Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Menggali Potensi Generasi Z Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai: Strategi Pendidikan yang Efektif Farraz Aulia Ihsan; Juliani; Heriyanto; Iqbal Ayyoby; Dani Kurniawan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/55jpqw04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi generasi Z mahasiswa pendidikan agama Islam serta merumuskan strategi pendidikan yang efektif dan kontekstual di lingkungan Institut Syekh H Abdul Halim Hasan Binjai. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang memiliki keterampilan teknologi tinggi, kemampuan kolaborasi yang kuat, serta kecenderungan spiritualitas yang lebih personal dan reflektif. Dalam konteks pendidikan Islam, karakteristik tersebut menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang berbeda dari metode konvensional yang selama ini diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara mendalam pengalaman dan persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran yang mereka jalani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa generasi Z memiliki potensi besar dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran, kecakapan bekerja dalam tim, serta kreativitas dalam menyampaikan nilai-nilai Islam. Selain itu, mereka cenderung mengembangkan spiritualitas secara lebih mandiri dan kritis. Strategi pendidikan Islam yang terbukti efektif meliputi integrasi teknologi dalam proses belajar, pendidikan nilai berbasis proyek, serta sistem mentoring yang membina karakter melalui relasi personal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Islam di era generasi Z bergantung pada kemampuan lembaga pendidikan dalam menyesuaikan strategi pengajarannya agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik masa kini.
Pola Komunikasi Interpersonal dalam Membangun Solidaritas Remaja Nurul Qhoirina Rahmawati; Noor Afy Shovmayanti; Dani Kurniawan
Komsospol Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/komsospol.v6i1.2219

Abstract

Interaksi sosial remaja dalam komunitas lokal memiliki peran penting dalam membentuk hubungan sosial serta memperkuat solidaritas di lingkungan masyarakat. Pada fase remaja, kebutuhan untuk berinteraksi, diterima oleh kelompok sebaya, dan membangun identitas diri mendorong terjadinya komunikasi interpersonal yang intens. Namun, perkembangan teknologi komunikasi dan perubahan gaya hidup dalam beberapa tahun terakhir turut memengaruhi pola interaksi remaja, khususnya berkurangnya intensitas komunikasi tatap muka. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas hubungan sosial dan tingkat solidaritas di lingkungan tempat tinggal remaja. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pola komunikasi interpersonal remaja dalam konteks komunitas lokal menjadi penting untuk dikaji.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola komunikasi interpersonal remaja serta menganalisis perannya dalam membangun solidaritas sosial di RT 01 Desa Skalekan, Klaten Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terbuka. Informan penelitian berjumlah tujuh orang remaja yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria keaktifan dalam kegiatan lingkungan dan pengalaman berinteraksi dengan remaja lain.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal remaja didominasi oleh interaksi langsung melalui berbagai aktivitas lingkungan, baik formal maupun informal. Komunikasi antarremaja ditandai oleh keterbukaan, keakraban, empati, dan rasa saling percaya. Pola komunikasi yang dialogis dan partisipatif tersebut mendorong terbentuknya kerja sama, kebersamaan, serta partisipasi aktif remaja, sehingga memperkuat solidaritas sosial di lingkungan komunitas lokal.
THE ROLE OF BUSINESS COMMUNICATION IN BRIDGING DEVELOPMENT STRATEGIES AND SOCIAL NETWORKS FOR THE ‘BUNDA COLLECTION’ FASHION MSME Ladyva Aurellia; Dani Kurniawan; Ahmad Muntaha
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/rk.9.2.82-90.2025

Abstract

The sustainability and growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia is highly dependent on adaptive business strategies and effective utilization of social networks. This study aims to analyze how business development strategies and the role of networking support the success of Bunda Collection, a fashion MSME in Klaten, in developing from a micro scale to national and international levels. This research uses a qualitative case study approach with data collection methods through interviews, observation, and document analysis to gain in-depth understanding. The results showed that Bunda Collection succeeded through the implementation of comprehensive strategies, including product innovation, marketing digitalization, and operational efficiency. Networking proved to be an important factor in every phase of development, from gaining initial market access, expanding the reseller network, to surviving the crisis and pandemic. The synergy between a well-planned strategy and a strong network, which is also supported by organizations such as IWAPI, results in competitiveness, market expansion, and solid business resilience. This study confirms that the integration of the two is key to the success of MSMEs..
Fenomenologi Curhat Digital: Pemaknaan Komunikasi Interpersonal Generasi Z Melalui ChatGPT Sebagai Media Cerita Azzahrah Miftahul Jannah; Dani Kurniawan; Noor Afy Shovmayanti
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v4i2.2264

Abstract

The development of artificial intelligence, particularly ChatGPT, is not only used as an academic tool, but also increasingly used as a digital confidant by Generation Z. This study aims to explore Generation Z's interpretation of interpersonal communication in using ChatGPT as a storytelling medium, focusing on aspects of self-disclosure, emotional security, dependency levels, and gender influence. This study uses a descriptive qualitative method with a phenomenological approach. There were six informants, all students at Muhammadiyah University Klaten, who were selected through purposive sampling. Data collection was conducted through open questionnaires and in-depth interviews, then analyzed by grouping the themes of the informants' subjective experiences. The results showed that four informants used ChatGPT as a digital confidant, while the other two informants used ChatGPT solely for academic purposes. Informants who used ChatGPT as a confidant felt that it was easy to express their emotions, had a higher level of openness, and felt emotionally secure due to the minimal risk of social judgment. The level of attachment to ChatGPT varied, ranging from situational use to a tendency toward more intense emotional attachment. Additionally, it was found that gender also influenced the meaning of ChatGPT usage, with female informants more dominant in utilizing ChatGPT as a confessional medium compared to male informants. This study concluded that ChatGPT is perceived as a temporary safe space in digital