Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONSENTRASI SURFAKTAN NALS AMPAS TEBU DAN SALINITAS TINGGI PADA HASIL UJI KELAKUAN FASA Arinda Ristawati; Rini Setiati; Sugiatmo Kasmungin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3361

Abstract

Industri perminyakan melakukan Pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dalam peningkatan perolehan minyak di reservoir.  Metode EOR umumnya injeksi kimia, khususnya injeksi surfaktan. Surfaktan memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan antar muka fluida minyak dan air dalam matriks batuan sehingga sisa-sisa minyak yang belum dapat terproduksi pada tahap primary recovery maupun waterfloading. Efektivitas surfaktan dalam menurunkan tegangan antar muka minyak-air dipengaruhi oleh jenis surfaktan yang digunakan, konsentrasi surfaktan dan kadar garam larutan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas dan konsentrasi surfaktan tertentu terhadap hasil uji kelakuan fasa.  Uji kelakuan fasa merupakan salah satu Parameter screening surfaktan yang dapat dilakukan untuk melihat karakteristik surfaktan. Uji kelakuan fasa adalah uji terhadap pencampuran fluida reservoir dengan fluida injeksi. Penelitian ini menggunakan  Variasi salinitas tinggi dan konsentrasi surfaktan natrium lignosulfonat (surfaktan NaLS) berbahan baku lignin, yaitu pada salinitas 70000 ppm,75000 ppm dan 80000 ppm dan konsentrasi 0.5%, 0.75%, 1%, 1,25%, dan  1,5%,  Masing-masing diukur pada temperatur 60oC dengan menggunakan minyak ringan. Hasil Uji kelakuan fasa menunjukkan terdapat pengaruh konsentrasi surfaktan NaLS ampas tebu dan salinitas tinggi yaitu dapat membentuk emulsi fasa tengah (mikroemulsi) dengan minyak ringan pada variasi konsentrasi tertentu.
PERBANDINGAN EXCESS PADA PENYEMENAN TIE BACK CASING 13-3/8” PADA SUMUR RINDU LAPANGAN KASIH Lewis Khusmanto; Rini Setiati; Rizki Akbar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3447

Abstract

Sumur Rindu merupakan sumur geothermal pada lapangan Kasih. Pada sumur Rindu sangat cocok dilakukannya penyemenan secara Tie back karena disumur ini memiliki suhu yang tinggi. Dari data tersebut ditarik hipotesis bahwa excess 100 % cukup dilakukanpada open hole 17-1/2” karena tidak terjadi masalah pada penyemenan casing 13-3/8” #1  dan pada penyemenan casing 13-3/8” #2 tidak dilakukannya excess karena dilakukan penyemenan dalam casing.Proses pekerjaanTie back cementing dilakukan dengan running casingdan penyemenan secara dua kali. Tie back cementing pada sumur Rindu prosesnya melalui dua tahap yaitu dengan penyemenan casing 13-3/8” #1 yangsudah di sambung dengan adaptor/receptacle dari kedalaman 903 mKU hingga kedalaman 346 mKU,kemudian diturunkan casing 13-3/8”#2 hingga masuk ke adaptor/receptacledan dilakukan penyemenan dari kedalaman 376 mKU hingga ke permukaan. Pada Tugas Akhir ini akan dievaluasi hasil pekerjaan penyemenan Tie back khususnya volume slurry, mixing water, jumlah semen, jumlah aditif dan biaya, dimana penyemenan tahap pertama data aktual excess 200 % digunakan dilapangan dibandingkan dengan excess 100 % dan untuk tahap kedua data aktual excess 30 % dibandingkan dengan tidak menggunakan excess. Dari hasil diatas diperoleh prosedur dan hasilTie back yang lebih efisien untuk diterapkan disumur-sumur selanjutnya pada lapangan Kasih.
ANALISA KARAKTERISTIK SURFAKTAN PADA SPONTANEOUS IMBIBITION DI LAPANGAN “A”, SUMATERA SELATAN Ratu Atikah Balqis; Rini Setiati; Maman Djumantara; Hestuti Eni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3505

Abstract

Lapangan "A" di Sumatera Selatan adalah salah satu lapangan tua di Indonesia dan pelaksanaan Enhanced Oil Recovery (EOR) menjadi fokus utama. Setelah melewati proses screening metode EOR, injeksi kimia merupakan metode terbaik yang dapat diimplementasikan dan makalah ini menunjukkan analisis karakteristik surfaktan pada konsentrasi yang paling efisien. Secara dasar, proses surfaktan dapat menguras minyak yang terperangkap secara drastis dengan mengurangi tegangan antar muka dan meningkatkan efisiensi pendorongan. Di laboratorium, surfaktan yang diteliti menggunakan tiga konsentrasi; 0,3%, 0,5% dan 1%. Setiap konsentrasi surfaktan akan diuji untuk mendapatkan konsentrasi paling efisien dalam menurunkan nilai tegangan antar muka. Kemudian konsentrasi paling efisien dari larutan surfaktan yang terlarut dalam air formasi sintetik lapangan ”A” akan dilanjutkan ke proses spontaneous  imbibition pada oven dengan suhu reservoir (60oC) untuk menunjukkan kinerja surfaktan dalam kondisi termal dan untuk memberikan efisiensi perolehan minyak. Faktor-faktor utama yang mengarah pada peningkatan kinerja adalah emulsifikasi antara surfaktan-minyak untuk memfasilitasi produksi dan mengurangi tegangan antar muka yang stabil, diraih oleh surfaktan berkonsentrasi 0,3%. Makalah ini memberikan studi kelayakan injeksi bahan kimia yang terjangkau di salah satu lapangan di Indonesia dan penjelasan sederhana bagi orang awan dalam meningkatkan produktivitas di industri Minyak dan Gas di Indonesia.
PENGARUH TES UJI FASA DAN INTERFACIAL TENSION (IFT) TERHADAP KINERJA SURFAKTAN DALAM PROSES EOR Rifki Andriyan; Rini Setiati; Sugiatmo Kasmungin; Reno Pratiwi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3514

Abstract

Kegiatan eksplorasi minyak bumi di Indonesia yang sudah berlangsung lama mengakibatkan laju produksi yang terus mengalami penurunan. Tindakan manipulasi sifat fisik maupun kimia reservoir atau dikenal sebagai Enhanced Oil Recovery (EOR).Salah satu metode EOR adalah chemical flooding yang menggunakan bahan surfaktan.Pada penelitian yang sudah dilakukan ini bermaksud untuk mengamati pengaruh konsentrasi surfaktan dan salinitas brine dalam test uji fasa dan interfacial tension (IFT) terhadap kinerja surfaktan dalam proses EOR. Bahan kimia yang digunakan pada penelitian ini adalah surfaktan jenis anionik yaitu Alpha Olein Sulfonate (AOS). Penggunaan konsentrasi larutan surfaktan yang digunakan adalah 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% dan salinitas brine 10.000 ppm, 15.000 ppm, dan 20.000 ppm. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini meliputi pipet tube, oven, pipet tetes, dan tensiometer Du-Nouy. Pada tes uji fasa dilihat seberapa besar emulsi yang terbentuk dan penurunannyapada pengukuran 0 jam, 0,5 jam, 1 jam, 2 jam, 24 jam, 48 jam, dan 168 jam. Emulsi yang terbentuk dari hasil tes uji fasa adalah fase atas. Faktor dari terbentuknya emulsi fase atas adalah nilai IFT tinggi dan bahan dasar dari surfaktan yaitu petroleum based. Pada Hasil pengukuran IFT terhadap larutan surfaktan memiliki rentang nilai 16 dyne/m - 41 dyne/m.
UJI LABORATORIUM THERMAL STABILITY POLIMER SINTETIK UNTUK ENHANCED OIL RECOVERY PADA LAPANGAN “M” Tarida Surya Marpaung; Rini Setiati; Havidh Pramadika
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2019 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.5655

Abstract

Degradasi polimer sangat perlu diatasi dan diteliti lebih lanjut karena degradasi polimer dapat menyebabkan larutan viskositas polimer menurun serta menghasilkan peningkatan rasio mobilitas minyak-air yang tidak diinginkan. Sebagian besar viskositas polimer yang digunakan dalam aplikasi polymer flooding berkurang dengan kenaikan suhu. Oksigen terlarut juga dapat mempercepat penurunan viskositas larutan polimer. Karena kurangnya pembahasan mengenai degradasi termal pada reservoir bersuhu tinggi, maka penelitian bertujuan untuk memilih dan mendapatkan polimer yang cocok sesuai kondisi reservoir dalam skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga polimer sintetik, antara lain: Polimer PX, Polimer PY dan Polimer PZ serta Air formasi sintetik yang digunakan adalah L592. Penelitian ini dilakukan dengan menguji Thermal Stability dan kompabilitasnya pada ketiga larutan polimer pada suhu reservoir (107 oC). Hasil yang didapat adalah Polimer PZ memiliki viskositas termal yang jauh lebih baik dibandingkan dengan Polimer PX dan PY pada suhu 107 oC, karena Polimer PX dan PY mengalami degradasi pada hari ke 7 dan ke 30.
EVALUASI EFEKTIFITAS MEKANISME EOR PADA INJEKSI POLIMER Christian Gerald Reza; Rini Setiati; Ridha Husla Ridha Husla
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2019 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.5656

Abstract

Enhanced Oil Recovery (EOR) adalah salah satu metode produksi minyak dengan tujuan untuk meningkatkan atau mengoptimalkan jumlah minyak yang dapat diproduksikan dari suatu reservoir dan injeksi polimer merupakan salah satu dari banyak metode EOR yang dikenal saat ini. Keberagaman sifat fluida minyak dan sifat fisik batuan reservoir menyebabkan dibutuhkannya kegiatan screening EOR untuk menentukan apakah suatu metode EOR cocok digunakan pada suatu reservoir atau lapangan tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aspek-aspek atau batasan-batasan apa saja yang perlu diperhatikan untuk dilakukan injeksi polimer pada suatu reservoir berdasarkan rujukan dari Taber et al. Dalam pengerjaanya dilakukan juga pengumpulan data fluida minyak dan sifat fisik reservoir Lapangan X dan dilakukan screening untuk mengetahui aspek-aspek apa saja dari reservoir tersebut yang dapat memenuhi kondisi untuk dilakukannya injeksi polimer berdasarkan rujuan dari Taber et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh aspek atau batasan yang dirujuk oleh Taber et al. untuk suatu reservoir dapat dilakukan injeksi polimer yaitu aspek gravity minyak, viskositas minyak, porositas, permeabilitas, jenis formasi, kedalaman dan temperatur. Selain itu reservoir Lapangan X memberikan kecocokan enam aspek dari tujuh aspek untuk dilakukannya injeksi polimer.
STUDI KARAKTERISTIK LARUTAN SURFAKTAN DENGAN IMBIBISI SPONTAN PADA LAPANGAN “K”, SUMATERA SELATAN Kevin Woe; Rini Setiati; Aqlyna Fattahanisa; Yani Faozani Alli
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2019 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.5658

Abstract

Produksi minyak mentah Indonesia saat ini sedang berada dalam tahap penurunan di mana sebagian besar minyak berasal dari lapangan yang sudah matang. Seiring dengan permintaan minyak yang terus meningkat, masalah terkait kurangnya cadangan baru dan penurunan cadangan masih membutuhkan penyelesaian. Salah satu solusi untuk masalah ini adalah Enhanced Oil Recovery (EOR) yang dapat mempertahankan produksi minyak di Indonesia.Setelah melewati proses pemilihan metode EOR, metode injeksi kimia merupakan salah satu metode terbaik yang dapat diaplikasikan pada lapangan “K” yang terdapat di Sumatera Selatan. Jenis larutan kimia yang dipilih merupakan larutan surfaktan yang diharapkan dapat menurunkan tegangan antarmuka dan membebaskan minyak yang terperangkap. Larutan surfaktan tersebut diformulasi dengan menggunakan air injeksi yang didapatkan melalui lapangan “K” dalam berbagai konsentrasi yaitu 0.05%, 0.1%, 0.3%, 0.5% dan 1%. Larutan dengan konsentrasi terbaik kemudian akan diuji dengan metode imbibisi spontan untuk menilai kemampuan larutan surfaktan dalam meningkatkan perolehan minyak. Kedua larutan surfaktan pada konsentrasi 0.3% dan 0.5% memberikan hasil yang cukup baik melalui uji imbibisi spontan dengan nalai perolehan minyak sebesar masing-masing 78.07% dan 73.77%. Studi ini bertujuan untuk menilai karakteristik dari larutan surfaktan yang menjadi kandidat untuk kemudian dapat mempercepat proses aplikasi chemical enhanced oil recovery (CEOR) pada lapangan “K” di Sumatera Selatan.
PENGARUH WETTABILITY SURFAKTAN NaLS AMPAS TEBU PADA BATUAN SANDSTONE DALAM PROSES ENHANCED OIL RECOVERY (EOR) Rini Setiati; Septoratno Siregar; Taufan Marhaendrajana; Deana Wahyuningrum
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2018 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.2596

Abstract

Surfaktan merupakan salah satu fluida injeksi dalam proses EOR untukmenaikkan produksi minyak yang masih tertinggal di reservoir. Salah satujenis surfaktan yang digunakan adalah surfaktan lignosulfonat berbahandasar lignin yang dapat diperoleh dengan proses hidrolisis dan sulfonasi dariampas tebu menjadi produk Surfaktan Natrium Lignosulfonat (NaLS) AmpasTebu. Surfaktan NaLS telah dilakukan uji injeksi pada core sintetis batuansandstone. Hasil penelitian laboratorium menghasilkan perolehan minyaktertinggi terjadi pada injeksi surfaktan pada salinitas 80.000 ppm dengankonsentrasi surfaktan 1,5%. Perolehan terendah terjadi pada injeksi surfaktandengan konsentrasi 4,5% pada salinitas 20.000 ppm. Hasil uji wettability yangtelah dilakukan menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi surfaktanmenghasilkan sistem water wet, berarti pemberian surfaktan NaLS ampastebu mampu membuat sifat permukaan menjadi water wet, sehinggasurfaktan NaLS tersebut memenuhi syarat untuk digunakan sebagai fluidainjeksi. Berdasarkan analisa sudut kontak, sudut kontak yang lebih kecilsurfaktan NaLS ampas tebu 4.5% - 20.000 ppm yaitu 28.14o, perolehan minyakhanya mencapai 1.05%. Sedangkan surfaktan NaLS ampas tebu 1,5% -salinitas 80.000 ppm dengan sudut kontak 50,55o , perolehan minyak jauhlebih besar yaitu mencapai 10,71%. Dengan demikian dapat disimpulkanbahwa konsentrasi surfaktan lebih sedikit menghasilkan sudut kontak yanglebih besar dan memberikan kinerja surfaktan yang lebih baik.
STUDI LABORATORIUM UJI POROSITAS DAN COMPRESSIVE STRENGTHCORE SAMPLE FOAM CEMENT Andreawan Santoso; Rini Setiati; Abdul Hamid
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4137

Abstract

Foam cement memiliki densitas yang ringan untuk mengurangi tekanan hidrostatik pada formasi dengan tekanan yang lebih rendah dari pada tekanan pada kolom semen untuk penanggulangan masalah loss circulation dan cara ini sangat efektif untuk operasi penyemenan pada pemboran minyak & gas. Desain komposisi foam cement slurry yang tepat dapat mengisolasi zona rekahan,  mengurangi invasi fluida dan gas serta volume lost circulation yang terjadi. Komposisi semen dengan penambahan foam agent yang tepat merupakan parameter penting untuk menentukan kualitas core foam cement nantinya. Pada penelitian ini, Kelengkapan alat di laboratorium seperti unit porositas tes merk Coreval 700 dan compressive strength test unit merk Vinci digunakan untuk mengevaluasi porositas dan compressive strengthcorefoam cement. Pada penelitian ini foam agent Sika-aer dipakai sebagai bahan pembuat gelembung dalam cement slurry. Semen kelas G dan pasir mesh 80 dipakai sebagai material utama dalam pembuatan rasio variasi foam cement. Kualitas porositas dan compressive strengthcore foam cement inilah yang menjadi paramater dasar untuk dievaluasi dalam penelitian ini. Pengujian dilakukan pada suhu 75˚C/167˚F. Sehingga, dapat disimpulkan core foam cement dengan foam agent Sika-aer dapat mengurangi volume lost circulation pada sumur minyak dan gas khusunya pada lapangan geothermal. Hasilnya, tebukti bahwa pada suhu 75˚C dengan rasio cement slurry 1 : 0.25 : 0.5 konsentrasi Sika-aer 0.15% BWOCcore foam cement menghasilkan porositas 33.064% dan compressive strength pada umur 3 hari sebesar 1701. 459 psia
Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin dan Sabun di Kelurahan Cisalak, Depok, Jawa Barat Astri Rinanti; Melati Ferianita Fachrul; Diana Irvindiaty Hendarawan; Rini Setiati
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 2 No 2 (2022): I-Com: Indonesian Community Journal (Agustus 2022)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.58 KB) | DOI: 10.33379/icom.v2i2.1383

Abstract

Konsumsi minyak goreng di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sehingga menyebabkan limbah minyak jelantah juga semakin meningkat. Minyak jelantah merupakan limbah minyak goreng yang telah digunakan berulang kali dengan kandungan senyawa bersifat karsinogenik dan persisten. Kedua sifat tersebut berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan jika minyak jelantah dikonsumsi dan dibuang ke lingkungan tanpa adanya pengolahan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga Kelurahan Cisalak, Depok, Jawa Barat khususnya Ibu PKK dan Karang Taruna akan dampak negatif dari minyak jelantah bagi kesahatan dan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai dampak negatif minyak jelantah dan memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.. Melalui kegiatan ini, sebanyak 30 peserta dapat memahami dampak negatif dari minyak jelantah. Peserta juga mendapatkan keterampilan dalam memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan produk ekonomis seperti lilin dan sabun.
Co-Authors ABDUL HAMID Adira Natasha Annisa Adisoemarta, Paulus Suryono Aditya Rachman Aditya Rachman, Aditya Agus Guntoro Alvita Kumala Sari Amri, Sulthoni Andreawan Santoso Annisa, Adira Natasha Aqlyna Fattahanisa Ardak Yskak Ari Febriana Kabisat Ari Febriana Kabisat, Ari Febriana Arinda Ristawati Arinda Ristawati Asri Nugrahanti Astri Rinanti Audia, Winona Benyamin Benyamin Benyamin Berkah Hani Besila, Qurotu Aini Boni Swadesi Christian Gerald Reza Christiane Patricia Manina Moruk Deana Wahyuningrum Diana Irvindiaty Hendarawan Djoko Sulistyanto Djoko Sulistyanto, Djoko Djunaedi Djunaedi Djunaedi Djunaedi Dwi Atty Mardiana Dyah Rini Ratnaningsih Fadliah Fathaddin, Muh. Taufiq Fidya Varayesi Hamzah, Udi Syahnoedi Harin Widiyatni Hartono, Kartika Fajarwati Havidh Pramadika Hestuti Eni Irvan, Rayhan Iwan Sumirat Iwan Sumirat Jachanan Satriabudi Jochanan Satriabudi Joe Christian Alexander Juanda, Firdaus kartika fajarwati hartono Kasmungin, S Kevin Woe Kris Pudiastuti Lewis Khusmanto Listiana Satiawati M. Taufik Fathaddin M. Taufik Fathaddin, M. Taufik M. Taufiq Fathaddin M. Taufiq Fathaddin, M. Taufiq Maman Djumantara Mardiana, Dwi Atty Margaretha Marissa Thomas, Marpaung, Tarida Surya Maulani, Mustamina Maulida, Fajri Melati Ferianita Fachrul MG. Sri Wahyuni Muayyad, Deden Misbahudin Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mukmin P. Tamsil Mulia Ginting Mulia Ginting, Mulia Mustamina Maulani Nida Muthia Lamis Oetomo, R. Hari Karyadi Oknovia Susanti Paramita Jaya Ratri Paulus Suryono Adisoemarta Poluan, Chris Elvano Pradhana, Renato Aditya Patria Pri Agung Rakhmant Pri Agung Rakhmanto Pri Agung Rakhmanto Pri Agung Rakhmanto puri wijayanti Puri Wijayanti Puri Wijayanti, Puri Qurotu Aini Besila R. Hari Karyadi Oetomo Rahkmanto, Pri Agung Rakhmant, Pri Agung Rakhmanto, Pri Agung Rakhmanto, Priagung Ratnaningsih, Dyah Rini Ratri, Paramita Jaya Ratu Atikah Balqis Rayhan Irvan Renato Aditya Patria Pradhana Reno Pratiwi Reza Fadhlan Ridha Husla Ridha Husla Rifki Andriyan Ristawati, Arinda Riswati, Sabrina S Riswati, Shabrina Sri Rizki Akbar Rizkina Rangga Wastu, Apriandi Rizky Satrio Putra Sanjaya S Kasmungin Sabrina S Riswati Samosir, Samuel Melvern L P Samsol Sanjaya, Rizky Satrio Putra Satria Kamira Satriabudi, Jachanan Satriabudi, Jochanan Septoratno Siregar Septoratno Siregar Septoratno Siregar Shabrina Sri Riswati Siahaya, Jacob Simorangkir . Siti Nuraeni Sonny Irawan Sonny Irawan Sugiatmo Kasmungin Sugiatmo Kasmungin Suparwoto, Sugeng Suryo Prakoso, Suryo Sutiadi, Andrian Syavitri, Dewi Tamsil, Mukmin P. Tarida Surya Marpaung Tarida Surya Marpaung Taufan Marhaendrajana, Taufan Udi Syahnoedi Hamzah Ulfah, Baiq Maulinda Valentino, Boy Candra Wahyuni, MG. Sri Widia Yanti, Widia Winona Audia Yani Faozani Alli Yskak, Ardak Zona Nuansa Antariksa