Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FROM NORMATIVE COMMITMENT TO EFFECTIVE ACCOUNTABILITY: RECONSTRUCTING STRUCTURAL REMEDIES FOR CORPORATE CRIMINAL LIABILITY IN INDONESIA Tumian Lian Daya Purba; Silvester Magnus Loogaman Palit; Ali Rahman; Yassine Chami
KANUN:JURNAL ILMU HUKUM Vol. 28 No. 1: April 2026: The Global and National Challenges for Justice
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kjih.v28i1.532

Abstract

Indonesia’s corporate criminal liability has transitioned from fragmented sectoral laws to general codification under the New Criminal Code (Law 1/2023) and Law 1/2026. Despite this legal context, a significant legal gap remains: a persistent "operational deficit" leading to systemic under-enforcement. Standard fines are frequently internalized as business costs, while law enforcement remains "actor-centered," prioritizing individual executives over the criminogenic corporate architecture. This study addresses the central question of how to reconstruct the Indonesian liability regime to move from formal normative commitment to effective, practical accountability. Employing normative juridical methods with statutory, conceptual, and comparative approaches, the research analyzes attribution models and restorative justice mechanisms. Findings indicate that effective accountability requires a shift toward an organization-centered model that targets internal governance. Proposed reforms include structural remedies, such as compliance-based corporate probation, disgorgement of unlawful gains, and mandatory ecological restoration, implemented through a "Dual Track System". Furthermore, this article highlights the necessity of procedural innovations like Deferred Prosecution Agreements (DPAs) and the enforcement of successor liability to prevent impunity during corporate restructurings. This article contribute  to prescriptive ius constituendum model that links corporate fault to proportional, remedial sanctions. By addressing inherent power imbalances and refining technical attribution standards, this framework provides a pathway for Indonesia to achieve a practically deterrent and restorative corporate liability regime.
Penguatan Kesadaran HAM Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Membangun Masyarakat yang Bermartabat : Pengabdian Tumian Lian Daya Purba; Sara Ida M. Awi; Margaretha Mamoribo; Silvester Magnus Loogman Palit; William H. Reba; Dahliana Kataren
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7956

Abstract

Kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Kampung Garusa, Distrik Urunumguay, Kabupaten Jayapura, masih menghadapi tantangan akibat keterbatasan akses informasi dan rendahnya literasi HAM. Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap kekerasan, diskriminasi, dan pelanggaran hak dasar serta dapat melemahkan penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat adat Papua. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kesadaran HAM melalui integrasi kearifan lokal dengan prinsip universal HAM. Kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, diskusi kelompok terarah (FGD), dan simulasi penyelesaian kasus berbasis musyawarah adat. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban dasar, kemampuan mengenali pelanggaran HAM, serta kesadaran memadukan penyelesaian masalah melalui hukum formal dan mekanisme adat yang bermartabat. Pendekatan berbasis kearifan lokal terbukti membantu menghubungkan prinsip universal HAM dengan konteks budaya Papua serta mendorong masyarakat yang sadar hukum, toleran, dan bermartabat.