Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Circular Economy: Pemanfaatan Limbah Cascara di Sentra Agroforestri Kopi Pesawaran Analianasari Analianasari; Irmayani Noer; Dayang Berliana; Giffary Pramafisi Soeherman; Dina Tri Maryana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110540

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu sentra agroforestri kopi pada kawasan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan potensi produksi kopi robusta dan arabika yang signifikan. Proses honey sosoh menghasilkan biji kopi berkualitas, namun juga menimbulkan limbah kulit kopi (cascara) yang belum dimanfaatkan optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Cascara mengandung senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, seperti teh herbal dan eco-enzyme berbasis kulit kopi ceri. Melalui pendekatan circular economy, limbah cascara diubah menjadi sumber daya baru yang mendukung keberlanjutan pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Agroforestri Lestari pada tanggal 26 Juli 2025 melalui metode penyuluhan, demonstrasi cara, dan pelatihan partisipatif. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah cascara menjadi teh herbal serta produk eco-enzyme. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dan antusiasme dalam mengembangkan produk turunan, termasuk sabun, pupuk organik cair (POC), dan sanitizer. Implementasi circular economy pada pengolahan cascara terbukti mampu mengurangi limbah sekaligus mendorong inovasi produk ramah lingkungan yang memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
the Lampung Robusta Coffee Supply Chain Strengthening Strategy Meriko, Erwinda; Fitriani, Fitriani; Analianasari, Analianasari; Noer, Irmayani
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4472

Abstract

Petani kopi rakyat di Indonesia sulit keluar dari jebakan rantai nilai bisnis industri kopi yang berpihak pada kapitalisasi pasar yang tidak adil.   Petani kopi terjebak pada ketergantungan intermediary market mulai dari tengkulak, agen, pabrikasi, hingga eksportir.  Keterbatasan akses pasar, fluktuasi harga global, serta rendahnya akses terhadap pembiayaan dan teknologi memperbukur kondisi lemahnya posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang strategi penguatan rantai nilai bisnis kopi rakyat Lampung agar lebih adil dan menguntungkan petani di hulu produksi, serta memperbaiki posisi tawar petani dalam rantai pasok kopi di tingkat lokal, regional, dan global.  Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi dan hambatan yang dihadapi petani serta peluang penguatan rantai nilai  kopi yang berkeadilan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi penguatan rantai pasok pada hulu produksi kopi perlu fokus pada kebijakan penguatan kelembagaan untuk peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), perbaikan mutu melalui pascapanen yang lebih baik, serta penguatan koperasi untuk peningkatan posisi tawar dengan stakeholders lain dalam rantai nilai bisnis kopi secara berkeadilan.  Hilirisasi produk kopi perlu diperluas dengan mendorong diversifikasi produk olahan dan sertifikasi keberlanjutan agar mampu menjangkau pasar premium. Infrastruktur logistik, digitalisasi pemasaran, serta sistem traceability berbasis teknologi juga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
PEMETAAN KOMODITAS SAYUR UNGGULAN DI PROVINSI LAMPUNG Humaidi, Edy; Unteawati, Bina; Analianasari, Analianasari
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 8 No. 2 (2020): Desember 2020 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2020.8.2.106-114

Abstract

This study aims to map the types of vegetables that are feasible to be developed in Lampung Province. The mapping will be analyzed using the Location Quotient (LQ) method which will produce commodities that are classified as either base or non-base commodities. The data used are secondary data on vegetable production in Lampung Province for six years (2013-2018) obtained from the Central Statistics Agency of Lampung Province. The results showed that two types of vegetable plants became superior commodities, seen from the LQ value greater than 1, namely chilli and Chinese cabbage, with an LQ value of 1,26 for chilli and 1,17 for Chinese cabbage, respectively.