Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal untuk Immune Booster Staff Kebun Raya Liwa Di Masa Pandemi Covid-19 Setyaningrum, Endah; Widiastuti, Endang Linirin; Arifiyanto, Achmad
Hippocampus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): December 2022
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPPM) POLITEKNIK NEGERI SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.931 KB) | DOI: 10.47767/hippocampus.v1i2.418

Abstract

The Sars-Cov2 virus, also known as the Covid-19 pandemic, has led in a rise in the usage of immune-boosting supplement items. This situation resulted in higher prices and a scarcity of stock on the market. This program seeks to motivate and educate UPT Liwa Botanical Garden (KRL) employees about the necessity of utilizing herbs to boost body ’s immune system during the Covid-19 outbreak. The activity's target audience is workers, who interact often with tourists from various locations. Twenty persons participated, including KRL officials, Lumbok Seminung Kehati Park Managers, and KRL apprentice students. This activity takes the form of providing content, question and answer sessions, demonstrations on how to make herbal beverages, and training assessment using pre and post-test questionnaires. The results of the training implementation revealed an increase in participants' motivation and understanding of the importance of herbal functions and the skills of making herbal drinks, as evidenced by their enthusiasm in the discussion both before and after the demonstration of making herbal drinks.
Potensi Ekstrak Streptomyces sp. strain i18 sebagai Antibiotik terhadap Bakteri Escherichia coli Alfahri, Farhan Dzaki; Setyaningrum, Endah; Hadibrata, Exsa
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4492

Abstract

Mikroba resisten antibiotik (MRA) merupakan mikroba yang mampu melawan efek antibiotik, sehingga mikroba tersebut tetap tumbuh. Escherichia coli sudah menjadi patogen yang banyak terdapat pada makanan dan minuman yang dapat menyebabkan diare, kolitis perdarahan dan hemolytic uremic syndrome pada manusia. Salah satu sumber metabolit sekunder yang bersifat antibiotik dapat berasal dari genus Streptomyces. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak Streptomyces sp strain i18 sebagai antibiotik terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini terdiri dari ui fitokimia, uji diameter zona hambat metode sumuran, uji Kadar Hambat Minimum (KHM), Kadar Bunuh Minimum (KBM) dengan bahan uji ekstrak Streptomyces sp strain i18 dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 80%, aquadest sebagai kontrol negatif dan siprofloksasin sebagai kontrol positif terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat diameter zona hambat, KHM dan KBM pada bakteri Escherichia coli oleh ekstrak Streptomyces sp strain i18, hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak Streptomyces sp strain i18 memiliki kandungan metabolit sekunder berupa saponin, triterpenoid dan anthrakuinon glikosida. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk.
Article Review: Risk of Lung Cancer in Patients with History of Pulmonary Tuberculosis and Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Wahdah, Annisa Shohifatul; Windarti, Indri; Setyaningrum, Endah; Sukohar, Asep
Medula Vol 14 No 9 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i9.1344

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, dengan angka kejadian yang sangat tinggi. Di Indonesia, kanker paru menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara dengan jumlah kasus mencapai 38.904 pada tahun 2022. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Berbagai faktor risiko berkontribusi terhadap kejadian kanker paru, termasuk kebiasaan merokok, paparan polusi udara, paparan radon, faktor genetik, serta riwayat penyakit paru seperti tuberculosis (TB) paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan lebih dari satu juta kasus pada tahun 2023. Infeksi TB dapat menyebabkan inflamasi kronik yang mengarah pada fibrosis jaringan paru, yang dapat meningkatkan risiko kanker paru. Inflamasi kronik ini juga memicu peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) dan sitokin proinflamasi, yang dapat menyebabkan kerusakan DNA serta memicu mutasi genetik yang berkontribusi terhadap karsinogenesis. PPOK, di sisi lain, merupakan penyakit tidak menular yang umumnya dikaitkan dengan paparan asap rokok dalam jangka panjang. PPOK ditandai dengan inflamasi kronik pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan dan kerusakan alveoli secara ireversibel. Proses inflamasi ini melibatkan pelepasan berbagai mediator inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan IL-8, yang dapat memicu stress oksidatif dan mempercepat proses epithelial-mesenchymal transition (EMT), suatu mekanisme penting dalam perkembangan kanker paru. Hubungan erat antara TB paru, PPOK, dan kanker paru menunjukkan bahwa kedua penyakit paru ini bukan hanya sekadar faktor risiko, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam proses karsinogenesis melalui mekanisme inflamasi, fibrosis, dan mutasi genetik. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat terhadap TB paru dan PPOK dapat menjadi strategi penting dalam pencegahan kanker paru.
Efektivitas sediaan spray ekstrak etanol Gracilaria sp. sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti Puspita, Wana; Pratami, Gina Dania; Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i1.753

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever or commonly known as DHF is a disease that is transmitted through the bite of female Aedes aegypti mosquitoes which carry the Dengue virus so that it can cause Extraordinary Events (KLB). Prevention of dengue fever is generally carried out using refills containing the chemical DEET (N,N-diethyl-meta-toluamide) which is dangerous for the skin. Gracilaria sp. It is known to contain compounds that are toxic to mosquitoes, such as alkaloids, flavonoids, steroids, saponins, tannins and triterpenoids. This research aims to see the effectiveness of the ethanol extract of Gracilaria sp. as a repellent for Ae. aegypti, Effective Concentration 50% (EC50), irritating effects, and physical properties of the ethanol extract spray preparation of Gracilaria sp. The research was carried out with methodology in accordance with the recommendations of the World Health Organization Pesticides Evaluation (WHOPES) using a Completely Randomized Design (RAL). The protective power provided by the ethanol extract of Gracilaria sp. analyzed using Oneway ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) test. Probit analysis was carried out to determine the effectiveness of the ethanol extract concentration of Gracilaria sp. as a repellent. The research results show that concentration levels of 5%, 10%, 15%, and 20% provide protective power capabilities of 14.40%, 31.81%, 47.76%, and 61.17% respectively with an EC50 value of 18.86%. The spray is homogeneous and does not cause skin irritation. Conclusion, spray preparations containing ethanol extract of Gracilaria sp. potential as a repellent for Ae. aegypti. Using this repellent can help reduce the risk of dengue fever which is transmitted by mosquitoes. Further research is needed on the effectiveness of Gracilaria sp. as a repellent with a concentration above 20% and an irritation test was carried out on > 10 probands for > 15 minutes by spraying the preparation repeatedly.
Penyuluhan Tentang Penyakit Dermatitis Atopik Bijak Dalam Pencegahan dan Penanganan Penyakit Dermatitis Atopik di Kampung Belajar D’lima Bandar Lampung Marcellia, Selvi; Jausal, Annisa Nuraisa; Rosa, Emantis; Setyaningrum, Endah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3228

Abstract

Dermatitis atopik adalah peradangan pada kulit yang menimbulkan gejala yang menggagu, seperti ruam kemerahan serta kulit yang gatal, kering dan bersisik. Sasaran penyuluhan ini adalah adik-adik dari jenjang SD-SMA dengan tujuan umum untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya penyakit pada dermatitis atopik. Kemudian memiliki tujuan khusus agar adik-adik mampu mengetahui pennyakit dermatitis atopik serta pencegahan dan penanganannya yang baik dan benar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 desember 2020 bertempat di Kampung Belajar D’Lima Bandar Lampung. Adapun hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah berdasarkan data kuesioner peserta penyuluhan banyak yang belum memahami sebelum materi dipaparkan. Berdasarkan data kuesioner ke-1 24 lembar yang telah diberikan kepada peserta, ternyata terdapat 4 peserta yang sudah memahami materi. Sedangkan, setelah penyampaian materi pada pengisian kuesioner ke-2 24 lembar yang telah diberikan kepada peserta, terdapat 6 peserta yang masih belum memahami. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada adik-adik yang berada di Kampung Belajar D’Lima Bandar Lampung.Kata Kunci : Dermatitis Atopik, Pencegahan, Penanganan
Pelatihan Pembuatan Repelen Anti Nyamuk Daun Pandan Wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb) pada Anggota PKK di Teluk Pandan Pesawaran Lampung Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning; Septiani, Linda; Kanedi, M.
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3234

Abstract

Salah satu upaya pencegahan penyakit tular vektor adalah dengan menggunakan Insektisida, namun dalam penggunaannya kadang terlalu berlebihan dan berulang-ulang sehingga dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti pencemaran lingkungan, salah satu cara untuk mendapatkan bahan kimia yang ramah lingkungan adalah memanfaatkan potensi alam yaitu tanaman yang mengandung bioinsektisida. Salah satunya adalah tanaman pandan wangi  (Pandanus amaryllifolius Roxb) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpenterpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronela sebagaiobat nyamuk semprot. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan ketrampilan kepada kelompok PKK dalam mengolah tanaman pandan wangi sebagai obat anti gigitan nyamuk (repellent) atau penolak nyamuk. Metode pemecahan permasalahan yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi danpelatihan. Adapun rangkaian dari metode tersebut diterapkan sebagai berikut: memberikan pengetahuan dasar tentang cara meramu cairan pembasmi nyamuk dari daun pandan wangi. Selanjutnya memberikan informasi dan pelatihan tentang bagaimana cara membuat cairan repelen  dari daun panda wangi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Pos Kesehatan desa, yang diikuti sebanyak 25 anggota PKK. Keberhasilan kegiatan adalah peserta pelatihan mampu memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian vektor penyakit serta yang paling pentingadalah mampu melakukan pembuatan cairan dalam bentuk spray sebagai repelan  dengan efektif untuk menolak nyamuk. Pengabdian dengan metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan  dalam membuat ramuan repelen anti nyamuk dari daun pandan wangi. Kata kunci: Penyakit tular vektor, repelen anti nyamuk, pandan wangi
PELATIHAN PENGENDALIAN VEKTOR MALARIA BAGI KADER MALARIA DI DESA HANURA KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN Setyaningrum, Endah; Kanedi, Muhammad; Marcellia, Selvi; Mumtazah, Dzul Fithria; Santoso, Budi; Aslina, Enna; Masherni, Erniza; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3308

Abstract

Salah satu daerah endemis malaria di Pesawaran adalah desa Hanura kecamatan Teluk Pandan. Kasus malaria di Pesawaran sempat mengalami penurunan dari 235 kasus pada tahun 2019 menjadi 21 kasus pada tahun 2020, namun kembali meningkat signifikan pada tahun 2021 dan 2022 sebanyak 161 dan 172 kasus. Beberapa faktor risiko terkait yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang malaria, kurangnya informasi tentang pengendalian vektor malaria, serta kurang optimalnya praktik pengendalian vektor malaria di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan pengendalian vector malaria bagi kader malaria di desa Hanura dalam rangka pencegahan penyakit malaria dan memberikan keterampilan pengendalian vektor malaria sehingga dapat menurunkan kasus malaria khususnya di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Pada kegiatan ini, peserta berjumlah 30 orang. Dari hasil uji paired samples t test didapatkan rata-rata skor sebelum pelatihan sebesar 65,4% dan setelah pelatihan sebesar 87,6% dengan nilai uji p < 0,0001. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini dinilai berhasil berdasarkan peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan malaria dan pengendalian vektor. Selain itu, jumlah peserta yang diundang hadir semua, mereka aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan, serta tanggapan positif peserta berperan aktif dalam mendukung penurunan malaria di wilayahnya. Diharapkan para kader malaria dan pemerintah setempat dapat lebih mengoptimalkan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat untuk pencegahan malaria di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kata kunci: Pengendalian vektor, kader, malaria, desa hanura.
PELATIHAN PEMBUATAN TIE DYE (IKAT CELUP) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, PRODUKTIVITAS, DAN KESEHATAN LANSIA DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA TRESNA WERDHA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Idris, Mohamad; Mulya, Ireniza Pradevi; Setyaningrum, Endah; Rosa, Emantis; Happy, Terza Aflika
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3358

Abstract

Pelatihan pembuatan Tie dye (ikat celup) di UPTD PSLU (Pelayanan Sosial Lanjut Usia) Tresna Werdha Natar Lampung Selatan, dirancang sebagai upaya meningkatkan aktivitas, produktivitas, dan kesehatan lanjut usia (lansia). Kegiatan ini mengkombinasikan aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Selain itu, aktivitas ini juga merangsang kreativitas dan memberikan rasa pencapaian, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan jasmani dan rohani. Hasil karya Tie dye dapat dimanfaatkan secara personal atau diproduksi untuk dijual, sehingga mendukung keberlanjutan produktivitas lansia. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan praktik secara bersama-sama. Para lansia diajak melakukan senam otak menggunakan jari-jari tangan agar merangsang otak untuk fokus dan melatih koordinasi tangan sebelum pelatihan dimulai. Lansia diajarkan teknik dasar pembuatan Tie dye, seperti mengikat, melipat, dan mencelupkan kain untuk menghasilkan pola-pola unik. Aktivitas tersebut melibatkan gerakan fisik ringan yang membantu menjaga kebugaran tubuh serta melatih keterampilan motorik halus. Pelatihan ini diikuti oleh 45 orang lansia di Aula UPTD PSLU Tresna Werdha sebagai sarana pemberdayaan yang bermanfaat bagi lansia penghuni panti. Dengan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa para lansia sangat antusias, bahagia, dan memberikan respon positif pada saat praktik. Pada pelatihan ini sebanyak 93% lansia berhasil menyelesaikan pembuatan Tie dye-nya. Pelatihan ini tidak hanya memperkaya keterampilan, tetapi juga meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta menciptakan ruang interaksi sosial yang bermakna di antara penghuni UPTD PSLU. Kata kunci: Aktivitas, Kesehatan, Lansia, Produktivitas, Tie dye
LANSIA SEHAT DAN MANDIRI: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN SENAM KEBUGARAN DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Happy, Terza Aflika; Mulya, Ireniza Pradevi; Idris, Mohamad; Andrifianie, Femmy; Rosa, Emantis; Setyaningrum, Endah; Lusina, Septia Eva
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3616

Abstract

Peningkatan jumlah lansia merupakan tantangan global dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, tren ini terus meningkat setiap tahun, sehingga diperlukan strategi intervensi terpadu untuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Salah satu aspek penting namun sering terabaikan dalam pelayanan kesehatan lansia adalah kesehatan reproduksi termasuk perubahan akibat menopause pada wanita dan andropause pada pria, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan emosional. Di sisi lain, rendahnya aktivitas fisik pada lansia juga memperbesar risiko penyakit degeneratif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan reproduksi serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya senam kebugaran dalam menjaga kualitas hidup. Kegiatan dilaksanakan di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, Kabupaten Lampung Selatan, melalui dua pendekatan utama, yaitu edukasi interaktif tentang kesehatan reproduksi dan pelatihan senam bugar lansia. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi langsung terhadap keterlibatan peserta dalam kegiatan senam. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai kesehatan reproduksi sebesar 80% serta partisipasi aktif dalam kegiatan fisik senam kebugaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi yang dikombinasikan dengan latihan fisik sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri. Kata kunci: lansia, kesehatan reproduksi, senam kebugaran, menopause, andropause
PHYTOCHEMICAL ANALYSIS AND ANTIOXIDANT POTENTIAL OF EXTRACTS ETHANOL MACROALGAE Padina australis FROM TEGAL MAS ISLAND LAMPUNG Alhafizoh, Fatimah; Widiastuti, Endang Linirin; Nurcahyani, Nuning; Juliasih, Ni Luh Gede Ratna; Setyaningrum, Endah
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 01 April (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i01.178

Abstract

In the seas of Lampung, a kind of brown macroalgae known as Padina australis is commonly seen.. Padina australis is widely used in the food industry as a gelling agent, emulsifier, thickener, stabilizer and also in the medical industry. The content of phytochemical compounds that can be developed as phytopharmaceutical agents is one of them as antioxidants. The aim of this study was to analyze the phytochemical content and potential antioxidant activity of the macroalgae Padina australis. The method used was extraction by maceration in 70% ethanol as a solvent. The phytochemical test was performed qualitatively by a color reagent test. The FTIR test was performed to analyze the functional groups of the active ingredients, while the antioxidant test used the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method. The results obtained show that the ethanol extract of Padina australis contains chemical compounds such as saponins, steroids, tannins, alkaloids, and flavonoids. Padina australis extract shows its potential as an alternative source of natural antioxidant compounds because it is able to reduce free radicals with an IC50 value of 407.96 ppm, which is classified as very weak antioxidant activity. Further research needs to be done to obtain other concentration doses so as to get the best antioxidant activity results that can be developed clinically for health products.