Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MANAJEMEN PERILAKU KARYAWAN DALAM MENGATASI FENOMENA CYBERLOAFING: STUDI DI KANTOR SAMSAT PROVINSI KEPULAUAN RIAU Setiati, Vita; Tibrani, Tibrani; Ramadhan, Denny Ammari
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v15i01.53588

Abstract

Perkembangan digitalisasi di lingkungan kerja publik telah membawa konsekuensi perilaku baru, salah satunya adalah cyberloafing, yaitu penggunaan internet untuk kepentingan non-pekerjaan selama jam kerja. Fenomena ini menimbulkan perdebatan akademik karena di satu sisi dipandang sebagai perilaku kontraproduktif yang berpotensi menurunkan kinerja, sementara di sisi lain dapat berfungsi sebagai mekanisme pemulihan kognitif dalam batas tertentu. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen perilaku karyawan dan organizational citizenship behavior (OCB) memengaruhi cyberloafing serta implikasinya terhadap work performance di Kantor SAMSAT Provinsi Kepulauan Riau sebagai institusi layanan publik strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong-lintang dan melibatkan 78 pegawai SAMSAT yang memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM).Hasil penelitian menunjukkan OCB dan manajemen perilaku karyawan berpengaruh signifikan terhadap cyberloafing. OCB memiliki pengaruh dominan, menandakan pentingnya norma prososial dan perilaku sukarela dalam membentuk perilaku kerja digital pegawai. Cyberloafing selanjutnya terbukti signifikan terhadap work performance, menunjukkan bahwa kemampuan organisasi dalam mengelola perilaku digital karyawan berkaitan erat dengan capaian kinerja. Analisis mediasi memperlihatkan bahwa cyberloafing berperan sebagai mekanisme penghubung antara OCB dan manajemen perilaku terhadap kinerja kerja. Secara teoretis, penelitian memperkaya literatur dengan mengintegrasikan perspektif perilaku organisasi positif dan perilaku kontraproduktif dalam satu kerangka analitis di sektor publik. Secara praktis, menegaskan pengelolaan cyberloafing tidak cukup dilakukan melalui pendekatan represif, melainkan memerlukan keseimbangan antara penguatan perilaku prososial, tata kelola digital yang proporsional dan desain kerja yang adaptif untuk menjaga kinerja dan akuntabilitas layanan publik.
Green and Clean Mobility: A Study of Trans Batam's Management and Administration in Supporting Sustainable Transportation Susanto, Oma; Tibrani, Tibrani; Ramadhan, Denny Ammari
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 2 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i2.2001

Abstract

This study aims to comprehensively analyze how Trans Batam's infrastructure management contributes to the principles of Green & Clean Mobility, a public transportation concept focused on efficiency, quality and public access. The research focuses on three main management aspects: (1) facility suitability; (2) governance mechanisms and operational management; and (3) sustainability principles.The analysis was conducted using an exploratory quantitative approach, assessing each research dimension with SmartPLS 4.3.0.1. One hundred respondents participated during the research period and expressed their willingness to volunteer to support the research. The results indicate a significant correlation between each exogenous and endogenous dimension. They are integral to driving the quality of Trans Batam's transportation services. Furthermore, this is supported by an R2 value of 67.2% (0.672). This demonstrates that the involvement of the research dimensions does contribute to improving Trans Batam's public transportation services. Furthermore, the Q2 value of 0.485 indicates strong predictive relevance, indicating that the model not only explains variation within the sample but also has adequate predictive capacity. Ultimately, this research can serve as policy recommendations and contribute to the development of an inclusive, efficient and sustainable public transportation service model—Trans Batam
STRATEGI LEVERAGING SECONDARY BRAND KNOWLEDGE UNTUK MEMBANGUN FESTIVAL BRAND EQUITY: PERANCANGAN SERVICE BLUEPRINT PADA XYZ LIVE GROUND DI KOTA BATAM Nurdiana, Hellen; Tibrani, Tibrani; Putra, Rizki Eka
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v15i02.57784

Abstract

Abstrak Industri festival musik menghadapi tantangan ganda: membangun kepercayaan pasar pasca-hiatus sekaligus menjamin keandalan operasional pada hari pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Service Blueprint sebagai instrumen kendali mutu preventif (ex-ante) dalam fase pemulihan merek (brand revival) XYZ LIVE GROUND 2026 di Kota Batam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semistruktur, observasi lapangan preventif, dan studi dokumentasi terhadap sembilan informan kunci yang dipilih secara purposive, meliputi manajemen promotor, supervisor lapangan, perwakilan sponsor, petugas ticketing digital, dan penonton lokal. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2020) yang dipadukan dengan kerangka Service Blueprinting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi leveraging secondary brand knowledge melalui rekrutmen musisi nasional dan aliansi dengan sponsor L.A Purple berhasil memicu digital buzz yang mendorong pembelian tiket secara impulsif (impulsive buying) di kalangan masyarakat urban Batam. Namun, lonjakan transaksi ini menciptakan risiko peak-load demand ekstrem di area pintu masuk. Melalui perancangan Service Blueprint preventif, ditemukan tiga titik kritis kegagalan (potential fail points) utama, yakni kelumpuhan jaringan internet (internet drop-out), hambatan validasi regulasi usia, dan friksi antrian akibat penonton tanpa tiket. Rekayasa ulang layanan berbasis teknologi phygital dan Buffer Zone 20 meter dirancang sebagai solusi mitigasi yang mampu mempertahankan kecepatan validasi di bawah 15 detik per pengunjung. Standarisasi operasional ini diproyeksikan mampu membangun kemandirian merek (brand independence) dan ekuitas merek festival (festival brand equity) yang berkelanjutan di Kota Batam.  Kata kunci: Service Blueprint, Leveraging Secondary Brand Knowledge, Brand Revival, Impulsive Buying, Festival Brand Equity
Pengaruh Penanaman Modal Asing, Indeks Persepsi Korupsi, Kemiskinan, Pengangguran dan Upah Minimum Terhadap Ketimpangan Pendapatan Di Indonesia Karimi, Kasman; Mulyani, Pertiwi; Murialti, Neng; Tibrani, Tibrani
Akuntansi & Ekonomika Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Akuntansi dan Ekonomika
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jae.v13i1.4775

Abstract

This study aims to analyze the influence directly or indirectly of Foreign Investment, Corruption Perception Index, Poverty, Unemployment and Minimum Wage on Income Inequality in Indonesia. The data used in this study is a secondary type of data sourced from the offices of the Central Statistics Agency, the World Bank Web and Transparency International. The data analysis method used is Multiple Linear Regression data (time series) in Indonesia for 25 years from 1997 to 2021. Based on the results of the analysis, it is known that Foreign Investment, Corruption Perception Index, Poverty, Unemployment, and Minimum Wage have a significant effect on Income Inequality in Indonesia.