Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIAL LANSIA DI PANTI Pepe, Camelia Kristika; Krisnani, Hetty; A., Dessy Hasanah Siti; S., Meilanny Budiarti
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.523 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13809

Abstract

Lanjut usia merupakan fase kehidupan yang umumnya akan dilalui oleh setiap manusia. Fase ini merupakan proses dari berkurang dan hilangnya beberapa sumber primer yang mendukung kehidupan lansia, baik sumebr biologis, ekonomi, soaial dan ekonomi. Panti Lansia (wreda atau jompo) disediakn dengan tujuan utama adalah menopang atau mendukung kehidupan lansia. Tidak sedikit para lanjut usia yang tinggal di Panti masih memiliki keluarga, baik keluarga keluarag inti atau keluarga besar. Namun demikian dukungan sosial keluarga tetap diperlukan bagi lansia walau lansia telah berada di Panti. Para lansia perlu dukungan perhargaan, masih membutuhkan informasi tentang perkembangan di luar panti, membutuhkan dukungan ekonomi dan penyaluran minat-bakat, serta masih membutuhkan dukungan sosial lainnya. Ssehingga dukungan sosial dari keluarga sangat penting dalam proses palayanan Lansia di Panti-panti yang ada.
LGBT DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA SANTOSO, MEILANNY BUDIARTI
Share : Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.871 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i2.13206

Abstract

Resolusi tentang pengakuan atas hak-hak LGBT adalah resolusi PBB yang pertama yang secara spesifik mengangkat isu pelanggaran HAM berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Resolusi tentang pengakuan atas hak-hak LGBT inilah yang dijadikan sebagai landasan tuntutan bagi kaum LGBT dalam menuntut hak-hak mereka dengan mengatasnamakan hak asasi manusia. Namun demikian, di Indonesia, tentunya berbicara mengenai penegakkan hak asasi manusia, khususnya yang diperjuangkan oleh komunitas LGBT, penegakkannya harus disesuaikan dengan aturan hukum dan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara dan landasan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.
GANGGUAN KEPRIBADIAN ANTISOSIAL PADA NARAPIDANA Santoso, Meilanny Budiarti; Krisnani, Hetty; Isna Deraputri, Gevia Nur
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.472 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15681

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas mengenai gangguan psikopat atau antisosial yang terjadi pada narapidana. Psikopat merupakan perilaku psikologis yang terjadi pada manusia. Psikopat ini merupakan keadaan seseorang dimana seseorang tersebut tidak dapat merasakan empati dan cenderung untuk dapat melakukan kekerasan pada manusia lain tanpa diikuti dengan perasaan bersalah dan melakukan perilaku tersebut untuk kepuasan dirinya sendiri dan mereka cenderung untuk membenarkan dirinya sendiri atas perbuatan yang dilakukannya. Narapidana adalah seseorang yang hidup dalam tahanan atau sel penjara karena mereka telah melakukan tindakan-tindakan menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang ada pada masyarakat.Tidak sedikit dari narapidana yang ada didalam sel tahanan yang teridentifikasi mempunyai prilaku psikologis yang menyimpang yaitu psikopat. Mereka, narapidana penyandang psikopat, cenderung tidak memiliki kemampuan untuk mengenali dan belajar dari kesalahan yang mereka lakukan sebelumnya. Beberapa mendefinisikan penyebab dari psikopat ini adalah karena gangguan pada sel otak dan juga pengaruh lingkungan dari orang tersebut yang terbentuk sejak mereka kecil.Pada artikel ini akan menjelaskan mengenai apa itu psikopat, bagaimana narapidana yang mempunyai gangguan psikopat, dan bagaimana seharusnya penanganan untuk narapidana yang tinggal dan menetap di sel penjara yang mengidap penyakit mental. Serta, bagaimana pekerja sosial dalam kasus ini berperan untuk dapat memanusiakan manusia. ABSTRACTThis article discusses the psychopathic or antisocial disorders that occur on inmates. Psychopaths is a psychological behavior that occurs in humans. Psychopaths disorder is a situation where one person is unable to feel empathy and tends to be violent to other humans without feeling guilty and perform these behaviors for themselves and their satisfaction justifies itself on the act of doing. Inmates are someone living in detention or prison cells because they have committed acts which do not deviate in accordance with the norms and values that exist in society.Some of the inmates that there were unidentified having antisocial personality disorder. inmates with psychopathic does not have the ability to recognize and learn from the mistakes they did before. but they also can behave either like a normal person and do not show that they have a personality disorder. Some define the cause of the psychopath is due to disturbances in brain cells and also environmental influence of the person who formed since they are small.This article will explain about what is a psychopath, how prisoners who have psychopathic disorders, and how should the handling of prisoners who live and stay in a prison cell with mental illness. As well, how social workers in this case contribute to humanize humans.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENANGANAN ANAK AUTIS S, Dessy Hasanah; Santoso, Meilanny Budiarti; Rachmasari, Yessi
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.952 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15683

Abstract

ABSTRAKAutisme adalah salah satu kelainan psikologis dan perkembangan yang dialami oleh anak. Perkembangan yang dimaksud bukan secara fisik namun lebih kepada kemampuan untuk berkomunikasi, bersosialisasi sekaligus perilaku. Gejala autis yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Penanganan yang intensif dan terpadu untuk anak autis disesuaikan dengan kebutuhan anak agar pelaksanaanya dapat memberikan hasil yang maksimal. Suatu layanan yang diberikan bagi anak autis harus disesuaikan dengan metode yang tepat sehingga dapat di terapkan secara langsung. Upaya untuk menyikapi permasalahan tersebut. Sehingga, dibutuhkan penanganan untuk anak autis yaitu peran dari professional yang terlibat. Dalam penanganan anak autis dibutuhkan profesi yang memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidangnya. Salah satunya yaitu peran dari pekerja sosial dan profesi lainnya yang berkolaborasi dengan pekerja sosial, Pekerja sosial dalam upaya penanganan anak autis dapat melakukan assessment dan intervensi terhadap permasalahan anak autis tersebut dengan menggunakan pendekatan secara holistic dengan lingkungan sosialnya dan dengan pendekatan biopsikosial. Peran pekerja sosial juga bersama-sama dengan keluarga anak autis tersebut dapat memberikan dukungan sosial dan memotivasi anak dengan gangguan autis tersebut.ABSTRACTAutism is one of the psychological and developmental disorders experienced by children. The development is not physical, but rather the ability to communicate, socialize well as behavior. Symptoms of autism that really stood out was the attitude of children who tend not to care about the environment and the people around him, as if refusing to communicate and interact, as well as living in his own world. Handling intensive and integrated for children with autism tailored to the needs of children so that implementation can provide maximum results. A service provided for children with autism should be tailored to the exact method that can be applied directly. Efforts to address these problems. Thus, needed treatment for children with autism is the role of the professionals involved. In the treatment of autistic children who have the necessary professional skills and knowledge in the field. One of them is the role of social workers and other professionals who collaborate with social workers, social workers in handling children with autism can do an assessment and intervention for children with autism are problems with using a holistic approach with the social environment and the biopsikosial approach. The role of social workers also together with families of children with autism can provide social support and motivate the children with autistic disorder.
BELAJAR: PROSES MEMBANGUN KEMAMPUAN UNTUK MENGENDALIKAN MASA DEPAN DENGAN BAIK Santoso, Meilanny Budiarti
Share : Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.947 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i2.13141

Abstract

Manusia memiliki pilihan hidup untuk menentukan jalan hidupnya, dalam rangka mencapai visi yang diperjuangkannya. Namun, ironisnya sebagian besar manusia menjalani hidupnya tanpa visi dan misi yang jelas. Hal tersebut berdampak pada konteks lingkunan kehidupan mereka di masing-masing lokus mereka, bahkan akan mempengaruhi lingkungan sosial mereka. Bahkan kehidupan dan keberhasilan organisasi seringkali sangat dipengaruhi oleh cara pandang dan tindakan para anggotanya. Seseorang haruslah mampu berjalan dengan baik pada jalan yang menuju pada arah yang benar. Itulah yang disebut dengan visi kehidupan. Hidup dengan visi, dan hidup untuk memperjuangkan visi. Begitulah cara jika orang mau panjang umur, dalam arti sehat, bugar, bersemangat, dan berprestasi; dengan catatan, visi tersebut harus menyangkut – dan untuk – kepentingan memberi manfaat bagi orang banyak (Wibhawa, 2016). Rasa kesalingtergantungan dalam relasi sosial membuat seseorang menaruh perhatian terhadap apa yang akan terjadi pada orang lain, suatu hal yang penting untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan saling mempercayai. Semua ini akan menolong seseorang untuk mengatasi keberagaman, membina kerjasama kreatif, dan menyelesaikan konflik dengan damai. Ini adalah ranah kecerdasan interpersonal
PENTINGNYA BUKU PANDUAN BAGI VOLUNTEER PADA ORGANISASI SOSIAL (STUDI KASUS PADA LEMBAGA REHABILITASI ODHA DAN KONSUMEN NAPZA RUMAH CEMARA KOTA BANDUNG) Rizkiawati, Rini; Wibhawa, Budhi; Santoso, Meilanny Budiarti; Raharjo, Santoso Tri
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.646 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15723

Abstract

Rumah Cemara merupakan organisasi sosial yang memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia yaitu 32 Orang. Pada dasarnya Human Resource Development (HRD) yang bertanggung jawab menangani pengelolaan Sumber Daya Manusia ataupun staff. Dalam suatu organisasi sosial ketika memiliki Sumber Daya Manusia yang terbatas, maka dibutuhkanlah volunteer untuk membantu dalam menjalankan suatu program atau kegiatan. Banyak sekali masyarakat yang ingin menjadi volunteer di Rumah Cemara. Namun, mengenai mekanisme perekrutan volunteer saat ini belum memiliki kualifikasi syarat secara khusus sesuai dengan kebutuhan dari Rumah Cemara. Hal tersebut membuat beberapa calon volunteer tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Melalui penulisan artikel ini, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pentingnya panduan untuk volunteer dalam suatu organisasi sosial Rumah Cemara is a social organization with limited human resources of 32 people. Basically, Human Resource Development (HRD) is responsible for managing Human Resources or staff. In a social organization when it has limited Human Resources, it is necessary volunteers to assist in running a program or activity. Lots of people who want to volunteer at Rumah Cemara. However, the current volunteer recruitment mechanism does not yet have qualification requirements specifically in accordance with the needs of Rumah Cemara. It makes some volunteer candidates not knowing what to do. Through the writing of this article, it is expected to provide an overview of the importance of guidance for volunteers in a social organization.
COGNITIVE RESTRUCTURING DAN DEEP BREATHING UNTUK PENGENDALIAN KECEMASAN PADA PENDERITA FOBIA SOSIAL Hanifa, Runia; Santoso, Meilanny Budiarti
Share : Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.752 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i2.13211

Abstract

Fobia sosial adalah salah satu metal illness yang dihadapi oleh banyak orang dewasa dan terutama pada remaja yang masih mengalami perubahan baik pada fisiknya maupun perubahan secara psikologis. Fobia sosial terjadi karena individu mengalami kecemasan terhadap lingkungan sosialnya. Hal tersebut disebabkan adanya penyimpangan cara berfikir atau kognisi individu. Terapis dalam menangani klien individu dengan kecemasan, dapat menggunakan beberapa metode, salah satunya metode cognitive restructuring (CR) dan teknik deep breathing.Klien dengan fobia sosial diberikan treatment oleh terapis untuk mengatasi kecemasan dan pikiran negatif terhadap lingkungan sosialnya. Dengan menggunakan metode cognitive restructuring (CR), klien dibantu untuk menstruktur ulang kognisinya yang terbiasa untuk berpikir dengan mindset negatif dan menyebabkan rasa cemas terhadap lingkungan sosialnya. Adapun teknik deep breathing, digunakan untuk melancarkan pernapasan klien ketika mengalami kecemasan. Ketika individu mengalami fobia sosial, kecemasan yang dialami klien dapat mengakibatkan kesulitan bernafas. Dengan melakukan teknik deep breathing, klien dapat merasa lebih rileks dan dapat berpikir dengan lebih jernih untuk dapat meghilangkan pikiran-pikiran negatinya.
FAKTOR PENYEBAB TERGABUNGNYA REMAJA KOTA BANDUNG DALAM KOMUNITAS KENAKALAN REMEJA Dewi, Yustika Tri; S., Meilanny Budiarti; Humaedi, Sahadi; Wibhawa, Budhi
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.109 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13807

Abstract

Kenakalan remaja merupakan hal yang tidak jarang kita temui saat ini. Kenakalan remaja pun tak urung timbul dari sebuah komunitas remaja. Tawuran antar pelajar dari komunitas-komunitas di sekolah, ugal-ugalan di jalan raya, berpesta minuman keras adalah sebagian contoh dari tindakan kenakalan remaja dalam komunitas. Kenakalan remaja tersebut dapat terjadi dari pengaruh suatu komunitas. Remaja di Kota Bandung sudah sangat akrab dengan budaya yang mengharuskan seorang remaja masuk ke dalam komunitas. Akibatnya, Kota Bandung terkenal dengan komunitas antar sekolah untuk para remaja, komunitas geng motor dan komunitas lainnya. Sayangnya banyak pandangan negatif karena biasanya komunitas remaja sering melakukan tindak kenakalan dan tak jarang meresahkan lingkungan serta masyarakat sekitar. Padahal sudah cukup diakui secara global adanya tindak kenakalan remaja disebabkan faktor-faktor tertentu. Jika sudah banyak penelitian yang mencari faktor penyebab adanya tindak kenakalan remaja, penelitian ini lebih memfokuskan kepada faktor faktor penyabab masuknya remaja dalam komunitas yang sering melakukan tindak kenakalan remaja. Dengan cara observasi langsung dan wawancara mendalam dengan anggota komunitas yang terkenal sering melakukan tindak kenakalan, diharakpakn penelitian ini dapat menyimpulkan fakor penyebab yang mendukung remaja bergabung. Faktor penyebab remaja bergabung dalam sebuah komunitas kenakalan remaja, diyakini mempunyai dua faktor penentu yaitu faktor pendorong dan faktor penarik.
ASSESSMENT SISTEM SUMBER INDUSTRI KECIL DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Santoso, Meilanny Budiarti
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10023

Abstract

Industri kecil sering kali menghadapi berbagai permasalahan. Persoalan utama yang biasanyadihadapi oleh industri kecil adalah keterbatasan modal dalam artian tidak mempunyai aksesterhadap sumber modal seperti kredit dari perbankan serta terbatasnya akses ke pasar untukmemasarkan hasil industri mereka. Banyak faktor yang dapat menghambat perkembangan industrykecil. Namun, tersimpan berbagai potensi yang membuat industri kecil tetap mampu bertahan,bahkan berkembang dalam situasi krisis. Salah satu potensi yang dimiliki industri kecil adalahkeberadaannya yang berbasis pada komunitas. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yangtelah dilakukan, di mana terungkap bahwa kekuatan atau sumber potensial yang dimiliki oleh parapengusaha industri kecil adalah ketekunan, motivasi dan visi dalam bekerja sehingga dapatmenghasilkan usaha yang mampu bertahan dan bersaing di tengah gejolak krisis dan persainganglobal. Sistem sumber informal yang mereka miliki adalah hubungan-hubungan sosial di antarasaudara, kerabat dan tetangga sehingga membentuk jaringan sosial informal. Sistem sumberformal yang dimanfaatkan oleh sebagian pengusaha adalah Bank, Departemen Kesehatan RI danMajelis Ulama Indonesia (MUI). Koperasi dan asosiasi pedagang merupakan sistem sumberkemasyarakatan yang dapat membantu pengembangan maupun perkembangan usaha.
INTERVENSI PEKERJA SOSIAL TERHADAP ORANG DENGAN SKIZOFRENIA Santoso, Meilanny Budiarti; Krisnani, Hetty; Hadrasari, Ifani
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.604 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15679

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa paling berat. Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran, emosi, dan perilaku-pikiran yang terganggu, dimana berbagai pemikiran tidak biasa dan tidak sesuai; dan berbagai gangguan aktivitas motorik yang bizarre. Skizofrenia membutuhkan intervensi dari berbagai multidisipliner, salah satunya adalah Pekerja Sosial.Pekerja Sosial bekerja dalam seting generalis, dan bisa memasuki bidang kesehatan jiwa. Intervensi yang dilakukan oleh pekerja sosial akan berbeda dengan profesi lain, meski melalui cara yang sama namun bisa berbeda dalam proses penanganannya. Oleh karena itu, terdapat keterkaitan dengan orang dengan Skizofrenia dengan profesi pekerjaan sosial.
Co-Authors -, Anisa - A. Rachim, Hadiyanto AA Sudharmawan, AA Abi Muhammad Nugraha Abie Besman Afifah Septiani Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai ALI AR-RIDHO Alma Amarthatia Azzahra AMANDA, MAUDY PRITHA Aminnita, Febyana Sri Ana Nur Latifah Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Anjani, Dina Anjumiz Sunani Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa AR-RIDHO, ALI Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Aritonang, Johan Immanuel Arsy Adziem Wal Hamdir assidiq, rizky adrian Athaya Sekar Noviana Aulia, Adis Prita Awalia Nur Azizah Ayu Martina Ayu Martina, Ayu Azizah, Zahra Qisthi Azlinda Azman, Azlinda B, Megawati Bagus Dimas Wibisono Bilantara, Naila Hisanah Bimbi Gita Rama Putri Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Gunawan Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi budhi wubhawa Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Budi Muhammad Taftazani Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe, Camelia Kristika Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Chika Nur Pebriani Chika Nur Pebriani, Chika Nur Cita Insaniah Muhammad DADAN SUMARA SUMARA Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti A. Dessy Hasanah Siti A., Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti Asiah Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dewi Luqmania Dian Indira Dian Indira Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi dwinata, mahda diva Dyta Mardyani Dyta Mardyani Efri Mardawati ELA ZAIN ZAKIYAH Elis Fauziyah Elisabeth Risky Puspitasari Elprida Ryanny Syalis Enggal Wildan Prabowo Enggal Wildan Prabowo, Enggal Wildan Enggarati, Lanita Eva Nuriyah Hidayat Fachria Octaviani Fachruddin, Vanindya Fadhlillah, Annisa N. Faris Harsen Faris Harsen Farrelia Azzahra Febi Agus Dwi Riyanto Fernanda, Raida Devany Fikri Anarta Fikri Anarta franzeska venty Franzeska Venty, Franzeska Galuh Hanesty Gunawan Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Ghea Cantika Noorsyarifa Gigin Ginanjar Kamil Basar Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hadiyanto Abdul Rachim Hadrasari, Ifani Haeruddin Mujuddin Hana Hanifah Hanifah Fatwa Nadilla Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herdiana, Mochamad Fauzan Putra Herlina Marta Herni Wulandari Herni Wulandari Herni Wulandari Hery Wibowo, Hery Hetty krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani HETTY KRISNANI Hetty Krisnani, Hetty Humaerah Nisai Husnawati Djabbar Idim Mumajad Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Ifani Hadrasari Imas Siti Setasih Imas Siti Setiasih In-In Hanidah Intania Ihsani Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Isna Deraputri, Gevia Nur Ivan Darmawan Jatnika, Dyana Chusnulitta Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Kamal , Mustfa Lathifa, Gumanty Ayu Leny Indriyanti Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra M. Yogi Alfarobi mahda diva dwinata Mailani, Silvia Dwi Astuti Mardina, Mutiara Marlina, Nina Marsha Nurul Lutfiah Martha Sintaully Agustine Martha Sintaully Agustine, Martha Sintaully MAUDY PRITHA AMANDA Maulana - Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maya Lutviana Aulia Megawati B Mia Uswatun Hasanah Mirajani, Inara moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch Zainudiin Moch. Zainuddin MOCH. ZAINUDDIN Moch. Zainuddin, Moch. Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Monica Kristiani Widhawati Muhamad Burhanudin Muhammad Fedryansyah Muhammad Husaini Ansori Muhammad Noor Muhammad Riyandi Firdaus Muhammad, Cita Insaniah Mustafa Kamal Mustajir Mustajir Mustajir SH Muthia Dwi Candtika Mutiara Ayu Lestari Mutiara Ayu Lestari Mutiara Mardina Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Nandang Mulyana Nandang Mulyana Naomi Shinta Pasila Naomi Shinta Pasila Naufaldy Azzura Herdiana Naufaldy Azzura Herdiana Nazmi Nur Alifa Nunung Nurwati Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nunung Nurwati Nurazizah, Siti Nurhadi, Aan Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana C. Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Nurwati , R. Nunung Nurwati, R. Nunung Pandhit Pringgo Harjo PHILIA ANINDITA GINTING Pipit Ratnawati Purwanto, Shaneshia Prameswari Parsa Putri Saeza Ramadhini Putri Wardatul Asriyah Putri Wardatul Asriyah, Putri Wardatul Putri, Bimby Gita Rama Putri, Destin Putri, Nadila Auludya Rahma R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati Rachmat Putro Ferdiawan Putro Ferdiawan Ragil Abimayu Raihan Akbar Khalil Ridwan Mawala Kurnia Rifai, Aldi Ahmad Rifky Taufiq Fardian Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rivani, Rivani - Rizki Muhammad Fauzi Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Rizky, Julian Rodhi Dwi Priono Romayana Sari Lumbantoruan Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Runia Hanifa Runia Hanifa, Runia S, Dessy Hasanah Sabila Dina Hanifah Sabrina Hani Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Salsa - Haura salsabila wahyu hadianti SALSABILA WAHYU HADIANTI Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso T. Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Sarah Dhea Pratiwi Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Sazia Husna Setasih, Imas Siti Shabihah, Ulya Salwa Shafa Yuandina Sekarayu Shafira Putri Septiyanti Shella Adelina Shella Adelina, Shella Silva Amanda Durratul Hikmah Silvi Alpera Setiawan Silvia Dwi Astuti Mailani Siti Arieta Slamet Usman Ismanto Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Suci Rahmadhani Sujalmi, Yuri Budi SUMARA, DADAN SUMARA Syalis, Elprida Ryanny Syauqina, Dinda Azzahra Tabita Titah Dewanti Taufik Arbain Teguh Setiandika Igiasi Theresia Vania Radhitya W Theresia Vania Radhitya Widiandari Tiara Salsabilla Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Widuri, Saraswati Wilga Secsio Ratsja Putri Wilga Secsio Ratsja Putri, Wilga Secsio Ratsja wubhawa, budhi Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yogi Suprayogi Sugandi Yolanda Triana Siregar Yosi Damayanti Yosi Damayanti, Yosi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi, Yustika Tri zaenuddin, moch Zainudiin, Moch Zainudin, Moch. ZAKIYAH, ELA ZAIN