Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Meningkatkan Pemahaman Arah Kanan dan Kiri melalui Permainan Body percussion pada Disabilitas Intelektual Sedang Seladura, Fitri Huzan; Arnez, Gaby; Budi, Setia; Yuliana, Syari
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10107

Abstract

Pemahaman konsep arah kanan dan kiri merupakan kemampuan orientasi spasial dasar yang masih menjadi kesulitan bagi peserta didik disabilitas intelektual sedang akibat keterbatasan kognitif dan motorik yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep arah kanan dan kiri melalui penerapan metode permainan body percussion. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap tiga peserta didik disabilitas intelektual sedang kelas III, yaitu N, R, dan H. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes perbuatan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan perhitungan persentase kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep arah kanan dan kiri secara bertahap dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Peserta didik N mengalami peningkatan dari 8% menjadi 83%, sedangkan peserta didik R dan H meningkat dari 16% menjadi 75%, sehingga seluruh peserta didik mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Penelitian ini sekaligus mengisi keterbatasan pada kajian sebelumnya, karena penelitian yang secara khusus mengkaji penggunaan body percussion untuk mengembangkan konsep spasial kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang masih terbatas.     Penelitian ini juga mengisi keterbatasan pada penelitian sebelumnya, karena Penelitian Tindakan Kelas yang secara khusus mengkaji penggunaan body percussion dalam mengembangkan konsep spasial kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang masih terbatas.Temuan ini menunjukkan bahwa metode permainan body percussion efektif sebagai strategi pembelajaran berbasis gerak dan multisensori dalam meningkatkan pemahaman konsep arah kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran pendidikan khusus, serta perlu dikaji lebih lanjut dengan subjek yang lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang.
Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Bilangan 1-10 menggunakan Aplikasi Math Kids pada Anak Disabilitas Intelektual Ringan Nurazizah, Nurazizah; Damri, Damri; Nurhastuti, Nurhastuti; Yuliana, Syari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4214

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan seorang anak laki-laki dengan disabilitas intelektual ringan kelas VII fase B di SLB Peduli Anak Bangsa payakumbuh. Anak tesebut belum mampu menyelesaikan penjumlah bilangan 1-10 dengan benar, sehingga berdampak pada kemampuan anak dalam menjalani rutinitas sehari-hari seperti menghitung uang yang dimiliki anak dan menjumlahkan banyaknya barang yang ada di sekitarnya. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan aplikasi Math Kids sebagai media yang dapat membantu anak belajar penjumlahan secara interaktif dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan efektifitas aplikasi Math Kids dapat meningkatkan kempauan penjumlahan bilangan 1-10 pada disabilitas intelektual ringan. Metode yang diterapkan pada studi ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Hasil yang didapatkan mengungkapkan bahwa pada fase Baseline (A1) yang dilaksanakan dalam4 sesi, hasil yang diperoleh berada di angka 30% sampai 40%. Kemudian pada tahap intervensi (B) yang dilaksanakan dalam 8 sesi, hasilnya meningkat ke rentang 55% hingga 80%. Sementara itu, pada fase Baseline (A2) yang kembali dilaksanakan sebanyak 4 sesi, perolehan hasil mencapai rentang 80% hingga 90%. Berdasarkan proses pengolahan data yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa penggunaan aplikasi Math Kids terbukti efektif dalam mendorong peningkatan kemampuan penjumlahan angka 1-10 pada anak dengan hambatan intelektual ringan.