Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFEKTIVITAS ALAT PENUKAR PANAS SHELL AND TUBE 1-1 DENGAN METANOL SEBAGAI FLUIDA PEMANAS DAN ETANOL SEBAGAI FLUIDA PENDINGIN Pratomo, Hardanto Suryo; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.431

Abstract

Alat penukar panas adalah alat yang digunakan untuk memindahkan panas dalam proses perpindahan panas fluida dengan fluida lain tanpa terjadi perpindahan massa di dalamnya dan dapat digunakan sebagai pemanas atau pendingin. Heat exchanger yang banyak digunakan adalah alat penukar panas shell and tube yang terdiri dari shell di bagian luar dan tube di bagian dalam. Bahan alat Heat exchanger yang digunakan dalam penelitian ini terbuat dari stainless steel. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari alat heat exchanger dengan variasi variabel pada suhu. Jenis aliran yang digunakan dalam penelitian ini adalah aliran berlawanan arah dengan fluida panas di Tube dan fluida dingin di shell. Variabel yang digunakan adalah suhu fluida panas yang masuk: 48, 51, 54, 57, 60°C dan suhu fluida dingin yang masuk : 20, 25, 30, 35, 40°C. Penelitian ini akan dilakukan secara kuantitatif dengan alat Shell and Tube Heat Exchanger 1-1. Untuk mendapatkan nilai efektifitas dilakukan pencarian nilai ΔTLMTD, U, NTU dan efektivitas. Fluida yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol sebagai fluida dingin dan metanol sebagai fluida panas. Dari hasil penelitian didapatkan nilai efektivitas terbaik sebesar 0,81 pada suhu fluida dingin masuk 25°C dan suhu fluida panas masuk 60°C.
EFEKTIVITAS COOLER 703E02 PADA SECTION 703 SEBAGAI PENDINGIN METHYL ESTER DI PT. ECOGREEN OLEOCHEMICALS BATAM PLANT Nugraha, Aditia Fian; Chalim, Abdul; Lie, Anderson
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.445

Abstract

Shell and Tube Heat Exchanger 703E02 digunakan sebagai pendingin untuk campuran Methyl Ester-Gliserin agar mempermudah proses pemisahan pada separator. Alat pendingin beroperasi secara kontinyu, sehingga perlu dilakukan perhitungan efektivitas untuk mengetahui seberapa baik alat melakukan pertukaran panas, dan sebagai evaluasi perlu atau tidaknya dilakukan maintenance pada alat. Metode perhitungan yang dilakukan berdasarkan data yang didapatkan pada plant, dengan melakukan pengukuran suhu fluida secara manual menggunakan Thermogun pada suhu masuk dan keluaran fluida dingin, sedang untuk fluida panas digunakan data dari indikator temperatur yang sudah terpasang pada jalur. Flowrate pada pendingin tidak diketahui dan dilakukan perhitungan menggunakan persamaan perpindahan panas. Untuk spesifikasi bahan yang digunakan didapat melalui perpustakaan Process Engineering. Dari hasil perhitungan yang didapatkan efektivitas alat yang didapatkan sebesar 0,4450 dengan NTU 0,7288. NTU menjadi tolok ukur besarnya perpindahan panas yang dilepas oleh alat sehingga dengan hasil tersebut energi yang dilepas kecil dan efektivitas alat rendah. Perlu dilakukan pengecekan secara berkala dan maintenance agar berjalan dengan baik.
PENGARUH VARIASI SUHU DAN LAJU ALIR TERHADAP KINERJA PERTUKARAN KALOR SISTEM FLUIDA FORMALIN-GLISEROL MENGGUNAKAN SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER PADA ALIRAN LAMINER Alidifan, Fakhryan; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4889

Abstract

Heat Exchanger adalah suatu peralatan yang menyebabkan terjadinya perpindahan panas dari suatu fluida dengan suhu lebih tinggi ke fluida lain yang suhunya lebih rendah. Alat penukar kalor yang selalu digunakan dalam proses produksi atau operasi mengakibatkan efektivitas dari alat ini mengalami penurunan kinerja maupun kerusakan alat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh laju alir dan suhu pemanas terhadap NTU dan efektivitas, untuk mendapatkan nilai overall heat transfer coefficient (U) sehingga didapatkan nilai NTU dan efektivitas alat heat exchanger terbaik. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini ialah melakukan eksperimen secara langsung menggunakan alat shell and tube heat exchanger 1-1 dengan variabel tetap yang digunakan ialah formalin dengan suhu 25 ◦C, laju alir 1 L/min dan variable bebas yang digunakan adalah gliserol sebagai fluida panas dengan laju alir 0,8; 1,2; 1,6; 2; 2,4 L/min , suhu 44, 48, 52, 56, 60 ◦C, dan konsentrasi 35%, 30%, 25%, 20%, 15% . Hasil analisa yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai NTU dan efektivitas terbaik pada konsentrasi 35% dengan suhu 44◦C laju alir pemanas 2,4 L/menit sebesar NTU 0,76 efektivitas 0,97. Didapatkan nilai Overall Heat Coefficient (U) untuk sistem fluida formalin-gliserol sebesar 168,35 W/m2.K. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi dan laju alir ialah semakin meningkat konsentrasi dan laju alirnya maka semakin meningkat pula nilai NTU dan efektivitas yang didapat, sebaliknya apabila suhu meningkat maka NTU dan efektivitas cenderung menurun.
Digital Da’wah: Effective Strategies in Spreading Islam through Social Media Chalim, Abdul; Rahmah, St.; Rudiana, Randi; Jasafat, Jasafat
Journal of Noesantara Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnis.v2i1.1844

Abstract

The rise of social media has revolutionized communication and presented new opportunities for Islamic propagation (da’wah). As digital platforms become integral to modern life, they offer unprecedented potential for disseminating Islamic teachings to a global audience. However, the effectiveness of digital da’wah depends on strategic engagement, content quality, and adaptability to diverse audiences. This study aims to explore effective strategies for spreading Islam through social media, identifying key factors that influence reach, engagement, and impact. A mixed-methods approach was employed, combining content analysis of 200 da’wah-related posts across major social media platforms with surveys and interviews of 150 Islamic content creators and their audiences. Quantitative data measured engagement metrics, while qualitative insights explored perceptions of effectiveness and challenges faced by content creators. The findings indicate that successful digital da’wah strategies prioritize authenticity, audience interactivity, and relevance to contemporary issues. Visual storytelling, short video formats, and consistent posting schedules were identified as highly effective tactics. Challenges such as combating misinformation and addressing audience diversity were also highlighted. The study concludes that social media can be a powerful tool for Islamic propagation if utilized with strategic planning and cultural sensitivity. Future efforts should focus on capacity-building for content creators and fostering collaborative networks.  
Pengembangan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Santri Melalui Program Tahfidz Pesantren Hidayatul Muta'allimin Sumber Cangkring Gurah Kediri Chalim, Abdul; Hamam Syamsuri; Irmawan Jauhai
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep program tahfidz serta implementasinya dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muta’allimin Sumber Cangkring Gurah Kediri. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif naratif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep program tahfidz di pesantren ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu metode sima’i (mendengarkan), qiro’ah (membaca), dan penyetoran hafalan kepada pengajar atau pengasuh. Ketiga tahapan tersebut dilaksanakan secara sistematis dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri. Implementasi program tahfidz memberikan intensitas kegiatan mengaji yang lebih tinggi bagi santri tahfidz dibandingkan santri non-tahfidz. Aktivitas rutin yang meliputi membaca, menghafal, dan menyetorkan hafalan setiap hari berperan dalam melatih kedisiplinan, pengendalian diri, motivasi, serta pembiasaan perilaku positif. Selain itu, keterikatan emosional dan spiritual santri terhadap Al-Qur’an semakin berkembang melalui konsistensi interaksi dengan ayat-ayat suci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz berkontribusi signifikan terhadap perkembangan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual santri. Santri tahfidz cenderung lebih tertib, mampu mengatur waktu dengan baik, memiliki tanggung jawab yang tinggi, serta mampu menjaga hubungan sosial dengan sesama teman. Dengan demikian, program tahfidz tidak hanya berfungsi sebagai proses menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter yang efektif dalam membentuk kecerdasan emosional dan spiritual santri.