Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Ibu, Sikap Ibu Dan Media Informasi Dalam pemberian imunisasi hepatitis B 0-7 hari Pada bayi baru lahir di BPM Hj. Darmis syaiful Jakarta Timur Triana Indrayani; Sri Kumala Fatimah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.14 KB)

Abstract

Latar belakang : Imunisasi hepatitis B 0-7 hari pada bayi baru lahir adalah imunisasi untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis B yang berakibat pada hati. Indonesia menjadi negara dengan penderita Hepatitis B terbanyak yaitu 13 juta orang. Penderita penyakit Hepatitis B diperkirakan 1 dari 20 penduduk di Jakarta.Tujuan penelitian : Mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu, Sikap Ibu Dan Media Informasi dalam Pemberian Imunisasi Hepatitis B 0-7 hari di BPM Hj. Darmis Syaiful Jakarta Timur.Metodologi: Desain penelitiatian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang bersalin dan Ibu yang mempunyai bayi 0-7 hari sebanyak 30 orang. Sampel yang diambil berjumlah 30 orang Ibu yang mempunyai bayi usia 0-7 hari di BPM Hj. Darmis Syaiful Jakarta Timur. Teknik pengambilan sampel dengan mengunakan metode total sampling. Penelitian ini dilaksanakan November-Desember 2017. Sumber data primer diperoleh dengan kuisioner. Pengolahan data dilakukan dengan Sistem Komputerisasi.Hasil penelitian : Persentase Bayi yang diberikan imunisasi hepatitis B 0-7 hari lebih besar didapatkan pada ibu yang berpengetahuan Kurang 45,5%. Tidak ada hubungan (0,108˃0,05) yang signifikan antara Pengetahuan dengan Pemberian imunisasi Hepatitis B 0-7 hari. Persentase  Bayi yang diberikan imunisasi Hepatitis B 0-7 hari lebih besar pada Ibu yang bersikap Tidak Setuju 25,0 %. Ada Hubungan (0,016 0,05) yang signifikan Sikap dengan Pemberian Imunisasi Hepatitis B 0-7 hari pada Bayi Baru Lahir. Persentase Ibu yang memberikan Imunisasi Hepatitis B 0-7 hari lebih besar pada ibu yang Setuju mendapat Informasi dari Media Informasi 50,0 %. Tidak ada hubungan (0,2660,05) yang signifikan antara Media Informasi dengan Pemberian Imunisasi Hepatitis B 0-7 hari.Simpulan: Ada Hubungan yang signifikasi antara sikap dengan pemberian Imunisasi Hepatitis B 0-7 hari.Kata Kunci    : Pengetahuan, Sikap, Media Informasi, Imunisasi Hepatitis B 0-7 hari. Background: Hepatitis B immunization 0-7 days in newborns is immunization to prevent diseases caused by the Hepatitis B virus which results in the liver. Indonesia is the country with the most Hepatitis B sufferers, which is 13 million people. People with Hepatitis B are estimated at 1 in 20 people in Jakarta.Research Objectives: Knowing the Relationship of Mother's Knowledge, Mother's Attitude and Information Media in Providing Hepatitis B Immunization 0-7 days at BPM Hj. Darmis Syaiful East Jakarta.Method: Analytical descriptive research design with Cross Sectional approach. The population in this study were all mothers who gave birth and mothers who had 0-7 days babies as many as 30 people. Samples taken were 30 mothers who had babies aged 0-7 days at BPM Hj. Darmis Syaiful East Jakarta. Sampling technique using total sampling method. This research was carried out November-December 2017. The primary data source was obtained by questionnaire. Data processing is done with a Computerized System.Results: Percentage of infants given hepatitis B immunization 0-7 days was greater in mothers with less knowledge of 45.5%. There was no significant relationship (0.108˃0.05) between Knowledge with Hepatitis B immunization 0-7 days. Percentage of infants who are given 0-7 days of Hepatitis B immunization is greater for mothers who have a 25.0% disagree. There is a significant relationship (0.016 0.05) Attitude with 0-7 days of Hepatitis B Immunization in Newborn Babies. Percentage of mothers who give Hepatitis B Immunization 0-7 days greater for mothers who Agree to get Information from Media Information 50.0%. There was no significant relationship (0.266 0.05) between Information Media with Hepatitis B Immunization Providing 0-7 days.Conclusion: There is a significant relationship between attitudes with Hepatitis B immunization 0-7 days.Keywords: Knowledge, Attitude, Information Media, Hepatitis B Immunization 0-7 days.
Hubungan Fototerapi Dengan Penurunan Kadar Billirubin Total Pada Bayi Baru Lahir Di RS Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2019 Triana Indrayani; Amelia Riani; Rosmawaty Lubis
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.164 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.420

Abstract

Latar belakang : Fototerapi diberikan jika kadar bilirubin total 10 mg/dl dalam 24 jam kelahiran. Menurut data yang diperoleh dari Word Health Organization (WHO) tahun 2015 kejadian Ikterus neonatrum di Amerika Serikat adalah 65 % dari 4 juta neonatus yang lahir setiap tahunnya, terjadi dalam minggu pertama kehidupannya.Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fototerapi dengan penurunan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir di RS Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan tahun 2019.Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang mendapatkan terapi sinar di ruang perinatologi RS Aulia  pada bulan Januari Tahun 2019 sebanyak 30 orang.Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dan diambil dari  hasil observasi langsung . tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam Penelitian ini  menggunakam  total sampling.Hasil penelitian : Terdapat hubungan yang signifikan dari fototerapi dengan penurunan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir yang mengalami hiperbillirubin dengan nilai p= 0,039 di RS Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2019.Simpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan pada pemberian fototerapi dengan penurunan kadar billirubin pada bayi baru lahir di RS Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan tahun 2019Kata Kunci        :  Fototerapi, Hiperbillirubin, Bayi Baru Lahir The Relation Of Phototherapy To The Decrease Of Total Bilirubin Levels Among Newborns At Aulia Hospital Jagakarsa South Jakarta 2019 Background: Phototherapy is given if total bilirubin level is 10 mg / dl within 24 hours of birth. According to data obtained from World Health Organization (WHO) in 2015 the incidence of jaundice neonatrum in the United States was 65% of the 4 million neonates born each year, occurring in the first week of life. Aim: The research aims to determine the relationship between phototherapy and a decrease in total bilirubin levels among newborns in Aulia Hospital Jagakarsa, South Jakarta in 2019. Method: This research used a cross-sectional research method. The population in this study was all infants who received phototherapy in the perinatology room of Aulia Hospital in January 2019, 30 respondents. Samples in this study were 30 infants who met the inclusion and exclusion criteria and were taken from direct observation. The sampling technique used in this study was total sampling. Results: There was a significant relationship of phototherapy with a decrease in total bilirubin levels among newborns who had hyperbillirubin with P value = 0.039 at Aulia Hospital Jagakarsa South Jakarta in 2019.Conclusion: Based on the research that has been conducted, it can be concluded that there is a significant relationship between phototherapy with a decrease in the level of billirubin in newborns in Aulia Hospital Jagakarsa, South Jakarta in 2019
PERBEDAAN SKOR NYERI PINGGANG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III YANG MELAKSANAKAN SENAM HAMIL DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI KOTA PAGAR ALAM SUMATERA SELATAN Triana Indrayani; Widya Septiani; Naziyah Naziyah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 8, No 2 (2022): JAKHKJ September 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sebanyak 90% wanita melaporkan nyeri punggung selama kehamilan, dan sepertiga memiliki nyeri parah atau melumpuhkan yang mengganggu aktivitas. Hasil survei pendahuluan didapatkan dari 7 ibu hamil ditemukan 5 orang mengalami nyeri pinggang, dan 2 orang tidak mengalami nyeri pinggang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap penurunan skala nyeri pada penderita nyeri pinggang di bidan praktek mandiri, kota pagaralam, sumatera selatan.Metode : Metodologi penelitian ini quasy eksperiment dengan rancangan one group pre-test-post-test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 juni 2018 sampai 14 juli 2018. Sampel sebanyak 16 responden yang mengalami nyeri pinggang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Mengunakkan lembar wawancara demografi dan lembar observasi skala nyeri Visual Analogue Scale (VAS).Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata- rata intensitas nyeri pinggang sebelum (pre-test) dilakukan senam hamil adalah 5.19. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri sesudah (pos-test) senam hamil adalah 2.00.Kesimpulan :  Berdasarkan hasil uji statistik variety t test didapatkan P-value 0,000 (< 0,05), berarti ada pengaruh signifikan senam hamil terhadap skor nyeri pinggang ibu hamil trimester III. Kata Kunci : Nyeri Pinggang; Skor Nyeri; Senam Hamil.
Efektivitas Pijat Bayi Usia 6 – 12 Bulan terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Febri Safitri; Triana Indrayani; Retno Widowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1442

Abstract

Berdasarkan penelitian bahwa bayi dengan kualitas tidur yang buruk memberikan dampak yang negatif pada perkembangannya, seperti bayi menjadi mudah emosi, konsentrasi dan imunitas tubuh menurun. Faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada bayi antara lain aktivitas atau kelelahan, pemenuhan nutrisi, kondisi kesehatan dan lingkungan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah dengan pijat bayi. Tujuan untuk mengetahui efektivitas pijat bayi usia 6 – 12 bulan terhadap peningkatan kualitas tidur di Rw 01 Kelurahan Gunung Batu Kota Bogor. Penelitian ini quasi eksperiment dengan one group pretest-posttest design without control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 bayi yang berusia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intrumen penelitian menggunakan lembar checklist Brief Infant Sleep Questionnaire. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil uji statistik menunjukkan dengan nilai Asymp Sig (2tailed)=0,000 (α< 0,05). Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan dalam peningkatan kualitas tidur pada bayi usia 6-12 bulan yang diberikan perlakukan pijat bayi. Ada pengaruh yang bermakna pada peningkatan kualitas tidur sebelum dan sesudah pada bayi usia 6 – 12 bulan yang dilakukan pijat bayi.
Perbandingan Efektivitas Konsumsi Madu Akasia dan Madu Multi Flora terhadap ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 1-3 Bulan Nur Samsiah; Triana Indrayani; Retno Widowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1461

Abstract

Indonesia menargetkan cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi secara nasional sebesar 80%. Permasalahan produksi ASI sedikit umumnya karena makanan yang dikonsumsi. Madu dapat meningkatkan produksi ASI. Banyak jenis madu yang ada di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah membandingkan 2 jenis madu Akasia dan madu Multiflora yang paling baik dikonsumsi ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan two group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu menyusui bayi usia 1-3 bulan di Kelurahan Sindangrasa Bogor Timur Kota Bogor Jawa Barat yang berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 50 ibu menyusui dengan rincian 25 responden diberi madu Akasia dan 25 responden diberi madu Multiflora. Ibu minum madu Akasia dan Multiflora setiap pagi dan sore setelah makan sebanyak 10 ml selama 2 minggu. Indikator peningkatan produksi ASI yaitu berat badan bayi dan frekuensi BAB. Analisis yang digunakan Independent t-test untuk berat badan bayi dan uji mann-withney untuk frekuensi BAB. Hasil menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada produksi ASI berdasarkan indikator berat badan bayi dan frekuensi buang air besar bayi dengan masing-masing p value 0.000 dan p value 0.011. Berdasarkan berat badan bayi, pada ibu yang mengkonsumsi madu akasia rata-rata lebih tinggi daripada ibu-ibu yang konsumsi madu Multiflora. Berdasarkan frekuensi BAB, tidak ada perbedaan frekuensi BAB pada bayi yg ibu minum madu Akasia maupun Multiflora dengan p value 0.087 dan.0.389. Ibu sebaiknya mengkonsumsi madu untuk meningkatkan produksi ASI. Priporitas yang bisa dipilih adalah madu Akasia.
Efektivitas Baby Gym terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 6 – 9 Bulan Evi Ayu Purnamasari; Triana Indrayani; Retno Widowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1462

Abstract

Masa bayi merupakan masa emas dan masa kritis perkembangan. Di usia 6 – 9 bulan kemampuan motorik kasar bayi dimulai dengan duduk tanpa pegangan lalu berdiri dengan pegangan. Baby gym adalah teknik yang merangsang pertumbuhan, perkembangan khususnya kemampuan motorik kasar bayi secara optimal. Di Indonesia diketahui 7,5% bayi yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Tujuan untuk mengetahui efektivitas baby gym terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan di Desa Sukadamai Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah quasi experimental dengan bentuk one group pretest posttest design. Teknik pengambilan sampling yaitu menggunakan purposive sampling berjumlah 20 bayi. Instrumen penelitian menggunakan lembar KPSP. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan p value 0,000 atau < 0,05 berarti terdapat pengaruh yang signifikan dalam perkembangan motorik kasar pada bayi antara sebelum dan sesudah baby gym. Ada pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan skor perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan setelah perlakuan baby gym.
Pencegahan Stunting melalui Pemberian Edukasi dan Pelatihan Tui Na Massage Triana Indrayani; Risza Choirunnisa; Vanessa Rizky Ramadhani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1505

Abstract

Nutrisi sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, beberapa masalah yang sering muncul salah satunya adalah kurang nya nafsu makan. Stunting adalah salah satu masalah gizi yang disebabkan karena pemenuhan gizi tidak tercukupi dalam jangka waktu yang lama dan akan nampak ketika anak berusia 2 tahun. Stunting dapat dicegah melalui pemberian intervensi secara non farmakologi yaitu Tui Na Massage pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi serta pelatihan pada ibu-ibu yang memiliki anak dengan gangguan nafsu makan yang kurang. Metode yang digunakan yaitu melalui 4 tahap : pendidikan kesehatan, praktek, tanya jawab dan doorprize. Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata peningkatan berat badan bayi pada kelompok intervensi dan kontrol.
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 3-5 Bulan Ayu Amalia Putri; Jenny Anna Siauta; Triana Indrayani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i2.845

Abstract

Tingginya angka kelahiran hidup pada bayi penting sekali memberi stimulus pada masa golden age sehingga tidak terjadi keterlambatan perkembangan. Terapi pijat adalah salah satu saran stimulasi yang di kembangkan dalam merangsang pertumbuan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan usia 3-5 bulan di Praktik Mandiri Bidan Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dan menggunakan analisis General Linear Model (GLM) Repeated Measures design dengan desain  Pretest-Posttest. Jenis kontras yang digunakan kontras Difference. Populasi penelitian yang digunakan adalah 90 bayi yang berusia 3-5 bulan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dan dikumpulkan dengan teknik observasi. Rata-rata berat badan sebelum dilakukan pijat bayi yaitu 5614.75 gram dan setelah dilakukan pijat bayi pada minggu pertama rata-rata berat badan bayi menjadi 5869.10 gram sampai pada minggu terakhir rata-rata berat badan bayi meningkat menjadi 6365.50 gram. Hasil uji statistika didapatkan nilai p=0,000 yang berarti (p<0,05) artinya terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan usia 3-5 bulan di Praktik Mandiri Bidan Kota Bekasi. Terjadi peningkatan sebanyak 750.75 gram dari berat badan awal sebelum dilakukan peijatan dan Ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan usia 3-5 bulan di Praktik Mandiri Bidan Kota Bekasi.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan tentang Seksualitas terhadap Persepsi Remaja Putri Kelas X Delli Septi Rahayu; Jenny Anna Siauta; Triana Indrayani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i2.846

Abstract

Angka kejadian pernikahan dini masih banyak terjadi diberbagai Indonesia. Kurangnya pengetahuan remaja salah satunya karena minim edukasi dan penyampaian informasi seperti penyuluhan tentang seksualitas. Informasi yang salah tentang seks menjadi salah satu indikator meningkatnya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang seksualitas terhadap persepsi remaja putri kelas X di SMA N 1 Cikarang Selatan dengan metode Pre Eksperiment dengan desain One Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi sebanyak 96 yang diambil secara Purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kueisoner. Uji statistik menggunakan uji t-test dependen. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata persepsi remaja putri sebelum penyuluhan sebesar 62,75, dengan standar deviation 8,840. Rata-rata persepsi remaja putri sesudah penyuluhan sebesar 74,68 dengan standar deviation sebesar 9,825 dengan uji t-test. Menunjukan bahwa terdapat selisih peningkatan antara pre dan post sebesar 11,93, artinya ada pengaruh penyuluhan kesehatan tentang seksualitas terhadap remaja putri kelas X di SMA N 1 Cikarang selatan dengan Nilai p value 0,000< α (0,05).
Pengaruh Pijat Laktasi terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Jihan El Arief Hanubun; Triana Indrayani; Retno Widowati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i2.858

Abstract

Ketidaklancaran ASI merupakan masalah yang dialami ibu menyusui. Ibu sering mengeluhkan puting lecet dan bayinya sering menangis, sehingga tidak memberikan ASI. Penyebab ketidaklancaran ASI salah satunya adalah penurunan produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI, untuk mengeluarkan ASI dibutuhkan upaya nonfarmakologis berupa pijat laktasi. Menganalisis pengaruh pijat laktasi terhadap produksi ASI ibu nifas di Klinik Utama Anny Rahardjo Pasar Rebo Jakarta. Menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel secara total sampling sejumlah 20 ibu nifas yang sesuai kriteria inklusi dan eklusi penelitian. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test. Hasil Sebelum dilakukan pijat laktasi sebagian besar produksi ASInya banyak sejumlah 0 (0%), cukup sejumlah 3 ibu (15%), kurang sejumlah 17 ibu (85%), sesudah dilakukan pijat laktasi sebagian besar responden produksi ASInya banyak sejumlah 19 ibu (95%), cukup sejumlah 1 ibu (5%), kurang sejumlah 0 (0%). Uji statistik t-test menunjukkan nilai p = 0,000 < α (0,05).
Co-Authors Aenurida, Aenurida Afriani, Nur Aisya, Syifa Ayu Alisca Putri Isabella Amelia Riani Andi Julia Riviana Anggita PH Anik Rahayu, Anik Aprillianti, Lia Aquarini, Aquarini Aulya, Yenny Ayamah, Ayamah Ayu Amalia Putri Azizah, Uswatun Awa Baira Tuasikal Berliana, Fara Budiasih, Siti Cahyaningtiyas, Dwi Calada, Sri Carolin, Bunga Tiara Choirunissa, Risza Dahlan, Febry Mutiariami Danengsih, Nia Delli Septi Rahayu Dian Irawati Dianita Zahra, Elena Eni Kurniati, Eni Erizqianova, Erizqianova Erviani, Silvi Evi Ayu Purnamasari Fanny, Aesza Okty Zull Fathia Widiningsih Febri Safitri Hapzi Ali Herawati Herawati Herlina, Novia Humaeroh, Yayu Ida Farida Ismi Nurani Istiqomah, Emilda Sari Jamilah Jamilah Jenny Anna Siauta Jihan El Arief Hanubun Kholilah Kurniawati, Elis Nia Lastari, Susi Lestari, Risma Fuji Liuri, Kunigunda Marlina, Ela Megawati, Siska Melinda Yussa Pratiwi Minangkabau, Siti Mawaddah Muhayah, Ai Mulyanah, Eka Munjanah, Yuliani Naziyah Naziyah Novita, Vera Nur Samsiah Nurani, Ratih Nuricha Arselina Nurul Husnul Lail Nuswantari, Rizki Pibriani, Pibriani Pratewi, Pratewi Prihati, Manis Prihayati Prihayati Prihayati, Prihayati Putri, Lioni Amelianti Rachmah, Ismi Yaumil Rahmawati, Rani Septiani Rembulan, Dewi Rimba Purnama Retno Widowati Retno Widowati Ria Pusvita Sari Rifiana, Andi Julia Rika Sofiyanti Rini Kundaryanti Risza Choirunissa Risza Choirunissa Risza Choirunnisa Risza Choirunnisa Risza Choirunnisa Riviana, Andi Julia Rosmawaty Lubis Rosnilasari, Sri Mulyani Safitri, Rike Nur Saputra, Dian Dieniawati Septi Fitriyani Septiarani, Disty Shinta Mayang Riyanti Shintya Mayang Riyanti Sholihah, Hidayatush Silaban, Tumiar Hotmian Silalahi, Lusia Desy Septiyana Siti Hardianti, Siti Siti Holilah Siti Kholilah Siti Romlah Siti Saadah Siti Syamsiah Sofa, Irma Sonia Sonia, Sonia Sri Kumala Fatimah Suhesti, Lia Sulminah Sulminah Sulminah, Sulminah Sumarlina, Nenden Suryati, Ai Susanti Susanti Tina Martina, Tina Vanessa Rizky Ramadhani Verita, Ratu Veronika, Rita Vira Antiza Vivi Silawati Widhyarini, Dian Restu Widya Septiani Wiji Sumarni Winata, Nova Pandu Wiranti, Ajeng Ratna Yeni Andriani, Yeni Yeni Safitri Yulia Mutmainnah Yulia, Iis Yulianti, Yuli Yustisia, Cahya Rani Zahra, Elena Dianita