Articles
Intervensi Aroma Terapi Jasminum Grandiflorum terhadap Kecemasan Ibu Hamil
Indrayani, Triana;
Kurniati, Eni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.345-350
Wanita hamil dalam trimester ketiga mengalami beban psikologis yang lebih besar. Masalah psikologis ini sering terjadi pada ibu hamil trimester III. Tujuan penelitian : mengetahui pengaruh aromaterapi jasminum grandflorum terhadap kecemasan ibu hamil. Desain penelitian ini adalah pre eksperimen One Group Pretest Posttest Design, Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin yang datang berkunjung ke TPMB E Bekasi pada bulan Januari - Februari 2024. Tehnik pengambilan sampel adalah total sampling. Intervensi dilakukan dengan memberikan aromaterapi Jasminum grandiflorum sebanyak 3 tetes dan dicampurkan dengan 40ml air dimasukkan ke dalam diffuser selanjutnya nyalakan selama kurang lebih 15 menit. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini ialah skala HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Analisa data menggunakan uji T berpasangan (Paired T Test). Rata-rata tingkat kecemasan pada ibu bersalin setelah intervensi menurun menjadi 14,83 dengan standart deviation 4,720 dan terdapat pengaruh pemberian aromaterapi Jasminum grandiflorum terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin dengan nilai P-value 0,005. Terdapat pengaruh penurunan kecemasan setelah diberikan aromaterapi lemongrass pada ibu bersalin di TPMB E Bekasi.
Perbedaan Efektifitas Terapi Musik Instrumental dan Terapi Musik Klasik terhadap Kecemasan Ibu Nifas
Indrayani, Triana;
Verita, Ratu
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.12.1.2024.203-208
Periode post partum adalah masa transisi pada ibu nifas, karena banyak perubahan yang terjadi baik secara psikologis, fisik, emosional maupun secara social. Beberapa gangguan psikologis yang terjadi selama nifas yang dapat menghambatnya untuk melakukan peran barunya sebagai seorang ibu, salah satunya adalah blues postpartum. Penanganan ibu nifas dengan Postpartum blues dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Terapi music merupakan salah satu terapi untuk mengatasi baby blues. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektifitas terapi music instrument dan terapi music klasik pada ibu nifas dengan post partum blues. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental dengan pendekatan two group and posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang. tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan yaitu dengan kuesioner ZSAS (Zung Self – Rating Anxiety Scale) untuk mengukur tingkat kecemasan pada ibu nifas. Analisis bivariat dengan menggunakan uji T Test Dependent Terapi musik diberikan dengan durasi 30 menit, dilakukan2x/ hari selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukan Ada hubungan signifikan antara pemberian terapi music instrumental dan terapi music klasik, namun tidak ada perbedaan yang signifikan antara terapi musik instrumental dan terapi musik klasik p value 0,673 (P value > 0,05).
THE EFFECT OF MATERNAL AND CHILD HEALTH EDUCATION THROUGH ANTENATAL CLASS TO IMPROVE KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF PREGNANT WOMEN
Indrayani, Triana;
Riviana, Andi Julia
International Journal of Multidisciplinary Research and Literature Vol. 3 No. 1 (2024): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY RESEARCH AND LITERATURE
Publisher : Yayasan Education and Social Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53067/ijomral.v3i1.198
Maternal Mortality Rates (MMR) in various regions in Indonesia are diverse. Maternal and child health education is generally still carried out through individual or case-by-case consultation, which is provided when the mother has her pregnancy checked. This kind of education activity is indeed useful for handling case-by-case but has weaknesses, among others, the knowledge gained is only limited to the health problems experienced during the consultation and the education provided is not coordinated. To overcome these weaknesses, a learning method through an antenatal class (a class for pregnant women) was planned. This study used a pre-experiment with a One Group Pretest- Posttest design. The sample in this study was 35 pregnant women selected by purposive sampling. The statistical test used was the t-test. The results show that there is a significant effect of providing education to pregnant women on their knowledge and attitudes, with a calculated t-value of 5.351 on knowledge and a calculated t-value of 6.000 on attitudes. These results allow a conclusion that there is an effect of providing education to pregnant women through an antenatal class on their knowledge and attitudes. The implication of this research is that it is important to conduct scheduled classes for pregnant women to increase the knowledge of pregnant women
Efektivitas Stimulasi Pijat 8 Speech Delay untuk Mengatasi Keterlambatan Bicara pada Anak Usia 3 Tahun
Indrayani, Triana;
Kurniati, Eni;
Romlah, Siti
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jlh.v5i1.4176
Keterlambatan bicara dan bahasa pada anak dapat mengakibatkan masalah interaksi sosial, kesulitan perhatian, penurunan kemampuan menulis dan membaca, serta buruknya perkembangan kognitif dan perilaku. Upaya mengatasi gangguan keterlambatan bicara dapat dilakukan dengan metode farmakologi pemberian mulvitamin dan metode non farmakologi pijat, herbal dan akupunktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas stimulasi pijat speech delay terhadap keterlambatan bicara pada anak usia 3 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain one-group with pre-test and post-test. Populasi penelitian adalah balita usia 3 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 responden berusia 3 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat analisis data uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi pijat 8 Speech delay efektif mengatasi gangguan keterlambatan bicara pada anak usia 3 tahun.
Efektifitas Teh Biji Fenugreek terhadap Volume ASI Pada Ibu Nifas
Indrayani, Triana;
Andriani, Yeni
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ASI merupakan sumber energi dan nutrisi terpenting pada anak usia 6-23 bulan. ASI memenuhi lebih dari setengah kebutuhan energi pada anak usia 6-12 bulan dan sepertiga dari kebutuhan energi pada anak usia 12-24 bulan. Bayi yang tidak diberi ASI akan rentan terhadap penyakit infeksi. Produksi ASI dikendalikan oleh interaksi berbagai hormon, prolaktin menjadi hormon dominan yang terlibat. Tujuan untuk mengetahui efektivitas the biji fenugreek tehadap volume ASI pada ibu nifas di TPMB J. Metodologi: quasi-experiment dengan perlakuan sebelum dan sesudah.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari 15 Ibu nifas kelompok eksperimen dan 15 Ibu nifas kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan observasi langsung dan Breast pum. Data dianalisis menggunakan dekriptif statistik dan inferensial statistik yaitu paired t-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada volume ASI sebelum dan sesudah diberikan teh biji fenugreek pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pemberian Teh Biji Fenugreek secara rutin diminum 2 kali sehari selama 7 hari pada ibu nifas efektif meningkatkan volume ASI.
The Effectiveness of Almond Juice on Breast Milk Volume at Clinic B Bekasi
Indrayani, Triana;
Vivi Silawati;
Risza Choirunissa
International Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): IJMHS Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Rajaki of Tulip Medika Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61777/ijmhs.v1i1.18
Background: Breast milk is the ideal food for newborns because of its unique nutritional properties. Therefore, it is appropriate for every baby to get exclusive breastfeeding until the age of 6 months. To make this happen, the baby's mother must try to increase the volume and quality of her breast milk. These efforts must be supported by providing appropriate nutritional intake for breastfeeding mothers. Purpose: To determine the effectiveness of almond juice on breast milk volume. Methods: Quasi-experiment with pre and post treatment. The sample in this study was 30 people consisting of 15 experimental groups and 15 control groups. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument used direct observation and breast pump. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics, namely paired t-tests. Result: The results showed that there was a significant difference in the volume of breast milk before and after the intervention was given. Conclusion: giving almond juice regularly taken 2 times a day for 10 days is effective in increasing the volume of breast milk. Midwives are expected to be even better at providing counseling regarding the fulfillment of balanced nutrition by adding almond juice in increasing the volume of breast milk.
Edukasi dan Intervensi Pencegahan Anemia dengan Pemberian Jus Jeruk Madu (JerDuMia) pada Ibu Hamil di Posyandu Apel
Indrayani, Triana;
Pratewi, Pratewi;
Sulminah, Sulminah;
Rachmah, Ismi Yaumil;
Yustisia, Cahya Rani;
Sholihah, Hidayatush;
Istiqomah, Emilda Sari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1744
Posyandu Apel I dan II pada 2023 cakupan ibu hamil tidak anemia 60%, sedangkan target yang diharapkan ibu hamil yang tidak mengalami anemia 90%. Di lapangan menunjukan ibu hamil dengan anemia sebanyak 40%. Salah satu solusi untuk mengatasi anemia pada ibu dengan cara Non Farmakologi dengan inovasi jus jeruk madu. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk mengedukasi ibu hamil tentang pentingnya memperhatikan kadar hemoglobin selama masa kehamilan, Cara kerja pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan cara pengambilan data, menentukan prioritas masalah, pemeriksaan HB pada 10 ibu hamil, menyiapkan materi edukasi, demostrasi pembuatan inovasi, lalu melakukan penyuluhan secara langsung pada kelompok ibu hamil yang mengalami anemia di Posyandu Apel 2, Evaluasi dilakukan dengan diskusi atau tanya jawab. Berdasarkan hasil pelaksanaan penyuluhan pengabdian kepada masyarakat diikuti sebanyak 10 ibu hamil dengan anemia dan 25 perserta tambahan meliputi dosen, bidan dan kader. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan tim. Para peserta begitu aktif selama kegiatan dengan adanya sesi tanya jawab. Para persertapun bersedia menerima inovasi berupa jus jeruk madu). Sebagai indikator untuk mengukur keberhasilan pemberian inovasi jus jeruk madu untuk menaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil.
Berjibakuh: Belimbing Juice Kurangi Hipertensi pada Lansia
Dahlan, Febry Mutiariami;
Aulya, Yenny;
Carolin, Bunga Tiara;
Ayamah, Ayamah;
Safitri, Rike Nur;
Rosnilasari, Sri Mulyani;
Indrayani, Triana
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1767
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling berbahaya di Indonesia di seluruh dunia, karena tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama Penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, gagal jantung kongestif, stroke dan penyakit ginjal. Buah belimbing salah satu pengobatan non farmakologis yang sangat bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu untuk membantu lansia dalam mengontrol peningkatan tekanan darah tinggi dengan pemberian jus belimbing manis dan senam lansia pada lansia yang berada di wilayah tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok. Kegiatan dimulai dengan melakukan perijinan, pengumpulan data, Analisa data, dan dilanjutkan dengan FGD dengan beberapa stake holder untuk menentukan prioritas masalah yang akan dilakukan intervensi. Peserta penyuluhan diikuti oleh 15 perserta lansia yang memiliki riwayat hipertensi. Pemberian jus belimbing manis dilakukan sebanyak 2x/hari selama 3 hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan dengan pemeriksaan kembali tekanan darah serta dilakukan diskusi dan tanya jawab. Hasil dari penyuluhan di dapatkan ada perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Sebelum diberikan penyuluhan skor terendah adalah 3 dan skor tertinggi 6. Sedangkan setelah diberikan penyuluhan skor terendah 4 dan skor tertinggi 9. Kesimpulannya bahwa penyuluhan dan pemberian jus belimbing kepada lansia ini sangat efektif karena sesuai dengan kondisi kesehatan yaitu hipertensi yang banyak dialami lansia di wilayah tersebut.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia melalui Media Online dan Leaflet
Indrayani, Triana;
Riviana, Andi Julia;
Verita, Ratu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i2.2365
Kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9%. Dampak anemia pada ibu hamil dapat diamati dari besarnya angkat kesakitan dan kematian maternal, peningkatan angka kesakitan dan kematian janin, serta peningkatan resiko terjadinya berat badan lahir rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara pencegahan anemia. Kegiatan ini dilaksanakan dengan 3 tahap dan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pemberian materi melalui zoom meeting dan menggunakan leaflet. Jumlah peserta pada kegiatan ini sebanyak 40 orang yang dibagi menjadi 20 orang untuk setiap kelompok.evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan terkait materi yang diberikan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan ibu hamil meningkat setelah dilakukan pendidikan dengan media zoom dan leafleat. Pada kelompok yang diberikan edukasi melalui zoom ada peningkatan skor pengetahuan dari 20% menjadi 70% dan kelompok yang diberikan edukasi melalui media leafleat ada peningkatan rata-rata pengetahuan dari 30% menjadi 60%. Pemberian edukasi melalui zoom lebih efektif terhadap meningkatnya pengetahuan ibu hamil tentang anemia dibandingkan dengan media leafleat.
Edukasi dan Intervensi Aromaterapi Pappermint dan Aromaterapi Ginger untuk Mengatasi Emesis pada Ibu Hamil Trimester I
Indrayani, Triana;
Riviana, Andi Julia
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2399
Kehamilan menyebabkan mual dan muntah yang dikenal sebagai emesis gravidarum, yang disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen atau subunit beta Human Chorionic Gonadotropin (beta-HCG). Komplikasi dari emesis menjadi hyperemesis gravidarum dan berdampak pada janin bayi lahir dengan berat rendah dan kelahiran prematur. Penatalaksanaan emesis dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan terapi non farmakologi, Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui efektifitas aromaterapi pappermint dan ginger untuk mengatasi emesispada ibu hamil. Metode yang digunakan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat muntah menggunakan lembar kuisioner PUQE-24 pada ibu hamil setelah diberikan aromaterapi. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa aromaterapi pappermint oil lebih dominan dari pada ginger oil.