Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Prinsip Good Governance Pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Pranatalia, Syiltia; Muhibuddin, Andi; Juharni, Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 2 (2025): Paradigma Journal of Administration, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i2.7328

Abstract

Permasalahan pelayanan publik pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat masih menunjukkan adanya tuntutan masyarakat yang menilai bahwa kinerja pegawai belum berjalan secara efektif, efisien, serta sesuai dengan standar profesionalisme institusi hukum. Kondisi ini menjadi indikator bahwa implementasi prinsip-prinsip Good Governance belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik kerja keseharian. Penelitian ini menawarkan kontribusi kebaruan dengan mengeksplorasi penerapan prinsip Good Governance secara kualitatif dan mendalam, khususnya terkait akuntabilitas, efektivitas, dan transparansi dalam pelaksanaan tugas pegawai Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif untuk mengungkap permasalahan yang terjadi secara faktual dan kontekstual. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pegawai Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat serta masyarakat sebagai pengguna layanan, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip akuntabilitas telah diterapkan secara cukup optimal, tercermin melalui mekanisme pelaporan kinerja dan pengawasan internal. Namun, prinsip transparansi dan efektivitas belum berjalan secara maksimal, ditandai dengan masih adanya pegawai yang kurang disiplin dan terbatasnya akses informasi publik bagi masyarakat. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung implementasi Good Governance, yaitu keberadaan kode etik dan sinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya. Sebaliknya, faktor penghambatnya mencakup tekanan internal maupun eksternal serta maraknya informasi keliru yang beredar di masyarakat. Rekomendasi studi ini menekankan perlunya penguatan budaya kerja profesional, digitalisasi layanan informasi publik, serta sistem pengawasan berbasis meritokrasi. Public concerns regarding service delivery at the West Sulawesi High Prosecutor's Office indicate ongoing dissatisfaction and legal complaints, suggesting that employee performance has not yet achieved expected levels of effectiveness, efficiency, and professional accountability. These concerns reflect gaps in the institution's implementation of Good Governance principles. This study makes a novel contribution by qualitatively and comprehensively examining the practical application of Good Governance, with a particular focus on accountability, transparency, and staff performance effectiveness. This research employs a qualitative, descriptive–exploratory design to uncover institutional issues in context. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and document analysis. Participants consisted of employees of the High Prosecutor's Office and members of the public as service users, selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman analytical framework, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that accountability mechanisms have been implemented effectively, as evidenced by structured reporting systems and internal control measures. However, transparency and effectiveness remain suboptimal, demonstrated by limited public access to information and inconsistent employee discipline. The study identifies supporting factors such as the existence of a professional code of ethics and collaboration with other law enforcement institutions. Conversely, inhibiting factors include internal and external pressure, as well as misinformation widely circulating among the public. The study recommends strengthening the professional work culture, enhancing digital transparency systems, and developing performance monitoring based on meritocracy to improve the implementation of Good Governance.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L) Terhadap POC Enceng Gondok Kekak, Berliando; Muhibuddin, Andi; Amirudin, Amirudin
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.5059

Abstract

This research was carried out at the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University, on JL. Raya Poros Sapayya, Bontoramba Village, Palangga District, Gowa Regency, South Sulawesi. This research started from May to July 2024. This research used a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments, namely P0 (without water hyacinth POC as a control), P1 (10 ml water hyacinth POC), P2 (20 ml water hyacinth POC), P3 (30 ml POC water hyacinth) and P4 (40 ml POC water hyacinth) and 3 repetitions. The parameters observed were plant height, stem diameter, number of pods, weight of the pods contained, weight of seeds 100 g/plot, weight of seeds per planting.  The results of the research showed that the best growth and production was in the P4 treatment with a dose of 40 ml which was able to provide growth and production in plant height, stem diameter, number of pods, weight of filled pods, seed weight of 100 g/plot, weight of seeds per planting. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan Integrated Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, di JL. Raya Poros Sapayya, Desa Bontoramba, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu P0 (tanpa POC enceng gondok sebagai kontrol), P1 (10 ml POC enceng gondok), P2 (20 ml POC enceng gondok), P3 (30 ml POC enceng gondok) dan P4 (40 ml POC enceng gondok) serta 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong berisi, berat biji 100 g/ plot, berat biji pertanama.  Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan dan produksi terbaik yaitu pada perlakuan P4 dengan dosis 40 ml yang mampu memberikan pertumbuhan dan produksi pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong berisi, berat biji 100 g/ plot, berat biji pertanaman.