Claim Missing Document
Check
Articles

Mengatasi Distorsi Kognisi pada Remaja Pepe, Camelia Kristika; Santoso, Meilanny Budiarti
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v5i1.9777

Abstract

Teenager is one of the phase that will be experienced in by all of an adult human being. The failure in meet the needs and the development of duty during adolescence can become difficulties to have a self actualization. The difficulties’ symptoms can be started from the appearance of thought and selftalk negative on theirselves. It is known with the term cognitive distortion. The distortion is cognitive deviation the thought that is experienced by individuals. Deviation this thinking consist of personalization, over generalization, mental filter, mind reading, development with equity should the statement and also minimization. Social workers as a profession assistance having stage practices to do and starting from initial phase namely assessment into termination. In the case of clients by distortion cognitive, social workers may provide various technique therapy to change the mind automatic (selftalk) for client from negative to be  positive selftalk. One technique therapy which could be provided by a social worker in clients by distortion cognitive is therapeutic cognitive three colom. This therapy is intended to transform the mind clients which was originally irrational being rational, reduce their negative thoughts and change dysfunctional thought process . When social workers use this therapy in help clients  the clients should make self report which serves to see the replacement of irrational thought after they have been given the therapy.Keywords: Distorsi Kognitif, Selftalk, Kognitif Tiga Kolom.
Kelekatan Antara Ibu dan Anak Usia Sekolah (Studi pada Ibu Sebagai Orang Tua Siswa Kelas 1 SDN Hanjuang Samijaya) Santoso, Meilanny Budiarti; B, Megawati
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v6i1.9782

Abstract

Mother possesses a central role in the process of educating children. Mother spends more time with children at home than in the school. Thus, the attachment between the child and the mother becomes a benchmark as having required the ability to perform interaction within constructed social relations of school-aged children. This study was conducted using an explorative study that focused on the ‘eyecatching’ of information and issues that obtained in the process of this study. Interview, observation and documentation techniques are applied. The results show that the attachment between mother and child is built on the basis of the various skills that must be owned by school-aged children. This also means the role and function of the mother in educating school-aged children, expecially teaching process, that is caring, willingness to share, respect, politeness and responsibility. Providing good role models is the best way to instill values   in children, thus becoming the foundation for good attachment building between mother and child. Keywords: attachment, mother, children, school-age children.
Penggunaan Token Economies pada Anak untuk Meningkatkan Kedisiplinan dalam Menaati Peraturan Mardina, Mutiara; Santoso, Meilanny Budiarti
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v6i1.9783

Abstract

The use of economies token for 12 years children aims at improving the discipline in complying with the rules at an orphanage institution. In the handled cases, the client has a problem against disciplinary, particularly related to the rules of the institutions, with the result that the client was often scolded. This article argues on the important of this token to uphold discipline guidance and mentoring. In this practice, the theory used is a behavioral therapy with the technique of economy token. The use of therapy behavioral methods intended to improve or maintain adaptive behavior, reduce or eliminate the maladaptive behavior, and reduce or eliminate the excessive behavior. By using economy token method, it is expected to help the client to have guidelines for improving discipline in complying with the rules. Based on 4 months of field assistance approach, the results of the assistance for 12 years old children who needs assistance in disciplinary training with economy token, communication and good thinking have become an important factor in relation to the development of a person, so that clients can reduce negative thoughts and changing dysfunctional thinking process.Keywords: discipline, behavioral therapy, economy token, 12 years old children.
PROSES COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI PAVING BLOCK DI DESA SUKASARI, KABUPATEN SUMEDANG Shabihah, Ulya Salwa; Idris, Haifa Dinda Shafiyyah; Azizah, Zahra Qisthi; Fachruddin, Vanindya; Santoso, Meilanny Budiarti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.52731

Abstract

Artikel ini membahas mengenai proses pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan dan pemanfaatan sampah anorganik menjadi paving block di Desa Sukasari sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Sumedang yang menerapkan solusi alternatif dalam mengelola sampah, khususnya sampah anorganik yang dimanfaatkan menjadi paving block dan dalam pelaksanaannya dilakukan oleh kelompok Penanganan Sampah Terintegrasi dengan Ketahanan Pangan (PastiKena) yang pengelolaannya berada di bawah lembaga BUMDes Madani Jaya Sukasari. Pada penelitian ini, pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk membantu kelompok pengolahan sampah dalam mengurangi hambatan berupa belum adanya struktur organisasi dan kebiasaan masyarakat yang cenderung tidak memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi paving block. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, in-depth interview, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai struktur dan pola organisasi serta pemilahan dan pemanfaatan sampah melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan. Tahap pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh peneliti mencakup tujuh tahap, yaitu tahap persiapan, tahap asesmen, tahap perencanaan alternatif program atau kegiatan, tahap pemformalisasi rencana aksi, tahap implementasi program atau kegiatan, tahap evaluasi, dan tahap terminasi.
KONFLIK ORANG TUA DENGAN REMAJA DALAM KELUARGA: MEDIA PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KAPASITAS REMAJA DALAM MENGELOLA KONFLIK Santoso, Meilanny Budiarti; Nulhaqim, Soni Akhmad
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v7i1.61064

Abstract

Relasi yang terbentuk di dalam keluarga tidak selalu berjalan baik, ada kalanya terjadi permasalahan berupa konflik di antara orang tua dengan anak terutama ketika anak memasuki usia remaja, yaitu ketika remaja mengalami perubahan secara signifikan dalam dirinya serta tuntutan sosial menuju usia dewasa. Konflik yang terjadi di antara orang tua dengan remaja dalam keluarga sejatinya dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dan pengembangan kapasitas remaja dalam mengelola konflik. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik studi literatur dilakukan terhadap sumber data yang digunakan yaitu berbagai referensi yang relevan dengan topik penelitian. Validasi dan analisis data dilakukan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan konflik yang terjadi di antara orang tua dengan remaja yang dilakukan dengan cara-cara yang konstruktif yaitu berupa negosiasi dan pelibatan pihak penengah, sehingga dapat menghasilkan solusi dalam penyelesaian konflik. Pengelolaan konflik secara konstruktif di antara orang tua dengan remaja dapat dijadikan sebagai strategi bagi orang tua dalam mensosialisasikan kepada remaja mengenai cara-cara menyelesaikan konflik, sehingga menjadi media pembelajaran dan pengembangan kapasitas pada diri remaja untuk dapat mengelola konflik di masa mendatang dalam lingkungan sosialnya.
PENGUATAN SELF-EFFICACY PENYANDANG DISABILITAS MELALUI PEMBERDAYAAN Enggarati, Lanita; Santoso, Meilanny Budiarti
Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i1.63692

Abstract

Penyandang disabilitas kerap menghadapi tantangan yang kompleks dalam kehidupannya, tidak hanya terbatas pada keterbatasan fisik, sensorik, maupun intelektual, tetapi juga mencakup stigma sosial, diskriminasi, dan hambatan struktural yang membatasi akses mereka terhadap pendidikan, pekerjaan, informasi, dan partisipasi dalam kehidupan di masyarakat. Kondisi demikian sering kali berdampak negatif terhadap persepsi diri dan keyakinan penyandang disabilitas terhadap kemampuan yang dimilikinya, atau dikenal dengan istilah self-efficacy. Bagi penyandang disabilitas, self-efficacy memainkan peran penting dalam membangun ketahanan psikologis, meningkatkan motivasi, serta mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan penguatan self-efficacy penyandang disabilitas melalui pemberdayaan. Kajian literatur dilakukan untuk menelaah berbagai konsep dan hasil penelitian terdahulu yaitu mengenai pemberdayaan penyandang disabilitas dan faktor-faktor pembentuk self-efficacy menurut Bandura, yang terdiri dari mastery experiences, vicarious experiences, verbal persuasion, dan emotional states. Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya penguatan self-efficacy pada penyandang disabilitas dapat dilakukan melalui strategi pemberdayaan antara lain berupa pelatihan keterampilan, partisipasi aktif dalam kegiatan, interaksi dalam kelompok sebaya (peer group), serta kehadiran role model yang inspiratif, sehingga dapat memperkuat self-efficacy yang telah dimiliki oleh penyandang disabilitas. Strategi-strategi tersebut tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga menciptakan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, membuat keputusan, serta memiliki kontrol atas kehidupannya. Dengan demikian, pemberdayaan menjadi pendekatan strategis dan transformatif dalam mendukung penyandang disabilitas untuk mencapai kemandirian dan keberdayaan secara berkelanjutan.
Spiritualisme Dalam Rehabilitasi Pengguna Narkoba Pada Pondok Pesantren Suryalaya Taftazani, Budi Muhammad; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3236

Abstract

Berbagai lembaga yang menyelenggarakan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba telah berkembang, salah satunya diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya yang menerapkan pendekatan spiritualisme Islam untuk mengubah kebiasaan menggunakan narkoba menjadi kebiasaan melaksanakan ritual keagamaan sehingga tertanam sikap dan perilaku yang yang baik atau ahlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba di Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari informan yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren, pimpinan yayasan, pengelola Inabah, dan anak bina sebagai penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan proses rehabilitasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya menggunakan aktivitas beribadah keagamaan sebagai kegiatan yang mengalihkan perhatian dan tenaga penyalahguna dari keinginan untuk menggunakan narkoba. Dari tujuan dan proses rehabilitasi, pendekatan spiritualisme yang dijalankan lembaga memungkinkan terjadinya perubahan perilaku melalui aktivitas ritual yang dapat mengembangkan dan memperkuat aspek spiritual anak bina. Namun demikian, masih dibutuhkan proses tindak lanjut untukpenguatan agar anak bina tidak lagi tergoda dengan kebiasaan lamanya yang buruk. Kajian kritis yang bersifat evaluatif diperlukan pada layanan berbasis faith based untuk memperkuat pengaruh dan posisi dari pendekatan ini di arena praktik pekerjaan sosial
Kapabilitas Human Agency Istana Belajar Anak Banten (ISBANBAN) Foundation Dalam Menangani Permasalahan Pendidikan di Pedalaman Banten Santoso, Meilanny Budiarti; Nurwati , R. Nunung; Azman, Azlinda; Gunawan, Budhi
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.3366

Abstract

Kapabilitas human agency merupakan issue penting bagi pengembangan keilmuan dan praktik pekerjaan sosial, mengingat pekerjaan sosial merupakan profesi yang bersentuhan langsung dengan intervensi sosial dan salah satunya bertujuan untuk menangani permasalahan sosial ataupun memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan sebagai refleksi bagi pekerja sosial profesional berdasarkan praktik nyata penggunaan kapabilitas human agency dalam intervensi sosial sekaligus menunjukkan pentingnya pengarusutamaan konsepsi human agency dalam keilmuan pekerjaan sosial yang salah satunya berfokus pada upaya pengembangan keberfungsian sosial. Metode explanaroty dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis kapabilitas human agency Istana Belajar Anak Banten (ISBANBAN) Foundation dalam menangani permasalahan pendidikan di pedalaman Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi kapabilitas human agency merupakan komponen penting di antara berbagai komponen lainnya dalam menangani permasalahan yang terjadi dan kehadiran aktor dengan kapabilitas human agency tidak dapat dipisahkan dari kelompok ataupun organisasi sebagai wadah dalam melakukan program. Namun demikian, program dan kelompok ataupun organisasi dapat berjalan karena adanya eksistensi aktor dengan kapabilitas human agency yang berperan sebagai motor penggerak. Kolaborasi, networking dan partnership yang terjalin diantara berbagai pihak telah mendorong pelaksanaan program dengan baik dan berkelanjutan sekaligus sebagai infrastruktur dan fasilitasi yang mendukung program sebagai bentuk tindakan nyata (agentic action) yang mereka lakukan.
Co-Authors A. Rachim, Hadiyanto Abie Besman Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari AMANDA, MAUDY PRITHA Anjani, Dina Annisa Nabila, Annisa AR-RIDHO, ALI Arie Surya Gutama, Arie Surya Aritonang, Johan Immanuel assidiq, rizky adrian Aulia, Adis Prita Azizah, Zahra Qisthi Azlinda Azman, Azlinda B, Megawati Bilantara, Naila Hisanah Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Camelia Kristika Pepe, Camelia Kristika Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Dessy Hasanah Siti Asiah dwinata, mahda diva Enggarati, Lanita Eva Nuriyah Hidayat Fachruddin, Vanindya Fadhlillah, Annisa N. Firdaus, muhammad Riyandi Franzeska Venty, Franzeska Gigin Ginanjar Kamil Basar Gunawan, Budhi Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hadrasari, Ifani Herdiana, Mochamad Fauzan Putra Herlina Marta Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Imas Siti Setiasih In-In Hanidah Ishartono Ishartono, Ishartono Isna Deraputri, Gevia Nur Mailani, Silvia Dwi Astuti Mardina, Mutiara Marlina, Nina Mia Uswatun Hasanah Mirajani, Inara Moch. Zainuddin, Moch. Muhammad Noor Muhammad, Cita Insaniah Nunung Nurwati Nurazizah, Siti Nurhadi, Aan Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Nurwati , R. Nunung Putri, Bimby Gita Rama Putri, Destin Putri, Nadila Auludya Rahma Rachim, Hadiyanto Abdul Rifai, Aldi Ahmad Rini Rizkiawati, Rini Risna Resnawaty, Risna Rizky, Julian Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Runia Hanifa, Runia S, Dessy Hasanah Sahadi Humaedi Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Shabihah, Ulya Salwa Soni Akhmad Nulhaqim Sujalmi, Yuri Budi SUMARA, DADAN SUMARA Syalis, Elprida Ryanny Syauqina, Dinda Azzahra Taufik Arbain Widhawati, Monica Kristiani Widuri, Saraswati wubhawa, budhi Yessi Rachmasari, Yessi zaenuddin, moch Zainudiin, Moch Zainudin, Moch. ZAKIYAH, ELA ZAIN