Claim Missing Document
Check
Articles

Hasil Studi Laboratorium Penentuan Karakteristik Alamiah Surfaktan Natrium Lignosulfonat Dari Ampas Tebu Sebagai Fluida Injeksi Di Reservoir Minyak Rini Setiati; Septoratno Siregar; Taufan Marhaendrajana; Deana Wahyuningrum
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.039 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2483

Abstract

Surfaktan Natrium Lignosulfonat (NaLS) dari ampas tebu merupakan salah satu pengembangan surfaktan lignosulfonat yang dibuat dari limbah nabati, yaitu adalah ampas tebu. Pada studi ini telah diperoleh hasil sintesa ampas tebu menjadi surfaktan lignosulfonat yang jika dikembangkan akan dapat menjadi alternatif surfaktan sebagai fluida injesi di reservoir minyak. Dari hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan, surfaktan NaLS ampas tebu ini mempunyai kesamaan komponen dengan surfaktan lignosulfonat standar yaitu terdiri dari gugus ulur alkena, gugus ulur sulfonat, gugus tekuk karboksilat dan gugus tekuk ester. Berdasarkan analisis spektrum NMR, molekul monomer lignosulfonat tersebut mempunyai atom C, O, H dan S di dalam dengan jumlah atom C = 11, O = 8, H = 16, dan S = 1, sehingga rumus empiris monomer lignosulfonat adalah (C11H16O8S)n, dengan massa molekul relatif 308,06. Berdasarkan struktur monomer lignosulfonat ampas tebu, maka gugus-gugus fungsi dalam strukturnya dapat dikelompokkan sebagai gugus hidrofil atau gugus hidrofob dan dapat dihitung nilai HLB (Hidrofil-lipofilik Balance) yang dimiliki oleh surfaktan NaLS ampas tebu tersebut yaitu sebesar 11,62. Dengan nilai HLB ini maka surfaktan NaLS ampas tebu ini sesuai penggunaannya sebagai sistem tipe emulsi O/W (oil in water), yang berarti surfaktan tersebut larut dalam air dan dapat digunakan sebagai fluida injeksi.
POTENSI KEBERHASILAN KULIT UDANG SEBAGAI BAHAN DASAR POLIMER KITOSAN: STUDI LITERATUR Rini Setiati; Septoratno Siregar; Deana Wahyuningrum; M. Taufik Fathaddin
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.178 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i1.8637

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari potensi yang dimiliki oleh kulit udang sebagai bahan baku polimer kitosan.  Penelitian ini diawali dengan proses pemisalahan kulit udang kitin dan proses kitin menjadi kitosan serta menguji karakteristiknya. Kulit udang dapat diolah menjadi kitosan karena kandungan kitin yang terdapat di dalamnya.  Kitin merupakan bahan organik utama terdapat pada kelompok hewan crustacea, insekta, fungi, mollusca dan arthropoda. Cangkang kepiting, udang dan lobster juga merupakan sumber bahan dasar produksi kitin karena kandungan kitinnya cukup tinggi. Kitin merupakan biopolimer alam paling melimpah kedua setelah selulosa yang tidak beracun dan diproduksi dari limbah kulit udang. Kitosan diolah dari kulit udang melalui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Reagen yang digunakan adalah NaOH dan KOH. Kemudian kitosan diuji sifat fisiknya melalui uji kadar air, kadar abu, kadar nitrogen, viskositas, derajat deasetilasi, analisis gugus fungsi dengan spektroskopi IR dan kristalinitas dengan difraksi sinar X. Sifat fisik kitosan dilihat dari bentuk fisik, analisis gugus fungsi dan kristalinitas. Potensi penerapan kitosan, sebagai turunan kitin yang terdeasetilasi, bersifat multidimensi, seperti dalam makanan dan gizi, bioteknologi, ilmu material, obat-obatan dan farmasi, pertanian dan perlindungan lingkungan. Isolasi kitin dari kulit udang dan sintesanya menjadi kitosan, menjadikan kulit udang lebih barmanfaat untuk bidang-bidang lain. Kulit udang yang diolah menjadi kitosan polimer dapat berpotensi untuk digunakan dalam bidang Enhanced Oil Recovery sebagai fluida injeksi kimiawi dalam upaya menaikkan produksi minyak.
THE PERFORMANCE EFFECTS OF SOLID WASTE FROM BAGASSE ON INCREASED OIL RECOVERY Rini Setiati; S Kasmungin; Sabrina S Riswati; Astri Rinanti; Jochanan Satriabudi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 4, NUMBER 2, APRIL 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.095 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v4i2.9195

Abstract

Aims: This study aims to determine the synthesis of bagasse to form surfactants and evaluation of the performance of the sample to increase oil yield. Indonesia generates very large amounts of solid waste, without recycling or adequate management efforts to preserve the environment. Bagasse emerged as one of the most abundant biomass due to the operations of large plantations and factories. Furthermore, previous studies showed extensive uses in the fields of compost, animal feed, bioethanol energy, paper, and reinforced building materials. Methodology and Results: Lignin was extracted from bagasse to process sodium lignosulfonate surfactant (SLS surfactant). The synthesis was characterized several times, and certain examples showed significant HLB values, as a function of emulsion builder. This condition in the oil reservoir is required to reduce interface stress (IFT) and friction in the movement of particles. Another analyses involves the assessment of core flooding of specific synthetic core and crude samples. Conclusion, significance and impact of study: The results confirm the ability of surfactant bagasse to increase oil recovery, namely the HLB value of 11.6. The results also show the surfactant classification with the ability to form a middle-phase emulsion in order to increase petroleum products. Therefore, bagasse as solid waste has a performance effect on the process of increasing petroleum production.
THE USE OF BAGASSE SYNTHETIC SURFACTANTS AS MATERIAL FOR ENVIRONMENTALLY FRIENDLY POLICIES TO IMPLEMENT ENVIRONMENTAL MANAGEMENT Rini Setiati; Paulus Suryono Adisoemarta; Muhammad Taufiq Fathaddin; Tarida Surya Marpaung; Astri Rinanti; Jachanan Satriabudi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 5, NUMBER 2, APRIL 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.185 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i2.13534

Abstract

Aims: The aim of this research study is to show that the use of synthetic surfactant from bagasse is Environmentally Friendly Policies. Environmental management is an important step that needs to be taken on this immediate moment. Various human and industrial activities surely have affected the environment. Environmental management should include a number of groups from different varieties such as academics, policy makers, non-governmental organizations, corporations’ employees, government’s employees and related multidisciplinary groups. Methodology and Results: Environmental management will produce an ecological process and shapes industrial ecology which consists of four components namely; production, consumption, waste/by-products and raw materials. Bagasse as one of industrial solid wastes involved in environmental management will also produce ecological process. Bagasse which is produced from sugarcane processing can be further reprocessed into SLS surfactant that is useful for oil companies as injection fluid on reservoirs to improve oil recovery level. Conclusion, significance and impact of study: Environmental management can be applied between two industries that have mutualism symbiosis relationship through secondary production. Waste minimization can be achieved through bagasse processing. Sugarcane bagasse reprocessing into SLS surfactant is a sustainable program that supports sustainable material management effort. The action to reprocess natural waste into a valuable economical material can also alter human behavior into a more environmental friendly type of behavior.
HSE UNTUK MASYARAKAT SUKACAI PANDEGLANG, SEBAGAI KEBUTUHAN DALAM KEGIATAN PEMBUATAN EMPING MELINJO R. Hari Karyadi Oetomo; Rini Setiati; Udi Syahnoedi Hamzah; Djoko Sulistyanto; Rizky Satrio Putra Sanjaya
Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2689.708 KB) | DOI: 10.25105/akal.v2i1.9039

Abstract

Daerah Sukacai, Pandeglang adalah daerah di Jawa Barat yang dikenal masyarakatnya mempunyai ketrampilan membuat emping dan penghasil melinjo. Kebiasaaan masyarakat dalam membuat emping masih menggunakan palu yang diketokkan pada 2 atau 3 buah melinjo yang sudah disangrai dengan pasir. Pekerjaan yang masih sangat tradional ini mempunyai potensi akan melukai tangan pekerja jika kurang hati-hati atau kondisi yang terlalu capai. Jika tangan pekerja terluka karena terkena palu penggetok emping, maka untuk beberapa saat tangan tidak dapat digunakan untuk berkerja, sehingga produksi emping akan menurun. Hal ini berdampak pula terhadap penghasilan di masyarakat tersebut. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberi pengetahuan tentang pentingnya HSE (Health, Safety, Environment) atau juga yang dikenal dengan nama K3 (Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Lingkungan). HSE/K3 adalah suatu kondisi dalam pekerjaan dan hidup yang sehat serta aman baik itu bagi pekerja, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan pengetahuan dan pelatihan penggunaan alat penggetok emping yang telah dirancang mempunyai tingkat keamanan yang lebih baik. Pelatihan penggunaan alat penggetok emping ini merupakan salah satu bentuk solusi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Sukacai, Pandeglang dalam melaksanakan pekerjaanya sehari-hari. Kegiatan PKM yang telah dilakukan ini memberi dampak positif, dimana masyarakat lebih merasa aman dalam bekerja. Meningkatnya rasa aman ini berdampak positif pula terhadap produksi emping melinjo mereka. Berdasarkan kegiatan PKM ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pengetahuan dan pelatihan penggunaan alat bantu penggetok emping ternyata dapat meningkatkan kesehatan, keselamatan dan keamanan masyarakat dalam bekerja.
EVALUASI PENGARUH VARIASI KOMPOSISI CO2 DALAM PEROLEHAN NILAI TEKANAN TERCAMPUR MINIMUM Rini Setiati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.606 KB) | DOI: 10.25105/petro.v2i2.223

Abstract

Dalam dunia perminyakan telah dikembangkan berbagai teknik dan metodeuntuk meningkatkan perolehan minyak dari reservoir. Pada tahap awalproduksi, biasanya hanya mengandalkan tenaga alamiah dari reservoir yangumumnya tidak mampu mengangkat semua minyak yang terdapat direservoir.Bahkan sampai tenaga pendorong alamiahnya sudah melemah, masih terdapatsisa cadangan yang bernilai ekonomis yang tertinggal. Untuk meningkatkanperolehan minyak yang masih tertinggal dapat dilakukan dengan caramenginjeksikan gas kedalam reservoir pada tekanan reserovir, suhu reservoir,komposisi minyak dan sifat gas yang diinjeksikan. Permasalahan yang adadalam studi ini adalah untuk menginjeksikan 100% kemurnian CO2membutuhkan biaya yang mahal, dan juga nilai TTM yang tinggi jugaberpengaruh pada biaya dan kapasitas ketahanan reservoir tersebut.Kemurnian CO2 sangat lah beragam, TTM juga dipengaruhi impurities yangterdapat didalam gas CO2 jadi pada penelitian ini mengevaluasi pengaruhkomposisi CO2 terhadap tekanan tercampur minimum dengan menggunakandua metode yang berbeda yaitu perhitungan TTM menggunakan simulasislimtube menggunakan software CMG dan menggunakan korelasi adalah25% H2S 75% CO2 , 25% C1 75% CO2 , 25% N2 , 75% H2S. Hasil yangdidapatkan terbukti H2S dapat menurunkan tekanan TTM sedangkan C1 danmenambah nilai TTM.Kata kunci : Injeksi CO2, kemurnian CO2 , tekanan terbaur minimum,
STUDI PENENTUAN TEKANAN TERCAMPUR MINIMUM DENGAN INJEKSI GAS CO2 MENGGUNAKAN METODA SLIMTUBE TEST DAN KORELASI Rini Setiati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 4 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v4i4.287

Abstract

Penggunaan gas CO2 untuk meningkatkan perolehan minyak bumi memerlukan tekanan agar terjadi kelarutan yang sempurna antara minyak dengan gas CO2 tersebut sehingga memerlukan tekanan tercampur. Oleh karena itu dilakukan penelitian terlebih dahulu sebelum dilaksanakan di lapangan, penentuan tekanan tercampur pada penelitian ini dilaksanakan dengan dua metode yaitu percobaan dan perhitungan korelasi. Penelitian penentuan tekanan terhadap tercampur minimum (TTM) pada injeksi CO2 dilakukan terhadap satu sampel dari sumur “X” dilapangan “Y” untuk reservoir “Z”. Reservoir “Z” memiliki API Gravity sebesar 390 API dan suhu reservoir sebesar 1700F. perhitungan tekanan tercampu minimum menggunakan 5 korelasi. Korelasi Holm Josendal (1980), Yellig Metcalfe (1980), National Petroleum Council, Cronquist Et Al (1978) dan Sebastian Et Al (1978). Sedangkan sebagai pembandingnya akan dilakukan dengan metode slimtube apparatus. Hasil perhitungan korelasi penentuan Tekanana Tercampur Minimum (TTM) pada sumur “X” untuk masing – masing metode adalah Holm dan Josendal (1980) sebesar 2350 psig, Yellig Metcalfe sebesar 2114 psig, National Petroleum Council 1550 psig, Cronquist Et Al sebesar 1749 psig dan Sebastian Et Al sebesar 513 psig. Percobaan Tekanan Tercampur Minimum (TTM) dengan slimtube pada reservoir “Z” menggunakan tekanan sebesar 2500 psig, 2750 psig, 3000 psig, 3250 psig, 3500psig dan 4000 psig. Dari percobaan tersebut didapatkan Tekanan Tercampur Minimum (TTM) sebesar 3150 psig dan korelasi yang paling mendekati hasil laboratorium adalah korelasi Holm dan Josendal dan Yellig dan Metcalfe dengan Tekanan Tercampur Minimum (TTM) sebesar 2350 psig dan 2114 psig.
OPTIMASI DELIVERABILITAS SUMUR-SUMUR GEOTHERMAL DI DALAM CLUSTER C DENGAN MEMPERTIMBANGKAN SKENARIO PENURUNAN PRODUKSI Kris Pudiastuti; Rini Setiati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 4 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v4i4.290

Abstract

Uji sumur adalah uji aliran fluida di dalam sumur untuk mendapatkan data dan informasi properti sumur. Uji sumur dilakukan sebelum eksploitasi reservoir, juga setelah suatu periode produksi, untuk melihat apakah atau seberapa besar perubahan properti reservoir akibat eksploitasi (produksi atau injeksi).Terdapat beberapa pendekatan & metoda uji sumur, untuk menganalisa uji sumur untuk estimasi kapasitas suatu lapangan panasbumi, salah satunya adalah Metoda Separator, merupakan metoda yang paling akurat untuk mengukur aliran 2-fasa dari sumur panasbumi (Bangma, 1961). Laju air diukur menggunakan sharp-edged weir setelah flashing pada tekanan atmosfir, dan laju aliran uap diukur menggunakan orifice platepada tekanan separator (Grant & Bixely 2011).Uji produksi dengan Metoda Separator telah dilakukan pada sumur-sumur di Lapangan panasbumi “X” yang menyuplai uap ke PLTP unit 1 & 2 , 2x55 MW yang dioperasikan oleh PLN.Studi ini berjudul: “Optimasi Deliverabilitas Sumur-Sumur Geothermal di Cluster C Dengan Mempertimbangkan Skenario Penurunan Produksi”, bertujuan untukanalisisdata uji produksi yang kemudian digunakan untuk menentukan kurva deliverabilitas optimum sebagai dasar analisis penentuan jumlah sumur make up optimum. Skenario decline ratemengacu pada Lapangan panasbumi Kamojang sebesar 6,4% (Suryadarma et al.2005). Pada skenario decline 1-10% selama selang waktu 30 tahun, adalah: 1, 3, 5, 7, dan 9.
Korelasi Konsentrasi Surfaktan NaLS Ampas Tebu Pada Beberapa Salinitas Terhadap Pengukuran IFT Mustamina Maulani; Rini Setiati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.477 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i2.3105

Abstract

Uji tegangan antar muka (Interfacial tension, IFT) antara minyak dan mikroemulsi merupakan salah satu parameter utama dalam proses EOR. Pengukuran tegangan antar muka perlu dilakukan sebelum surfaktan digunakan sebagai fluida injeksi. Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan antar muka adalah Spinning Drop yang dapat mengukur tegangan antar muka hingga 10-6 mN/m. Perhitungan IFT pada alat ini menggunakan persamaan Vonnegut. Hasil pengukuran IFT ini kemudian diplot dalam satu grafik untuk mendapatkan persamaan garis yang terbentuk dengan melihat koefisien korelasi (R) dari  persamaan garis pada grafik tersebut. Berdasarkan persamaan garis yang terbentuk, koefisien korelasi yang diperoleh  untuk salinitas 10.000 ppm dan 20.000 ppm adalah 0.9841 dan 0.9258 dapat digunakan sebagai sample karena dapat mewakili populasi. Nilai koefisien korelasi 0.9841 dan 0.9258 keduanya diatas 0.9, maka dapat diartikan bahwa korelasi antara X dan Y sangat kuat sekali. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasa sistem surfaktan NaLs ampas tebu dengan sampel minyak ringan dapat terjadi korelasi yang sangat kuat antara konsentrasi surfaktan NaLS terhadap nilai IFT pada sistem surfaktan NaLS – minyak. Karena nilai koefisien korelasi diatas 0.9    maka dapat digunakan sebagai sample karena dapat mewakili populasi dan rumus persamaan korelasi dapat digunakan untuk menghitung nilai IFT berdasarkan konsentrasi surfaktan yang digunakan. Penentuan nilai IFT pada salinitas larutan 10.000 ppm, dapat dihitung berdasarkan konsentrasi yang digunakan dengan menggunakan rumus  Y = 5103,7 X2 - 294,96X + 5,9561. Sedangkan pada salinitas larutan 20.000 ppm, nilai IFT dapat dihitung dengan menggunakan rumus  Y = 2666,1 X2 - 249,07X +7,8571
Penentuan Volume Shale, Porositas, Resistivitas Air Formasi dan Saturasi Air Pada Lapisan P Lapangan C Christiane Patricia Manina Moruk; Rini Setiati; Arinda Ristawati
PETRO: Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.407 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i3.7651

Abstract

Lapangan C yang terletak di wilayah Subang, Jawa Barat terdiri dari beberapa lapisan, salah satunya yaitu lapisan P yang memproduksikan gas. Untuk mengetahui besar cadangan gas pada lapisan P perlu diketahui nilai Gas Initial In Place (GIIP), salah satu data yang diperlukan dalam menghitung GIIP adalah nilai saturasi air. Selain menghitung nilai saturasi air, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan beberapa nilai petrofisik seperti nilai volume shale, porositas, dan resistivitas air formasi. Penelitian akan dilakukan pada dua sumur yaitu CS-02 dan CS-03. Penelitian ini dilakukan dengan menganalis log secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan software Geolog. Analisis log secara kualitatif bertujuan untuk menentukan lithology formasi serta menentukan zona hidrokarbon, sedangkan analisis log secara kuantitatif bertujuan untuk menentukan nilai-nilai petrofisik yang dibutuhkan. Nilai volume shale rata-rata yang didapatkan pada sumur CS-02 sebesar 16,48 % dan untuk sumur CS-03 sebesar 20,65 %. Untuk nilai porositas efektif rata-rata pada sumur CS-02 sebesar 20,93 % dan untuk sumur CS-03 sebesar 20,94 %. Nilai resistivitas air formasi akan dihitung menggunakan metode pickett plot dan didapatkan hasil nilai resistivitas air formasi rata-rata pada sumur CS-02 sebesar 0,121 OhmM dan untuk sumur CS-03 sebesar 0,066 OhmM. Untuk perhitungan saturasi air akan menggunakan metode Simandoux. Metode Simandoux biasa digunakan untuk formasi yang mempunyai kandungan shale sebesar 5-30%. Harga saturasi air dengan menggunakan metode Simandoux pada sumur CS-02 dan CS-03 secara berturut-turut yaitu sebesar 0,765 dan 0,125.
Co-Authors ABDUL HAMID Adira Natasha Annisa Adisoemarta, Paulus Suryono Aditya Rachman Aditya Rachman, Aditya Agus Guntoro Alvita Kumala Sari Amri, Sulthoni Andreawan Santoso Annisa, Adira Natasha Aqlyna Fattahanisa Ardak Yskak Ari Febriana Kabisat Ari Febriana Kabisat, Ari Febriana Arinda Ristawati Arinda Ristawati Asri Nugrahanti Astri Rinanti Audia, Winona Benyamin Benyamin Benyamin Berkah Hani Besila, Qurotu Aini Boni Swadesi Christian Gerald Reza Christiane Patricia Manina Moruk Deana Wahyuningrum Diana Irvindiaty Hendarawan Djoko Sulistyanto Djoko Sulistyanto, Djoko Djunaedi Djunaedi Djunaedi Djunaedi Dwi Atty Mardiana Dyah Rini Ratnaningsih Fadliah Fathaddin, Muh. Taufiq Fidya Varayesi Hamzah, Udi Syahnoedi Harin Widiyatni Hartono, Kartika Fajarwati Havidh Pramadika Hestuti Eni Irvan, Rayhan Iwan Sumirat Iwan Sumirat Jachanan Satriabudi Jochanan Satriabudi Joe Christian Alexander Juanda, Firdaus kartika fajarwati hartono Kasmungin, S Kevin Woe Kris Pudiastuti Lewis Khusmanto Listiana Satiawati M. Taufik Fathaddin M. Taufik Fathaddin, M. Taufik M. Taufiq Fathaddin M. Taufiq Fathaddin, M. Taufiq Maman Djumantara Mardiana, Dwi Atty Margaretha Marissa Thomas, Marpaung, Tarida Surya Maulani, Mustamina Maulida, Fajri Melati Ferianita Fachrul MG. Sri Wahyuni Muayyad, Deden Misbahudin Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mukmin P. Tamsil Mulia Ginting Mulia Ginting, Mulia Mustamina Maulani Nida Muthia Lamis Oetomo, R. Hari Karyadi Oknovia Susanti Paramita Jaya Ratri Paulus Suryono Adisoemarta Poluan, Chris Elvano Pradhana, Renato Aditya Patria Pri Agung Rakhmant Pri Agung Rakhmanto Pri Agung Rakhmanto Pri Agung Rakhmanto Puri Wijayanti puri wijayanti Puri Wijayanti, Puri Qurotu Aini Besila R. Hari Karyadi Oetomo Rahkmanto, Pri Agung Rakhmant, Pri Agung Rakhmanto, Pri Agung Rakhmanto, Priagung Ratnaningsih, Dyah Rini Ratri, Paramita Jaya Ratu Atikah Balqis Rayhan Irvan Renato Aditya Patria Pradhana Reno Pratiwi Reza Fadhlan Ridha Husla Ridha Husla Rifki Andriyan Ristawati, Arinda Riswati, Sabrina S Riswati, Shabrina Sri Rizki Akbar Rizkina Rangga Wastu, Apriandi Rizky Satrio Putra Sanjaya S Kasmungin Sabrina S Riswati Samosir, Samuel Melvern L P Samsol Sanjaya, Rizky Satrio Putra Satria Kamira Satriabudi, Jachanan Satriabudi, Jochanan Septoratno Siregar Septoratno Siregar Septoratno Siregar Shabrina Sri Riswati Siahaya, Jacob Simorangkir . Siti Nuraeni Sonny Irawan Sonny Irawan Sugiatmo Kasmungin Sugiatmo Kasmungin Suparwoto, Sugeng Suryo Prakoso, Suryo Sutiadi, Andrian Syavitri, Dewi Tamsil, Mukmin P. Tarida Surya Marpaung Tarida Surya Marpaung Taufan Marhaendrajana, Taufan Udi Syahnoedi Hamzah Ulfah, Baiq Maulinda Valentino, Boy Candra Wahyuni, MG. Sri Widia Yanti, Widia Winona Audia Yani Faozani Alli Yskak, Ardak Zona Nuansa Antariksa