Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Comparison of Random Blood Sugar, Uric Acid, and Cholesterol Levels in Krangkeng Village with Karangjaladri Village, West Java, Indonesia Hendriani, Rini
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v10i1.61595

Abstract

The prevalence of metabolic diseases has increased over time, especially in Indonesia where 17.5% of the population suffers from metabolic syndrome. Metabolic diseases themselves are related to each other such as diabetes mellitus, gout, and dyslipidemia. One of the causes of metabolic diseases is environmental factors so this research aims to examine whether there was a relationship between metabolic diseases between two villages with different environmental conditions (Krangkeng Village and Karangjaladri Village). Data analysis used IBM SPSS Statistics 25 with random blood glucose, total cholesterol, and uric acid data taken using the Multi-Monitoring System Autocheck 3 in 1. The results of the analysis showed that random blood glucose and uric acid levels in men were greater in Karangjaladri village compared to Krangkeng village with statistically significantly different results. Meanwhile, uric acid in women was also greater in Karangjaladri village compared to Krangkeng village but not statistically different. Total cholesterol levels in Krangkeng village were greater than those in Karangjaladri village with statistically significantly different results. This difference could be caused by differences in daily consumption due to differences in geographic location and the main livelihoods of the two villages, where the majority of the residents of Krangkeng village work as farmers and Karangjaladri village as fishermen. The conclusion appears to be that there was a relationship between metabolic diseases and the environmental factors in the two villages studied.
Evaluasi Pengelolaan Obat Rusak, Kadaluarsa, dan Dead Stock Apotek X di Kota Bandung Periode Januari - Maret 2025 Syauqi Nawwar Rafif; Rini Hendriani; Rendy Septyadi
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Bulan Juli 2025, FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v3i1.4474

Abstract

Latar belakang: Perencanaan pengadaan obat harus mempertimbangkan jenis danjumlah kebutuhan obat secara tepat, karena ketidaktepatan dapat menyebabkanterjadinya kelebihan maupun kekurangan stok. Sistem penyimpanan di apotek jugamemegang peran penting dalam menjaga mutu dan stabilitas obat, di manapenyimpanan yang tidak sesuai dapat menurunkan kualitas sediaan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis kondisi obatkadaluarsa, rusak, dan dead stock di Apotek X. Metode: Metode yang digunakanadalah deskriptif kualitatif dengan sampel seluruh obat kadaluarsa, rusak, dan deadstock di Apotek X Kota Bandung selama periode Januari–Maret 2025,menggunakan indikator batas toleransi sebesar 0%. Hasil: Hasil menunjukkanpersentase obat kadaluarsa sebesar 6,8%, obat rusak 0,06%, dan dead stock sebesar4,11%, sehingga belum memenuhi indikator. Faktor penyebab kedaluwarsa dandead stock adalah adanya penurunan pasien, berhentinya praktik dokter, danrendahnya permintaan obat, sedangkan kerusakan obat terjadi akibat kurangnyamonitoring penyimpanan. Simpulan dan saran: Pengelolaan obat rusak dankadaluarsa di Apotek X Kota Bandung sudah berjalan cukup baik, namun masihditemukan obat kadaluarsa (6,8%), obat rusak (0,06%), dan stok mati (4,11%) yangbelum memenuhi indikator ideal (0%), dengan total kerugian mencapaiRp14.209.958,-. Disarankan dilakukan pemisahan obat berdasarkan bentuk sediaanserta penguatan sistem manajemen stok untuk meminimalkan kerugian danmeningkatkan efisiensi pengelolaan.
REVIEW ARTIKEL: KAJIAN PROFIL FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) Djamaluddin, Muhammad Ilham; Hendriani, Rini
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.56079

Abstract

Dalam pengobatan tradisional, berbagai tanaman rimpang-rimpangan seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur sering dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan dan mengobati bermacam penyakit. Salah satu rimpang berkhasiat yang masih jarang diketahui, ialah temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.). Secara turun-temurun rimpang temu hitam dipercaya dapat mengatasi sakit perut, batuk, asma, kudis, mempercepat pengeluaran lokia selama masa nifas, kegemukan, rematik, kecacingan dan gangguan mental. Dengan ditulisnya review artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kandungan fitokimia beserta beberapa efek farmakologi rimpang temu hitam (C. aeruginosa) yang telah teruji baik secara in vitro, in vivo maupun uji klinis. Semua literatur diperoleh dari Scopus dan Pubmed yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil studi diperoleh rimpang temu hitam mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid, dengan kandungan utama berupa senyawa-senyawa turunan terpenoid. Senyawa-senyawa terpenoid inilah yang membuat rimpang temu hitam memiliki aktivitas sebagai antioksidan, anti inflamasi, anti kanker, antidiabetes, antimikroba dan antiandrogen.
STUDI PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP SIRUP PASCA PERNYATAAN BPOM MENGENAI TURUNAN GLIKOL DI APOTEK KOTA BANDUNG Asti Widiani; Rini Hendriani
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1416

Abstract

Beberapa waktu terakhir, terdapat isu terkait Sirup yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) sebagai faktor penyebab penyakit gagal ginjal akut progesif atipikal pada anak. Beredarnya informasi tersebut membuat mayoritas masyarakat mengalami dilema dalam memilih obat yang aman dan tepat untuk anak. Penelitian ini menganalisa pola pembelian masyarakat terhadap Sirup anak yang mengindikasikan perspektif publik terhadap Sirup setelah adanya pengumuman BPOM terkait Sirup dengan metode deskriptif analitik, yakni komparasi tren pembelian obat Sirup di salah satu apotek Kota Bandung selama Bulan Oktober, November, dan Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bhawa tren pembelian Sirup untuk merek Sanmol, Praxion, dan Tempra di salah satu apotek Kota Bandung cenderung menurun selama awal isu merebak, dan kembali naik saat BPOM merilis hasil pengawasan dan penindakannya.