Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Effect of Pyriproxyfen, a Malaria Vector Larvicide, on the Growth and Mortality of Vannamei Shrimp Putri, Sriana; Setyaningrum, Endah; Farisi, Salman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v10i1.258

Abstract

Anopheles mosquito shared a breeding site with the vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei). Anopheles mosquito larvae commonly live in both stagnant fresh and brackish water. The potential breeding habitat of Anopheles mosquito larvae may be rice fields, pools or ponds, swamps, ditches, and slow-current streams. One of the effective strategies to control malaria is to apply chemical insecticides. Pyriproxifen is a larvicide that contains juvenile hormone-like compounds. Juvenile hormone-like compounds can affect mosquito morphogenesis, characterized by the failure of the larvae to develop into pupae. With a completely randomized design, the shrimp fry was divided into 4 groups,  6 repetitions, 20 individuals each. Shrimp fry in each experimental unit was placed and maintained in plastic jars containing 2.5 L of brackish water. The results showed that the insect growth regulator (IGR) with the active ingredient pyriproxyfen at various concentrations had no significant effect on the growth, mortality, and survival of vannamei shrimp fry.  It can be concluded therefore that pyriproxifen larvicide was safe to be used for controlling malaria mosquito vectors in hatcheries and breeding ponds of vannamei shrimp.
Potensi Bioinsektisida Ekstrak Air Dan Metanol Gracilaria sp. Terhadap Aedes aegypti Dengan Metode Spray Pertiwi, Widya Ratna; Pratami, Gina Dania; Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19122

Abstract

Penggunaan insektisida kimiawi digunakan dalam upaya pengendalian vektor DBD. Namun, penggunaannya dapat digantikan dengan rumput laut Gracilaria sp. karena mampu bersifat toksik terhadap serangga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas ekstrak air dan metanol Gracilaria sp. terhadap mortalitas nyamuk Ae. aegypti serta mengetahui nilai LC50 ekstrak air dan metanol Gracilaria sp. yang efektif dijadikan sebagai bioinsektisida. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan RAK dengan 7 perlakuan yang terdiri dari 3 konsentrasi (10%, 15%, dan 20%) ekstrak air dan metanol Gracilaria sp., dan transfluthrin, serta dilakukan 3x pengulangan. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan terhadap jumlah kematian nyamuk dengan nilai p-value= 0,00 (P ≤ 0,05). Uji LSD menunjukkan perbedaan signifikan antara ekstrak air Gracilaria sp. konsentrasi 20% terhadap ekstrak air Gracilaria sp. konsentrasi 10%, 15%, ekstrak metanol Gracilaria sp. konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, serta transfluthrin. Nilai LC50 ekstrak air Gracilaria sp. diperoleh sebesar 33,011%, sedangkan ekstrak metanol Gracilaria sp. sebesar 22,961% dan dapat disimpulkan ekstrak air dan metanol Gracilaria sp. memiliki potensi sebagai bioinsektisida karena mampu membunuh nyamuk Ae. aegypti sebesar 13,3%-40%.
Ecological Study of Mosquito Larvae Breeding Site Anopheles Malaria Vector in Abandoned Ponds Hanura Village Setyaningrum, Endah; Qoyima, Allafia; Priyambodo, Priyambodo; Pratami, Gina Dania
Berkala Ilmiah Biologi Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bib.v16i1.20802

Abstract

Malaria is an infectious disease that is common in tropical and sub-tropical climates, making malaria endemic areas. One of the villages in Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Hanura Village is close to an abandoned pond which is a breeding place for malaria vectors which is the cause of malaria cases in Pesawaran. The aim of this research is to determine the relationship between physical and chemical factors and the density of Anopheles larvae and to identify types of aquatic plants and aquatic animals and their influence on the density of Anopheles mosquito larvae. in Hanura Village, Teluk Pandan District. The method used in this research is a survey method and observation of several ecological factors in the breeding places of malaria mosquito vectors. The measurement results showed that physical and chemical factors in DO had a positive correlation with larval density. Biological factors found include chicken stomach moss (Enteromorpha intestinalis), sea turtles (Limnoporus canaliculatus), back swimmers (Notonecta undulata), snakehead fish (Channa striata), water beetles (Tropisternus sp.), and tadpoles (Anura). The higher the population of aquatic plants, the higher the density of mosquito larvae. Meanwhile, the higher the population of aquatic animals, the lower the density of mosquito larvae.
Uji Bioaktivitas Ekstrak n-Heksana Rumput Laut Gracilaria sp. Sebagai Antimalaria Terhadap Parasit Plasmodium falciparum Secara In vitro Yuandarru, Rhifana; Setyaningrum, Endah; Chrisnawati, Lili; Pratami, Gina Dania
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1170

Abstract

Tantangan utama dalam mengendalikan malaria yakni tingginya resistensi parasit terhadap obat antimalaria. Pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yakni dengan mencari dan mengembangkan bahan alam potensial, seperti rumput laut Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa fitokimia dan bioaktivitas antimalaria Gracilaria sp. dengan menggunakan pelarut n-Heksana. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengeksplorasi efek ekstrak n-Heksana dari Gracilaria sp. dengan berbagai konsentrasi terhadap parasit Plasmodium falciparum strain 3D7. Data persentase parasitemia, pertumbuhan, dan penghambatan parasit dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA, serta analisis probit nilai IC50 menggunakan software SPSS berdasarkan data rata-rata persentase penghambatan. Hasil pengujian fitokimia memperlihatkan bahwasanya ekstrak n-Heksana mengandung senyawa metabolit sekunder Alkoloid, Flavonoid, Steroid, Terpenoid, Saponin, dan Tanin. Hasil uji bioaktivitas antimalaria menunjukan adanya penurunan data persentase parasitemia dan pertumbuhan, serta peningkatan data persentase penghambatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Berdasarkan data rata-rata persentase penghambatan, didapatkan nilai IC50 sebesar 181,61µg/ml yang mengindikasikan bahwa ekstrak memiliki potensi sebagai antimalaria tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai antimalaria yang aktif.
Potensi Daun Kemangi (Ocimum sanctum) sebagai Insektisida Mat Elektrik untuk Pengendalian Vektor Demam Berdarah: Linda Septiani, Intan Kusumaningtyas, Terza Aflika Happy, Wiwi Febriani, Primasari Pertiwi, Endah Setyaningrum Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Happy, Terza Aflika; Febriani, Wiwi; Pertiwi, Primasari; Setyaningrum, Endah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp112-116

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat gobal dan khususnya di Indonesia. DBD ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypti sebagai vektornya. Penggunaan insektisida sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alami. Daun kemangi (Ocimum sanctum) diketahui mengandung senyawa aktif seperti eugenol yang memiliki potensi sebagai insektisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekstrak daun kemangi dari berbagai literatur sebagai bahan aktif dalam formulasi mat elektrik, yaitu pad pemanas penguap senyawa volatil yang bekerja sebagai pembunuh atau pengusir nyamuk. Berdasarkan kajian literatur dari berbagai studi eksperimental, penggunaan ekstrak kemangi dalam electric mat menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam menurunkan populasi nyamuk Aedes aegypti, dengan tingkat mortalitas hingga 100% pada konsentrasi tertentu. Selain itu, metode aplikasi melalui mat elektrik terbukti mampu mengoptimalkan penguapan senyawa aktif, meningkatkan daya bunuh dan daya tolak terhadap nyamuk. Hasil ini menunjukkan bahwa daun kemangi berpotensi dikembangkan sebagai insektisida alami yang ramah lingkungan untuk pengendalian vektor DBD secara berkelanjutan. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, daun kemangi, Insektisida, Mat Elektrik, Nyamuk Aedes aegypti
Diversity of Termite Species Based on Building Age in Balik Bukit District, West Lampung – Lampung Hasan, Moh. Dwi Kurniawan; Tugiyono, Tugiyono; Setyaningrum, Endah; Indarto, Indarto
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 13 No 2 (2022): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v13i2.14175

Abstract

Termites in nature operate as cellulose decomposers, giving vital ecosystem services to nature, but they may also inflict significant damage to building structures. The durability of the wood construction of the building decreases with age, and the possibility of termite infestation increases. This study is a descriptive-analytic study that uses quantitative research methodologies and a cross-sectional research design. The study was carried out between May and July 2022 in Balik Bukit District, West Lampung Regency - Lampung. Building data gathering techniques were used by delivering questionnaires to 100 building owners utilizing accidental sampling techniques. Termites were discovered at the age of the building of more than 26 years, with the finding of four types of termites, namely Macrotermes gilvus (Hagen), Bulbittermes constrictiformis (Holmgren), Schedorhinortermes mediobcorus (Holmgren), and Coptotermes gestroi (Wasmann).ABSTRAK: . Rayap di alam bertugas sebagai pengurai bahan selulosa, menyediakan jasa ekosistem yang berharga bagi alam, namun mereka juga dapat menyebabkan sejumlah besar kerusakan pada struktur bangunan. Semakin tua umur bangunan maka keawetan konstruksi kayu yang ada di dalamnya cenderung menurun dan potensi serangan rayap akan semakin meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juli 2022 di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat – Lampung. Teknik pengumpulan data bangunan menggunakan teknik accidental sampling dengan menyebarkan kuesioner pada 100 bangunan. Titik ditemukan rayap adalah pada umur bangunan >26 tahun dengan ditemukannya empat jenis rayap yaitu Macrotermes gilvus (Hagen), Bulbitermes constrictiformis (Holmgren), Schedorhinortermes mediobcorus (Holmgren), Coptotermes gestroi (Wasmann)
Spatial Analysis of Breeding Places of Anopheles sp. Mosquitoes as Potential Vectors of Malaria Infection in Pesawaran District, Lampung, Indonesia Athma, Dwi Aji; Suwandi, Jhons Fatriayadi; Mayaguezz, Henky; Setyaningrum, Endah; SRW, Dyah Wulan; Darmawan, Arief
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v19i1.4968

Abstract

Malaria is an infectious disease caused by microorganisms of the genus Plasmodium, transmitted to humans by the female Anopheles mosquito species. The breeding place of this Anopheles mosquito is typically found in the environment, such as stagnant water in rivers, abandoned ponds, lagoons, and other similar areas. Pesawaran Regency is a malaria-endemic area in Lampung Province with an API of 1.4 in 2023. Mapping the distribution of breeding places is necessary to control malaria vectors in Pesawaran Regency. Based on this, this study will conduct a spatial analysis of the breeding sites of Anopheles sp. mosquitoes, which are potential vectors of malaria infection in Pesawaran District. This type of research is descriptive observational using cross sectional design, coordinate survey and visual inspection of larvae found in breading place and spatially processed using Arcgis V.10.8. From the observations of breeding places in the form of swamps, water reservoirs (buckets and derigen) unused fish ponds or ponds, buffering breeding place analysis carried out can be seen that malaria cases are in the area of vector flight distance of 1,000 meters and 3,000 meters. Potential breeding places were found in Teluk Pandan sub-district of Pesawaran Regency, breeding places are scattered in five villages and are located in coastal areas with a distance between 407.88 meters - 707.266 meters from the coastline, buffering analysis of breeding places can be seen that the location at risk of malaria case transmission is in the vector flight distance area of 1,000 meters and 3,000 meters covering eight villages.
Tempat Perindukan dan Kepadatan Larva Aedes spp. sebagai Indikator Risiko Penularan Demam Berdarah di Tempat Wisata Bandar Lampung Ilyas, Muhammad; Setyaningrum, Endah; Mumtazah, Dzul Fithria; Busman, Hendri
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v10i1.2701

Abstract

Kondisi lingkungan yang beragam di tempat wisata wilayah Kota Bandar Lampung, dan variabel lingkungan yang ada di dalamnya memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan dan penurunan risiko kejadian demam berdarah dengue (DBD), karena tempat tersebut berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk Aedes spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tempat perindukan nyamuk Aedes spp. dan menganalisis indeks kepadatan larva di tempat wisata di Bandar Lampung sebagai indikator risiko penularan DBD. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret hingga Mei 2023, di tempat wisata Wira Garden, Pantai Tiska, Pantai Duta Wisata, dan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura). Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non probability dengan analisis indeks kepadatan larva yaitu House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), yang digunakan untuk menghitung Density Figure (DF). Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan tempat perindukan nyamuk alami (phytotelmata dan genangan air) dan non-alami (kotak sampah, drum, ember, bak mandi, ban bekas). Wira Garden memiliki kepadatan larva tertinggi (HI = 70%, CI = 50%, BI = 80%), Taman Hutan Raya memiliki kepadatan terendah (HI = 22,2%, CI = 9%, BI = 22,2%). Wira Garden memiliki nilai DF tertinggi = 8 (kategori tinggi, risiko tinggi penularan virus Dengue), sedangkan Taman Hutan Raya memiliki nilai DF terendah = 4 (kategori sedang, risiko sedang).
Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal untuk Immune Booster Staff Kebun Raya Liwa Di Masa Pandemi Covid-19 Setyaningrum, Endah; Widiastuti, Endang Linirin; Arifiyanto, Achmad
Hippocampus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): December 2022
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPPM) POLITEKNIK NEGERI SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.931 KB) | DOI: 10.47767/hippocampus.v1i2.418

Abstract

The Sars-Cov2 virus, also known as the Covid-19 pandemic, has led in a rise in the usage of immune-boosting supplement items. This situation resulted in higher prices and a scarcity of stock on the market. This program seeks to motivate and educate UPT Liwa Botanical Garden (KRL) employees about the necessity of utilizing herbs to boost body ’s immune system during the Covid-19 outbreak. The activity's target audience is workers, who interact often with tourists from various locations. Twenty persons participated, including KRL officials, Lumbok Seminung Kehati Park Managers, and KRL apprentice students. This activity takes the form of providing content, question and answer sessions, demonstrations on how to make herbal beverages, and training assessment using pre and post-test questionnaires. The results of the training implementation revealed an increase in participants' motivation and understanding of the importance of herbal functions and the skills of making herbal drinks, as evidenced by their enthusiasm in the discussion both before and after the demonstration of making herbal drinks.
Potensi Ekstrak Streptomyces sp. strain i18 sebagai Antibiotik terhadap Bakteri Escherichia coli Alfahri, Farhan Dzaki; Setyaningrum, Endah; Hadibrata, Exsa
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4492

Abstract

Mikroba resisten antibiotik (MRA) merupakan mikroba yang mampu melawan efek antibiotik, sehingga mikroba tersebut tetap tumbuh. Escherichia coli sudah menjadi patogen yang banyak terdapat pada makanan dan minuman yang dapat menyebabkan diare, kolitis perdarahan dan hemolytic uremic syndrome pada manusia. Salah satu sumber metabolit sekunder yang bersifat antibiotik dapat berasal dari genus Streptomyces. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak Streptomyces sp strain i18 sebagai antibiotik terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini terdiri dari ui fitokimia, uji diameter zona hambat metode sumuran, uji Kadar Hambat Minimum (KHM), Kadar Bunuh Minimum (KBM) dengan bahan uji ekstrak Streptomyces sp strain i18 dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 80%, aquadest sebagai kontrol negatif dan siprofloksasin sebagai kontrol positif terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat diameter zona hambat, KHM dan KBM pada bakteri Escherichia coli oleh ekstrak Streptomyces sp strain i18, hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak Streptomyces sp strain i18 memiliki kandungan metabolit sekunder berupa saponin, triterpenoid dan anthrakuinon glikosida. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk.