Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK ALIRAN NON DARCY PADA DESIGN HYDRAULIC FRACTURING DI RESERVOAR PERMEABILITAS RENDAH Setiati, Rini; Prakoso, Suryo; Kabisat, Ari Febriana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 8, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.14418

Abstract

Lapangan Z merupakan lapangan Gas yang terletak di cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Karakteristik reservoar gas pada lapisan G memiliki permeabilitas rendah (0.05 – 10 mD) sehingga memerlukan stimulasi hydraulic fracturing (HF) untuk mencapai produksi yang ekonomis. Terdapat fenomena terkait dengan laju alir produksi yang tinggi pada rekahan sumur gas yang mempengaruhi konduktivitas rekahan dan kinerja produksi sumur. Salah satu fenomena tersebut adalah pengaruh aliran non-Darcy yang perlu diperhatikan dalam perencanaan desain HF. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan dan analisis pengaruh non-Darcy terhadap produktivitas sumur gas. Pendekatan optimalisasi desain HF mengunakan kombinasi metode Unified Fracture Design dengan analisis keekonomian Net Present Value terhadap variasi massa propant untuk mendapatkan NPV yang maksimal. Hasil penelitian menunjukan efek aliran non-Darcy mengakibatkan panjang rekahan menjadi lebih pendek dan lebar rekahan menjadi lebih besar, permeabilitas efektif rekahan berkurang sekitar 2 – 4 kali lipat, laju alir produksi gas menurun sekitar 21-37 % dan kumulatif produksi sekitar 21-37 % dibandingkan hanya menggunakan asumsi aliran Darcy. Hasil sensitivitas NPV terhadap massa proppant menunjukan NPV maksimal didapatkan dengan massa proppant optimum sebesar 130.200 lbm di sumur N-1, massa proppant 125.000 lbm di sumur N-2, dan massa proppant 105.000 lbm di sumur N-3.
SCREENING CRITERIA SURFAKTAN NaLS AMPAS TEBU PADA INTERMEDIATE CRUDE OIL Pradhana, Renato Aditya Patria; Fathaddin, M. Taufiq; Setiati, Rini; Prakoso, Suryo; Rakhmanto, Pri Agung; Sumirat, Iwan
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 8, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i2.15752

Abstract

Tujuan Screening criteria adalah untuk mengetahui kecocokan surfaktan NaLS ampas tebu sebagai fluida injeksi terhadap sampel minyak intermediate. Metode yang digunakan pada screening criteria ini adalah uji laboratorium meliputi uji aqueous stability, uji perubahan fasa, uji emulsi, uji tegangan antar muka (IFT) dan kestabilan thermal. Hasil screening criteria surfaktan NaLS ampas tebu terhadap sampel intermediate crude oil menyatakan bahwa surfaktan NaLS ampas tebu tidak menggumpal dan tetap jernih, sehingga memenuhi ketentuan untuk uji selanjutnya. Surfaktan NaLS ampas tebu ini mampu membentuk emulsi fasa tengah sebesar 10% dan stabillitas thermal yang cukup baik dengan nilai IFT 4,4 – 4,9 mN/m. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa surfaktan NaLS ampas tebu telah memenuhi kriteria baik dengan sampel intermediate crude oil dan dapat digunakan sebagai fluida injeksi dalam proses Enhanced Oil Recovery.
UJI KESTABILAN LARUTAN DAN PERUBAHAN FASA SEBAGAI KARAKTERISTIK DARI SCREENING SURFAKTAN METIL ESTER SULFONATE KELAPA SAWIT TERHADAP MINYAK RINGAN LAPANGAN “X“ Suparwoto, Sugeng; Setiati, Rini; Rahkmanto, Pri Agung; Fathaddin, Muh. Taufiq; Prakoso, Suryo; Mardiana, Dwi Atty
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 9, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v9i1.18790

Abstract

Surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES) kelapa sawit merupakan alternatif surfaktan nabati berbahan baku kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai fluida injeksi dalam proses Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak bumi dalam rangka memenuhi kebutuhan energi migas di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian surfaktan MES kelapa sawit ini terhadap salah satu jenis minyak bumi dari daerah tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah uji kompatibilitas dan karakterisasi di Laboratorium. Surfaktan terdiri dari 3 komposisi dengan konsentrasi 0,1%; 0,5%; dan 1,0 %. Hasil penelitian uji kestabilan larutan menunjukkan bahwa komposisi surfaktan MES dengan konsentrasi tersebut cukup stabil dan mampu menurunkan tegangan antar muka hingga 8,46x10-3 dyne/cm. Dengan demikian dapat disimpukan bahwa surfaktan MES kelapa sawit pada konsentrasi ini memenuhi syarat sebagai fluida injeksi untuk minyak ringan ”X”
Pengolahan Limbah Sisa Sayuran dan Buah menjadi Pupuk Kompos Setiati, Rini; Widiyatni , Harin; Syavitri, Dewi; Rakhmanto, Priagung
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitech.v1i3.99

Abstract

Limbah organik dari hasil pengolahan sayur dan buah-buahan merupakan limbah yang ditemukan sehari-hari. Umumnya limbah organik tersebut tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu, sehingga tidak menghasilkan nilai tambah. Pada dasarnya, limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk lain dengan nilai ekonomi yang tinggi seperti pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan pupuk berbahan dasar organik dengan bahan dasar seperti sayur, daun, buah-buahan, dan bahan-bahan organik lainnya. Pupuk kompos memiliki sejumlah fungsi penting dalam proses perbaikan tekstur dan struktur lahan seperti peningkatan aerasi dan drainase, sehingga meminimalisir terjadinya erosi tanah. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kompos antara lain adalah pencacah sampah, gembor, sapu, karung, sekop, terpal, dan alat penggaruk. Adapun bahan dari pembuatan kompos antara lain adalah sampah organik, larutan berisi mikroba (EM-4), air dan tanah. Untuk menghasilkan kompos, diperlukan sebuah biodekomposer atau aktivator yang digunakan untuk meningkatkan laju proses pengomposan yang membutuhkan waktu setidaknya 1 bulan. Pada tahap akhir pembuatan kompos, terjadi perubahan warna sampah dari hijau ke coklat kehitaman yang menandakan bahwa kompos telah siap untuk dimanfaatkan. Pembuatan kompos terbukti dapat meningkatkan pemanfaatan sampah, seraya menjadi solusi terhadap permasalahan lingkungan. Kemampuan untuk mengolah sampah menjadi kompos ini dapat menjadi komoditas bernilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.
Microbial Enhanced Oil Recovery: Literature Review Ulfah, Baiq Maulinda; Fathaddin, Muhammad Taufiq; Setiati, Rini
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 6, No 1 (2024): MARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v6i1.169

Abstract

The demand for fossil fuels continue to increase, this encourages the production of hydrocarbons to be increased as well. Enhanced Oil Recovery is one option that can be considered to overcome this high demand. Technical complexity and sophisticated technology are commonly used in EOR implementation. This has become one of the obstacles to implement EOR, one of which is the requirement relatively large funding. Microbial Enhanced Oil Recovery is one method that can be considered as a technology that can fulfill commercial production gains and the resulting environmental impact is lower than other EOR methods. MEOR uses micro-organisms whose metabolism results can change the physical properties in the reservoir so that oil production can be increased.
A Systematic Literature Review on Interfacial Tension and Zeta Potential Analyses Behind Smart Waterflooding Riswati, Shabrina Sri; Prakoso, Suryo; Setiati, Rini; Fathaddin, Muhammad Taufiq
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jeee.2024.9431

Abstract

Smart waterflooding is a widely discussed topic for oil recovery improvement, with the main mechanism believed to be wettability alteration. However, the exact phenomena behind this effect are still being debated. This systematic literature review (SLR) utilized the Scopus database to analyze and assess studies on the interfacial tension (IFT) and zeta potential (ZP) concepts and their impact on smart waterflooding between 2017 and 2021. The review was conducted using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) methodology. The review found inconsistencies in the literature, with some studies suggesting that the reduction of IFT from smart waterflooding was not the reason for oil recovery improvement. Further evidence on the alteration of surface charge through ZP analysis is needed, and gaps are present in the area of simulation approach. The study suggests that improvements in model development and experimental setup design are necessary for future studies to obtain comprehensive conclusions. In summary, this SLR provides a critical overview of the recent understanding of the impact of IFT and ZP on smart waterflooding and highlights areas for further research, including a potential model that incorporates each mechanism with the ultimate oil recovery.
Characterization of Porang and Xanthan Gum Solutions for Polymer Flooding Sutiadi, Andrian; Siahaya, Jacob; Maulida, Fajri; Mardiana, Dwi Atty; Fathaddin, Muhammad Taufiq; Setiati, Rini; Rakhmanto, Pri Agung; Irawan, Sonny
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porang tubers contain glucomannan which is used in various industries. Porang is a biopolymer that has the potential to be applied in polymer flooding in oil reservoirs. In this research, a combination of porang and Xanthan gum was used for displacing oil in the laboratory. The samples analyzed varied with polymer concentrations of 2000, 4000, and 6000 ppm respectively for porang solution, Xanthan gum, and a mixture of porang and Xanthan gum. The salinity of the formation water used in this research was 6000, 12000 and 18000 ppm. The experiment aimed to observe the characteristics and performance of porang and Xanthan gum including testing for compatibility, viscosity, adsorption and sandpack flooding. Based on the test results, all samples were compatible. The application of a mixture of porang and Xanthan gum provided lower adsorption compared to the application of only Xanthan gum. The highest reduction in adsorption value given was 3.545 mg/gr. The highest viscosity and additional recovery factor were given by a mixture of porang and Xanthan gum with a concentration of 6,000 ppm and a salinity of 18,000 ppm, namely 284.72 cP and 16.1%, respectively.
SIMULASI PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VOLUME KONDENSAT DI KONDENSAT STABILIZER UNIT: STUDI KASUS LAPANGAN GAS X JAWA TIMUR Valentino, Boy Candra; Setiati, Rini; Mardiana, Dwi Atty; Rakhmanto, Pri Agung; Fathaddin, Muh. Taufiq; Prakoso, Suryo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 9, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v9i2.19152

Abstract

Di Indonesia, penurunan produksi minyak dan gas bumi alamiah beriringan dengan peningkatan kebutuhan bahan bakar, menuntut optimasi operasi di lapangan migas. Studi simulasi ini memiliki fokus pada pengaruh temperature Condensate Stabilizer Unit, terhadap volume kondensat yang dihasilkan untuk meningkatkan produksi minyak bumi dalam rangka memenuhi kebutuhan energi migas di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara nilai temperature dengan volume kondensat yang dihasilkan pada jenis minyak bumi dengan API 42,90C, Spec Gravity@600F 0,8114, Pour point 240C Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi uji optimalisasi proses dengan perangkat lunak Aspen Hysys Ver 12.1 menggunakan metode Peng and Robinson dengan batasan temperatur mulai dari 1380C sampai dengan 1980C dengan interval 50C. Hasil penelitian uji optimalisasi proses, Pressure dan Temperatur di dalam model di validasi dengan real data plant menunjukkan perbedaan nilai margin error di rentang 0,05 - 1,75%. Kemudian temperatur dalam setiap 10C temperatur yang diturunkan/dinaikkan akan menghasilkan 0,3 Bbls/d kondensat. Dengan demikian dapat disimpukan bahwa pengaruh temperatur terhadap volume kondensat yang dihasilkan memiliki pengaruh yang sangat signifikan untuk minyak dengan karakteristik 42,90C, Spec Gravity@600F 0,8114, Pour point 240C.
Perkiraan Laju Penetrasi Pengeboran Sumur Panas Bumi Menggunakan Adaptive NeuroFuzzy Inference System Muhammad Taufiq Fathaddin; Rini Setiati; Havidh Pramadika; Agus Guntoro; Fidya Varayesi; Alvita Kumala Sari
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Universitas Proklamasi 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v8i1.1786

Abstract

Plan an optimal geothermal well drilling scheme, the identification of suitable drilling parameters must be well known.Several important parameters in a drilling operation include rotary speed (N), weight on bit (WOB), true vertical depth (TVD), foamflowrate (FF), and rate of penetration (ROP). Information regarding these parameters can be obtained from drilling geothermal wells.Drilling parameter correlations are then obtained based on this information. The application of an adaptive neuro-fuzzy inferencesystem (ANFIS) is necessary considering that the relationship between parameters is very complicated and non-linear. On the other hand, the relationship between parameters is not easy to know. In this study, the ANFIS model is developed to propose ROP. Data wasobtained from four wells in a geothermal field in South Sumatra. Three ANFIS models were generated. Each model includes different input parameters. rotational speed (N) and weight on drill bit (WOB) and true vertical depth (TVD) are recommended for estimation of rate of penetration (ROP). Adding the foam flow (FF) input rate parameter can improve the accuracy in three out of four cases. Based on the calculation results of the ANFIS-1, ANFIS-2, and ANFIS-3 models, the average relative absolute deviation (MARE) values were 16.42%, 6.99%, 4.14%, respectively, while the correlation coefficient (R) was respectively - respectively 0.716, 0.909, and 0.937
ASPEK PRAKATIKAL PEMODELAN GEOLOGI UNTUK SIMULASI RESERVOIR PADA LAPANGAN WAR FORMASI TALANG AKAR BAWAH Audia, Winona; Benyamin; Rini Setiati
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jek.v3i2.16100

Abstract

Abstrak Dalam tahap pembuatan model geologi statik secara rinci, kita akan dijumpai dengan total cellular grid yang sangat besar sehingga memakan waktu dalam tahapan selanjutnya simulasi reservoir. Mengingat terkadang tebatasnya akses komputer yang kita gunakan. Untuk menangani masalah ini, dilakukan teknik upscaling grid secara vertikal atau lebih dikenal system layering (K), dengan tujuan agar nilai heterogenitas kualitas batuan secara lateral tidak berubah dan tetap mengacu pada model distribusi yang sesuai dengan konsep geologi asli. Proses upscaling ini guna mempercepat dalam tahap lanjutan simulasi reservoir tanpa mengubah sejarah geologi reservoir itu sendiri. Penelitian ini mengintegrasi data seismik, data sumur, dan data produksi serta metode geostatik untuk membuat fine grid dan coarse grid yang merepresentasikan model geologi dan perhitungan cadangan melalui proses inialisasi. Telah dihasilkan model reservoir W pada lapangan WAR dengan total fine grid sebesar 430.144 dan memiliki running time (8 jam) pada simulasi reservoir serta memiliki hasil perhitungan cadangan sebesar 18.94 MMSTB. Pada model coarse grid dihasilkan 2 opsi dengan running time lebih cepat yaitu, kurang lebih dari 30 menit dan menghasilkan perhitungan cadangan sebesar 18,36 MMSTB untuk model coarse grid_1 dan 18,22 MMSTB untuk model coarse grid _2. Meskipun fine grid dan coarse grid model memiliki volume inplace yang tidak jauh berbeda, namun proses penyelarasan histori produksi memerlukan justifikasi yang berbeda, dikarenakan adanya perbedaan nilai properti seperti porositas, permeabilitas, dan saturasi air pada tiap gridnya akibat upscale grid secara vertikal, yang menimbulkan adanya perbedaan kinerja aliran fluida di tiap model reservoir. Hasil history matching untuk fine grid model menunjukkan hasil yang paling representative dengan selisih kumulatif untuk water dan oil kurang dari 5%.   Kata kunci: Model Statik Geologi, Upscaling Grid, Simulasi Reservoir
Co-Authors ABDUL HAMID Adira Natasha Annisa Adisoemarta, Paulus Suryono Aditya Rachman Aditya Rachman, Aditya Agus Guntoro Akbar, Fahrurrozi Alvita Kumala Sari Amri, Sulthoni Andreawan Santoso Andry Prima Annisa, Adira Natasha Aqlyna Fattahanisa Ardak Yskak Ari Febriana Kabisat Ari Febriana Kabisat, Ari Febriana Arinda Ristawati Arinda Ristawati Asri Nugrahanti Astri Rinanti Audia, Winona Benyamin Benyamin Benyamin Berkah Hani Besila, Qurotu Aini Bharoto Boni Swadesi Caesar, Athifa Putri Christian Gerald Reza Christiane Patricia Manina Moruk Deana Wahyuningrum Diana Irvindiaty Hendarawan Djoko Sulistyanto Djoko Sulistyanto, Djoko Djunaedi Djunaedi Djunaedi Djunaedi Dwi Atty Mardiana Dyah Rini Ratnaningsih Fadliah Fathaddin, Muh. Taufiq Fidya Varayesi Ghani, Muhammad Hafiyyan Hamzah, Udi Syahnoedi Harin Widiyatni Hartono, Kartika Fajarwati Havidh Pramadika Hestuti Eni Irvan, Rayhan Iwan Sumirat Iwan Sumirat Jachanan Satriabudi Jochanan Satriabudi Joe Christian Alexander Juanda, Firdaus kartika fajarwati hartono Kasmungin, S Kevin Woe Kris Pudiastuti Lewis Khusmanto Lilian Anggela Listiana Satiawati M. Taufik Fathaddin M. Taufik Fathaddin, M. Taufik M. Taufiq Fathaddin M. Taufiq Fathaddin, M. Taufiq Maman Djumantara Mardiana, Dwi Atty Margaretha Marissa Thomas, Marpaung, Tarida Surya Maulani, Mustamina Maulida, Fajri Melati Ferianita Fachrul MG. Sri Wahyuni Muayyad, Deden Misbahudin Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mukmin P. Tamsil Mulia Ginting Mulia Ginting, Mulia Mustamina Maulani Nandito Davy Nida Muthia Lamis Oetomo, R. Hari Karyadi Oknovia Susanti Onnie Ridaliani Prapansya Onnie Ridaliani, Onnie Paramita Jaya Ratri Paulus Suryono Adisoemarta Poluan, Chris Elvano Pradhana, Renato Aditya Patria Pri Agung Rakhmant Pri Agung Rakhmanto Pri Agung Rakhmanto Pri Agung Rakhmanto Priagung Rakhmanto Puri Wijayanti puri wijayanti Puri Wijayanti, Puri Qurotu Aini Besila R. Hari Karyadi Oetomo Rahkmanto, Pri Agung Rakhmant, Pri Agung Rakhmanto, Pri Agung Rakhmanto, Priagung Ramadhan, Ranggi Sahmura Ratnaningsih, Dyah Rini Ratri, Paramita Jaya Ratu Atikah Balqis Rayhan Irvan Renato Aditya Patria Pradhana Reno Pratiwi Reza Fadhlan Ridha Husla Ridha Husla Rifki Andriyan Ristawati, Arinda Riswati, Sabrina S Riswati, Shabrina Sri Rizki Akbar Rizkina Rangga Wastu, Apriandi Rizky Satrio Putra Sanjaya S Kasmungin Sabrina S Riswati Samsol Samuel Melvern L P Samosir Sanjaya, Rizky Satrio Putra Satria Kamira Satriabudi, Jachanan Satriabudi, Jochanan Septoratno Siregar Septoratno Siregar Septoratno Siregar Shabrina Sri Riswati Siahaya, Jacob Simorangkir . Siti Nuraeni Sonny Irawan Sonny Irawan Sugiatmo Kasmungin Sugiatmo Kasmungin Suparwoto, Sugeng Suryo Prakoso, Suryo Sutiadi, Andrian Sutresno, Wahyu Syavitri, Dewi Tamsil, Mukmin P. Tarida Surya Marpaung Tarida Surya Marpaung Taufan Marhaendrajana, Taufan Udi Syahnoedi Hamzah Ulfah, Baiq Maulinda Valentino, Boy Candra Wahyuni, MG. Sri Widia Yanti Widia Yanti Widia Yanti, Widia Winona Audia Yani Faozani Alli Yskak, Ardak Zona Nuansa Antariksa