Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK ALIRAN NON DARCY PADA DESIGN HYDRAULIC FRACTURING DI RESERVOAR PERMEABILITAS RENDAH Ari Febriana Kabisat; Rini Setiati; Suryo Prakoso
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.14418

Abstract

Lapangan Z merupakan lapangan Gas yang terletak di cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Karakteristik reservoar gas pada lapisan G memiliki permeabilitas rendah (0.05 – 10 mD) sehingga memerlukan stimulasi hydraulic fracturing (HF) untuk mencapai produksi yang ekonomis. Terdapat fenomena terkait dengan laju alir produksi yang tinggi pada rekahan sumur gas yang mempengaruhi konduktivitas rekahan dan kinerja produksi sumur. Salah satu fenomena tersebut adalah pengaruh aliran non-Darcy yang perlu diperhatikan dalam perencanaan desain HF. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan dan analisis pengaruh non-Darcy terhadap produktivitas sumur gas. Pendekatan optimalisasi desain HF mengunakan kombinasi metode Unified Fracture Design dengan analisis keekonomian Net Present Value terhadap variasi massa propant untuk mendapatkan NPV yang maksimal. Hasil penelitian menunjukan efek aliran non-Darcy mengakibatkan panjang rekahan menjadi lebih pendek dan lebar rekahan menjadi lebih besar, permeabilitas efektif rekahan berkurang sekitar 2 – 4 kali lipat, laju alir produksi gas menurun sekitar 21-37 % dan kumulatif produksi sekitar 21-37 % dibandingkan hanya menggunakan asumsi aliran Darcy. Hasil sensitivitas NPV terhadap massa proppant menunjukan NPV maksimal didapatkan dengan massa proppant optimum sebesar 130.200 lbm di sumur N-1, massa proppant 125.000 lbm di sumur N-2, dan massa proppant 105.000 lbm di sumur N-3.
RHEOLOGICAL STUDY ON THE PARAMETERS AFFECTING THE VISCOSITY OF THE GREEN SOLUTION CONSISTING SLS AND LTTM Shabrina Sri Riswati; Rini Setiati; Suryo Prakoso; Paramita Jaya Ratri; Ardak Yskak; Rayhan Irvan
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 6, NUMBER 1, APRIL 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v6i1.13967

Abstract

Enhanced Oil Recovery (EOR) is known to effectively improve oil recovery by producing the residual oil saturation in a reservoir. Many chemicals for injected fluid in EOR are synthetic and harmful to the environment. Aims: This study aims to characterize a newly developed green solution consisting of Sodium Lignosulfonate (SLS) and a Low Transition Temperature Mixture (LTTM) for injection agent. Methodology and Results: The concentration of surfactant was defined using weight percentage, which was calculated from the portion of the total weight of LTTM. The characterization was approached by analyzing the behavior of the green solution based on the power law analysis of the rheological measurement. The analyses of  value, viscosity, shear rate, and shear stress were carried out. Increasing in viscosity was caused by the additional molecular mass of sucrose in the solution. This study found that the SLS concentration and LTTM ratio affects the rheological behavior of the green solution. Conclusion, significance, and impact study: According to the results, adding the SLS concentration increases the probability of the green solution becoming an EOR agent by showing shear-thinning behavior. Further studies are required to ensure the feasibility of the green solution during the injection period and the propagation in the reservoir.
Pengembangan Penelitian Biodiesel Menggunakan Analisis Bibliometrik Muhammad Taufiq Fathaddin; Aqlyna Fattahanisa; Shabrina Sri Riswati; Rini Setiati; Pri Agung Rakhmanto
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 7, No 1 (2023): Vol 7 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v7i1.984

Abstract

Masalah sektor energi di Indonesia saat ini adalah penurunan cadangan dan produksi minyak bumi serta kenaikan kebutuhan minyak yang berkelanjutan. Ketertarikan penggunaan biodiesel yang diperoleh dari sumber energi terbarukan terus meningkat. Dalam satu dekade terakhir, jumlah publikasi mengenai tema ini menunjukkan peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perkembangan penelitian mengenai pemanfaatan bahan baku nabati menjadi bahan bakar biodiesel. Analisis bibliometrik terhadap berbagai publikasi mengenai biodiesel dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai arah pengembangan dan kebaruan penelitian mengenai tema tersebut. Sejumlah 679 literatur yang relevan berdasarkan data publikasi antara 2012 hingga 2022 dari koleksi Google Scholar telah dianalisis. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran adalah “biodiesel”, “rapeseed”, “corn”, “cottonseed”, “sunflower”, “soybean”, “sesame” and “coconut”. Harzing’s Publish or Perish dan VOSviewer digunakan sebagai perangkat untuk melakukan pengumpulan dan analisis terhadap publikasi dengan kata-kata kunci tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 679 publikasi terkait biodiesel, diperoleh kata-kata dengan frekuensi kemunculan tertinggi yaitu “Masjuki”, “Sunflower Oil”, dan “USA” berturut-turut sebagai penulis, tema, dan negara yang paling banyak tertulis dalam artikel. Berdasarkan tahun publikasi terlihat bahwa pembahasan mengenai pengamatan sifat bahan bakar dan minyak nabati yang dapat dimakan menjadi isu yang relatif lebih baru. Di samping itu, jumlah paper yang membahas biodiesel cenderung semakin bertambah.
ASPEK PRAKATIKAL PEMODELAN GEOLOGI UNTUK SIMULASI RESERVOIR PADA LAPANGAN WAR FORMASI TALANG AKAR BAWAH Benyamin; Winona Audia; Rini Setiati
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jek.v3i2.16100

Abstract

Abstrak Dalam tahap pembuatan model geologi statik secara rinci, kita akan dijumpai dengan total cellular grid yang sangat besar sehingga memakan waktu dalam tahapan selanjutnya simulasi reservoir. Mengingat terkadang tebatasnya akses komputer yang kita gunakan. Untuk menangani masalah ini, dilakukan teknik upscaling grid secara vertikal atau lebih dikenal system layering (K), dengan tujuan agar nilai heterogenitas kualitas batuan secara lateral tidak berubah dan tetap mengacu pada model distribusi yang sesuai dengan konsep geologi asli. Proses upscaling ini guna mempercepat dalam tahap lanjutan simulasi reservoir tanpa mengubah sejarah geologi reservoir itu sendiri. Penelitian ini mengintegrasi data seismik, data sumur, dan data produksi serta metode geostatik untuk membuat fine grid dan coarse grid yang merepresentasikan model geologi dan perhitungan cadangan melalui proses inialisasi. Telah dihasilkan model reservoir W pada lapangan WAR dengan total fine grid sebesar 430.144 dan memiliki running time (8 jam) pada simulasi reservoir serta memiliki hasil perhitungan cadangan sebesar 18.94 MMSTB. Pada model coarse grid dihasilkan 2 opsi dengan running time lebih cepat yaitu, kurang lebih dari 30 menit dan menghasilkan perhitungan cadangan sebesar 18,36 MMSTB untuk model coarse grid_1 dan 18,22 MMSTB untuk model coarse grid _2. Meskipun fine grid dan coarse grid model memiliki volume inplace yang tidak jauh berbeda, namun proses penyelarasan histori produksi memerlukan justifikasi yang berbeda, dikarenakan adanya perbedaan nilai properti seperti porositas, permeabilitas, dan saturasi air pada tiap gridnya akibat upscale grid secara vertikal, yang menimbulkan adanya perbedaan kinerja aliran fluida di tiap model reservoir. Hasil history matching untuk fine grid model menunjukkan hasil yang paling representative dengan selisih kumulatif untuk water dan oil kurang dari 5%.   Kata kunci: Model Statik Geologi, Upscaling Grid, Simulasi Reservoir
SCREENING CRITERIA SURFAKTAN NaLS AMPAS TEBU PADA INTERMEDIATE CRUDE OIL Renato Aditya Patria Pradhana; M. Taufiq Fathaddin; Rini Setiati; Suryo Prakoso; Pri Agung Rakhmanto; Iwan Sumirat
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i2.15752

Abstract

Tujuan Screening criteria adalah untuk mengetahui kecocokan surfaktan NaLS ampas tebu sebagai fluida injeksi terhadap sampel minyak intermediate. Metode yang digunakan pada screening criteria ini adalah uji laboratorium meliputi uji aqueous stability, uji perubahan fasa, uji emulsi, uji tegangan antar muka (IFT) dan kestabilan thermal. Hasil screening criteria surfaktan NaLS ampas tebu terhadap sampel intermediate crude oil menyatakan bahwa surfaktan NaLS ampas tebu tidak menggumpal dan tetap jernih, sehingga memenuhi ketentuan untuk uji selanjutnya. Surfaktan NaLS ampas tebu ini mampu membentuk emulsi fasa tengah sebesar 10% dan stabillitas thermal yang cukup baik dengan nilai IFT 4,4 – 4,9 mN/m. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa surfaktan NaLS ampas tebu telah memenuhi kriteria baik dengan sampel intermediate crude oil dan dapat digunakan sebagai fluida injeksi dalam proses Enhanced Oil Recovery.
PEMBUATAN EKOENZIM DARI LIMBAH KULIT BUAH NANAS PADA MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN DI DESA CIGOMBONG, BOGOR Rini Setiati; Qurotu Aini Besila; Dewi Syavitri; Pri Agung Rakhmant; Harin Widiyatni
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 5 No 1 (2023): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v5i1.14031

Abstract

Eco enzyme is a product of organic waste derived from vegetables and fruits, fermented with sugar in a container and allowed to stand for three months to become an active solution. The use of eco-enzyme as a natural cleaning solution contributes to protecting the environment because it treats household-scale organic waste. The community service program aims to enhance Cigombong Village's potential with a community that cares about the environment that has been formed. The eco enzyme can be used to clean all areas of the house, clothes, vegetables, and fruits, fertilize plants, eliminate pests, and improve the quality of plants; the eco enzyme is also very effective in repelling plant pests. The eco enzyme can also be utilized to stimulate plant hormones to enhance fruit and vegetable quality and improve crop yields. Making eco enzymes can be done simply, using easily available equipment. The raw materials for eco enzyme consist of brown sugar, water, and fruit peel waste in a ratio of 1:10:3. The container used for the eco enzyme is a plastic jar with a lid. A training program for making eco enzymes from fruit and vegetable peel waste can protect the environment, increase community plantation yields and make Cigombong village a fruit tourism village.
Emulsion Formation in Palm Oil Methyl Ester Sulfonate Surfactant to Light Crude Oil Rini Setiati; Muhammad Taufiq Fathaddin; Berkah Hani
Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology Vol. 6 No. 2 (2023): JEESET VOL. 6 NO. 2 2023
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jeeset.v6i2.17966

Abstract

The Enhanced Oil Recovery method is a method that can be attempted to increase the recovery of petroleum. One of the materials that can be used is Methyl Ester Sulfonate surfactant from palm oil, as a vegetable surfactant whose raw materials are widely available in Indonesia. In this study, the compatibility test of Methyl Ester Sulfonate surfactant was carried out on light crude oil type T samples. The study was carried out with various surfactant concentrations, starting from 0.25%, 0.3%, 1%, 1.5%, and 2%. In the aqueous stability test, the results obtained for all clear conditions for the surfactant concentration were measured for 3 days in an oven with a temperature of 60oC. Whereas in the phase behavior test, good results of the upper phase emulsion were obtained at concentrations of 0.3%, 1%, 1.5%, and 2%. The volume of the top phase emulsion ranges from 25% to 37.5%. (Normal). From the results of this study, it can be concluded that for the crude oil sample T, palm oil MES surfactant is stable for use as a surfactant injection fluid, with a surfactant concentration composition that produces a fairly large upper phase emulsion of around 25% - 37.5% at a surfactant concentration of 0.5% - 2%.
Pelatihan dan Percontohan Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas menjadi Energi Alternatif Bioetanol pada Masyarakat Kecamatan Ciapus, Bogor Kartika Fajarwati Hartono; Rini Setiati; Mukmin P. Tamsil; Djunaedi Djunaedi; Aqlyna Fattahanisa; MG. Sri Wahyuni; Adira Natasha Annisa
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 3 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i3.70

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, di Indonesia energi merupakan persoalan yang krusial secara nasional maupun internasional. Saat ini mulai terjadi kelangkaan BBM dan gas dengan meningkatnya permintaan dan keperluan akan bahan bakar fosil, sedangkan cadangan minyak dan gas bumi semakin menipis. Salah satu cara mengatasi kelangkaan energi, khususnya energi dari bahan bakar fossil adalah dengan mengembangkan energi alternatif yaitu Bioetanol. Selain permasalahan kelangkaan bahan bakar yang berasal dari fossil (BBM dan gas), di Indonesia juga sedang mengalami permasalahan sampah. Adanya penumpukan sampah dan permasalahan dalam pengolahannya, menyebabkan timbulnya polusi dan pencemaran sampai munculnya berbagai penyakit yang berasal dari sampah. Tujuan dari PKM ini adalah untuk membantu mengurangi permasalahan sampah dengan pemanfaatan sampah organik yang berasal limbah kulit nanas menjadi salah satu sumber energi alternatif, yaitu Bioetanol. Metode yang digunakan adalah percontohan dan pelatihan pembuatan limbah kulit nanas menjadi energi alternatif bioethanol. Secara sederhana limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak dan bahan baku pembuatan etanol. Limbah kulit nanas yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan permasalahan pada lingkungan antara lain: dapat meningkatkan keasaman tanah. Bioethanol yang dihasilkan dari pengolahan limbah kulit nanas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar pada motor mereka sehingga menghemat pembelian bensin. Jika dibina dengan baik, bioethanol ini dapat dijual sehingga menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat. Dengan mensosialisasikan pengetahuan dan teknologi dalam pemanfaatan limbah sampah organik (kulit nanas) maka masyarakat Ciapus dapat memperoleh bahan bakar hasil yang dapat langsung digunakan untuk motor mereka sehingga menghemat pembelian bensin sekaligus dapat menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat.
QUALITATIVE AND QUANTITATIVE ANALYSIS OF WATER CONING AND BREAKTHROUGH TIME PREDICTION ON ZNC FIELD Aqlyna Fattahanisa; Rini Setiati; Arinda Ristawati; Puri Wijayanti
Journal of Petroleum and Geothermal Technology Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpgt.v4i2.10108

Abstract

Given the current public need for oil and gas as a primary energy, all oil and gas companies need to increase production to meet this demand. One of the things companies usually do to achieve this is to evaluate and analyze the productivity of each well. Of course, production decreases from time to time, so the company must try to increase its production. One of the reasons for the decline in oil production from the ZNC-1 well in the ZNC Field is the production of excessive water content. There are several factors that cause excessive water content in oil wells, and this is called water coning. The method used to determine the occurrence of the water cone problem requires qualitative and quantitative analysis. In using qualitative analysis, two analyzes were carried out, including an analysis of the production history of the well and an analysis of the Chan Diagnostic Plot showing bottom-water coning problems with late-time channeling. Meanwhile, based on the quantitative results, the critical flow rate of the ZNC-1 well calculated using the Bornazel and Jeanson method is 167 STB/D. With these results, the value of the critical flow discharge is greater than the actual discharge, which is 291.3 STB/D. Thus it can be ascertained that there has been water coning in the ZNC-1 well. After that, the breakthrough time obtained by the Bournazel and Jeanson method was 361.3 days.
POTENSI KEBERHASILAN KULIT UDANG SEBAGAI BAHAN DASAR POLIMER KITOSAN: STUDI LITERATUR Setiati, Rini; Siregar, Septoratno; Wahyuningrum, Deana; Fathaddin, M. Taufik
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 6, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v6i1.8637

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari potensi yang dimiliki oleh kulit udang sebagai bahan baku polimer kitosan.  Penelitian ini diawali dengan proses pemisalahan kulit udang kitin dan proses kitin menjadi kitosan serta menguji karakteristiknya. Kulit udang dapat diolah menjadi kitosan karena kandungan kitin yang terdapat di dalamnya.  Kitin merupakan bahan organik utama terdapat pada kelompok hewan crustacea, insekta, fungi, mollusca dan arthropoda. Cangkang kepiting, udang dan lobster juga merupakan sumber bahan dasar produksi kitin karena kandungan kitinnya cukup tinggi. Kitin merupakan biopolimer alam paling melimpah kedua setelah selulosa yang tidak beracun dan diproduksi dari limbah kulit udang. Kitosan diolah dari kulit udang melalui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Reagen yang digunakan adalah NaOH dan KOH. Kemudian kitosan diuji sifat fisiknya melalui uji kadar air, kadar abu, kadar nitrogen, viskositas, derajat deasetilasi, analisis gugus fungsi dengan spektroskopi IR dan kristalinitas dengan difraksi sinar X. Sifat fisik kitosan dilihat dari bentuk fisik, analisis gugus fungsi dan kristalinitas. Potensi penerapan kitosan, sebagai turunan kitin yang terdeasetilasi, bersifat multidimensi, seperti dalam makanan dan gizi, bioteknologi, ilmu material, obat-obatan dan farmasi, pertanian dan perlindungan lingkungan. Isolasi kitin dari kulit udang dan sintesanya menjadi kitosan, menjadikan kulit udang lebih barmanfaat untuk bidang-bidang lain. Kulit udang yang diolah menjadi kitosan polimer dapat berpotensi untuk digunakan dalam bidang Enhanced Oil Recovery sebagai fluida injeksi kimiawi dalam upaya menaikkan produksi minyak.
Co-Authors ABDUL HAMID Adira Natasha Annisa Adisoemarta, Paulus Suryono Aditya Rachman Aditya Rachman, Aditya Agus Guntoro Alvita Kumala Sari Amri, Sulthoni Andreawan Santoso Annisa, Adira Natasha Aqlyna Fattahanisa Ardak Yskak Ari Febriana Kabisat Ari Febriana Kabisat, Ari Febriana Arinda Ristawati Arinda Ristawati Asri Nugrahanti Astri Rinanti Audia, Winona Benyamin Benyamin Benyamin Berkah Hani Besila, Qurotu Aini Boni Swadesi Christian Gerald Reza Christiane Patricia Manina Moruk Deana Wahyuningrum Diana Irvindiaty Hendarawan Djoko Sulistyanto Djoko Sulistyanto, Djoko Djunaedi Djunaedi Djunaedi Djunaedi Dwi Atty Mardiana Dyah Rini Ratnaningsih Fadliah Fathaddin, Muh. Taufiq Fidya Varayesi Hamzah, Udi Syahnoedi Harin Widiyatni Hartono, Kartika Fajarwati Havidh Pramadika Hestuti Eni Irvan, Rayhan Iwan Sumirat Iwan Sumirat Jachanan Satriabudi Jochanan Satriabudi Joe Christian Alexander Juanda, Firdaus kartika fajarwati hartono Kasmungin, S Kevin Woe Kris Pudiastuti Lewis Khusmanto Listiana Satiawati M. Taufik Fathaddin M. Taufik Fathaddin, M. Taufik M. Taufiq Fathaddin M. Taufiq Fathaddin, M. Taufiq Maman Djumantara Mardiana, Dwi Atty Margaretha Marissa Thomas, Marpaung, Tarida Surya Maulani, Mustamina Maulida, Fajri Melati Ferianita Fachrul MG. Sri Wahyuni Muayyad, Deden Misbahudin Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mukmin P. Tamsil Mulia Ginting Mulia Ginting, Mulia Mustamina Maulani Nida Muthia Lamis Oetomo, R. Hari Karyadi Oknovia Susanti Paramita Jaya Ratri Paulus Suryono Adisoemarta Poluan, Chris Elvano Pradhana, Renato Aditya Patria Pri Agung Rakhmant Pri Agung Rakhmanto Pri Agung Rakhmanto Pri Agung Rakhmanto puri wijayanti Puri Wijayanti Puri Wijayanti, Puri Qurotu Aini Besila R. Hari Karyadi Oetomo Rahkmanto, Pri Agung Rakhmant, Pri Agung Rakhmanto, Pri Agung Rakhmanto, Priagung Ratnaningsih, Dyah Rini Ratri, Paramita Jaya Ratu Atikah Balqis Rayhan Irvan Renato Aditya Patria Pradhana Reno Pratiwi Reza Fadhlan Ridha Husla Ridha Husla Rifki Andriyan Ristawati, Arinda Riswati, Sabrina S Riswati, Shabrina Sri Rizki Akbar Rizkina Rangga Wastu, Apriandi Rizky Satrio Putra Sanjaya S Kasmungin Sabrina S Riswati Samosir, Samuel Melvern L P Samsol Sanjaya, Rizky Satrio Putra Satria Kamira Satriabudi, Jachanan Satriabudi, Jochanan Septoratno Siregar Septoratno Siregar Septoratno Siregar Shabrina Sri Riswati Siahaya, Jacob Simorangkir . Siti Nuraeni Sonny Irawan Sonny Irawan Sugiatmo Kasmungin Sugiatmo Kasmungin Suparwoto, Sugeng Suryo Prakoso, Suryo Sutiadi, Andrian Syavitri, Dewi Tamsil, Mukmin P. Tarida Surya Marpaung Tarida Surya Marpaung Taufan Marhaendrajana, Taufan Udi Syahnoedi Hamzah Ulfah, Baiq Maulinda Valentino, Boy Candra Wahyuni, MG. Sri Widia Yanti, Widia Winona Audia Yani Faozani Alli Yskak, Ardak Zona Nuansa Antariksa