Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Article Review: Risk of Lung Cancer in Patients with History of Pulmonary Tuberculosis and Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Wahdah, Annisa Shohifatul; Windarti, Indri; Setyaningrum, Endah; Sukohar, Asep
Medula Vol 14 No 9 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i9.1344

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, dengan angka kejadian yang sangat tinggi. Di Indonesia, kanker paru menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara dengan jumlah kasus mencapai 38.904 pada tahun 2022. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Berbagai faktor risiko berkontribusi terhadap kejadian kanker paru, termasuk kebiasaan merokok, paparan polusi udara, paparan radon, faktor genetik, serta riwayat penyakit paru seperti tuberculosis (TB) paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan lebih dari satu juta kasus pada tahun 2023. Infeksi TB dapat menyebabkan inflamasi kronik yang mengarah pada fibrosis jaringan paru, yang dapat meningkatkan risiko kanker paru. Inflamasi kronik ini juga memicu peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) dan sitokin proinflamasi, yang dapat menyebabkan kerusakan DNA serta memicu mutasi genetik yang berkontribusi terhadap karsinogenesis. PPOK, di sisi lain, merupakan penyakit tidak menular yang umumnya dikaitkan dengan paparan asap rokok dalam jangka panjang. PPOK ditandai dengan inflamasi kronik pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan dan kerusakan alveoli secara ireversibel. Proses inflamasi ini melibatkan pelepasan berbagai mediator inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan IL-8, yang dapat memicu stress oksidatif dan mempercepat proses epithelial-mesenchymal transition (EMT), suatu mekanisme penting dalam perkembangan kanker paru. Hubungan erat antara TB paru, PPOK, dan kanker paru menunjukkan bahwa kedua penyakit paru ini bukan hanya sekadar faktor risiko, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam proses karsinogenesis melalui mekanisme inflamasi, fibrosis, dan mutasi genetik. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat terhadap TB paru dan PPOK dapat menjadi strategi penting dalam pencegahan kanker paru.
Efektivitas sediaan spray ekstrak etanol Gracilaria sp. sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti Puspita, Wana; Pratami, Gina Dania; Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i1.753

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever or commonly known as DHF is a disease that is transmitted through the bite of female Aedes aegypti mosquitoes which carry the Dengue virus so that it can cause Extraordinary Events (KLB). Prevention of dengue fever is generally carried out using refills containing the chemical DEET (N,N-diethyl-meta-toluamide) which is dangerous for the skin. Gracilaria sp. It is known to contain compounds that are toxic to mosquitoes, such as alkaloids, flavonoids, steroids, saponins, tannins and triterpenoids. This research aims to see the effectiveness of the ethanol extract of Gracilaria sp. as a repellent for Ae. aegypti, Effective Concentration 50% (EC50), irritating effects, and physical properties of the ethanol extract spray preparation of Gracilaria sp. The research was carried out with methodology in accordance with the recommendations of the World Health Organization Pesticides Evaluation (WHOPES) using a Completely Randomized Design (RAL). The protective power provided by the ethanol extract of Gracilaria sp. analyzed using Oneway ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) test. Probit analysis was carried out to determine the effectiveness of the ethanol extract concentration of Gracilaria sp. as a repellent. The research results show that concentration levels of 5%, 10%, 15%, and 20% provide protective power capabilities of 14.40%, 31.81%, 47.76%, and 61.17% respectively with an EC50 value of 18.86%. The spray is homogeneous and does not cause skin irritation. Conclusion, spray preparations containing ethanol extract of Gracilaria sp. potential as a repellent for Ae. aegypti. Using this repellent can help reduce the risk of dengue fever which is transmitted by mosquitoes. Further research is needed on the effectiveness of Gracilaria sp. as a repellent with a concentration above 20% and an irritation test was carried out on > 10 probands for > 15 minutes by spraying the preparation repeatedly.
Penyuluhan Tentang Penyakit Dermatitis Atopik Bijak Dalam Pencegahan dan Penanganan Penyakit Dermatitis Atopik di Kampung Belajar D’lima Bandar Lampung Marcellia, Selvi; Jausal, Annisa Nuraisa; Rosa, Emantis; Setyaningrum, Endah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3228

Abstract

Dermatitis atopik adalah peradangan pada kulit yang menimbulkan gejala yang menggagu, seperti ruam kemerahan serta kulit yang gatal, kering dan bersisik. Sasaran penyuluhan ini adalah adik-adik dari jenjang SD-SMA dengan tujuan umum untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya penyakit pada dermatitis atopik. Kemudian memiliki tujuan khusus agar adik-adik mampu mengetahui pennyakit dermatitis atopik serta pencegahan dan penanganannya yang baik dan benar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 desember 2020 bertempat di Kampung Belajar D’Lima Bandar Lampung. Adapun hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah berdasarkan data kuesioner peserta penyuluhan banyak yang belum memahami sebelum materi dipaparkan. Berdasarkan data kuesioner ke-1 24 lembar yang telah diberikan kepada peserta, ternyata terdapat 4 peserta yang sudah memahami materi. Sedangkan, setelah penyampaian materi pada pengisian kuesioner ke-2 24 lembar yang telah diberikan kepada peserta, terdapat 6 peserta yang masih belum memahami. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada adik-adik yang berada di Kampung Belajar D’Lima Bandar Lampung.Kata Kunci : Dermatitis Atopik, Pencegahan, Penanganan
Pelatihan Pembuatan Repelen Anti Nyamuk Daun Pandan Wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb) pada Anggota PKK di Teluk Pandan Pesawaran Lampung Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning; Septiani, Linda; Kanedi, M.
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3234

Abstract

Salah satu upaya pencegahan penyakit tular vektor adalah dengan menggunakan Insektisida, namun dalam penggunaannya kadang terlalu berlebihan dan berulang-ulang sehingga dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti pencemaran lingkungan, salah satu cara untuk mendapatkan bahan kimia yang ramah lingkungan adalah memanfaatkan potensi alam yaitu tanaman yang mengandung bioinsektisida. Salah satunya adalah tanaman pandan wangi  (Pandanus amaryllifolius Roxb) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpenterpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronela sebagaiobat nyamuk semprot. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan ketrampilan kepada kelompok PKK dalam mengolah tanaman pandan wangi sebagai obat anti gigitan nyamuk (repellent) atau penolak nyamuk. Metode pemecahan permasalahan yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi danpelatihan. Adapun rangkaian dari metode tersebut diterapkan sebagai berikut: memberikan pengetahuan dasar tentang cara meramu cairan pembasmi nyamuk dari daun pandan wangi. Selanjutnya memberikan informasi dan pelatihan tentang bagaimana cara membuat cairan repelen  dari daun panda wangi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Pos Kesehatan desa, yang diikuti sebanyak 25 anggota PKK. Keberhasilan kegiatan adalah peserta pelatihan mampu memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian vektor penyakit serta yang paling pentingadalah mampu melakukan pembuatan cairan dalam bentuk spray sebagai repelan  dengan efektif untuk menolak nyamuk. Pengabdian dengan metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan  dalam membuat ramuan repelen anti nyamuk dari daun pandan wangi. Kata kunci: Penyakit tular vektor, repelen anti nyamuk, pandan wangi
PELATIHAN PENGENDALIAN VEKTOR MALARIA BAGI KADER MALARIA DI DESA HANURA KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN Setyaningrum, Endah; Kanedi, Muhammad; Marcellia, Selvi; Mumtazah, Dzul Fithria; Santoso, Budi; Aslina, Enna; Masherni, Erniza; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3308

Abstract

Salah satu daerah endemis malaria di Pesawaran adalah desa Hanura kecamatan Teluk Pandan. Kasus malaria di Pesawaran sempat mengalami penurunan dari 235 kasus pada tahun 2019 menjadi 21 kasus pada tahun 2020, namun kembali meningkat signifikan pada tahun 2021 dan 2022 sebanyak 161 dan 172 kasus. Beberapa faktor risiko terkait yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang malaria, kurangnya informasi tentang pengendalian vektor malaria, serta kurang optimalnya praktik pengendalian vektor malaria di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan pengendalian vector malaria bagi kader malaria di desa Hanura dalam rangka pencegahan penyakit malaria dan memberikan keterampilan pengendalian vektor malaria sehingga dapat menurunkan kasus malaria khususnya di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Pada kegiatan ini, peserta berjumlah 30 orang. Dari hasil uji paired samples t test didapatkan rata-rata skor sebelum pelatihan sebesar 65,4% dan setelah pelatihan sebesar 87,6% dengan nilai uji p < 0,0001. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini dinilai berhasil berdasarkan peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan malaria dan pengendalian vektor. Selain itu, jumlah peserta yang diundang hadir semua, mereka aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan, serta tanggapan positif peserta berperan aktif dalam mendukung penurunan malaria di wilayahnya. Diharapkan para kader malaria dan pemerintah setempat dapat lebih mengoptimalkan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat untuk pencegahan malaria di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kata kunci: Pengendalian vektor, kader, malaria, desa hanura.
PELATIHAN PEMBUATAN TIE DYE (IKAT CELUP) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, PRODUKTIVITAS, DAN KESEHATAN LANSIA DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA TRESNA WERDHA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Idris, Mohamad; Mulya, Ireniza Pradevi; Setyaningrum, Endah; Rosa, Emantis; Happy, Terza Aflika
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3358

Abstract

Pelatihan pembuatan Tie dye (ikat celup) di UPTD PSLU (Pelayanan Sosial Lanjut Usia) Tresna Werdha Natar Lampung Selatan, dirancang sebagai upaya meningkatkan aktivitas, produktivitas, dan kesehatan lanjut usia (lansia). Kegiatan ini mengkombinasikan aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Selain itu, aktivitas ini juga merangsang kreativitas dan memberikan rasa pencapaian, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan jasmani dan rohani. Hasil karya Tie dye dapat dimanfaatkan secara personal atau diproduksi untuk dijual, sehingga mendukung keberlanjutan produktivitas lansia. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan praktik secara bersama-sama. Para lansia diajak melakukan senam otak menggunakan jari-jari tangan agar merangsang otak untuk fokus dan melatih koordinasi tangan sebelum pelatihan dimulai. Lansia diajarkan teknik dasar pembuatan Tie dye, seperti mengikat, melipat, dan mencelupkan kain untuk menghasilkan pola-pola unik. Aktivitas tersebut melibatkan gerakan fisik ringan yang membantu menjaga kebugaran tubuh serta melatih keterampilan motorik halus. Pelatihan ini diikuti oleh 45 orang lansia di Aula UPTD PSLU Tresna Werdha sebagai sarana pemberdayaan yang bermanfaat bagi lansia penghuni panti. Dengan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa para lansia sangat antusias, bahagia, dan memberikan respon positif pada saat praktik. Pada pelatihan ini sebanyak 93% lansia berhasil menyelesaikan pembuatan Tie dye-nya. Pelatihan ini tidak hanya memperkaya keterampilan, tetapi juga meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta menciptakan ruang interaksi sosial yang bermakna di antara penghuni UPTD PSLU. Kata kunci: Aktivitas, Kesehatan, Lansia, Produktivitas, Tie dye
LANSIA SEHAT DAN MANDIRI: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN SENAM KEBUGARAN DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Happy, Terza Aflika; Mulya, Ireniza Pradevi; Idris, Mohamad; Andrifianie, Femmy; Rosa, Emantis; Setyaningrum, Endah; Lusina, Septia Eva
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3616

Abstract

Peningkatan jumlah lansia merupakan tantangan global dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, tren ini terus meningkat setiap tahun, sehingga diperlukan strategi intervensi terpadu untuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Salah satu aspek penting namun sering terabaikan dalam pelayanan kesehatan lansia adalah kesehatan reproduksi termasuk perubahan akibat menopause pada wanita dan andropause pada pria, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan emosional. Di sisi lain, rendahnya aktivitas fisik pada lansia juga memperbesar risiko penyakit degeneratif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan reproduksi serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya senam kebugaran dalam menjaga kualitas hidup. Kegiatan dilaksanakan di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, Kabupaten Lampung Selatan, melalui dua pendekatan utama, yaitu edukasi interaktif tentang kesehatan reproduksi dan pelatihan senam bugar lansia. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi langsung terhadap keterlibatan peserta dalam kegiatan senam. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai kesehatan reproduksi sebesar 80% serta partisipasi aktif dalam kegiatan fisik senam kebugaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi yang dikombinasikan dengan latihan fisik sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri. Kata kunci: lansia, kesehatan reproduksi, senam kebugaran, menopause, andropause
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH STAFF KEBUN RAYA LIWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Setyaningrum, Endah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i3.375

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan pemahaman kepada staff UPT Kebun Raya Liwa (KRL) tentang pentingnya pemanfaatan herbal sebagai peningkat imunitas tubuh ditengah pandemi Covid-19. Sasaran kegiatan ini adalah staff UPT KRL yang mempunyai kemauan dan kemampuan untuk dilatih membuat minuman herbal. Pemilihan dan penetapan sasaran pelatihan ini dengan mempertimbangkan kondisi strategis peserta pelatihan yang berperan sebagai petugas lapangan di KRL. Staff lapangan KRL tersebut banyak berinteraksi dengan wisatawan pengunjung KRL yang datang dari berbagai daerah. Untuk meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah penularan Covid-19, staff lapangan KRL ini membutuhkan suplemen supaya tubuh tetap fit dan imunitas tetap terjaga. Akhir akhir ini sering kali terjadi kelangkaan suplemen kesehatan di toko-toko obat dan apotek karena tingginya permintaan, sehingga diperlukan kemampuan mengolah minuman herbal untuk dijadikan suplemen. Dengan memiliki bekal kemampuan mengolah minuman herbal sendiri yang bahan bakunya mudah ditemukan di KRL dan sekitarnya, maka staff KRL akan dapat memenuhi kebutuhan suplemennya, dan jika sudah terampil dapat diproduksi sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke KRL menjadi tambahan income KRL. Peserta Pelatihan pembuatan minuman herbal ini diikuti sebanyak 20 orang yang terdiri dari staff KRL, Pengelola Taman Kehati Lumbok dan Mahasiswa yang sedang melakukan Praktek Kerja di KRL. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah berupa penyampaian materi, tanya jawab, dilanjutkan dengan demontrasi pembuatan minuman herbal. Evaluasi aspek penyelenggaraan pelatihan dilakukan dengan pemberian kuisioner sebelum dan sesudah kegiatan berupa pre test dan postest. Hasil pelaksanaan Pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi dan pemahaman peserta akan pentingnya fungsi herbal dan ketrampilan pembuatan minuman herbal, hal ini ditandai dengan antusiasnya peserta dalam diskusi baik sebelum maupun sesudah dilakukan demontrasi pembuatan minuman herbal.
THE EFFECTIVENESS OF Eucheuma cottonii EXTRACT AGAINST DENGUE VECTOR LARVAE AS AN EVALUATION FOR NATURAL LARVICIDE DEVELOPMENT Setyaningrum, Endah; Novrianda, Nabila Tias; Mumtazah, Dzul Fithria; Rosa, Emantis
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.11236

Abstract

Dengue fever (DHF) is a tropical disease transmitted by the Aedes aegypti mosquito. Prolonged use of synthetic chemical larvicides such as Abate® has led to resistance and environmental impacts. Therefore, an alternative natural larvicide that is more environmentally sustainable is needed. Eucheuma cottonii is a red alga known to contain bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, terpenoids, saponins, and tannins that can potentially inhibit mosquito larvae development. This study aims to evaluate the effectiveness of the ethanol extract of E. cottonii on the mortality of Aedes aegypti instar III larvae as a basis for the development of natural biolarvicides. The study used a completely randomized design (CRD) with six treatments: four extract concentrations (50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, and 300 ppm), one positive control (Abate®), and one negative control (water). Each test unit contained 20 third-instar larvae with four replicates. Observations were made 4, 8, 24, 48, and 72 hours after treatment. The highest larval mortality was achieved at a 200 ppm concentration of 13.25 ± 3.94. The LC₅₀ value at 24 hours was 42.35 ppm, while the LT₅₀ reached 52.77 hours, indicating a slow and less effective larvicidal effect at the test concentration. Although the ethanol extract of E. cottonii contains bioactive compounds, its effectiveness as a larvicide against Aedes aegypti larvae is still relatively low. These results indicate that E. cottonii is not optimally used alone as a bio-larvicide, but still has the potential to be further developed through improved extraction methods, increased concentrations, or combination formulations. This study provides a foundation for creating sustainable and environmentally friendly plant-based larvicides.
Identification of Active Compound and Effectiveness Test of 96% Tithonia diversifolia Ethanol Extract on Mortality of Aedes aegypti Mosquito A.P, Gadila; Mustofa, Syazili; Graharti, Risti; Setyaningrum, Endah
Medula Vol 16 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i1.1758

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in tropical regions, with Asia accounting for 70% of global cases and Indonesia reporting a massive 90,269 cases in 2024. Vector control is the primary mitigation strategy due to limitations in available therapies and vaccines, yet reliance on chemical insecticides poses ecological toxicity and resistance risks, driving the need for safer bioinsecticide alternatives. Tithonia diversifolia is known to contain active phytochemical constituents with insecticidal potential. This true experimental study used a Post Test Only with Control Group design conducted from August to September 2025 involving 25 Aedes aegypti per group with four replications. Leaf simplicia were extracted using 96% ethanol, followed by alcohol-free verification, qualitative phytochemical screening, and formulation into spray preparations at concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. Mortality was assessed over 24 hours, and statistical evaluation included univariate, bivariate, and probit analyses to determine LC50, LC90, LT50, and LT90. Extraction produced a 12.53% yield containing saponins, flavonoids, phenols, tannins, alkaloids, and steroids. Mosquito mortality increased with rising concentrations, with the highest effectiveness observed at 25%. The Kruskal–Wallis test confirmed significant differences between groups, while LC50 and LC90 values were 2.77% and 5.37%, respectively. Although the highest mortality was observed at 25%, the 20% concentration was considered optimal because it met WHO efficacy standards while using a lower extract concentration.