Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Evaluasi Energi pada Reaksi Pembentukan Diocthyl Phtalate pada Reaktor Alir Kontinyu: Evaluasi Energi pada Reaksi Pembentukan Diocthyl Phtalate pada Reaktor Alir Kontinyu Chalim, Abdul
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jipl.v1i2.7148

Abstract

Diocthyl Phtalate (DOP) memiliki peranan penting terhadap industri polimer yang sering digunakan untuk kebutuhan plasticizer, suatu bahan yang dapat membuat polimer lebih mudah di proses atau dibentuka(plastis) menggunakan bahan baku dan mendistribusikan produk dengan standart kualitas internasional .Diocthyl Phtalate dibuat cara mereaksikan phthalate anhydride (PA) dan 2-ethyl hexanol (2-EH) dengan katalis Tetraisoprophyl Titanate (TPT). Padaasuhu 100 – 1600C dengan tekanan 760 torr didalam reaktor alir tangka berpengaduk (RATB), Reaksi yang terjadi bersifat eksotermis. Tahapan proses pembuatan DOP pada umumnya dimulai darienyiapanabahanabaku phthalate anhydride (PA) dan 2-ethyl hexanol (2-EH), reaksiapembentukan Diocthyl Phtalate (DOP) dalambRATB, penetralan denganaNatrium Hidrosikda (NaOH), pemisahan didalam dekanter dan pemurnianaproduk diamenara destilasi. Dari hasil penelitian tersebut terhitung nilai Q1 pada reaktor sebesar 2.883.560,52 kj dengan kebutuhan energi pada reaktor Q2 sebesar 119.179,759 kj dan nilai energi keluar Q3 sebesar 1,86288693x1012 kj. Dari perhitungan evaluasi energi di atas diperoleh nilai heat loss sebesar -1, 86288393x1012 yang relatif cukup besar. Untuk mengurangi hal tersebuat reaktor perlu ditambahkan jaket pendingin agar dapat meredam terjadinya perpindahan panas pada reaktor.
FRESHWATER FISH PRODUCT PROCESSING IN PULOTONDO VILLAGE, TULUNGAGUNG REGENCY, EAST JAVA Buwono, Haris Puspito; Ramadhana, Rucita; Ariani, Ariani; Chalim, Abdul; Rachmawati, Diana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2259

Abstract

Freshwater fish cultivation in Pulotondo Village, Ngunut District, Tulungagung Regency, East Java, has significant potential to increase income and improve the well-being of the community while fostering sustainable economic growth. Ponds managed collectively by the Village-Owned Enterprises (BUMDES) serve as a facility for freshwater fish cultivation, with an annual production of 220 tons. One of the obstacles to the development of this business is the enhancement of the value and shelf life of processed fish products. Therefore, the Community Service activity in Pulotondo Village focuses on training in the processing of freshwater fish products. Through this initiative, BUMDES and the community can enhance understanding and skills, enabling processed products to be stored longer and have a more competitive market value. To assess the training's impact, participants provided feedback through a questionnaire. The results indicate that the training activities were well-understood by the participants, showing an indication of increased entrepreneurial spirit through local potential.
PENINGKATAN NILAI YIELD PADA PROSES LEACHING JAHE DENGAN PELARUT ETANOL Nugraha, Farid Yudha; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.36

Abstract

Produksi rempah-rempah di Indonesia sangat melimpah. Berdasarkan data ekspor negara Indonesia termasuk salah satu pengekspor rempah-rempah terbesar di Asia. Tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu rempah-rempah yang memiliki banyak manfaat sebagai bahan pembuatan obat tradisional maupun modern. Leaching merupakan metode ekstraksi padat-cair dengan menggunakan pelarut organik. Penelitian dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi, dan suhu, terhadap nilai yield. Digunakan pelarut etanol dengan perbandingan berat partikel jahe dan berat pelarut sebesar 1:9. Variabel yang digunakan adalah suhu dan waktu. Variasi waktu yang digunakan sebesar 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam dengan Suhu 30, 40, 50, dan 60˚C. Proses dengan leaching kondisi terbaik didapatkan pada suhu 50˚C dengan nilai yield yang didapat sebesar 78.4%.
PENGARUH RASIO FEED: SOLVENT DAN WAKTU TERHADAP EKSTRAKSI OLEORESIN JAHE DENGAN PELARUT ETANOL Pratama, Ilham Arief; Nugraha, Farid Yudha; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.49

Abstract

Produksi rempah-rempah di Indonesia sangat melimpah. Berdasarkan data ekspor negara Indonesia termasuk salah satu pengekspor rempah-rempah terbesar di Asia. Tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu rempah-rempah yang memiliki banyak manfaat sebagai bahan pembuatan obat tradisional maupun modern. Leaching merupakan metode ekstraksi padat-cair dengan menggunakan pelarut organik. Penelitian dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi, dan suhu, terhadap nilai yield. Digunakan pelarut etanol dengan perbandingan suhu 50 °C.Variabel yang digunakan adalah rasio jahe : pelarut dan waktu. Variasi waktu yang digunakan sebesar 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam dengan rasio 1:3, 1:5, 1:7, 1:9. Proses denganleaching kondisi terbaik didapatkan pada suhu rasio 1:5 dengan waktu 5 jam dengan nilai yield yang didapat sebesar 93,99%.
STUDI LITERATUR TENTANG EFEKTIVITAS ALAT PENUKAR PANAS SHELL AND TUBE 1-1 SISTEM FLUIDA GLISERIN – METANOL DENGAN ALIRAN COUNTER CURRENT Shanahan, Rhesa; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.103

Abstract

Hampir seluruh proses produksi dan aktifitas manusia berhubungan dengan energi. Dengan meningkatnya kebutuhan energi maka diperlukan suatu usaha untuk melakukan efisiensi pada energi tersebut. Heat exchanger adalah alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas fluida dengan fluida lain tanpa terjadi perpindahan massa dan dapat dipergunakan sebagai pemanas maupun pendingin. Salah satu jenis heat exchanger yang sering digunakan dalam suatu proses di industri adalah shell and tube heat exchanger. Tujuan dari studi literatur ini adalah mengetahui pengaruh suhu, laju alir fluida dingin, laju alir fluida panas, dan konsentrasi bahan coolant terhadap nilai efektivitas terbaik pada heat exchanger tipe shell and tube 1-1 menggunakan fluida sistem gliserin – metanol dengan aliran counter current. Metode yang digunakan adalah metode studi literatur. Hasil dari studi literatur yang dilakukan diperoleh kenaikan suhu fluida panas masuk membuat nilai NTU dan efektivitasnya menurun, kenaikan laju alir fluida dingin dapat meningkatkan nilai NTU dan efektivitasnya, sebaliknya laju alir fluida panas dapat menurunkan nilai NTU dan efektivitasnya, dan kenaikan besarnya konsentrasi coolant yang ditambahkan, maka akan semakin tinggi nilai NTU dan juga efektivitasnya.
STUDI LITERATUR KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS TOTAL SHELL AND TUBE TIPE 1-1 SISTEM FLUIDA LARUTAN ETILEN GLIKOL DAN LARUTAN GLIKOL Sutrisno, Sugeng Hadi; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.142

Abstract

Konservasi energi menjadi hal yang diperhitungkan di masa depan. Cara efektif mengurangi permintaan energi adalah menggunakan energi lebih efektif . Penukar kalor merupakan cara mentransfer energi yang banyak digunakan untuk oil refinery, industri kimia dan makanan. Salah satu aplikasi alat penukar kalor adalah heat exchanger yang merupakan perangkat penyedia energi termal antara dua atau lebih cairan pada suhu berbeda. Salah satu jenis heat exchanger yang sering digunakan heat exchanger shell and tube Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui besar koefisien perpindahan panas dan mendapatkan nilai U. Pada setiap literatur membandingkan setiap jurnal dan mereview jurnal yang diperoleh. Dari setiap jurnal didapatkan nilai U dengan memvariasi variable bahan coolant, pengaruh konsentrasi coolant, laju alir fluida dan suhu fluida. Dari hasil pembahasan penggunaan nanofluida menambah koefisien perpindahan panas sebesar 15% daripada menggunakan fluida air. Pengaturan suhu fluida panas dan dingin juga mempengaruhi hasil koefisien perpindahan panas dimana semakin rendah suhu fluida dingin masuk semakin besar koefisien perpindahan panas. Mengatur laju alir juga mempengaruhi besar koefisien perpindahan panas dikarenakan radiasi dari fluida panas dapat berpindah secara maksimal ke fluida dingin.
STUDI LITERATUR KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS TOTAL SISTEM FLUIDA POLYEHTLENE GLICOL & ETHILENE GLYCOL SECARA CO-CURRENT MENGGUNAKAN HEAT EXCHANGER SHELL AND TUBE TIPE 1-1 Prabowo, Irvan Aditya; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.135

Abstract

Penggunaan kebutuhan kalor yang sangat besar pada industri. Untuk mengatasi kebutuhan kalor yang besar ini maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan efisiensi pada kalor tersebut . Cara yang paling efektif untuk mengurangi permintaan adalah dengan menggunakan energi lebih efektif. Salah satu cara pengaplikasiannya yaitu penukar panas. Alat penukar panas (heat exchanger) adalah perangkat yang menyediakan aliran energi termal anatra dua atau lebih cairan pada suhu yang berbeda. Dalam proses perpindahan panas di setiap heat exchanger melibatkan dua fluida tube Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan data konsentrasi fluida etilen glikol - polyethylen glikol terhadap nilai U pada alat heat exchanger shell and tube 1-1 mengunakan fluida sistem polyethylen glikol- ethylen glikol dengan aliran co-current. Variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu fluida panas masuk berkisr 40,45,50,55,60 0C, suhu fluida dingin masuk 15,20,25,30 0C, Nilai koefisien perpindahan panas overall paling besar diperoleh pada temperatur fluida masuk 50°C yaitu sebesar 135,4576 W/m2°C pada aliran co-current.
PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK, JERAMI PADI DAN BATOK KELAPA SEBAGAI FILLER PHENOL FORMALDEHID RESIN PRODUKSI PT PAMOLITE ADHESIVE INDUSTRI Wicaksana, Irsandra Diviandhira Salsabilla; Suhariyadi, Faradina; Chalim, Abdul; Sulistio, Any
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.321

Abstract

Plywood merupakan salah satu produk yang diperoleh dengan menyusun bersilangan tegak lurus minimal tiga lembar kayu lapis (veneer). Salah satu produk dari PT Pamolite Adhesive Industri adalah Phenol Formaldehyde Adhesive yang digunakan untuk merekatkan lapisan veneer tipe WBP (Weather Boil Proof) yang dapat memberikan kekuatan tinggi dan sangat tahan terhadap kelembaban, mencegah delaminasi dan memberikan stabilitas suhu yang sangat baik. Untuk meningkatkan kualitas perekat phenol, maka perlu ditambahkan pengaplikasian bahan pengisi (filler) dari limbah eceng gondok, jerami padi dan batok kelapa. Dengan penambahan kadar yang bervariasi mulai dari 5% hingga 22% (w/w) masing-masing dari bobot perekat cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan komposisi tepung eceng gondok, jerami padi dan batok kelapa pada phenol terhadap viskositas, bonding strength dan delaminasi. Metode awal yang dilakukan adalah penentuan kadar filler terbaik untuk menentukan kadar filler, kemudian dilakukan percobaan mulai dari pembuatan glue line hingga pengaplikasian pada plywood dilanjutkan dengan pengujian viskositas, bonding strength dan delaminasi. Hasil pengujian menunjukkan jenis filler berpengaruh nyata terhadap keteguhan rekat plywood. Semakin besar kadar filler yang digunakan maka terjadi kenaikan viskositas. Sementara itu untuk uji delaminasi dari semua sampel tidak terjadi delaminasi terbuka atau biasa disebut dengan passed. Dari ketiga jenis filler tersebut hasil yang didapatkan cukup baik, namun hasil terbaik dari keseluruhan yaitu pada tepung batok kelapa dengan kadar 19%.
EVALUASI PERHITUNGAN NERACA MASSA PRENEUTRALIZER TANK-GRANULATOR PADA UNIT PHONSKA 4 PABRIK II B PT PETROKIMIA GRESIK Hidayat, Wisnu Jurdan; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.421

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan salah perusahaan BUMN di bawah naungan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Kata “Petrokimia” berasal dari kata “Petrochemical” yang memiliki arti pengolahan bahan baku yang berasal dari minyak dan gas bumi dan menghasilkan bahan bahan kimia. Penelitian ini difokuskan pada Unit Phonska IV pada pabrik II B PT Petrokimia Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menghitung neraca massa Unit Phonska IV pada pabrik II B PT Petrrokimia Gresik. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi secara langsung dengan periode selama satu bulan yang didapatkan pada Unit Phonska 4 PT Petrokimia Gresik. Metode perhitungan pada penelitian ini menghitung neraca massa pada unit Phonska IV. Neraca massa adalah cabang ilmu yang menghitung secara tepat dari bahan bahan yang masuk, bahan yang terakumulasi, dan bahan yang keluar dengan periode tertentu. Ilmu ini selaras dengan Hukum Kekekalan Massa, yaitu massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Persamaan neraca massa dapat dituliskan sebagai berikut, massa akumulasi dapat dihitung dengan massa yang masuk sistem sama dengan massa yang keluar sistem. Hasil perhitungan perhitungan neraca massa tiap equipment pada Preneutralizer dan Granulator juga didapatkan massa yang masuk (input) sama dengan massa yang keluar (output). Dengan hasil perhitungan ini maka dalam keadaan setimbang (balance) sebesar 161265,3641 kg/jam.
EVALUASI PERHITUNGAN NERACA ENERGI FINISH MILL DI PT SEMEN INDONESIA PERSERO TBK TUBAN Dyatmiko, Arian Suryo; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.417

Abstract

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Multinasional Company di Indonesia bergerak dalam produksi semen dan non-semen. Semen adalah komoditas utama yang diproduksi pada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini. Pada proses pembuatan semen di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, produksi dilakukan dengan menggunakan proses kering. Teknologi ini memiliki keunggulan pada biaya operasi relatif rendah pada kapasitas produksi yang besar. Pembuatan semen memiliki beberapa tahapan, diantaranya adalah penyiapan bahan baku dan tambahan, pengolahan bahan, pembakaran dan pendinginan, penggilingan dan pengisian atau pengantongan semen. Sebelum memasuki tahap pengemasan, terdapat suatu unit alat bernama Finish mill. Finish mill merupakan unit penggilingan semen terakhir pada proses pembuatan semen. Pada alat ini, bahan pembentuk semen yaitu clinker digiling dan dicampur dengan gypsum dan trass. Jenis finish mill yang digunakan berupa horizontal ball mill yang didalamnya terdapat bola-bola penggiling untuk memperkecil ukuran partikel semen menjadi 325 mesh. Tujuan dari dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya energi yang dibutuhkan finish mill pada proses pembuatan semen. Finish mill memiliki 5 buah aliran yang terbagi menjadi 3 aliran masuk dan 2 aliran keluar. Aliran masuk berupa aliran umpan (F1), water spray (F2), dan gas panas (F3) serta aliran keluar berupa produk semen (F4) dan gas buang (F5). Pada masing – masing aliran tersebut didapatkan hasil berturut – turut sebesar 233,00 ton/jam; 3,02 ton/jam; 900,74 ton/jam; 204,13 ton/jam; 932,63 ton/jam.