Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Optimalisasi lahan melalui integrasi usaha tani kelapa dan budidaya lele untuk meningkatkan keberlanjutan dan diversifikasi pendapatan petani Ulhaq, Riza; Weihan, Rayhan Amadius; Nasution, Anisah; Andriani, Dewi; Setyowati, Mita; Putri, Nhyra Kamala; Itawarnemi, Hilmina; Jasmi; Lestari, Rachmatika
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.23824

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan stabilitas ekonomi petani melalui penerapan sistem pertanian terintegrasi antara budidaya kelapa dan ikan lele di Desa Bubuhan, Kabupaten Simeulue. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil produksi kelapa dan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Community Development, yang dilaksanakan dalam tiga tahap: (1) sosialisasi konsep budidaya terpadu; (2) pendampingan praktik lapangan mencakup integrasi budidaya kelapa dan lele serta pemanfaatan limbah kolam menjadi pupuk organik cair; dan (3) evaluasi partisipatif dan sumatif. Hasil evaluasi partisipatif menunjukkan bahwa pemahaman awal petani terhadap konsep integrasi dan pengolahan limbah masih rendah, namun 95% menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi peningkatan pendapatan. Setelah pelaksanaan kegiatan, evaluasi sumatif menunjukkan peningkatan signifikan, sebanyak 87% petani memahami sistem integrasi, 100% mampu memfermentasi limbah lele menjadi POC, dan seluruh peserta termotivasi menerapkan sistem secara mandiri. Selain itu, 80% responden mengakui adanya peluang diversifikasi ekonomi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan semangat kemandirian petani. Implementasi sistem pertanian terintegrasi berbasis sumber daya lokal memiliki kontribusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
Morphology and Moleculer Sequencing Bactrocera sp. Fruit Fly from Deli Serdang District Sari, Putri Mustika; Lisa, Oviana; Weihan, Rayhan Amadius
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.24111

Abstract

Due to some doubts regarding the morphological identification of fruit flies, molecular identification is necessary to more clearly determine the origin of the insect. With the PCR RAPD method, which can identify genetic markers, it can effectively and quickly distinguish closely related species. RAPD is used as a tool to create genetic maps, identify strains, species, populations, and systematics of various organisms. RAPD can differentiate laboratory populations that are morphologically indistinguishable. So the purpose of this study is to more clearly determine the identity of the fruit flies found, both morphologically and molecularly. This research method is a purpose sampling method, where fruit fly samples are obtained from traps using attractants in red guava plantations. The fruit fly species found in the red guava plantation location are Bactrocera sp., and Bactrocera kinabalu. The results of the study found that the fruit fly species Bactrocera sp. found in the village of Sawit Rejo was identified morphologically as having many similarities with Bactrocera papayae except for its abdominal pattern. To confirm the taxonomic status of Bactrocera sp. For further clarification, it is necessary to use molecular identification of cytochrome oxidase 1 and phylogenetic genes, with DNA sequencing results (500 bp) showing that the Bactrocera sp. species has a homology level of 88% with Bactrocera carambolae from the Genbank collection. The phylogenetic tree shows that Bactrocera sp. has ancestors from China.
Analisis Vegetasi dan Indeks Keanekaragaman Gulma pada Budidaya Kacang Tanah di Desa Ujung Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat Itawarnemi, Hilmina; Weihan, Rayhan Amadius; Chairudin, Chairudin; Aminah, Siti
Jurnal Agrotek Lestari Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v11i2.13422

Abstract

ABSTRACTThe presence of weeds in peanut cultivation areas can cause a decline in productivity. In Ujong Tanoh Darat Village, farmers do not use mulch in peanut cultivation, making them more susceptible to weeds and greatly affecting crop yields. This study aims to identify the types and diversity of weeds in peanut cultivation fields in Ujong Tanoh Darat Village. The research location was selected using purposive sampling. Data collection was carried out using the quadrat method by placing 10 plots measuring 0.5 m2 x 0.5 m2 randomly. Seven weed species were found in peanut cultivation fields, including Melochia corchorifolia L., Eleusine indica, Spermacoce latifolia, Ludwigia octovalvis, Cyperus sphacelatus Rottb., Paspalum paniculatum L., and Echinochloa crus-galli L. Eleusine indica (SDR 46.98%) and Melochia corchorifolia (SDR 27.30%) were found to have the highest dominance levels, while Paspalium paniculatum L (SDR 3.27%) had the lowest. The diversity index (H' = 1.356) and weed evenness (E = 0.697) indicated moderate diversity with uneven population distribution. Meanwhile, the species richness index (Dₘg = 1.27) was low due to the dominance of certain species. This condition confirms that the presence of dominant weeds has the potential to significantly reduce peanut productivity, so control needs to be focused on sustainable strategies through an Integrated Weed Management (IWM) approach that combines mechanical, cultural and chemical methods selectively.Keywords: Diversity, Eleusine indica, Peanuts, Vegetation Analysis, Weeds  
Pengaruh Inkubasi Tepung Cangkang Lokan (TCL) terhadap pH, Kelembaban dan Suhu Tanah Gambut Aminah, Siti; Weihan, Rayhan Amadius; Putra, Iwandikasyah; Afrillah, Muhammad; Fajri, Maulidil
Jurnal Agrotek Lestari Vol 10, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v10i2.10121

Abstract

Peatlands have significant potential for development in improving the yields of crop cultivation. Peat soil faces issues of nutrient deficiency and low pH, which pose challenges for cultivation. The application of agricultural lime to acidic soils can increase soil pH. This study aims to examine changes in peat soil pH through the application of various doses of Clam Shell Flour (TCL) as an alternative to lime. The research was conducted at the Teuku Umar University Experimental Field from March to May 2023. The study was designed using a Randomized Block Design with a Non-Factorial approach with 3 dose levels (0 ton/ha, 1 ton/ha, and 2 ton/ha) and consisted of 3 replications. The results of the ANOVA test for peat soil pH during the incubation of ameliorant materials used in this study over 5 weeks showed that Clam Shell Flour (TCL) had no significant effect on pH improvement. Fluctuating changes in peat soil pH were observed in each treatment every week. The lowest pH change range was found in the TCL0 treatment (TCL 0 ton/ha), while the highest was in the TCL1 treatment (TCL 1 ton/ha). Keywords: Peat, Liming, pH, Incubation, Clam Shell Flour 
Identifikasi Keragaman Karakter Morfologi Tanaman Pisang (Musa spp.) Wilayah Daratan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Weihan, Rayhan Amadius; Zulkarnain, Zulkarnain; Lizawati, Lizawati
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i2.559

Abstract

Pisang (Musa sp.) adalah salah satu jenis komoditi yang memiliki prospek yang baik, hal ini karena pisang merupakan komoditi yang digemari sebagian besar penduduk dunia. Karakteristik sifat morfologi merupakan cara determinasi yang paling akurat untuk melihat sifat agronomi suatu dan klasifikasi taksonomi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas atau sempitnya keragaman karakter morfologi tanaman pisang yang ada di wilayah daratan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengetahui korelasi antara ketinggian tempat di suatu kecamatan dengan keragaman karakter morfologi pisang di wilayah daratan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan sebagai penunjang bahan peneliti yang akan meneliti tanaman pisang lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Berbak, Rantau Rasau, Muaro Sabak Barat, Dendang, Geragai, dan Mendahara Ulu dengan menggunakan 25 karakter morfologi pisang yang telah ditentukan berdasaarkan International Union for The Protection of New Varieties of Plants (UPOV) dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan cluster analysis, analisis Score Plot dan analisis korelasi menggunakan perangkat lunak minitab versi 18.0. Hasil Penelitian tanaman pisang yang telah diteliti terdapat keragaman genetik yang luas pada populasi pisang di wilayah daratan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan 2 kelompok cluster pada fase vegetatif dan 4 kelompok cluster pada fase generatif, tidak terdapat korelasi antara ketinggian tempat dengan sebaran karakter di Kabupaten Tanjung Jabung Timur wilayah daratan serta dari 25 karakter morfologi yang diamati, ada 4 karakter kuantitatif dan 21 karakter kualitatif yang memiliki keragaman berkisar dari sangat sempit hingga sangat luas.
Pengaruh Media Tanam dan ZPT Alami terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Weihan, Rayhan Amadius; Saidi, Aboe B.; Andriani, Dewi; Rismon, Rismon
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i1.1227

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan produksi kakao demi memenuhi kebutuhan kakao nasional. Pertumbuhan kakao di lapangan sangat bergantung pada masa pembibitan kakao. Penggunaan media tanam yang tepat serta aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan salah satu upaya menjaga kualitas pembibitan kakao . Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan fakultas pertanian Universitas Teuku Umar pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2021. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 2 sebanyak 3 ulangan dengan perlakuan yang terdiri atas Media Tanam (Kontrol (M0), Arang Sekam Padi (M1), Serbuk Gergaji (M2) dan Tanah Berpasir (M3) ) dan ZPT ( Limbah Cucian Beras (Z1) dan Limbah Cucian Ikan (Z2) dengan dosis 250 ml/tanaman). Data hasil Penelitian di Uji menggunakan Uji F, jika menunjukkan pengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 40 dan 60 HST, diameter batang 40 dan 60 HST dan jumlah daun 40 dan 60 HST. Berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun 20 HST. Zat pengatur tumbuh berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang 40 HST, tinggi tanaman 40 dan 60 HST, diameter batang 20 dan 60 HST serta jumlah daun 20, 40 dan 60 HST. Berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 20 HST. Tidak terdapat interaksi antara media tanam dan zat pengatur tumbuh terhadap semua peubah pertumbuhan bibit tanaman kakao yang diamati.
Pengaruh Pemberian Berbagai Taraf Dosis Biochar terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) di Tanah Gambut Aminah, Siti; Bancin, Salsabila; Weihan, Rayhan Amadius; Sari, Putri Mustika; Lisa, Oviana
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2164

Abstract

Pakcoy umum dibudidayakan di Indonesia, namun produksinya harus seimbang dengan ketersediaan lahan. Meskipun kaya akan bahan organik, lahan gambut memiliki tingkat keasaman yang tinggi, sehingga menyulitkan ketersediaan unsur hara makro dan mikro. Biochar, seperti yang berasal dari tongkol jagung, dikenal mampu meningkatkan kualitas tanah. Tujuan percobaan adalah untuk menentukan dosis terbaik Biochar terhadap pertumbuhan tanaman Pakcoy pada tanah gambut. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Teuku Umar, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh pada bulan Agustus hingga November 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan dosis Biochar tongkol jagung terdiri dari 4 taraf dosis yaitu kontrol, 100 g/polybag, 150 g/polybag, dan 200 g/polybag dengan 5 kali ulangan. Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa pemberian berbagai taraf dosis Biochar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman Pakcoy pada seluruh parameter amatan. Taraf dosis terbaik ditunjukkan oleh perlakuan 100 g/polybag dan 200 g/polybag pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Lebih lanjut pada parameter diameter batang ditunjukkan oleh perlakuan 200 g/polybag.
Tinjauan Regulasi Pengendalian Hama Pertanian Berbasis Keberlanjutan di Indonesia Putri, Nhyra Kamala; Munandar, Agung; Andriani, Dewi; Fajri, Maulidil; Weihan, Rayhan Amadius
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2224

Abstract

Pertanian berkelanjutan erat kaitannya dengan penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) yang mengutamakan metode pengendalian hama ramah lingkungan, untuk mendukung kelestarian ekosistem serta keberlanjutan sektor pertanian. Peran pemerintah menjadi krusial dalam memfasilitasi, mengatur, dan mengimplementasikan pendekatan ramah lingkungan dalam pengelolaan hama, khususnya melalui kebijakan dan regulasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kebijakan serta regulasi terkait pengendalian hama di sektor pertanian Indonesia dan relevansinya dengan konsep keberlanjutan berdasarkan prinsip PHT. Pendekatan yang digunakan adalah metode studi literatur dengan analisis terhadap regulasi nasional dan penelitian relevan dalam 10 tahun terakhir dalam pengelolaan hama berbasis lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat sejumlah kebijakan yang mendukung PHT, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan seperti kurangnya kesadaran petani, serta masih ditemukannya pestisida terdaftar yang tergolong berbahaya. Regulasi yang ada perlu diperbarui untuk mengakomodasi inovasi baru dalam teknologi ramah lingkungan atau lebih adaptif terhadap tantangan terkini di sektor pertanian, meningkatkan pengawasan terutama terhadap pestisida berbahaya, serta menguatkan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.