Articles
Sistem tanda dalam webtoon The Secret of Angel (semiotika Charles Sanders Pierce)
Nensilianti Nensilianti;
Wulan Fadillah;
Ridwan Ridwan
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v5i1.7737
ABSTRAKSemiotika adalah ilmu atau teknik ilmiah untuk melihat tanda dalam suatu konteks skenario, gambar, teks, dan film menjadi sesuatu yang dapat diuraikan. Teori semiotika besar yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce adalah Pierce memberikan deskripsi struktural dari semua sistem pemaknaan dan keseluruhan semiotika. Pierce mendalami konsep semiotikanya mengenai trikotomi. Trikotomi terbagi manjadi tiga bagian yaitu ikon, indeks, dan simbol. Artikel ini di teliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mencari data atau informasi dengan cara mengamati dan menganalisis gambar yang mempunyai sistem tanda pada komik di webtoon The Secret of Angel. Seiring berkembangnya zaman, media komunikasi memiliki cara penyampaian pesan yang berbeda-beda, salah satunya melalui media komik.The Secret of Angel merupakan salah satu dari judul komik yang ada di Line Webtoon ataupun sebuah platform penerbitan digital bagi komikus. Komik The Secret of Angel bercerita tentang perempuan yang bernama Jukyung yang merupakan siswa SMP yang menjadi korban bully di kelasnya. Ketika masuk SMA Jukyung kemudian mengubah penampilannya dan mulai belajar memakai make up, pada saat itulah kehidupan baru Jukyung dimulai.
Inspirasi dan masalah sosial dalam Kafilah Cinta karya Syakaro Ahmad el Alyyi: Pendekatan sosiologi sastra Ian Watt
Nensilianti Nensilianti;
Nur Amalia Hastab;
Ridwan Ridwan
SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15642/suluk.2023.5.2.154-173
Karya sastra menghadirkan hiburan dan nilai kemanusiaan melalui proyeksi peristiwa, tokoh dan pelbagai unsur yang membangunnya. Dalam konteks tersebut karya sastra Islami mampu mengkombinasikan unsur percintaan dan nilai-nilai Islam menjadi hiburan dan pengajaran kepada pembaca. Artikel ini yang bertujuan memaparkan permasalahan serta inspirasi sosial tokoh, penulis memilih teori sosiologi sastra dalam mengkaji novel Kafilah Cinta, paradigma sosiologis Ian Watt tentang karya sastra dipilih sebagai pisau bedah karena dapat merepresentasikan aspek-aspek sosial di dalamnya. Hasil analisis yang ditemukan dari konteks sosial pengarang, novel Kafilah Cinta memaparkan peristiwa dalam masyarakat dan tidak terlepas dari pandangan pengarang dan konteks sosialnya. Sebagai cerminan sosial masyarakat, Syakaro Ahmad el Alyyi menampilkan peristiwa sosial yang dialami para tokoh dan tidak lepas dari nilai-nilai sosial yang dapat menginspirasi pembaca, misalnya masalah ekonomi yang dihadapi salah tokoh. Novel Kafilah Cinta dengan mengangkat tema perjuangan dalam menggapai ilmu, mampu menampilkan peristiwa bagaimana masalah ekonomi bukan hambatan dalam mengejar ilmu. Berdasarkan fungsi sosialnya sebagai karya sastra, novel Kafilah Cinta memberikan pengajaran agama, inspirasi, dan pemahaman tentang pentingnya ilmu. Bahkan isu percintaan pun diangkat pada novel ini sebagai salah satu pengajaran serta hiburan untuk pembaca.
Sistem tanda dalam webtoon The Secret of Angel (semiotika Charles Sanders Pierce)
Nensilianti Nensilianti;
Wulan Fadillah;
Ridwan Ridwan
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v5i1.7737
ABSTRAKSemiotika adalah ilmu atau teknik ilmiah untuk melihat tanda dalam suatu konteks skenario, gambar, teks, dan film menjadi sesuatu yang dapat diuraikan. Teori semiotika besar yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce adalah Pierce memberikan deskripsi struktural dari semua sistem pemaknaan dan keseluruhan semiotika. Pierce mendalami konsep semiotikanya mengenai trikotomi. Trikotomi terbagi manjadi tiga bagian yaitu ikon, indeks, dan simbol. Artikel ini di teliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mencari data atau informasi dengan cara mengamati dan menganalisis gambar yang mempunyai sistem tanda pada komik di webtoon The Secret of Angel. Seiring berkembangnya zaman, media komunikasi memiliki cara penyampaian pesan yang berbeda-beda, salah satunya melalui media komik.The Secret of Angel merupakan salah satu dari judul komik yang ada di Line Webtoon ataupun sebuah platform penerbitan digital bagi komikus. Komik The Secret of Angel bercerita tentang perempuan yang bernama Jukyung yang merupakan siswa SMP yang menjadi korban bully di kelasnya. Ketika masuk SMA Jukyung kemudian mengubah penampilannya dan mulai belajar memakai make up, pada saat itulah kehidupan baru Jukyung dimulai.
STRUKTUR BATIN PUISI TAK ADA YANG MENCINTAIMU SETULUS KEMATIAN: STRUKTURALISME FERDINAND DE SAUSSURE
Nensilianti;
Ningrum Amalia Putri;
Ridwan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 4 (2023): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v8i4.200
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan struktur batin puisi yang ditulis oleh Aslan Abidin, yaitu “Tak Ada yang Mencintaimu Setulus Kematian”. Rumusan masalah yang digunakan peneliti adalah bagaimana struktur batin yang terdapat dalam puisi tersebut? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana struktur batin, yaitu tema, nada, rasa dan amanat. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif. Dalam metode deskriptif untuk mengungkapkan, mendeskripsikan, menguraikan dan memaparkan objek penelitian pada puisi. Dengan demikian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa puisi ini bertema tentang kematian yang akan terus mengikuti seseorang kemanapun dia pergi, nada yang digunakan ialah nada yang mencekam, dan rasa yang mengungkapkan ketakukan namun intimidasi, serta amanat yang disampaikan sebagai pengingat kepada para pembaca bahwa, kematian akan selalu mengikuti.
MAKNA DENOTATIF, KONOTATIF DAN MITOS PADA VIDEO MUSIK RED VELVET FEEL MY RHYTM
Nensilianti;
Dwi Rahmi Apriliya;
Ridwan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 4 (2023): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v8i4.203
Berkembangnya Kdrama dan K-pop idol dikalangan generasi muda bangsa menyebabkan menyebar luasnya Korean Wave, salah satunya Kpop yang begitu banyak digemari di kalangan anak muda. Salah satunya Girl Group asal Korea Selatan yang memiliki banyak fans internasional yaitu Red Velvet yang beranggota lima. Red Velvet juga memiliki konsep yang dance yang imut namun terlihat elegan, hal yang unik dari Red Velvet setiap comeback mereka memiliki gaya baru tersendiri dari lagu dan juga Musik Video tersebut. Dalam hal ini penelitian pada Musik Video Red Velvet berjudul Feel My Rhytm, yang dimana Musik Video memiliki banyak teori konspirasi dan juga Tema dari lagu dan Video Musik terinspirasi dari lukisan Bosch ‘The Garden of Eartbly Deligbts’ atau Taman Kenikmatan Duniawi. Dalam hal ini metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif menggunakan teori semiotika Roland Barthes.
Interferensi Struktur Frasa Bahasa Indonesia terhadap Penggunaan Struktur Frasa Bahasa Jerman dalam Karangan Siswa Kelas XII SMA Harapan Bhakti Makassar
Yeherlina Ohe Kokomaking Kokomaking;
Syukur Saud;
Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2389
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis, bentuk, serta faktor penyebab terjadinya interferensi struktur frasa bahasa Indonesia terhadap penggunaan struktur frasa bahasa Jerman siswa kelas XII SMA Harapan Bhakti Makassar. Interferensi merupakan penyimpangan yang disebabkan oleh masuknya unsur bahasa satu ke dalam bahasa yang lain menggunakan suatu bahasa sehingga dianggap sebagai suatu kesalahan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian ini adalah karangan siswa kelas XII SMA Harapan Bhakti Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini berupa tes. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis konten berupa tes karangan deskriptif siswa. Jenis interferensi struktur frasa pada penelitian ini adalah interferensi penempatan struktur frasa verba bahasa Jerman “Am nachmittags ich gehe nach Hause” (pada sore hari saya pergi ke rumah). Kalimat yang benar adalah “am nachmittags gehe ich nach Hause”. Adapun bentuk interferensi struktur frasa hasil penelitian ini adalah interferensi struktur frasa eksosentrik “Um 15.00 Uhr gehe ich Kino” (pada jam 15.00 saya pergi bioskop). Kalimat yang benar adalah “Um 15.00 Uhr gehe ich in das Kino” (pada jam 15.00 saya pergi ke bioskop). Adapun faktor penyebab terjadinya interferensi dalam berbahasa ada dua yaitu interferensi yang berasal dari bahasa itu sendiri atau bahasa sasaran (intralingual) dan interferensi yang berasal dari luar bahasa atau pengaruh dari bahasa pertama (interlingual). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa interferensi struktur frasa bahasa Indonesia terhadap penggunaan struktur frasa bahasa Jerman siswa kelas XII SMA Harapan Bhakti masih dilakukan siswa dalam menulis karangan deskriptif bahasa Jerman. Meskipun demikian, siswa sudah mampu berbahasa Jerman dengan baik, tetapi masih cenderung menggunakan struktur kalimat bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama (B1) tanpa memperhatikan struktur kalimat bahasa Jerman (B2) yang baik dan benar.
Analisis Appraisal Laporan Mahasiswa Program Kampus Mengajar
Muhammad Rifai Taha;
Mahmudah Mahmudah;
Nensilianti Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3496
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk laporan mahasiswa program kampus mangajar dengan analisis apraisal dalam perspektif atittide (prilaku) pada aspek: afek-perasaan, penghakiman-karakter, dan apresiasi-nilai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, catat, dan dokumentasi pada Tujuh (7) laporan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah dua puluh (22) bentuk perasaan afek yang terdiri dari tujuh belas (17) afek postif, lima (5) afek negatif. Data pada kutipan yang mengungkap afek pada konteks afek positif yaitu: Alhamdulillah baik dan ada kemajuan sedikit demi sedikit. Kutipan di atas termasuk ungkapan afek positif dan dapat dinilai bahwa ungkapan tersebut adalah ungkapan perasaan baik, senang karena Ketika ada ungkapan yang baik maka ada perasaan senang,. Itulah yang membawa peran positif untuk meningkatkan kebahagiaan diri. Hal ini merupakan ranah pada afek positif afek Positif sedangkan afek negatif diniali dari ungkapan perasaan ragu-ragu, sedih karena ketika ada ungkapan yang belum terlaksana dan ada perasaan rasa sedih. Itulah yang membawa peran negatif.
Analisis Gaya Penulisan Iksaka Banu dan Kurnia Effendi dalam Novel Pangeran Dari Timur: Sebuah Kajian Literatur Komparatif
Farah Tazkyatun;
Nensilianti Nensilianti;
Syamsudduha Syamsudduha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3521
Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra untuk menganalisis aspek sosiologi pengarang dalam karya sastra, dengan fokus pada dua pengarang, Iksaka Banu dan Kurnia Effendi. Melalui analisis data, gaya penulisan keduanya dalam mendeskripsikan seni lukis, tempat, dan bangunan dalam novel "Pangeran dari Timur" dibandingkan dengan pendekatan deskripsi realistis (objektif) dan impresionistis (subjektif). Hasilnya menunjukkan bahwa gaya penulisan mereka dipengaruhi oleh latar sosial dan kehidupan pengarang, dengan Iksaka Banu cenderung menggunakan pendekatan realistis yang merinci objek secara faktual, sedangkan Kurnia Effendi lebih cenderung kepada deskripsi impresionistis yang menekankan interpretasi subjektif. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana latar belakang sosial dan pengalaman individu dapat memengaruhi gaya penulisan dalam karya sastra, serta pentingnya memahami pendekatan deskripsi objek dalam konteks realistis dan impresionistis dalam kajian sastra.
Potret Kekuasaan dan Ketidakadilan dalam Novel Senja di Jakarta Karya Mochtar Lubis: Kajian Poskolonial
Nensilianti;
Ridwan;
Srikandi Apriliyani
Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2024): Ksatra
Publisher : LPPM STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52217/ksatra.v6i1.1401
This research aims to find out how the portrait of power and injustice of the government and party officials towards the community contained in the novel by Mochtar Lubis entitled Senja di Jakarta which is set during the liberal democracy period in the 1950s. The method used in this research is descriptive qualitative, which is a research method that explains the content of the facts, the condition of the problems that occur in the novel. This research also uses data processing techniques carried out by reading and interpreting each quotation data found, adjusted based on the theory used. The data obtained is taken from the novel Senja di Jakarta. The research used postcolonial theory. Based on the results of the analysis, two data were found, namely, a portrait of power and injustice contained in the novel involving the government and party officials which caused great misery and impact on society. Senja di Jakarta also tells about the condition of people from various professions and circles and provides an overview of the colonial situation experienced by the community that does not necessarily refer to torture and physical violence as happened in previous colonizations.
REPRESENTASI MAKNA TANDA/SIMBOL DALAM FILM VICTOR FRANKENSTEIN (2004) KARYA MARY SHELLEY
Nensilianti, Nensilianti;
Yuliana, Yuliana;
Ridwan, Ridwan
Hasta Wiyata Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.007.01.09
Frankenstein is a 2004 American horror film adapted from the 1818 novel Frankenstein by Mary Wollstonecraft Shelley; or, Modern Prometheus. This film tells the story of a scientist, namely Victor Frankenstein, whose ambition is to create life. Victor Frankenstein's ambition unknowingly brought havoc in his life. Victor Frankenstein is a Swiss natural sciences student who resurrects artificial humans made from dead body parts using an electroshock device. Everyone his creation meets including himself is motivated to hate him. The monster, abandoned and lonely, attacks its maker, who eventually perishes. In this study, the authors examine the representation of the meaning of symbols in the 2004 Victor Frankenstein film using Charles Sanders Pierce's semiotic approach. Researchers used descriptive qualitative research methods. The descriptive qualitative research method is research that tends to use analysis and focuses on in-depth observations. The results of this study indicate that the researcher found 17 symbols with different meanings in the "Victor Frankenstein film".