasi semua jenis bahan organik berbeda menghasilkan produksi per hektar kubis bunga yang tinggi.
Co-Authors ., Damanhuri Adi, Isa Apri Agwi, Szatayu Nabila Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Aini Nurul Ainur, Reza al zahra, alifia Amanah, Mar’atus Sholihatul Andi Kurniawan Anggraeni, Listy Anna Satyana Karyawati Apriscia, Cyntia Yolanda Armita, Deffi Arsy, Andra Fatiqha Bajafitri, Amul Heksa Barasa, Roynaldo Bimantara, Dhimas Sigit Darmawan Saptadi, Darmawan Erlina, Yunita Erlinda Damayanti Fairuza, Rizqita Dhia Farida Farida Fathurrohman, Kamal Haqi, Akbar Alif Utama Hidayati Karamina hikmatyar, zen Ichsan, Janis Majida Ilmi, Kharisma Choirun Kaban, Gabriella Karuniawan Puji Wicaksono Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Kuswanto Kuswanto Lesmanasari, Maydya M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq, M. Roviq Maghfoer, Moch Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Manullang, Nadya Mar'atul Qibtiyah Mariani, Sekty Denny Mazidah, Nitha Ardhiyah Nur Meiana M, Nadya Inri Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Muhammad Siddiq, Muhammad Murdiono, Wisnu Eko Nihayati, Ellis Nurul Istiqomah Pramesti, Anggarina Dian Pratama, Faris Fikardian Pratiwi, Wiwin Priasmoro, Yuda Pangestu Qotrunanda Rokhadi, Meryta Rachma, Herda Rahayu , Aldila Putri Rahayu, Aldila Putri Ramadhani, Kartika Yudha Ramadhani, Putri Wahyu Riadi, Ketrin Gracia Dyah Ristikawati, Dinar Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Salori, Agy Salsabila, Salvia Sandi, Farhadz Fadhillah Saputra, Andy Wijaya Sari, Syintia Indah Puspita Sari, Tria Ratna Sebastian, Hadi Setyono Yudo Tyasmoro Simorangkir, Exaudi Kirana T Sitompul, Putri Punia Sumardi . Sunaryo Sunaryo Suparanti, Mirayunda Susanti, Mia Maya Syahda, Alzena Aufannisa Syahrul Kurniawan Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tarihoran, Masnidar Tatik Wardiyati Titiek Islami Udayana, Cicik Ula, Sofiatul Utami, Widi Rizky Wahyu Utomo Wahyu, Dina Wahyuni, Pipit Wibowo, Aris Satriyo Wisynu Ari Gutama Wulandari, Choirummintin Yenni Yenni Yuniandhari, Neni Yusriza, Firhan Ihza Zakariyah, Nur Fahmi