Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI FAKTOR PENDORONG TERBENTUKNYA KERJASAMA DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN K3L DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Santoso, Meilanny Budiarti; Rachim, Hadiyanto A.; Syauqina, Dinda Azzahra
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.746 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18371

Abstract

ABSTRAKKerjasama merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang terjadi diantara dua orang atau lebih, ataupun yang terjadi di dalam sebuah kelompok. Karyawan Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan (K3L) di lingkungan Universitas Padjadjaran adalah salah satu kelompok kerja yang dibentuk dan ditempatkan pada lokasi-lokasi tertentu sesuai dengan pembagian tugas pada masing-masing zona kerja. Komunikasi merupakan proses pemindahan informasi atau pesan dan pemahaman dari seseorang kepada orang yang lainnya dan melalui komunikasi kelompok proses kerjasama diantara anggota kelompok dapat terwujud. Penelitian ini menggunakan metode analitis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi di dalam kelompok kerja K3L mendorong terjadinya kerjasama diantara sesama karyawan K3L, sehingga hal tersebut mendukung proses penyelesaian tugas pekerjaan yang dilakukan. Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam kelompok adalah karena adanya faktor personal yang dimaknai sebagai peran dari anggota kelompok dalam sebuah kelompok dan sangat besar pengaruhnya dalam ikut andil untuk memberi sebuah masukan dalam memecahkan sebuah masalah. ABSTRACTCooperation is one form of social interaction that occurs between two or more people, or what happens in a group. Beauty Cleanliness and Environmental Comfort (K3L) within the University of Padjadjaran are one of the working groups that are formed and placed in certain locations in accordance with the division of tasks in each work zone. Communication is the process of transferring information or messages and understanding from someone to others and through group communication the process of collaboration between group members can be realized. This study uses descriptive analytical methods with a qualitative approach. The results showed that the communication that occurred in the K3L working group encouraged collaboration among fellow K3L employees, so that it supported the process of completing the work assignments performed. Factors that influence the effectiveness of communication in groups are because of the personal factors that are interpreted as the role of group members in a group and the enormous influence in participating in giving an input in solving a problem.
Pelatihan Ibu Pembelajar : Upaya Peningkatan Kapasitas Ibu Dalam Mengasuh Anak Di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat Santoso, Meilanny Budiarti; Siti Asiah, Dessy Hasanah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.153 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.15717

Abstract

ABSTRAKDi tengah banyaknya tantangan untuk dapat membesarkan anak dengan baik dan sesuai dengan harapan orang tua, para orang tua pun dihadapkan pada kenyataan maraknya berbagai permasalahan yang menimpa anak-anak. Ibu sebagai orang tua yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak terutama pada saat anak berusia masih kecil dan sebagai sosok yang memegang peranan sebagai pengasuh dan pendidik di dalam keluarga menjadikan ibu memegang peranan penting dalam keluarga. Dalam situasi demikian, seorang ibu dituntut memiliki pengetahuan mengenai tahapan perkembangan anak. Faktor penting lainnya dalam pengasuhan adalah parenting self-efficacy yang dimaknai sebagai perkiraan orang tua terhadap kompetensi yang dimilikinya dalam perannya sebagai orang tua, atau persepsi orang tua terhadap kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak secara positif.Berdasarkan situasi tersebut, maka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas ibu menjadi seorang pembelajar dipandang sangat perlu untuk dilakukan, agar para ibu memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terus berkembang dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.ABSTRACTIn the midst of the many challenges to be able to raise children well and in accordance with the expectations of parents, the parents were faced with the fact of the rampant various problems that befell children. Mothers as parents who spend more time with children, especially when the child was a child and as a figure who plays the role of caregivers and educators in the family to make mothers play an important role in the family. In such a situation, a mother is required to have knowledge of the stages of child development. Another important factor in parenting is the parenting self-efficacy that is interpreted as an estimate of the parents of the competence it has in its role as a parent, or parental perceptions of its ability to influence the behavior and development of children positively.Based on the situation, the training activities to improve the capacity of mothers to be a learner is very necessary to be done, so that mothers have the knowledge, attitudes and skills that continue to grow in nurturing and educating their children.Keywords: mother learner, mother capacity building, child development stage, parenting self-efficacy
BUNUH DIRI DAN DEPRESI DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Santoso, Meilanny Budiarti; Siti Asiah, Dessy Hasanah; Kirana, Chenia Ilma
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.153 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.15713

Abstract

diri bisa disebabkan oleh depresi. Meningkatnya jumlah bunuh diri terutama bagi usia lanjut menyababkan tingkat kematian di suatu negara juga semakin tinggi. Salah satu penyebab bunuh diri yang paling dominan adalah karena depresi. Biasanya, mereka yang bunuh diri akan melalui tiga tahap depresi, yaitu minor depression, moderate depression, major depression, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Depresi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti trauma masa kecil, kekerasan, kehilangan orang yang disayang, atau dalam artikel yang dibahas adalah mengenai seseorang yang depresi akibat tidak mendapat pekerjaan dalam jangka waktu yang lama.Pekerja sosial yang bekerja dengan pasien depresi adalah para pekerja sosial medis, yakni pekerja sosial yang bekerja dalam bidang kesehatan. Pekerja sosial medis dalam hal ini bisa berperan sebagai motivator, enabler, dan juga fasilitator. Pekerja sosial juga bisa membantu klien berdamai dengan masa lalu dan membuatnya memutuskan pilihan untuk masa depannya.ABSTRACTThis article contains about how suicide can caused by depression. The increasing number of suicide especially for elderly cause the increasing number of death in a country. One of the causes the most of suicide is depression. Regularly, they who suicide have through a three step from depression; minor depression, moderate depression, major depression, and the last is when they decide to end their life with suicide. Depression can caused by many things like trauma, having a violence experience, lose someone they love, or in the case which discussed in this article is about someone who hasnt got any job for long time.A social work that fit into depression is a medical social work who are focused in medical field. A medical social work can be an enabler, fasilitator, motivator, and also can help client to embrace their past and make them decide what they want to their future.
Pelatihan Ibu Pembelajar : Upaya Peningkatan Kapasitas Ibu Dalam Mengasuh Anak Di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat Santoso, Meilanny Budiarti; Siti Asiah, Dessy Hasanah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.655 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18621

Abstract

ABSTRAK Di tengah banyaknya tantangan untuk dapat membesarkan anak dengan baik dan sesuai dengan harapan orang tua, para orang tua pun dihadapkan pada kenyataan maraknya berbagai permasalahan yang menimpa anak-anak. Ibu sebagai orang tua yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak terutama pada saat anak berusia masih kecil dan sebagai sosok yang memegang peranan sebagai pengasuh dan pendidik di dalam keluarga menjadikan ibu memegang peranan penting dalam keluarga. Dalam situasi demikian, seorang ibu dituntut memiliki pengetahuan mengenai tahapan perkembangan anak. Faktor penting lainnya dalam pengasuhan adalah parenting self-efficacy yang dimaknai sebagai perkiraan orang tua terhadap kompetensi yang dimilikinya dalam perannya sebagai orang tua, atau persepsi orang tua terhadap kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak secara positif.Berdasarkan situasi tersebut, maka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas ibu menjadi seorang pembelajar dipandang sangat perlu untuk dilakukan, agar para ibu memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terus berkembang dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. ABSTRACTIn the midst of the many challenges to be able to raise children well and in accordance with the expectations of parents,the parents were faced with the fact of the rampant various problems that befell children. Mothers as parents who spend more time with children, especially when the child was a child and as a figure who plays the role of caregivers and educators in the family to make mothers play an important role in the family. In such a situation, a mother is required to have knowledge of the stages of child development. Another important factor in parenting is the parenting self-efficacy that is interpreted as an estimate of the parents of the competence it has in its role as a parent, or parental perceptions of its ability to influence the behavior and development of children positively.Based on the situation, the training activities to improve the capacity of mothers to be a learner is very necessary to be done, so that mothers have the knowledge, attitudes and skills that continue to grow in nurturing and educating their children.
BUNUH DIRI DAN DEPRESI DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Santoso, Meilanny Budiarti; Siti Asiah, Dessy Hasanah; Kirana, Chenia Ilma
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.555 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18617

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas tentang bagaimana bunuh diri bisa disebabkan oleh depresi. Meningkatnya jumlah bunuh diriterutama bagi usia lanjut menyababkan tingkat kematian di suatu negara juga semakin tinggi. Salah satu penyebab bunuh diri yang paling dominan adalah karena depresi. Biasanya, mereka yang bunuh diri akan melalui tiga tahap depresi, yaitu minor depression, moderate depression, major depression, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Depresi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti trauma masa kecil, kekerasan, kehilangan orang yang disayang, atau dalam artikel yang dibahas adalah mengenai seseorang yang depresi akibat tidak mendapat pekerjaan dalam jangka waktu yang lama.Pekerja sosial yang bekerja dengan pasien depresi adalah para pekerja sosial medis, yakni pekerja sosial yang bekerja dalam  bidang  kesehatan.  Pekerja  sosial  medis dalam hal ini  bisa  berperan  sebagai  motivator,  enabler,  dan  juga fasilitator. Pekerja sosial juga bisa membantu klien berdamai dengan masa lalu dan membuatnya memutuskan pilihan untuk masa depannya. ABSTRACTThis article contains about how suicide can caused by depression. The increasing number of suicide especially forelderly cause the increasing number of death in a country.  One of the causes the most of suicide is depression. Regularly, they who suicide have through a three step from depression; minor depression, moderate depression, major depression, and the last is when they decide to end their life with suicide. Depression can caused by many things like trauma, having a violence experience, lose someone they love, or in the case which discussed in this article is about someone who hasnt got any job for long time.A social work that fit into depression is a medical social work who are focused in medical field. A medical social work can be an enabler, fasilitator, motivator, and also can help client to embrace their past and make them decide what they want to their future.
PENINGKATAN KAPASITAS ORGANISASI TEMAN SEBANGKU DALAM MENINGKATKAN KESADARAN DAN LITERASI PENDIDIKAN BAGI ANGKATAN BELAJAR DESA CISEMPUR , KABUPATEN SUMEDANG Santoso, Meilanny Budiarti; Besman, Abie; Hasanah, Mia Uswatun
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.52 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18620

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat merupakan masyarakatyang memiliki rataan tingkat pendidikan yang masih rendah, berdasarkan data dari BPS Kabupaten Sumedang tahun2014,  angkatan  kerja  didominasi  oleh  lulusan  SMP  dan  SMA.  Hal  ini  mengakibatkan  tingkat  keinginan  untuk meneruskan sekolah tidak begitu tinggi. Berdasar hal tersebut, maka pemberdayaan masyarakat melalui literasi pendidikan  menjadi  salah  satu  opsi  untuk  kesadaran  warga  akan  pendidikan.  Salah  satu  caranya  adalah  dengan mendorong sebuah organisasi lokal bernama Teman Sebangku untuk menjadi pionir penggerak literasi pendidikan. Namun organisasi Teman Sebangku juga membutuhkan sebuah pemicu untuk melakukan kegiatan dengan lebih baik dan lebih terkordinasi. Kebutuhan warga adalah peningkatan kesadaran dan literasi pendidikan bagi angkatan belajar secara berkala dan berkelanjutan sebagai wujud pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah adanya kesadaran warga dan siswa akan pentingnya melanjutkan pendidikan. Target luaran dalam jangka panjangnya adalah perbaikan kualitas pendidikan masyarakat dan berkurangnya angka kemiskinan. ABSTRACTCisempur Village Community, Jatinangor Subdistrict, Sumedang Regency, West Java Province is a society with a lowlevel of education, based on data from BPS Sumedang in 2014, the generation of worker is dominated by junior and senior high school graduates. Based on this, community empowerment through educational literacy becomes one of the options for citizens awareness of education. One of the solution for this problem is developing a local organization named Teman Sebangku. This Community is very potential to be a pioneer for   educational literacy, But Teman Sebangku organization also needs a trigger for better and more coordinated activities. From this analysis, education awareness and literacy is one of the important introduce an education for children. The expected outcomes of this work is the awareness of citizens and students of the importance of continuing education. The long-term outcome target is improving the quality of community education and reducing poverty.
PENETAPAN STRUKTUR ORGANISIASI DAN TATA KERJA PADA ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL RUMAH CEMARA KOTA BANDUNG Muhammad, Cita Insaniah; Santoso, Meilanny Budiarti; Zainudin, Moch.
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.533 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18622

Abstract

ABSTRAKRumah Cemara merupakan sebuah organisasi komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup Orang denganHIV/AIDS (ODHA)  dan  konsumen  narkoba  di  Indonesia.  Rumah  Cemara  didirikan  bertujuan  untuk  membentukIndonesia tanpa stigma dan diskriminasi di mana semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju, memperoleh layanan HIV dan NAPZA yang bermutu, serta dilindungi sesuai konstitusi. Adapun proses penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses manajerial lembaga yang berkaitan dengan POHFI yaitu planning, organizing, HRD, fundraising,  dan  system  information.  Pada  penelitian  ini  akan  dibahas  mengenai  aspek  organizing.    Pada  aspek organizing  ini  akan  menganalisis  kiat  lembaga  dalam  membuat  struktur  organisasi  dan  tata  kerja.  Metode  yang digunakan dalam proses penelitian ini yakni melalui wawancara dan studi dokumentasi. Dalam menganalisasi konsep organizing menggunakan analisis dan matriks SWOT. Namun, agar dapat mencapai kondisi manajerial yang optimal Rumah Cemara dalam hal ini perlu melakukan beberapa alternatif pengembangan dengan memperhatikan kekuatan (strength),  kekurangan  (weakness),  kesempatan  (opportunity),  dan  tantangan  (threath)  baik  yang  berasal  dari lingkungan internal maupun eksternal lembaga. ABSTRACTRumah Cemara is a community organization that aims to improve the quality of life of People with HIV / AIDS(PLWHA) and drug consumers in Indonesia. Rumah Cemara was established to create Indonesia without stigma and discrimination where all have equal opportunity to go forward, get quality HIV and drug services, and protected according to the constitution. The process of this study aims to analyze the managerial process of institutions related to the POHFI planning, organizing, HRD, fundraising, and system information. In this research will be discussed about the organizing aspect. In this organizing aspect will analyze the tips of the institution in making the organizational structure and working order. The method used in this research process is through interview and documentation study. In analyzing the concept of organizing using SWOT analysis and matrix. However,  in order to achieve optimal managerial conditions of Rumah Cemara in this case need to do some development alternatives with attention to the strength  (strength),  weaknesses,  opportunities  (opportunities),  and  challenges  (threath) both  originating  from the internal environment and external agencies
GANGGUAN MAKAN ANOREXIA NERVOSA DAN BULIMIA NERVOSA PADA REMAJA krisnani, Hetty; Santoso, Meilanny Budiarti; Putri, Destin
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.708 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18618

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan masa perubahan dramatis dalam diri seseorang. Salah satu perubahan yang terjadi adalahperubahan komposisi tubuh, terutama akumulasi lemak tubuh pada remaja puteri. Dengan adanya akumulasi lemak tubuh tersebut, ada anggapan bahwa mereka tidak memiliki tubuh semenarik yang diinginkan. Hal ini akan mendorong remaja puteri mencari jalan keluar agar memiliki tampilan fisik yang ideal, salah satunya adalah dengan melakukan perubahan kebiasaan makan yang umumnya menyimpang. Kebiasaan makan yang tidak benar itu dapat mengakibatkan terjadinya  gangguan makan atau eating disorder yang dapat berdampak buruk bagi remaja.  Eating disorders (ED) merupakan gangguan mental yang meskipun berhubungan dengan pola makan dan berat badan, gangguan tersebut bukanlah mengenai makanan, tetapi mengenai perasaan dan ekspresi diri. Pada umumnya, penderita ED adalah mereka yang memiliki kepercayaan diri rendah. Terdapat dua macam ED, yaitu anorexia nervosa dan bulimia nervosa. Kedua gangguan tersebut mempunyai tujuan yang sama, yaitu menguruskan badan. ABSTRACTAdolescence is a time of dramatic change in a person. One of the changes that occur are changes in body composition, especially the accumulation of body fat in girls. Given the accumulation of body fat, there is the assumption that they do not have a body as attractive as desired. This will encourage the girls find a way out in order to have the ideal physical appearance, one is to change eating habits are generally distorted.  Improper eating habits can result in eating disorders or disordered eating can be bad for teens. Eating disorders (ED) is a mental disorder even though associated with diet and weight, the disorder is not about food, but about feelings and self-expression. In general, patients with ED are those who have low confidence. There are two kinds of ED, namely anorexia nervosa and bulimia nervosa. Both of these disorders have the same goal, which is to lose weight.
ASSESSMENT KEBERFUNGSIAN SOSIAL PADA REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI santoso, meilanny budiarti; nurwati, nunung; hadianti, salsabila wahyu
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.134 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16027

Abstract

Topik remaja selalu menarik untuk dibahas, terlebih mengenai remaja dengan latar belakang orang tua bercerai. Bukan hanya perceraian orang tua yang menjadi permasalahan dalam keluarga, melainkan keberadaan anak usia remaja dalam keluarga bercerai seringkali menjadi bermasalah, yaitu sebagai bentuk ekspresi kekecewaan anak (terlebih pada usia remaja) terhadap keadaan orang tuanya. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa terjadinya perceraian pada orang tua dapat dipandang dari sisi yang positif oleh anak, yaitu dijadikan sebagai motivasi bagi anak agar terhindar dari pengalaman buruk yang telah dialami oleh orang tuanya. Keberadaan remaja dengan latar belakang orang tua bercerai yang menjadi informan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan instrument assessment keberfungsian sosial bagi remaja dengan berfokus pada poin-poin sebagai berikut: (1). Penampilan di sekolah; (2). Hubungan dengan orang tua; (3). Seksualitas remaja; dan (4). Masalah yang bisa terjadi.
PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL santoso, meilanny budiarti; wibhawa, budhi; ishartono, Ishartono
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.999 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16111

Abstract

Sebagian orang tua ditakdirkan untuk memiliki anak dengan kondisi yang berbeda dan sering kali dinyatakan sebagai anak yang tidak normal. Dalam kondisi demikian, banyak orang tua yang tidak dapat menerima kenyataan jika anak yang dilahirkannya memiliki kekurangan atau kondisinya tidak sempurna seperti anak-anak lainnya. Hal tersebut pun terjadi pada orang tua yang memiliki anak dengan retardasi mental. Penerimaan orang tua terhadap anak dengan retardasi mental dapat dilihat dari beberapa poin berikut ini, yaitu: gambaran penerimaan orang tua terhadap anak dengan retardasi mental, faktor-faktor penerimaan orang tua, serta proses yang dijalani oleh orang tua hingga penerimaan terhadap anak dengan retardasi mental dapat terwujud. Hal ini dikarenakan bagi anak dengan retardasi mental, orang tua merupakan orang yang terpenting serta guru pertama baginya dan sebagai sosok untuk memberikan dorongan, pujian maupun umpan balik. Penerimaan orang tua terhadap anak dengan retardasi mental sangat dipengaruhi oleh tingkat kestabilan dan kematangan emosi dari orang tua, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, dukungan anggota keluarga, struktur dalam keluarga, dan kultur yang melatarbelakangi keluarga.
Co-Authors A. Rachim, Hadiyanto Abie Besman Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari AMANDA, MAUDY PRITHA Anjani, Dina Annisa Nabila, Annisa AR-RIDHO, ALI Arie Surya Gutama, Arie Surya Aritonang, Johan Immanuel assidiq, rizky adrian Aulia, Adis Prita Azizah, Zahra Qisthi Azlinda Azman, Azlinda B, Megawati Bilantara, Naila Hisanah Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Camelia Kristika Pepe, Camelia Kristika Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Dessy Hasanah Siti Asiah dwinata, mahda diva Enggarati, Lanita Eva Nuriyah Hidayat Fachruddin, Vanindya Fadhlillah, Annisa N. Firdaus, muhammad Riyandi Franzeska Venty, Franzeska Gigin Ginanjar Kamil Basar Gunawan, Budhi Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hadrasari, Ifani Herdiana, Mochamad Fauzan Putra Herlina Marta Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Imas Siti Setiasih In-In Hanidah Ishartono Ishartono, Ishartono Isna Deraputri, Gevia Nur Mailani, Silvia Dwi Astuti Mardina, Mutiara Marlina, Nina Mia Uswatun Hasanah Mirajani, Inara Moch. Zainuddin, Moch. Muhammad Noor Muhammad, Cita Insaniah Nunung Nurwati Nurazizah, Siti Nurhadi, Aan Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Nurwati , R. Nunung Putri, Bimby Gita Rama Putri, Destin Putri, Nadila Auludya Rahma Rachim, Hadiyanto Abdul Rifai, Aldi Ahmad Rini Rizkiawati, Rini Risna Resnawaty, Risna Rizky, Julian Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Runia Hanifa, Runia S, Dessy Hasanah Sahadi Humaedi Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Shabihah, Ulya Salwa Soni Akhmad Nulhaqim Sujalmi, Yuri Budi SUMARA, DADAN SUMARA Syalis, Elprida Ryanny Syauqina, Dinda Azzahra Taufik Arbain Widhawati, Monica Kristiani Widuri, Saraswati wubhawa, budhi Yessi Rachmasari, Yessi zaenuddin, moch Zainudiin, Moch Zainudin, Moch. ZAKIYAH, ELA ZAIN