Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Farmaka

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C TERHADAP PEMERIKSAAN URIN DENGAN METODE DIPSTIK TEST Mukminah, Izzah Al; Arista, Dwi Yuri; Nurhayati, Nurhayati; Saputra, Billy Dwi; Pramashela, Firda S; Josephine, Gabriella; Fatah, Abib Latifu; Berliana, Nadila; Destiani, Dika Pramita; Sinuraya, Rano Kurnia; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.25554

Abstract

Urinalisis merupakan metode yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan dan membantu mendiagnosis kondisi medis. Salah satu metode urinalisis yaitu dengan menggunakan dipstik test. Metode ini sangat sederhana, tidak merusak sampel, murah, waktu perlakuan yang singkat dan masih banyak dilakukan sebagai acuan awal dalam menganalisis kondisi kesehatan. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil akhir pengukurannya, seperti vitamin C. Konsumsi vitamin C, 3-6 jam sebelum urinalisis dengan dipstik test mempengaruhi beberapa parameter dalam dipstik test sehingga menyebabkan hasil yang negatif palsu pada proses analisis kesehatan. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil acuan awal mengenai kondisi kesehatan yang dianalisis menggunakan dipstik test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter pada dipstik test yang mengalami perubahan ketika mengonsumsi vitamin C, 3-6 jam sebelum urinalisis.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH SOLEH, SOLEH; Listiani, Nita; Maya, Ira; Amelia, Nisa Ayu; Hadad, Nur Diana; El Yahya, Idzni Rusydina; Pardosi, Yessica; Elisabeth, Erlin; Sidharta, Kenny Dwi; Arifa, Irbah; Sinuraya, Rano Kurnia; Destiani, Dika Pramita; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22151

Abstract

ABSTRAK Indeks massa tubuh (IMT) adalah salah satu metode untuk menentukan status gizi seorang individu dengan ditentukan dari hasil pengukuran dari berat badan (kg) dibandingkan terhadap tinggi badan (m2). Nilai IMT yang besar atau kategori overweight dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular, salah satunya hipertensi. Hal ini dikarenakan semakin besar massa tubuh atau indeks massa tubuh seseorang, maka akan semakin banyak juga darah yang akan diperlukan untuk menyalurkan oksigen ke jaringan tubuh, menyebabkan peningkatan tekanan darah. Resiko relatif mengalami hipertensi pada seseorang dengan IMT >25 yaitu 5 kali lebih tinggi dari pada seseorang yang berat memiliki berat badan normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tekanan darah. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan analisis korelasi Spearman untuk menentukan korelasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi antara IMT dengan tekanan darah dengan nilai CI sebesar 95% serta nilai koefisien korelasi IMT-sistol sebesar 0,356 dan nilai koefisien korelasi IMT-diastol sebesar 0,319. Kata Kunci:  Indeks Massa Tubuh (IMT), Tekanan Darah, Analitik Observasional
Review Artikel : KOKRISTALISASI METODE SOLVENT EVAPORATION DAN DRYGRINDING SHAFIRA SHAFIRA; Dika Pramita Destiani
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.352 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17736

Abstract

AbstrakKokristalisasi merupakan proses pembentukan ko-kristal yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan zat aktif farmasi. Ko-kristal terdiri dari zat aktif dan bahan tambahan yang disebut dengan koformer yang dihubungan oleh ikatan hidrogen dan van der waals. Metode kokristalisasi yang paling sering digunakan adalah metode solvent evaporation dan dry grinding. Studi kali ini membahas kelebihan dan kekurangan dari dua metode tersebut sehingga dapat dipilih metode yang efektif dan efisien untuk sintesis kokristal, berdasarkan hasil  review 20 jurnal yang 10 diantaranya menggunakan metode solvent evaporation dan 10 lainnya menggunakan metode dry grinding. Metode solvent evaporation memiliki nilai peningkatan kelarutan dan laju disolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode dry grinding sehingga metode tersebut dinilai lebih efektif dan efisien.Kata kunci : Ko-kristal, sovent evaporation, dry grindingAbstractCocrystalization is  process synthesis of cocrystal for improved solubility of active pharmaceutical ingredients. Cocrystal constitutes active pharmaceutical ingredients and benign substance called a coformer. The method crystalization which commonly used are solvent evaporation method and dry grinding method. This study dissusses the advantages and disadvantages of these two method for selecting the method which effective and efficient for synthesis cocrystal, based on review 20 journals : 10 journal using solvent evaporation method and 10 journal using dry grinding method. Percent solubility and dissolution of solvent evaporation method increase higher than dry grinding method so solvent evaporation method is effective and efficient method for synthesis cocrystal.Keywords : Co-crystal, solvent evaporation, dry grinding
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C TERHADAP PEMERIKSAAN URIN DENGAN METODE DIPSTIK TEST Izzah Al Mukminah; Dwi Yuri Arista; Nurhayati .; Billy Dwi Saputra; Firda Silvia Pramashela; Gabriella Josephine Maranatha; Abib Latifu Fatah; Nadila Berliana; Dika Pramita Destiani; Rano Kurnia Sinuraya; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.26174

Abstract

Urinalisis merupakan metode yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan dan membantu mendiagnosis kondisi medis. Salah satu metode urinalisis yaitu dengan menggunakan dipstik test. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil akhir pengukurannya, seperti vitamin C. Sebanyak 40 urin responden pagi hari ditest menggunakan dipstik test dan diberikan vitamin C pada rentang 3-6 jam sebelum pemeriksaan dengan dipstick test kembali. Beberapa data parameter pengujian memiliki hasil negatif atau positif palsu yang relatif kecil. Namun bila pengaruh vitamin C diabaikan hasil palsu ini dapat berpotensi serius terhadap pemeriksaan kesehatan selanjutnya.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN, ERITROSIT, DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN ANGKATAN 2016 QUINZHEILLA PUTRI ARNANDA; DIAH SITI FATIMAH; SHINTA LESTARI; SHELLA WIDIYASTUTI; DEDE JIHAN OKTAVIANI; SAQILA ALIFA RAMADHAN; ALIA RESTI AZURA; MAURA SYAFA ISLAMI; KIARA DIRGANTARA; RANO KURNIA SINURAYA; DIKA PRAMITA DESTIANI; IMAM ADI WICAKSONO
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.898 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22053

Abstract

ABSTRAKHemoglobin dan eritrosit memiliki fungsi yang penting dalam tubuh, salah satunya adalah membawa dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Saat kadar hemoglobin kurang, oksigen yang dibawa oleh hemoglobin berkurang, sehingga kinerja organ yang bersangkutan akan menurun dan kelancaran proses fisiologis akan terganggu, salah satunya siklus menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan antara kadar hemoglobin, eritrosit, dan siklus menstruasi pada mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran angkatan 2016. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data siklus menstruasi dengan menggunakan lembar observasi, kemudian dilakukan pengambilan sampel darah untuk dianalisis dengan haematoanalyzer untuk mengukur kadar hemoglobin dan eritrosit. Hasil analisis dengan uji asosiasi Chi-Square hitung lebih kecil dari table yaitu 1.160 untuk hemoglobin dan 0.040 untuk eritrosit dengan nilai p value 0.314 untuk hemoglobin dan 0.842 untuk eritrosit lebih besar dari 0.005 sehingga dapat simpulkan tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin dan eritrosit.Kata kunci : eritrosit, hemoglobin, siklus menstruasi ABSTRACTHaemoglobin and erythrocytes have important functions in the body, one of which is carrying and circulating oxygen throughout the body. When the haemoglobin level is less, the oxygen carried by haemoglobin decreases, so the performance of the organs is disrupted and the physiological process will be disrupted, one of which is the menstrual cycle. This study was conducted to determine whether or not there was an association between haemoglobin, erythrocyte, and menstrual cycle in students of the Faculty of Pharmacy, University of Padjadjaran 2016. The study was conducted by collecting menstrual cycle data using observation sheets, then taking blood samples and analyzed with haematoanalyzers to measure haemoglobin and erythrocytes level. The results of the analysis with Chi-Square association tests are smaller than Chi-Square table, 1.160 for haemoglobin and 0.040 for erythrocytes with a P-value of 0.314 for haemoglobin and 0.842 for erythrocytes greater than 0.005 so that there are no relationship between the menstrual cycle and haemoglobin and erythrocyte levels.Keywords : erythrocytes, haemoglobin, menstrual cyclee 
Pengaruh Polaritas Porogen pada Sintesis Moleculary Imprinted Polymer (MIP) AINI QOLBIYAH AFGANI; Dika Pramita Destiani
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3638.328 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17708

Abstract

AbstrakMolecule Imprinting Polymer (MIP) merupakan salah satu pemisahan yang banyak digunakan, karena pada pemisahannya MIP telah mencetak molekul target sehingga bisa digunakan lebih efektif dan spesifik. Pada sintesis MIP diperlukan porogen sebagai suatu solven yang akan membantu membentuk pori pada polimer. Polaritas dari suatu porogen yang digunakan ini memiliki pengaruh pada MIP yang dibuat. Oleh  karena itu, dilakukan review dari artikel yang menggunakan suatu porogen yang lebih polar atau lebih non polar untuk melihat perbandingan hasil dari penggunaan porogen dengan perbedaan polaritas dan mengetahui bagaimana memilih porogen yang baik berdasarkan polaritasnya. Metode dilakukan dengan membandingkan hasil dari 20 artikel mengenai nilai %recoveries-nya, dimana 10 artikel menggunakan porogen yang lebih polar dan 10 artikel menggunakan porogen yang lebih non polar. Nilai %recoveries pada metode ruah dari penggunaan porogen polar lebih besar dibandingkan penggunaan porogen yang lebih non polar. Nilai %recoveries pada metode pengendapan dari penggunaan porogen polar lebih besar dibandingkan penggunaan porogen yang lebih non polar. Jadi penggunaan porogen yang lebih polar maupun yang lebih non polar bisa digunakan, disesuaikan dengan interaksi yang terbentuk antara monomer fungsional-template.Kata Kunci: MIP, Porogen, Polaritas, Sintesis
Pengaruh Berpuasa Terhadap Kadar Bilirubin Total dengan Metode Kolorimetri (DIAZO) dan DCA Dinda Meviansyah; Rania Aisha Nuralisa; Adham Rizki Ananda; Nadira Hasna Putri; Firda Riska Rahayu; Gabriella Livia Amanda; Riana Kamer; Rano Kurnia Sinuraya; Dika Pramita Destiani; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.25574

Abstract

Bilirubin merupakan salah satu metabolit berupa pigmen kuning yang berasal dari perombakan heme pada hemoglobin. Bilirubin dibawa oleh darah menuju hati untuk dapat dikonjugasi dan diekskresikan. Adanya aktivitas berpuasa menyebabkan adanya kenaikan kadar bilirubin dalam darah oleh karena penurunan kapasitas pengikatan bilirubin oleh albumin untuk dapat dibawa menuju hati. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar bilirubin sebelum berpuasa dan setelah berpuasa selama 12 jam pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran angkatan 2017. Penelitian dilakukan dengan metode pengukuran kadar bilirubin sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian hasilnya diuji dengan menggunakan uji Paired T-Test untuk mengetahui ada atau tidaknya efek puasa terhadap kadar bilirubin pria dan wanita dan uji Independent T-Test untuk membandingkan perbedaan kadar bilirubin pria dengan wanita. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai korelasi pada pria sebesar 0,001 dan nilai signifikansi 0,000, pada wanita didapatkan nilai korelasi 0,000 dan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil penelitian didapatkan nilai  rata-rata kenaikan bilirubin pria sebesar 0,7638 dan rata-rata kenaikan bilirubin wanita  sebesar 0,2395 dengan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat kenaikan kadar bilirubin yang signifikan pada pria dan wanita dan ada perbedaan yang signifikan pada kenaikan kadar bilirubin pria dan wanita.Kata Kunci : bilirubin, kenaikan kadar bilirubin, berpuasa, kolorimetri
Uji Aktivitas Antioksidan Vitamin A, C, E dengan metode DPPH JACKIE KANG SING LUNG; Dika Pramita Destiani
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.142 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.12805

Abstract

Beta karoten (Vitamin A), asam askorbat (Vitamin C) dan α-tokoferol (Vitamin E) merupakan senyawa antioksidan alami yang digunakan sebagai senyawa pembanding dalam menguji aktivitas antioksidan ekstrak tanaman. Tujuan ulasan artikel ini adalah untuk membandingkan aktivitas antioksidan antara Vitamin A, C, E. Pencarian artikel ilmiah telah menggunakan sumber internet dan didapati sebanyak 20 artikel. Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil yang didapati berupa studi efek antioksidan Vitamin A,C,E. Vitamin C merupakan senyawa pembanding yang paling sering digunakan dibanding Vitamin A dan Vitamin E karena aktivitas antioksidannya yang sangat tinggi dengan mempunyai rata-rata Nilai IC50 yaitu 14,79 μg/mLKata Kunci: Antioksidan, DPPH, senyawa pembanding, Vitamin A,C,E
MOLECULAR IMPRINTING SOLID PHASE EXTRACTION MONOMER ASAM METAKRILAT (MAA) METODE RUAH DAN ENDAPAN INDRASWARI PITALOKA; Dika Pramita Destiani
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3355.29 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12951

Abstract

Molecular Imprinting Solid Phase Extraction (MIP-SPE) digunakan sebagai salah satu metode yang praktis untuk membantu mengecek bioavailibilitas obat pada tahap ekstraksi obat dengan bentuk suatu sorben selektif. Sorben dibuat dengan teknik molecular imprinting sehingga memiliki sisi pengenal yang dapat mengikat target obat secara spesifik. Salah satu proses yang menentukan kualitas dari sorben yang telah dibuat yaitu proses polimerisasi, yang dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang umum digunakan yaitu metode ruah, dan endapan. Studi kali ini membahas keunggulan dan kekurangan dari dua metode tersebut untuk sintesis MIP-SPE monomer Asam Metakrilat (MAA), berdasarkan hasil review 20 jurnal yang 10 diantaranya menggunakan proses polimerisasi metode endapan, dan 10 lainnya metode ruah. Nilai %Recoveries didapatkan lebih tinggi pada metode endapan, bentuk partikel yang lebih seragam, serta diameter skala microsphere (0,3-10 μm).Kata kunci: MIP-SPE, MAA, Polimerisasi Ruah, Polimerisasi Endapan 
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA MANUSIA DENGAN RENTANG UMUR 19-22 TAHUN Cecep Suhandi; Erica Willy; Nida Adlina Fadhilah; Natasha Salsabila; Abednego Kristande; Afifah Tri Ambarwati; Elisha Wianatalie; Dewi Ria Oktarina; Dika Pramita Destiani; Rano Kurnia Sinuraya; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.385 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.25564

Abstract

Stres merupakan suatu reaksi terhadap situasi mental atau beban pikiran yang tidak jarang dialami oleh banyak orang. Stres menyebabkan tingginya produksi kortisol, katekolamin, glukagon, glukokortikoid, β-endorfin dan hormon pertumbuhan sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada regulasi kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap kadar glukosa darah pada manusia normal. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Pengecekan tingkat stres menggunakan instrumen DASS 42 yang telah divalidasi ulang serta glucometer untuk mengukur kadar gula darah. Diperoleh nilai signifikansi Pearson Chi­-Square >0,05 yang menandakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah. Namun, terdapat resiko peningkatan kadar glukosa darah sebesar 1,714 kali lipat pada relawan dengan tingkat stres yang tinggi dibandingkan dengan relawan dengan tingkat stres yang normal.Kata Kunci : Stres, DASS 42, Glukosa Darah
Co-Authors Abednego Kristande Abib Latifu Fatah Abib Latifu Fatah Adham Rizki Ananda Afifah Tri Ambarwati Afina Dwi Rahmawati AINI QOLBIYAH AFGANI Alda Anjella Lady Carina Paska Agatha ALIA RESTI AZURA Ameilia Ameilia Amelia, Nisa Ayu Anggi, Joseph Fide Annisa Atusholihah Arifa, Irbah Arista, Dwi Yuri Asti Yunia Rindarwati Asti Yunia Rindarwati Berliana, Nadila Billy Dwi Saputra Bunga Dacilia Harsanti Cecep Suhandi Dede Jihan Oktaviani Dewi Ria Oktarina DIAH SITI FATIMAH Dian Amalia Maharani Dinda Juliana Dinda Meviansyah Dwi Aulia Ramdini Dwi Yuri Arista El Yahya, Idzni Rusydina Elisabeth, Erlin Elisha Wianatalie Erica Willy Ersa Fadhilah Fatah, Abib Latifu Firda Riska Rahayu Firda Silvia Pramashela Gabriella Josephine Maranatha Gabriella Livia Amanda Hadad, Nur Diana Hanifa Rifdah Aiman Hanny Latifa Hazna Putri Salsabilla Ihsanti Dwi Rahayu Imam Adi Wicaksono Imam Adi Wicaksono Imam Adi Wicaksono IMAM ADI WICAKSONO, IMAM ADI INDRASWARI PITALOKA Irsarina Rahma Ivan Surya Pradipta IYAN RIFKY HIDAYAT Izzah Al Mukminah JACKIE KANG SING LUNG Jamaica, Putri Avanny Josephine, Gabriella KIARA DIRGANTARA Kiara Puspa Dhirgantara KURNIASARI, NADYA GALUH Listiani, Nita Maharani, Shafa Shaomi Mamay Krisman MARETTY ERWANTA ROULINA MANIK MAURA SYAFA ISLAMI MAYA, IRA Muhammad Iqbal Mukminah, Izzah Al Nadila Berliana Nadila Berliana Nadira Hasna Putri Natasha Salsabila Nia Kurniasih Nicholas Sugianto Nida Adlina Fadhilah Nurdiani Adiningsih Nurfadila, Firda Shafira Nurfianti Silvia NURHAYATI . Nurhayati Nurhayati Nyi Mekar Saptarini Pardosi, Yessica Pramashela, Firda S QUINZHEILLA PUTRI ARNANDA Rahadianti Khofii Suwanditya Rahmani, Syifa Luthfiyah Ramadhan Triyandi Randy Rassi Prayoga Rania Aisha Nuralisa Rano Karya Sinuraya RANO KURNIA SINURAYA Riana Kamer Rina Rhofianingrum Rindarwati, Asti Yunia Salsabila, Lyansaputri Saputra, Billy Dwi SAQILA ALIFA RAMADHAN Sarmoko Sarmoko SHAFIRA SHAFIRA SHELLA WIDIYASTUTI SHINTA LESTARI Sidharta, Kenny Dwi Sifa Muhammad Yusuf Soleh, Soleh Syahrul Hidayat Syara Nur Fitri Balqist Umi Azizah UTARI YULIA ALFI