Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Sederhana Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Putu Ayunda Trisnia; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.67-70

Abstract

Anak – anak identik dengan dunia bermain. Bermain merupakan salah satu media anak untuk mengembangkan kreativitas dan belajar termasuk melatih sel otaknya untuk mempelajari hal baru yang berkaitan dengan kognitif anak. Pada era teknologi saat ini, penggunaan ponsel pintar semakin berkembang dan marak digunakan pada kalangan anak usia dini. Dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan ponsel pintar pada anak usia dini tidak sedikit yang menunjukkan efek buruk seperti penurunan motorik dan sensorik anak, gangguan pada hubungan sosial dan perilaku bahkan penurunan kognitif anak. Permainan edukatif anak yang tersedia pada lingkungan disekitar anak akan dapat membantu pengalihan anak dalam menggunakan ponsel pintar. Dengan menggunakan bahan dan alat yang ada di sekitar kita, permainan edukatif juga dapat dibuat dengan mudah. Posyandu merupakan wadah kegiatan ibu dan anak di wilayah cakupannya yang memiliki kegiatan rutin seperti pemantauan tumbuh kembang anak. Anak biasanya dibawa ke posyandu untuk dimonitor tumbuh kembangnya dan biasanya anak bermain disela kegiatan tersebut. Kader posyandu juga berperan menyampaikan informasi dan edukasi terkait tumbuh kembang anak. Banjar Tengah Blahbatuh memiliki posyandu yang mengadakan kegiatan rutin setiap bulannya. Banjar ini juga memiliki jumlah balita yang cukup banyak. Berdasarkan informasi yang didapat, penggunaan ponsel pintar di kalangan balita pada banjar ini tergolong cukup banyak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyediakan pelatihan kepada kader posyandu Banjar Tengah Blahbatuh terkait pembuatan alat permainan edukatif (APE) sederhana yang dapat digunakan dan diterapkan di wilayahnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kader posyandu lebih memahami alat permainan edukatif (APE) dan lebih sering menggunakannya.
Hubungan Rasio Lebar Bahu dan Panjang Leher terhadap Daya Tahan Kardiorespiratori pada Anggota Tim Bantuan Medis Baswara Prada Agus Pramana Shakti Manik Artha; Tanjung Subrata; Fransiscus Fiano Anthony Kerans
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.109-115

Abstract

[The Relationship between Shoulder Width and Neck Length Ratio on Cardiorespiratory Endurance in TBM Baswara Prada Members] Cardiorespiratory endurace is the ability of the heart-lung system and muscles used to deliver oxygen during sustained physical activity. Cardiorespiratory endurance for each body type (somatotype) is generally different. Somatotype differences in this study included the ratio of shoulder width to neck length. This study aims to determine the relationship between the ratio of shoulder width and neck length to the cardiorespiratory endurance of TBM Baswara Prada members. The method of this study was observasional with analytical cross sectional. In this study, sampling was carried out using the non-probability sampling method with consecutive sampling techniques. This study was conducted on 70 student who are member of TBM Baswara Prada. This study used primary data through observation or direct observation of research subjects according to the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using the Pearson correlation statistical test with normally distributed data. The results were as follows: The average ratio biacromial width and neck length and cardiorespiratory endurance; 2.83+0.35; 59.25+11.91 respectively; and the relationship of both was strong negative significance (0.05) with a correlation coefficient (-0.720). The conclusion of this study is that there is a relationship between the ratio of biacromial width and neck length with cardiorespiratory endurance which is negative and significant The present study is anticipated to enhance the caliber of TBM Baswara's human resources in selecting members with good cardiorespiratory endurance indicators by using the ratio of shoulder width to neck length.
Deselularisasi Makroalga Eucheuma cottonii dan Ulva sp. sebagai Bahan Dasar Perancah untuk Rekayasa Jaringan I Kadek Adi Aryatama; Komang Trisna Sumadewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 3 (2024): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.3.2024.313-321

Abstract

Scaffold fabrication is an essential component in tissue engineering which is important in the field of biomedicine and regenerative health therapy. One of the scaffold fabrication methods is tissue deselularization method. In general, deselularization methods use animal organ as the base material. However, a number of studies in recent years have explored the potential of cellulose-based tissue engineering scaffolds from macroalgae. Macroalgae Eucheuma cottonii and Ulva sp. are seaweed species with high cellulose content and high abundance in Indonesia. Therefore, this study aims to determine whether macroalgae Eucheuma cottonii and Ulva sp. can be desulphurized by physico-chemical methods using the immersion-agitation technique of samples in Triton X-100 solution to be used as biological scaffolds. The research method used was an experimental research method divided into control and treatment groups consisting of Triron X-100 concentration variations, namely 0.1%, 0.5%, and 1%. The results of this study showed that the successful deselularization of Eucheuma cottonii using Triton X-100 solution with a concentration of 0.5% and 1% for 10 days was able to provide a clear transparent macroscopic picture and a microscopic picture of the loss of cell nuclei by maintaining the cell wall structure. However, the three concentrations of Triton X-100 could not desulphurize the macroalgae Ulva sp. Testing the pore characteristics of the scaffold, biodegradability test, and biocompability test still need to be done to evaluate the success of this macroalgae-based scaffold so that it can be utilized in tissue engineering.
Pembinaan Kesehatan Guru SMAN 1 Negara dan Peningkatan Sarana Prasarana pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19 Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.3.2023.146-149

Abstract

SMA Negeri 1 Negara merupakan salah satu SMA yang berada pada zona kuning. Sekolah ini merencanakan tatap muka terbatas pada semester ganjil yang akan datang. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru di SMA Negeri 1 Negara. Selama ini pengetahuan mitra masih terbatas tentang pencegahan Covid-19 dan sarana prasarana yang mendukung untuk melaksanakan protokol kesehatan masih terbatas pada masa adaptasi kebiasaan baru. Keterbatasan tersebut berupa kurangnya poster-poster terkait perilaku hidup bersih dan sehat dan wastafel yang digunakan. Selain itu, murid kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena tidak diawasi dengan baik. Metode yang akan digunakan berupa interactive learning dan pembinaan kader. Adapun tujuan kegiatan adalah memberikan informasi dan pembinaan untuk melatih keterampilan kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada muridnya tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memberikan poster perilaku hidup bersih dan sehat dan wastafel portable yang dapat digunakan di sekolah. Kegiatan dilakukan bersama dengan monitoring dan evaluasi kepada mitra dengan pretest, postest, dan matriks kegiatan. Pemberian materi dilaksanakan secara daring melalui zoom sedangkan kegiatan penyerahan peralatan terkait PHBS dilaksanakan secara terpisah. Antusias guru terhadap pelaksanaan pembelajaran secara luring cukup baik dengan pengembangan sistem pembelajaran yang sesuai dengan pandemi Covid-19.
Edukasi Hipertensi dan Pelatihan Meditasi untuk Penderita Hipertensi pada Kelompok Prolanis Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.3.2023.132-139

Abstract

Abstrak Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler dengan prevalensi yang cukup tinggi baik di negara maju maupun negara berkembang khususnya penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia karena berkaitan dengan elastisitas dari pembuluh darah. Pada sebagian individu, hipertensi tidak menunjukkan gejala sehingga penderitanya tidak menyadari menderita hipertensi. Kepatuhan mengkonsumsi obat antihipertensi, gaya hidup, serta rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi menjadi faktor risiko penyakit ini. Berdasarkan wawancara dari kader lansia pada Klinik Batubulan Medical Centre, penderita hipertensi cenderung merasa bosan mengkonsumsi obat serta mengabaikan anjuran dari dokter meskipun rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Para penderita hipertensi lebih menyukai terapi non-farmakologis. Meditasi merupakan salah satu bentuk terapi non-farmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah dengan merelaksasikan tubuh dan mengatur pola pernapasan. Tujuan dari program kemitraan ini adalah untuk meningkatkan wawasan lansia mengenai hipertensi serta melatih mitra melakukan meditasi secara mandiri untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Dari permasalahan tersebut, maka dilaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan edukasi mengenai hipertensi serta melatih mitra melakukan meditasi yang benar. Melalui program ini diharapkan dapat membantu masrayakat dalam mengendalikan hipertensi tanpa merasa bosan. Program ini dilaksanakan di aula Klinik BBMC dengan kehadiran peserta sebanyak 100%. Berdasarkan nilai pretest dan postest didapatkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi (53,4%). Keterampilan mitra dalam melakukan meditasi juga semakin membaik yang dilihat dari pelatihan awal dan ketika dilaksanakan follow up. Kegiatan seperti ini sebaiknya dilakukan secara berkala dengan melibatkan mitra yang lebih luas untuk meningkatkan wawasan Masyarakat mengenai pengendalian hipertensi.
Pemberdayaan Kader UKS dalam Deteksi Dini Masalah Gizi d SMP Negeri 9 Denpasar Diah Witari Ni Putu; Sri ratna Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gede Evayanti; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.58-62

Abstract

SMP Negeri 9 Denpasar merupakan salah satu SMP yang terletak di daerah sanur. SMP tersebut sudah memeiliki UKS yang memilki beberpa program untuk membantu mningkatkan Kesehatan siswa dan siswi di sekolah. Kesehatan remaja sangat mempengaruhi kemampuan akademik siswa. Salah satu poin penting dalam Kesehatan remaja adalah status gizi. Status gizi remaja memerluka perhatian khusus mengingat pada fase ini merupakan fase peralihan terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang signifikan. Guna mendukung upaya pemantauan status gizi remaja, diperlukan pemberdayaan kader UKS di SMP Negeri 9 Denpasar. Oleh karena itu, tujuan program berfokus pada peningkatan pengetahuan mitra yaitu kader UKS serta meningkatkan keterampilan mitra dalam melakukan pengukuran BMI pada remaja. Metode pelaksanaan program meliputi persiapan, pelaksanaan (penyuluhan, dialog interaktif, pretest dan posttest serta pelatihan), evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan serta peningkatan pengetahuan mitra sebesar 45%. Keterampilan siswa juga mengalami peningkatan dilihat dari observasi dan penilaian ceklist. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membekali mitra dengan pengetahuan mengenai gizi remaja serta keterampilan dalam pengukuran BMI.
Pemberdayaan Kader Posyandu Banjar Tengah Desa Blahbatuh melalui Pelatihan Keterampilan Pembuatan Yoghurt Buah Lokal Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gde Evayanti; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.8-14

Abstract

Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang mengalami peningkatan angka kasus stunting dari sebanyak 1,2% pada tahun 2021 dan menjadi 6,3% pada tahun 2022. Upaya – upaya pencegahan stunting perlu terus dilakukan, salah satunya dengan cara peningkatan pengolahan bahan pangan lokal dan konsumsi makanan bergizi tinggi. Guna mendukung upaya tersebut, pemberdayaan kelompok – kelompok masyarakat melalui kegiatan edukasi makanan bergizi dan keterampilan pengolahan bahan pangan perlu terus diselenggarakan. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, melalui kegiatan pelatihan keterampilan membuat yoghurt yang diperkaya dengan buah – buahan hasil panen masyarakat setempat. Metode pelaksanaan program meliputi kegiatan optimasi cara kerja pembuatan yoghurt sebelum pelaksanaan pelatihan, yang dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan dan diskusi serta praktik pembuatan yoghurt secara mandiri. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan. Evaluasi pemahaman berdasarkan nilai pre-test dan post-test menunjukkan 100% jumlah peserta mengalami peningkatan pemahaman dengan peningkatan nilai rata – rata pengetahuan keseluruhan peserta sebanyak 40%. Sebanyak 2 dari 5 kader juga telah berhasil membuat yoghurt pada percobaan pertama. Pendampingan lebih lanjut masih dibutuhkan agar meningkatkan keberhasilan membuat yoghurt buah. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membekali mitra dengan keterampilan membuat yoghurt juga dapat memicu keluarga dan balita dalam wilayah pelayanannya untuk mengkonsumi yoghurt dengan fortifikasi buah lokal guna meningkatkan gizi dan kesehatan, khususnya pada anak balita.
Penyuluhan Diabetes Mellitus dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Diabetes pada Ponsel Pintar Asri Prima Dewi AA Ayu; Komang Trisna Sumadewi; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gde Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.74-77

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat saat ini. Penderita diabetes memerlukan terapi medikamentosa dan non medikamentosa jangka panjang serta monitoring rutin. Penderita cenderung merasa bosan dengan lamanya terapi sehingga tidak sedikit yang tidak rutin meminum obat dan melakukan monitoring rutin. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak masyarakat kini menggunakan ponsel pintar yang dapat digunakan untuk mengunduh aplikasi pada ponsel tersebut. Saat ini sudah banyak aplikasi pada ponsel pintar untuk monitoring diabetes mellitus. Pengabdian kemitraan masyarakat kali ini akan bekerja sama dengan klinik yang memiliki klub program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). Penyuluhan mengenai diabetes, tatalaksana dan pentingnya monitoring penyakit tersebut dikombinasikan dengan pelatihan mengenai aplikasi diabetes pada ponsel pintar diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam monitoring diabetes mellitus dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat. Hasil dari penyuluhan dapat dilihat bahwa rerata pre test adalah sebesar 56%, dilanjutkan dengan evaluasi post test menunjukkan rerata 76% sehingga dapat terdapat peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan penggunaan aplikasi ponsel pintar tentang penyakit diabetes mellitus. Kata kunci: diabetes, aplikasi diabetes, penyakit kronis
GERAKAN PEDULI STUNTING (GPS) DALAM MENURUNKAN STUNTING BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA BATUR TENGAH, KECAMATAN KINTAMANI Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.114-119

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi yakni 21,6% sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah. Angka prevalensi stunting di Bali telah mengalami penurunan dari 10,9% menjadi 8%. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kejadian stunting cukup tinggi. Berbagai program pencegahan dan penurunan angka stunting telah dirancang dan dilaksanakan. Berdasarkan wawancara bersama kelian banjar dan kader di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa penyuluhan mengenai stunting yang dilakukan oleh Puskesmas kurang mampu menarik minat masyarakat, pengetahuan masayarakat mengenai gizi seimbang bagi balita masih rendah, kurangnya keterampilan masyarakat mengenai cara mengolah bahan makanan yang mudah didapat dan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dan informasi mengenai stunting yang diterima oleh masyarakan belum maksimal. Dari masalah tersebut, maka solusi yang dilakukan antara lain memberikan edukasi stunting menggunakan media audiovisual yang lebih menarik, memperkenalkan berbagai fitur aplikasi stunting yang dapat diakses melalui handphone android, serta memberikan pelatihan mengenai pengolakan MPASI dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa tersebut. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan wawasan mitra mengenai stunting serta keterampilan mitra dalam mengolah MPASI. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% yang diukur dari nilai pretest dan posttest dengan kehadiran mitra 100%. Berdasarkan observasi juga didapatkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan aplikasi stunting secara mandiri untuk memonitoring tumbuh kembang anak serta peningkatan keterampilan mitra dalam membuat MPASI yang bervariasi. Kesimpulan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan edukasi dan pelatihan.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi Perkembangan Bayi Melalui Baby Gym di Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.182-188

Abstract

Gangguan perkembangan pada bayi dan anak menjadi perhatian pemerintah karena dampak yang dapat ditimbulkan. Gangguan perkembangan motorik banyak ditemukan pada bayi usia 3-5 bulan. Gangguan ini berupa keterlambatan perkembangan yang tidak sesuai dengan usianya. Kondisi ini terjadinya karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya rendahnya stimulus yang diberikan. Berdasarkan wawancara bersama kader Posyandu di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa pemberian informasi mengenai perkembangan anak masih rendah, pelatihan mengenai pemberian stimulasi bayi dan anak juga masih jarang dilakukan, serta belum pernah dilakukan pelatihan mengenai baby gym. Melihat permasalahan tersebut, maka solusi yang dapat dilakukan antara lain memberikan edukasi mengenai tumbuh kembang serta stimulasi anak berdasarkan usia, dan pelatihan mengenai baby gym yang dapat membantu perkembangan bayi dan anak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra mengenai tumbuh kembang anak, stimulasi perkembangan sesuai usia, mengenali keterlambatan perkembangan serta meingkatkan keterampilan mitra dalam melakukan baby gym. Mellalui kegiatan ini didapatkan hasil berupa peningkatan pengetahuan mitra mengenai tumbuh kembang dan stimulasi anak sebesar 51.17%, peningkatan keterampilan mitra dalam memberikan stimulasi serta melalukan baby gym. Kehadiran peserta 100% dengan pastisipasi aktif melalui respon yang diberikan oleh peserta. Kesimpulannya, program ini terlaksana dengan lancar dan dapat memenuhi indikator keberhasilan program yang sudah ditetapkan oleh tim pengabdian.
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri A. A. Ayu Asri Prima Dewi A.A.Ayu Asri Prima Dewi A.A.Made Semariyani Aanak Agung Ayu Asri Prima Dewi Adhitya, I Putu Gde Surya Agus Pramana Shakti Manik Artha Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Istri Prima Dewi Anak Agung Made Semariyani Analysa Analysa - Anny Eka Pratiwi Asri Prima Dewi AA Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka Desak Putu Oki Lestari Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Ratna Juwita Dewi, A. A. Ayu Asri Prima Dewi, A.A. Ayu Asri Prima Dewi, A.A.Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Asri Prima E. Henny Herningtyas Ekayani, Ni Wayan Diana Evayanti, Luh Gede Gede Agus Surya Pratama Gede Agus Surya Pratama I Gusti Agung Istri Mahaswari I Gusti Ayu Agung Wulan Cahyani I Kadek Adi Aryatama I Ketut Suwiyoga I Wayan Sudiarta Ida Ayu Diah Kencana Dewi Manuaba Suka Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati, Ida Inayati, Rizqa Komang Adi Kurniawan Saputra Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Lutfan Lazuardi Md Ayu Mirah Dewanti Ni Gusti Agung Ayu Wulan Ananda Pratiwi Ni Luh Putu Putri Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Gita Kusuma Dewi Ni Made Meishanda Kusuma Divayanti Ni Putu Ayu Dian Maharani Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Wayan Diana Ekayani Nyoman Putu Riasa Prima Dewi, A.A.A Asri Putu Diah Witari Putu Gde Hari Wangsa Putu Yudha Asteria Putri Riasa, I Nyoman Putu Rio Hermantara Rizal R Saktivi Harkitasari Saktivi Harkitasari, Saktivi Sri Ratna Dewi Sueta, Made Agus Dwianthara Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Sumadewi, Komang Trisna Tanjung Subrata Trisnia, Putu Ayunda