Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani Luh Gde Evayanti; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.71-74

Abstract

Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan termasuk resiko stunting. Kasus stunting telah ditemukan pada desa tersebut. Beberapa kasus stunting dikaitkan dengan pernikahan dini pada remaja putri. Pengetahuan terkait hubungan antara kesehatan remaja putri dengan stunting di Desa Batur Tengah masih terbatas. Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu terkait kesehatan remaja putri untuk mencegah stunting sejak dini. Metode yang digunakan berupa pemberian materi dan simulasi pemeriksaan kesehatan remaja putri. Materi yang diberikan meliputi kesehatan remaja putri, risiko kehamilan dini, dan hubungan kesehatan remaja putri dengan stunting. Simulasi pemeriksaan kesehatan dimulai dari pengenalan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan tanda-tanda anemia, pengukuran tanda vital, dan statu gizi. Kegiatan diikuti dengan evaluasi kepada kader. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, didapatkan peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,120). Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan kader yang sudah lebih baik, namun program yang menyasar pada remaja putri masih kurang sehingga masih ada kasus stunting yang ditemukan, terutama pada pasangan usia di bawah 20 tahun. Pendekatan kepada remaja putri di lingkungan sekolah menengah perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan hubungannya dengah kesehatan remaja.
Membangun Kesadaran Kesehatan Anak: Program Pelatihan Komprehensif Tentang Kejang Demam Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.119-126

Abstract

Kejang demam adalah kondisi umum yang terjadi pada bayi dan anak-anak akibat lonjakan suhu tubuh hingga lebih dari 38°C, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan neurologis dan kognitif. Edukasi dan penanganan yang baik terhadap kejang demam sangat penting untuk mencegah komplikasi. Berdasarkan wawancara bersama kader Posyandu didapatkan bahwa informasi mengenai kejang demam masih terbatas. Penggunaan metode non-farmakologis yang dapat digunakan sebagai tindakan pencehan juga masih terbatas. Selain itu, keterampilan mitra mengenai penggunaan kompres water tepid songe dan penanganan awal kejang msih kurang. Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Blahbatuh untuk memberikan edukasi mengenai penanganan pertama kejang demam dan pelatihan penggunaan kompres water tepid sponge. Metode yang digunakan meliputi pretest, pemberian materi edukasi, diskusi, pelatihan, dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan mitra. Pelaksanaan program diikuti oleh 15 peserta, yang terdiri dari kader Posyandu dan ibu balita, dengan kehadiran peserta mencapai lebih dari 90%. Hasil analisis pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 84,9%. Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta tentang pencegahan dan penanganan kejang demam, tetapi juga mengedukasi mereka mengenai langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat. Dari hasil observasi, juga didapatkan peningkatan mitra dalam menggunakan kompres serta melakukan penanganan awal kejang. Kesimpulan dari program ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan anak di masyarakat, serta mempersiapkan orang tua dan pengasuh untuk menangani situasi darurat dengan tenang dan efektif. Melalui kolaborasi antara berbagai pihak di komunitas, diharapkan bahwa program ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kesehatan anak di Desa Blahbatuh.
Pemberdayaan Kelompok PKK Banjar Tengah Desa Blahbatuh melalui Pelatihan Keterampilan Pembuatan Sabun Padat Berbahan Aloe Vera Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Gede Agus Surya Pratama
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.111-118

Abstract

Data from the “Badan Pusat Statistik” states that the production of aloe vera plants in Blahbatuh district, Gianyar regency, is 8644 kg with a harvested area of 2200 m2 in 2019. Aloe vera is not only cultivated on agricultural land, but also becomes a yard plant in the Blahbatuh community, especially Central Banjar. This plant has been known to have bioactive content and antioxidant power, so it has economic use value in the fields of pharmaceuticals, beauty and health. However, knowledge and skills about this potential are still very minimal in the people of Central Banjar. Therefore, this PKM program aims to empower the PKK Women's Group of Central Banjar, Blahbatuh Village, Gianyar, through counselling activities on the importance of skin health and counselling on the benefits of aloe vera plants, as well as training in the skill of making solid soap with aloe vera basics. The program implementation method includes optimization activities on how solid soap-making works before the implementation of training, which is followed by counselling, training and practices of making aloe vera solid soap. The evaluation of the success of the PKM program will be assessed based on the pre-test and post-test values as well as the success of making solid soap independently. The results of the implementation of this program show the enthusiasm and active participation of all participants during the activity. The evaluation of comprehension based on pre-test and post-test scores showed that 8 participants experienced an increase in comprehension with an increase in the average value of participants' overall knowledge by 36.4%. As many as 3 out of 10 partners have also succeeded in making solid soap on the first try. Further assistance is still needed to increase the success of soap making and marketing of soap products so that they can become skills that support the local community's economy.
Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping Berbahan Baku Lokal dan Pengenalan Aplikasi Primaku pada Kader Posyandu Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Ni Putu Diah Witari; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kintamani masih menjadi daerah penyumbang stunting tertinggi di Kabupaten Bangli, Bali. Stunting merupakan permasalahan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pemahaman tentang pentingnya gizi anak dalam fase pertumbuhan dan perkembangan diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting. Dalam upaya ini, makanan pendamping berbahan baku lokal telah menjadi fokus strategi untuk memberikan asupan gizi yang seimbang bagi anak. Pemantauan terhadap tumbuh kembang anak juga diperlukan untuk mengidentifikasi masalah tumbuh kembang anak. Salah satu aplikasi pada ponsel pintar yang mendukung adalah aplikasi Primaku. Pelatihan pada program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengenalkan makanan pendamping berbahan baku lokal dan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Pelatihan ini dilakukan pada kader Posyandu Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif. Metode pelatihan melibatkan demonstrasi praktis, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Partisipan pelatihan terdiri dari ibu-ibu yang memiliki anak usia balita. Materi pelatihan mencakup identifikasi bahan baku lokal yang kaya nutrisi, teknik persiapan makanan yang sesuai, informasi tentang nutrisi dan manfaat dari makanan pendamping, serta aplikasi Primaku. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan ibu-ibu mengenai pilihan bahan baku lokal yang tepat dan cara mempersiapkan makanan pendamping yang sesuai. Selain itu, partisipan juga menunjukkan keterampilan yang lebih baik dalam menggabungkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan makanan yang bernilai gizi tinggi serta menggunakan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini diperkuat oleh umpan balik positif dari para peserta terhadap pendekatan pelatihan yang interaktif dan praktis. Kata kunci: gizi, stunting, Primaku, makanan pendamping, tumbuh kembang.
Pendampingan Keluarga Balita Stunting di Posyandu Banjar Nyawah, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anak Agung Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gede Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ni Wayan Diana Ekayani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.149-154

Abstract

Stunting remains one of the major public health challenges in Indonesia, with long-term impacts on human resource quality. In Banjar Nyawah, five families were identified with toddlers who are either stunted or at risk of stunting. This condition is driven by inadequate nutritional intake far below the Recommended Dietary Allowance (RDA), limited knowledge and skills of mothers in preparing healthy meals, and the families’ low economic status. This Community Partnership Program (PKM) aims to improve child nutritional status and empower family economies through two main strategies: (1) provision of high-protein nutrition packages, along with education and training on preparing healthy meals using local ingredients; and (2) training on producing packaged loloh kunyit (a traditional turmeric-based herbal drink) as a family income-generating product. The program was implemented in stages through socialization, education, training, distribution of nutrition packages, and evaluation. The educational component focused on the "My Plate" concept, balanced nutritional parenting practices, and hands-on preparation of nutritious toddler meals. Evaluation was conducted by comparing pretest and posttest results, which showed an improvement in participants’ knowledge and skills after the program. The results indicate that educational and productive approaches can have a positive impact on improving children's nutritional status and enhancing family economic potential.
Pendampingan Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; A.A.Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; A A Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.194-199

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Remaja Peduli Payudara: Sadari Berjalan di Banjar Tengah, Blahbatuh Ni Putu Diah Witari; Ni Luh Putu Putri Setianingsih; Luh Gde Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Komang Trisna Sumadewi; A A Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.211-215

Abstract

Program Deteksi Dini Kanker Payudara berbasis remaja (SADARI) yang diterapkan di Posyandu Remaja Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, berhasil meningkatkan pengetahuan dan kompetensi praktik pada 10 kader remaja secara signifikan. Pendekatan partisipatif berbasis komunitas (Community-Based Participatory Research) diintegrasikan melalui edukasi interaktif, simulasi menggunakan model tiruan, dan pendampingan langsung oleh tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang kanker payudara dari 55% menjadi 95%. Pemantauan jangka panjang selama 12 bulan mengungkapkan bahwa 85% peserta menerapkan SADARI secara rutin dan 80% mampu mengidentifikasi tanda abnormal payudara. Intervensi yang melibatkan kader remaja sebagai agen perubahan tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan komunitas dan berpotensi mempercepat deteksi dini kanker payudara pada populasi remaja perempuan. Studi ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas yang dimotori oleh pemuda adalah strategi yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Pohon Emosi: Program Edukasi Emosi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental Anak di SD Negeri 19 Dangin Puri Denpasar Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati; Luh Gde Evayanti; Ni Made Meishanda Kusuma Divayanti; Ida Ayu Diah Kencana Dewi Manuaba Suka; Ni Gusti Agung Ayu Wulan Ananda Pratiwi; Md Ayu Mirah Dewanti; I Gusti Ayu Agung Wulan Cahyani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.10-16

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mental anak di SDNegeri 19 Dangin Puri, Denpasar, melalui program edukasi emosi. Latar belakang program ini meliputipentingnya pendidikan kesehatan mental yang masih terabaikan di Indonesia, terutama di tingkat pendidikan dasar, akibat stigma negatif dan kurangnya integrasi dalam kurikulum. Kegiatan ini melibatkan siswa SD kelas 1 dan 2 SDN 19 Dangin Puri melalui serangkaian kegiatan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kecerdasan emosional, seperti sesi pengenalan emosi, permainan interaktif, dan sesi "Pohon Emosi." Programini dilaksanakan selama dua hari, di mana evaluasi menunjukkan bahwa 100% seluruh siswa berpartisipasi aktif dan merasa nyaman berinteraksi dengan guru serta teman kelasnya. Sebagian besar siswa, 76,47%, merasa bahagia di sekolah, meskipun total sebanyak 29,41% melaporkan merasa stres saat belajar. Hasil ini mencerminkan adanya hubungan yang positif antara siswa dan guru serta menyoroti perlunya perhatian lebih dalam mengatasi stres di kalangan siswa. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program PKM berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang emosi mereka sendiri dan mengembangkan keterampilansosial yang diperlukan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam integrasi pendidikan emosional ke dalam kurikulum sekolah dan mendukung upaya pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam meningkatkan kesehatan mental anak. Dukungan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keberhasilan implementasi pendidikan kesehatan mental di masa depan.
Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga Ni Made Gita Kusuma Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Putu Yudha Asteria Putri; I Gusti Agung Istri Mahaswari; Ni Putu Ayu Dian Maharani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.43-49

Abstract

Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif, terutama pada masa golden age balita, yaitu periode emas pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Pada fase ini, kekurangan gizi dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang tepat sasaran dan mudah diterapkan oleh keluarga. Kegiatan “Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga” diselenggarakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi spesifik pada masa pertumbuhan awal kehidupan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif dan praktik langsung memasak menu bergizi seimbang. Peserta dibekali pengetahuan mengenai kebutuhan zat gizi esensial bagi balita, seperti protein hewani, zat besi, kalsium, vitamin, dan serat, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga dilatih mengolah bahan pangan lokal yang mudah diakses menjadi hidangan sehat, menarik, dan sesuai dengan selera balita, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan anak terhadap konsumsi makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, dengan keterlibatan ibu dan ayah balita dalam kegiatan pemenuhan gizi anak. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi peserta dari 65% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan, serta peningkatan keterampilan pengolahan makanan bergizi dari 70% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya variasi menu sehat dan potensi pengembangan keterampilan memasak sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini membuktikan bahwa edukasi gizi yang aplikatif dan kontekstual tidak hanya efektif dalam membangun generasi sehat sejak dini, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi keluarga.  
PKM pada Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.31-36

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri A. A. Ayu Asri Prima Dewi A.A.Ayu Asri Prima Dewi A.A.Made Semariyani Aanak Agung Ayu Asri Prima Dewi Adhitya, I Putu Gde Surya Agus Pramana Shakti Manik Artha Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Istri Prima Dewi Anak Agung Made Semariyani Analysa Analysa - Anny Eka Pratiwi Asri Prima Dewi AA Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka Desak Putu Oki Lestari Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Ratna Juwita Dewi, A. A. Ayu Asri Prima Dewi, A.A. Ayu Asri Prima Dewi, A.A.Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Asri Prima E. Henny Herningtyas Ekayani, Ni Wayan Diana Evayanti, Luh Gede Gede Agus Surya Pratama Gede Agus Surya Pratama I Gusti Agung Istri Mahaswari I Gusti Ayu Agung Wulan Cahyani I Kadek Adi Aryatama I Ketut Suwiyoga I Wayan Sudiarta Ida Ayu Diah Kencana Dewi Manuaba Suka Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati, Ida Inayati, Rizqa Komang Adi Kurniawan Saputra Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Lutfan Lazuardi Md Ayu Mirah Dewanti Ni Gusti Agung Ayu Wulan Ananda Pratiwi Ni Luh Putu Putri Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Gita Kusuma Dewi Ni Made Meishanda Kusuma Divayanti Ni Putu Ayu Dian Maharani Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Wayan Diana Ekayani Nyoman Putu Riasa Prima Dewi, A.A.A Asri Putu Diah Witari Putu Gde Hari Wangsa Putu Yudha Asteria Putri Riasa, I Nyoman Putu Rio Hermantara Rizal R Saktivi Harkitasari Saktivi Harkitasari, Saktivi Sri Ratna Dewi Sueta, Made Agus Dwianthara Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Sumadewi, Komang Trisna Tanjung Subrata Trisnia, Putu Ayunda