Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI CARA MEMASANG MATERIAL RANGKA ATAP BAJA RINGAN PADA RUMAH TIPE 36 Muhammad Zakaria Umar; Sitti Rosyidah
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.949 KB)

Abstract

Contoh perwujudan aspek modernisasi yang bernilai paling efisien adalah besi dan baja. Hampir sebagian perumahan di kota-kota besar di Indonesia sudah menggunakan rangka atap baja ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji peralatan kerja, bahan-bahan, dan cara merangkai rangka atap baja ringan di rumah tipe 36. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data didapat dengan cara observasi di lapangan dan diskusi mendalam terhadap tukang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif naratif. Penelitian ini disimpulkan bahwa merangkai atap baja ringan pada rumah tipe 36 menggunakan alat-alat kerja yang sederhana, bahan-bahan kerja ekonomis dan tersedia, serta tahap-tahap perangkaian mudah dan cepat.  Kata kunci: Rangka atap baja ringan, merangkai
PEMAHAMAN ARSITEK VERNAKULAR MODEREN TERHADAP STRUKTUR BAWAH BANGUNAN RUMAH TOKO Muhammad Zakaria Umar
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini penting dilaksanakan sebagai berikut: (1) Pengetahuan bangunan arsitek vernakular moderenterformulasi tetapi tidak tertulis; (2) Arsitektur neo vernakular adalah arsitektur vernakular moderen denganarsitek para pekerja bangunan moderen; (3) Struktur bangunan vernakular responsif terhadap bencana alamgempa bumi; (4) Pembangunan ruko cukup menguntungkan. Di Kota Kendari bangunan-bangunan moderenseperti ruko cenderung diciptakan oleh arsitek vernakular moderen. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemformulasikan pengetahuan arsitek vernakular moderen dalam menciptakan struktur bawah ruko dua lantai.Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Objek arsitektural yang dipilih adalahstruktur bawah ruko dua lantai. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif.Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan diskusi mendalam terhadap pekerja bangunan.Teknik analisis menggunakan deskriptif naratif. Berdasarkan uraian di atas penelitian ini disimpulkan bahwaarsitek vernakular moderen dalam menciptakan struktur bawah bangunan berlantai dua dibuat dengan formulacepat, mudah, ekonomis, dan tepat.Kata kunci: Arsitek neo vernakular, struktur bawah, ruko dua lantai.ABSTRACTIt is important to carry out this research as follows: (1) The knowledge of modern vernacular architects isformulated but not written; (2) Neo vernacular architecture is modern vernacular architecture with architects ofmodern building workers; (3) The vernacular structure is responsive to earthquake natural disasters; (4) Theconstruction of shop houses is quite profitable. In Kendari City, modern buildings such as shop houses tend to becreated by modern vernacular architects. The purpose of this research is to formulate the knowledge of modernvernacular architects in creating the substructure of a two-story shophouse. This type of research is a case studywith a qualitative approach. The architectural object chosen is the structure under a two-story shophouse. Themethod of data collection is done by means of observation and in-depth discussion of construction workers. Theanalysis technique uses descriptive narrative. Based on the description above, this research concludes thatmodern vernacular architects in creating the substructure of a two-story building are made with a quick, easy,economical, and precise formula.Keywords: Neo vernacular architect, substructure, two storey shophouse.
PEMBUATAN ALAT CETAK BATAKO BETON MANUAL YANG EFEKTIF Andi Fadli; Wirya Islami Bhakti; Hapsa Rianty; Muhammad Zakaria Umar
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.664 KB)

Abstract

Alat cetak batako beton yang terjual di toko bangunan Kota Kendari cenderung sulit digunakan oleh tukang beton komersial karena terangkai menjadi beberapa bagian dan menggunakan baut, sehingga tidak efektif. Penelitian ini ditujukan untuk membuat alat cetak batako beton yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Tahap-tahap penelitian ini adalah tahap persiapan bahan penelitian, tahap persiapan alat-alat kerja, tahap pembuatan cetakan, dan tahap pengujian. Penelitian ini disimpulkan bahwa alat cetak batako manual yang dimodifikasi lebih efektif dibandingkan dengan alat cetak batako beton yang terjual di pasaran. Kata kunci: Alat cetak batako beton, efektif
ANALISIS TAPAK PADA DESAIN GEDUNG KANTOR KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH (KPUD) DI KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Muhammad Zakaria Umar; Dimas Jaya Ningrat
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perancangan arsitektur terdapat analisis tapak yang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah rancangan. Di sisi lain, pada tahap pertama Gedung Kantor KPUD Kabupaten Konawe Kepulauan penting dianalisis tapak bangunan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tapak bangunan Gedung Kantor KPUD Kabupaten Konawe Kepulauan agar dihasilkan bangunan yang proporsional. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini antara lain kondisi eksisting dan sirkulasi, sedangkan sumber data sekunder antara lain aturan-aturan bangunan serta studi preseden. Sumber data primer dan sekunder pada teknik wawancara dilaksanakan dengan mewawancarai tokoh masyarakat. Sumber data sekunder yang dikumpulkan dengan cara teknik dokumentasi dilaksanakan dengan mendapatkan dari relasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Berdasarkan hasil analisis tapak penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: pertama, pada analisis tapak tentang kondisi eksisting tapak antara lain diketahui luas tapak sekitar 8.214,846 m2; kedua, pada analisis tapak orientasi matahari antara lain bentuk atap tritisan dibuat dengan bentuk lebar-lebar; ketiga, pada analisis tapak angin antara lain menghasilkan konstruksi rangka atap dibuat dengan sambungan yang kuat; keempat, pada analisis tapak view menghasilkan bentuk fasad didesain estetis, formal, dan berwibawa; kelima, pada analisis tapak sirkulasi antara lain pembuatan sirkulasi kendaraan utilitas. 
PEDOMAN MENGADAPTASI RUMAH TRADISIONAL BUTON PADA BANGUNAN KANTOR PEMERINTAH DI KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA Muhammad Zakaria Umar; Arief Saleh Sjamsu
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSelama ini kegiatan adaptasi-mengadaptasi rumah tradisional Buton ke bangunan pemerintah masih bersifatasal caplok dan cenderung kurang mempertimbangkan filosofi serta makna dari rumah tradisional Buton. Hal initerjadi karena belum adanya pedoman atau acuan yang pasti tentang cara mengadaptasi rumah tradisional Buton.Pedoman mengadaptasi rumah tradisional Buton ke bangunan pemerintah penting dibuat agar filosofi, simbol,dan makna rumah tradisional Buton tetap terjaga. Penelitian ini ditujukan untuk membuat pedoman adaptasirumah tradisional Buton pada bangunan kantor pemerintah di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara.Penelitian ini menggunakan metode etnografis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukandengan cara dokumentasi seperti pengambilan gambar obyek, buku, dan data-data hasil penelitian sebelumnya.Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pedoman mengadaptasi rumah tradisional Buton padabangunan kantor pemerintah di Kota Baubau dilakukan dengan cara menyetarakan tugas para pejabat,menyetarakan fungsi para pejabat, menyetarakan bangunan tradisional dan kantor pemerintahan, danmengidentifikasi elemen-elemen arsitektural yang bermakna politis.Kata kunci: Adaptasi, rumah Buton, bangunan pemerintahABSTRACTAll this time the adaptation activities - adapting traditional Buton houses to government buildings are still ofan origin and tend to lack consideration of the philosophy and meaning of traditional Buton houses. Thishappens because there are no definitive guidelines on how to adapt the traditional Buton house. Guidelines foradapting traditional Buton houses to government buildings are important so that the philosophy, symbols, andmeanings of traditional Buton homes are maintained. This study aimed to make guidelines for adaptation oftraditional Buton houses in government office buildings in the City of Baubau, Southeast Sulawesi Province.This research uses ethnographic methods with a qualitative approach. Data collection is done by means ofdocumentation such as taking pictures of objects, books, and data from previous research. Based on the above itcan be concluded that the guidelines for adapting traditional Buton houses to government office buildings in theCity of Baubau are carried out by balancing the duties of officials, balancing the functions of officials, balancingtraditional buildings and government offices, and identifying architectural elements that are politicallymeaningful.Keywords: Adaptation, Buton house, government building
Pembangunan Rumah Tinggal dengan Sistim Arisan di Desa Pangan Jaya Muhammad Zakaria Umar
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 3 No. 1 (2017): EIJA | August ~ October 2017 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.361 KB) | DOI: 10.29080/emara.v3i1.96

Abstract

The effort to find national identity based on local wisdom became important. One of the local wisdom that can be found in Pangan Jaya villages is Arisan system in building the villager houses. The village of Pangan Jaya were inhabited by former transmigration communities from Lamongan and Bojonegoro districts in East Java Province. Soon as their arrival at transmigration area called Pamandati, those peoples experienced difficulties in daily life. The condition creates a sense of togetherness spontaneously, because their mutual sense in cultivated the farmland. They embody solidarity and mutual assistance (gotong royong) in the form of Arisan that represents their homelands culture. They felt the mutual cooperation habit that they have done in their homeland need to be applied in their new village even though they did not know each other before. The houses built by Pangan Jaya peoples were the result of mutual cooperation in the form of Arisan. The research aimed to study the form of Arisan system among the people of Pangan Jaya village in building their houses. This was a qualitative study with case study approach and data were collected through observation as well as in-depth interviews. The result of the research indicated that the Arisan system on houses construction came in the form of building materials and cash money. This Arisan system can run well because of the similarity of background, life principle and Javanese culture among Pangan Jaya villagers and supported by their healthy economy condition.
Sarapataanguna Pre- and Post-Islamic Philosophy as the Philosophy of the Traditional House of the Buton People of the Walaka Muhammad Zakaria Umar
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 3 No. 2 (2017): EIJA | December 2017 `~ February 2018 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.337 KB) | DOI: 10.29080/emara.v3i2.151

Abstract

Since the issuance of the "Ijtihad (command) Sultan" to the royal Sara (device), harmony and brotherhood (Sara Pataanguna) in Islam were manifested in the form of a typical Buton house. The royal Sara's and wood carpentry experts in the kingdom based on "Ijtihad Sultan" together performed ed deliberations. Deliberation aims to find a building form for the house, which follows the philosophy of Sara Pataanguna. In conventional Buton homes. The notion of significance and helpful ideals was embodied in both the pre-Islamic and post-Islamic Sara Pataanguna worldview. Based on the role-sharing functions, the Butonesse traditional house is divided into two types, houses of Kaomus / Walakas with public roles and houses of common Kaoumus / Walakas without public roles. This research aimed to analyze d the philosophy and symbolic meaning of the houses of the Kaomus / Walakas with public roles. The research used qualitative research with a case study approach. The result concluded that Sara Pataanguna became Walakas Butone 's traditional houses, especially for the owners who hold public positions because the Sara Pataanguna principles were contained in the meaning and function of the house symbols.
Identifikasi Koeksistensi Arsitektural pada Rumah Tradisional Walaka dan Bangunan DPRD di Kota Baubau Muhammad Zakaria Umar; La Ode Abdul Rachmad Sabdin Andisiri
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 1 (2018): EIJA | August ~ October 2018 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.06 KB) | DOI: 10.29080/emara.v4i1.221

Abstract

Coexistence in architecture was considered as the process of cooperation between two or more different architectural styles and synergized each others. The Old Buton society consists of Kaomu, Walaka, Maradika, and Batua. The social stratification system in Buton society was reflected in its dwelling. In the architectural context, various attempts to rediscover the identity in each of his work were very pronounced, with varying results. The study was aimed to identified coexistence between Walaka’s house and parliament building using a comparative causal approach. The results concluded that the coexistence between the Walaka’s houses and parliament building could be found in the form of philosophical, meanings, symbols, function on the modified floor plan, view, and sections.The coexistence between the house of Walaka’s with govermental position and parliament building could not be found between under the Walaka’s house and the parliament building foundation, tangkebala sasambiri and overstek console at parliament building and the Walaka’s box-shaped pabate and the overstek console from parliament building. The philosophical coexistence was also not founded between wide large and latticed windows at Walaka’s house with ones at parliament building, the Walaka’s bosu bosu and the overstek console without ornament at parliament building, as well as the Walaka’s double-decker roof and the parliament’s double-decker roof.
Transformasi Prinsip Ajaran Islam Tasawuf pada Bangunan Raha Bulelenga La Ode Abdul Rachmad Sabdin Andisiri; Arman Faslih; Muhammad Zakaria Umar
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.468 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.416

Abstract

Arsitektur tradisional Kulisusu ibarat sebuah kitab tertulis dengan ruang, bentuk dan symbol sebagai huruf-huruf yang bercerita. Kitab tersebut hanya dapat dibaca dengan pemahaman sejarah dan penjiwaan terhadap agama, keyakinan dan falsafah hidup masyarakat setempat. Bangunan Raha Bulelenga terdiri dari substansi ruhani dan materi dimana falsafah hidup, keyakinan dan agama telah ditransformasikan pada wujud fisik bangunan. Berdasarkan dari hal tersebut, bangunan Raha Bulelenga mengandung esensi kehidupan hakiki dan dijadikan sebagai sarana masyarakat tradisional Kulisusu untuk mewujudkan visi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan konsepsi religius masyarakat tradisional Kulisusu yang menjiwai penampilan fisik bangunan Raha Bulelenga serta menemukan penerapan konsepsi religius masayarakat Kulisusu pada bangunan Raha Bulelenga. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kulisusu pada kawasan benteng Lipu-Wa Pala dengan paradigma post-positivisme sebagai landasan penelitiannya dan menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Aspek yang dianalisis meliputi konsepsi religius masyarakat tradisional Kulisusu pada saat pembangunan dan tingkatan hati manusia dalam ajaran Tasawuf. Hasil penelitian menunjukkan konsepsi religius masyarakat Kulisusu didasarkan kepada Undang-undang Islam Martabat tujuh sebagai paradigma arsitektur tradisional Kulisusu. Selain itu itu penelitian juga memperoleh gambaran tentang penerapan konsep religius martabat alam insani berupa tingkatan hati manusia pada bangunan Raha Bulelenga.
esain Rumah Untuk Kaum Marjinal di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Zakaria Umar
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 7 No. 2 (2022): December 2021 ~ February 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v7i2.1192

Abstract

In Kendari City, growing and developing public housing funded by the Bank. However, housing tends to be still difficult to reach by the lower classes of society. The lower classes of society such as herbalists, motorcycle taxi drivers, construction workers, scavengers, street vendors, and so on. In general, the lower class of society resides in rented houses. This research is important as follows: (a) to provide alternative prototypes of simple houses for the lower classes of society; (b) to make prototypes of low-cost homes; (c) to assist the government and private developers in providing alternative solutions to housing for the lower classes of society; (d) to grow and develop the principles of populist architecture in Kendari City. This research is intended to make a simple home prototype for the lower class society with the principles of populist architecture. This research uses research and development methods. Sources of data in this study consisted of primary data sources and secondary data. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. The data were analyzed by means of the data being reduced, the data presented, and the data being concluded. This research concludes that marginal houses are made with the principles of form follows economics. Economic principles are applied to building materials and building sizes.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Abdi Abdul Fattaah Mustafa Abdul Fattaah Mustafa Abdul Kadir Afifah Harisah Agus, Masfan Ali Fitrah Aminur Aminur Amirullah Amirullah Andi Fadli Anshari Nur, Muh. Nadzirin Ari Eka Prasetya Arief Saleh Sjamsu Arif Cahyadi Arman Faslih Arman Faslih Arman Faslih Arman Faslih Arman Faslih Arman Faslih Arman Faslih ARMAN FASLIH, ARMAN Baharuddin Balo, Asri Andrias Herman Dayuni, Arimbi Aulia Dedi Hadian Dimas Jaya Ningrat Fadel Muhammad, Fadel Fitriani Rahmawati Hadiputra, Muhammad Nuh Arifiandi Halim Halim Halim Halim, Halim Hamzah, Muhamad Hapsa Rianty Hapsa Rianty Hapsa Rianty, Hapsa Herisman, Herisman Hudi Sonta Ikhsan, Ainussalbi Al Imran, Al Ichlas Irma Amryana Suhartiwi Ishak Kadir Ishak Kadir Ishak kadir Ishak kadir Ishak Kadir, Ishak Iskandar Pattih Jaya, Siti Nawal Jaya, St. Nawal Juharsah, Juharsah Jumadil Nangi Kotta, Muhammad Husni Kurniati Ornam La Ode Abdul Rachmad Sabdin La Ode Abdul Rachmad Sabdin Andisiri La Ode Abdul Rachmad Sabdin Andisiri La Ode Abdul Rachmad Sabdin Andisiri Lilis Laome lisdayanti lisdayanti Ma’ruf, Annas Makkulau Makkulau Masfan Agus Masjidi, Luthfiyyah Moh. Saparun Mohammad Mochsen Sir, Mohammad Mochsen Muhammad Arsyad Muhammad Arsyad Muhammad Arsyad Muhammad Arsyad Muhammad Nuh Arifiandi Hadiputra Muhammad Rozi Musram Abadi Mustafa, Abdul Fattaah Nurdin Takdir Raden Rinova Sisworo Radja, Abdul Mufti Rahmawati, Fitriani ramadan, sachrul Ramadhan, Fahri Ramadhan, Sachrul Rommy Sutanto Rony Rony Sachrul Ramadan Sachrul Ramadan Said, Burhan Samhuddin Samhuddin, Samhuddin Samiel, Edi Santi Santi Santi Santi Saparun, Moh. Satria Wibowo Siti Helmyati Sitti Rosyidah Sitti Rosyidah SITTI ROSYIDAH, SITTI Sjamsu, Arief Saleh Sonta, Hudi Tahir, M. Arzal Takdir, Nurdin Umar, Mazhfia Wahyuni, Armila Inny Wirya Islami Bhakti Zamiul Zamiul Zubair, La Ode Muhammad