Claim Missing Document
Check
Articles

VALIDITAS LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK SISWA KELAS VIII SMP Tiurma Banjarani Siregar; Azza Nuzullah Putri; Nur Eka Kusuma Hindrasti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 3 No. 2 (2020): JPPSI, Oktober 2020
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i2.28577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS berbasis masalah pada materi sistem ekskresi yang layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran siswa kelas VIII SMP. Pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang mencirikan adanya masalah nyata sebagai konteks bagi siswa untuk mempelajari keterampilan kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan (Research & Development) dengan mengacu pada model Plomp, yang terdiri dari 5 tahap, yaitu: (1) tahap investigasi awal, (2) tahap desain, (3) tahap relasi, (4) ) tahap pengujian, tahap evaluasi dan revisi, (5) tahap implementasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan LKS berbasis masalah diperoleh rata-rata hasil validasi media 87% dengan kategori sangat valid dan rata-rata hasil ahli materi 91,5% dalam kategori sangat valid. "kategori. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKS berbasis masalah pada materi sistem ekskresi untuk digunakan pada siswa kelas VIII SMP yang dikembangkan dengan model Plomp sangat valid untuk digunakan kemudian dalam pembelajaran.
The Students' Caring Attitude Toward Marine Environment through Integrated Natural Science Learning in SMP Negeri Tanjungpinang Dios Sarkity; Adam Fernando; Nur Eka Kusuma Hindrasti
SEJ (Science Education Journal) Vol 7 No 1 (2023): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/sej.v7i1.1637

Abstract

Various marine environment damages were caused by a lack of marine environmental care attitude. This attitude must be instilled from an early age. This study aimed to find out how marine environmental care attitude of students of public junior high schools in Tanjungpinang City through integrated science learning. This research was a quantitative descriptive research in the form of a survey. This research involved 572 public secondary school students in Tanjungpinang City out of a total of 7,974 stundents who were determined using stratified random sampling. Data collection was carried out using a questionnaire. Questions on the questionnaire were based on 4 main indicators which were based on 7 ocean literacy principles and literature review on environtmental care attitude. Data were analyzed descriptively quantitatively using a Likert Scale. The results showed that students' knowledge of the sea was in the good category. Students' attitudes in preserving marine environment and preventing marine environmental damages were in the good category and the contribution of integrated science learning in shaping these attitudes was also in the good category. The students’ attitudes in repairing marine environment damages was in the bad category and the contribution of integrated science learning to this attitude was in the very bad category. This did not indicate the low quality of integrated science learning. During the COVID-19 Pandemic, it was impossible for integrated science learning to be carried out in the marine environment by involving students in activities to repair marine environment damages because of physical interaction restrictions.
Identifikasi Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi ASI Eksklusif dan Program Keluarga Berencana Risdawaty Sinurat; Nevrita Nevrita; Nur Eka Kusuma Hindrasti
JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Vol 4, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v4i1.15728

Abstract

High school students should be able to think critically in responding to myths related to exclusive breastfeeding and family planning programs, because they are used to thinking scientifically. The purpose of this study was to determine the level of critical thinking skills of students on exclusive breastfeeding material and family planning programs in SMA Negeri I Bintan Timur. This quantitative descriptive study was conducted in the even semester of the 2018/2019 school year. The sample in this study amounted to 100 students who were determined using the Random Sampling technique. The data in this study are students' critical thinking skills. Researchers collected data using test instruments in the form of essay questions and interview rubrics. The instrument was developed based on aspects of  critical thinking, namely: (1) Basic clarification; (2) Bases for a decision; (3) Inference; (4) Advanced clarification; (5) Supposition and integration; (6) Abilities facilitate the other abilities. Furthermore, the data were analyzed using a statistical formula in the form of a percentage. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the critical thinking ability of the 11th grade students of Mathematics and Natural Sciences in East Negeri I Bintan is in the less category. Based on the aspect of critical thinking ability, the results obtained are aspects of basic clarification, bases for decisions, and inference in the good category, aspects of advanced clarification in the less category, while aspects of suppositionand integration and the abilities to facilitate other abilities in the middle category
Framework Literasi Kelautan Sebagai Acuan Pembelajaran Sains di Negara Maritim Bony Irawan; Nur Eka Kusuma Hindrasti
Pedagogi Hayati Vol 2 No 1 (2018): Pedagogi Hayati Jurnal ilmiah Pendidikan Biologi : Literasi dan kearifan Lokal da
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i1.413

Abstract

Pembangunan kemaritiman nasional yang sedang digalang di Indonesia harus didukung oleh sistem pendidikan yang menjalankan fungsinya dalam mendidik calon warga negara. Agar pembangunan kemaritiman itu berhasil, siswa harus dididik secara sistematis pada bangku sekolah untuk memiliki literasi kelautan yang baik. Selama ini pengetahuan tentang kelautan tidak menjadi fokus dan hanya mendapat porsi kecil pada kurikulum pendidikan nasional. Akibatnya siswa Indonesia tidak memiliki pengetahuan, sikap, dan persepsi yang positif terhadap laut. Standar kurikulum yang berlaku di Indonesia tidak memiliki mata pelajaran khusus tentang ilmu kelautan. Materi dan pengetahuan penting tentang laut yang harus dimiliki calon warga negara ini dapat diintegrasikan kedalam mata pelajaran terkait, terutama biologi. Agar integrasi ini berjalan baik, diperlukan adanya standar isi pengetahuan kelautan yang dapat diacu oleh guru dalam mengembangkan prses pembelajaran. Penulis merumuskan sebuah framework literasi kelautan yang memuat pengetahuan esensial yang harus dikuasai siswa pada jenjang sekolah menengah. Framework literasi kelautan ini dirumuskan dengan mempertimbangkan standar ocean literacy yang berlaku secara internasional, dengan memperhatikan kondisi dan kearifan lokal Indonesia. Terdapat tujuh prinsip penting yang dirinci oleh 45 konsep dasar. Framework ini merangkum wawasan kelautan yang esensial untuk diintegrasikan kedalam pembelajaran yang terkait di sekolah. Selain itu framework ini juga dapat dijadikan acuan oleh pengelola akuarium dan taman, science park, dan pusat informasi informal lain. Diharapkan framework ini dapat memudahkan tugas guru dalam mengintegrasikan pengetahuan kelautan kedalam pembelajaran
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Aspek Advanced Clarification dan Inference pada Konsep Sistem Pencernaan Di Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang Oktaviani Dwi Putri; Nevrita; Nur Eka Kusuma Hindrasti
Pedagogi Hayati Vol 3 No 2 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i2.1141

Abstract

ABSTRACT: The purpose of this study is to describe students' critical thinking skills in the aspects of advanced clarification and inference of the XI MIPA class of SMA Negeri 2 Tanjungpinang. The population of this study were all students of class XI MIPA of SMA Negeri 2 Tanjungpinang consisting of 7 classes with a total of 259 students. The sample in this study amounted to 146 taken with cluster random sampling techniques. Data collection techniques through tests in the form of questions were developed using indicators of critical thinking skills. Test instruments are used to determine students' critical thinking skills in the aspects of advanced clarification and inference. Based on data analysis, it is known that the average percentage in the advanced clarification aspect is 63% with a category and 62% inference. So the conclusion in this study that the ability to think critically in the advanced clarification and inference aspects of class XI MIPA students of SMA Negeri 2 Tanjungpinang in the category is quite critical. ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek advanced clarification dan inference kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang yang terdiri dari 7 kelas dengan total 259 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 146 yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data melalui tes berupa soal yang dikembangkan menggunakan indicator kemampuan berpikir kritis. Intrumen tes digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek advanced clarification dan inference. Berdasarkan analisis data maka diketahui rata-rata persentase pada aspek advanced clarification adalah 63% dengan kategori dan inference 62%. Maka kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kemampuan berpikir kritis pada aspek advanced clarification dan inference siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang pada kategori cukup kritis.
Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Asesmen Autentik Keterampilan Abad ke-21 untuk Mahasiswa Pendidikan Biologi Nur Eka Kusuma Hindrasti; Trisna Amelia; Mufida Nofiana
Pedagogi Hayati Vol 4 No 2 (2020): Pedagogi Hayati Volume 4 Nomor 2 2020
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v4i2.2638

Abstract

ABSTRACT. This study aims to analyze the need for the development of authentic 21st century skills assessment instruments for biology education students. This needs analysis research is an early stage of development research consisting of stages 1) need assessment, 2) identification of component scale (literature study), 3) developing and writing items' component, and 4) field testing, validity, and reliability analysis. This descriptive study uses a questionnaire technique to collect data in the form of lecturer and student responses regarding the need for authentic assessment instruments for 21st century skills. Data analysis was performed using simple statistics, namely percentage and also qualitatively. Based on the results of the research, it was found that prospective biology teacher students admitted that lecturers had already assessed 21st century skills, but the lecturers considered that they had not been maximal in assessing 21st century skills because the instruments used were modest, not developed properly (not validated), and have not measured the real skills of students. So that it is important to do research and development of authentic assessment instruments for 21st century skills. ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen asesmen autentik keterampilan abad ke-21 untuk mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian analisis kebutuhan ini merupakan tahapan awal penelitian pengembangan yang terdiri dari tahap 1) need assessment, 2) identification of component scale (studi literatur), 3) developing and writing items’ component, dan 4) field testing, validity, and reliability analysis. Penelitian deskriptif ini menggunakan teknik angket untuk mengumpulkan data berupa respon dosen dan mahasiswa terkait kebutuhan instrumen asesmen autentik keterampilan abad ke-21. Analisis data dilakukan dengan statistik sederhana yaitu persentase dan juga secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa mahasiswa calon guru biologi mengaku dosen sudah melakukan penilaian keterampilan abad ke-21, namun dosen menganggap belum maksimal dalam menilai keterampilan abad ke-21 karena instrumen yang digunakan dibuat sekedarnya, tidak dikembangkan sebagaimana mestinya (tidak dilvalidasi), dan belum mengukur keterampilan mahasiswa yang sesungguhnya. Sehingga penelitian dan pengembangan instrumen asesmen autentik untuk keterampilan abad ke-21 penting untuk dilakukan.
The Analysis 0f Writing Science Communication Skills Reviewed From The Distribution of Students' Learning Styles of Grade X Ramayanti; Nevrita; Hindrasti, Nur Eka Kusuma
The Future of Education Journal Vol 3 No 3 (2024): August
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v3i3.164

Abstract

This study aims to analyze science communication skills in writing based on the distribution of learning styles. The research is a quantitative descriptive study. The population consists of 347 tenth-grade students, with a sample of 186 students. Sampling was conducted using stratified random sampling techniques. The instruments used include a portfolio sheet with practical reports and a learning style questionnaire. To analyze science communication skills in writing based on learning style distribution, the collected data were analyzed using descriptive statistical techniques with Microsoft Excel. The results show that the average science communication skills in writing, categorized by learning style, are rated as very good, with a percentage of 81%. This indicates that visual learning style dominates and significantly contributes to the science communication skills in writing among tenth-grade students at SMA Negeri 4 Tanjungpinang. In other words, students with a visual learning style demonstrate very good performance in written science communication
Analysis of Biology Learning Media Needs at SMA Negeri 4 Tanjungpinang Berliawanti, Fadinda; Safika, Nurul; Aprilia, Dina; Salsabilla, Jilan Zahwa; Fa U, Sabrina Thresia Gustianti; Hindrasti, Nur Eka Kusuma; Rosniati, Rosniati; Amran, Rita Arnel
Journal of Biology Learning Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbl.v5i1.4136

Abstract

The urgency of analyzing the needs of learning media is very important to analyze the needs of student learning media because there is a possibility that future learning will increase. For this reason, it is important to conduct further research on school policies in meeting student learning needs during the learning process. This study aims to analyze the needs of learning media in biology subjects at SMAN 4 Tanjungpinang. The research method used was descriptive and quantitative analysis with data collection through questionnaires and interviews with biology teachers. The subject of this study was a grade 11 science student of SMAN 4 Tanjungpinang. The results showed that teachers always use learning media in every meeting and with the existence of learning media makes students motivated and not easily bored in the learning process. However, students still need a variety of learning media to support learning needs. This article emphasizes the importance of effective learning through the use of appropriate media and materials.  
IMPLEMENTASI LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY (LSLC) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 4 TANJUNGPINANG Febri Syahputra Siregar, Eko; Agust, Satria; Eka Kusuma Hindrasti, Nur; Malik, Abdul; Rahmatina, Desi; Yulita, Inelda; Fakri, Muhammad; Wulan Sari, Retno; Oktavera, Cherryn; Malica Novika, Dessy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5074-5084

Abstract

Lesson Study for Learning Community (LSLC) ini bertujuan untuk pembinaan guru dalam peningkatan kualitas pembelajaran secara kolaboratif, dengan tahapan plan, do dan see Kegiatan ini dilakukan oleh Tim PKM PPG FKIP UMRAH. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 01 dan 02 Agustus 2024 dengan model pelatihan dan pendampingan. Adapun judul kegiatan ini adalah Implementasi Lesson Study For Learning Community (LSLC) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMP Negeri 4 Tanjungpinang. Peserta pada kegiatan ini adalah guru-guru di SMP Negeri 4 Tanjungpinang sebanyak 25 orang. Adapun hasil yang diperoleh dari pelatihan ini, yaitu: 1) hasil pre test sebelum diberikan pelatihan yaitu 58,4% dengan kategori baik.; 2) post test yaitu 92, 4 dengan kategori sangat baik. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini, yaitu 1) pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Tim PPG FKIP UMRAH dapat dikatakan berhasil; 2) Para guru SMP Negeri 4 Tanjungpinang memiliki semangat kolaborasi yang baik untuk pengembangan diri dan peningkatan kualitas pembelajaran; dan 3) aktivitas observasi guru berjalan lancar dan guru sangat berantusias untuk menghadiri guru model melakukan pembelajaran dan saling memberikan masukan
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP Terintegrasi Adiwiyata Berbasis Isu-isu Kritis Lokal pada Calon Sekolah Adiwiyata di Tanjungpinang Hindrasti, Nur Eka Kusuma; Putri, Azza Nuzullah; Muhartati, Erda
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.779 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.16271

Abstract

Pembelajaran menjadi aspek yang sangat menentukan dalam penilaian adiwiyata. Namun, merancang pembelajaran terintegrasi adiwiyata masih menjadi kendala bagi guru. Sehingga sebagian besar sekolah tidak dapat mencapai batas minimum untuk lolos menjadi sekolah adiwiyata baik tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Selain lemah dalam merancang pembelajaran berupa RPP, guru juga kurang mampu mengangkat isu lokal. Sedangkan sekolah adiwiyata di Tanjungpinang baru mencapai tidak lebih dari 20%. Peningkatan kemampuan guru Tanjungpinang dalam menyusun RPP terintegrasi adiwiyata yang berbasis kearifan lokal mutlak diperlukan agar sekolah adiwiyata di Tanjungpinang semakin meningkat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan bagi guru-guru calon sekolah adiwiyata tingkat kota, sekolah adiwiyata tingkat kota, dan sekolah adiwiyata tingkat provinsi di Tanjungpinang. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan penyusunan RPP. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyusun RPP terintegrasi adiwiyata berbasis isu-isu kritis lokal bagi guru-guru di Kota Tanjungpinang. Pelaksanaan kegiatan dalam bentuk tatap muka dan daring mulai tanggal 10-17 Oktober 2018. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan PKM bagi guru-guru berlangsung dengan baik. Guru-guru antusias dan terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan. Hampir semua guru sudah mampu meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP. RPP yang digunakan oleh sekolah adiwiyata sebenarnya sama dengan RPP sesuai regulasi kurikulum Kemendiknas, karena regulasi kurikulum sudah memuat pelestarian lingkungan. Dengan demikian tidak ada istilah khusus untuk RPP dan kurikulum sekolah yang melaksanakan adiwiyata.