Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Korelasi antara Profil Metabolik Laboratorium dan Tekanan Darah Samara, Diana; Wartono, Magdalena; Kosasih, Adrianus
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2024.v7.61-70

Abstract

Background High blood glucose and cholesterol are risk factors for hypertension. This study aims to determine the correlation between blood glucose and cholesterol levels with blood pressure in the normal blood pressure (NBP), controlled hypertension (CHT), and uncontrolled hypertension groups (UHT). Methods The study used a cross-sectional design with analytic observations on subjects aged 36 years or older. Ninety-five subjects were divided into three groups: NBP, CHT, and UHT. Subjects were men and women, without chronic heart failure or chronic renal failure. Samples were taken by consecutive random sampling. Blood pressure, body mass index, random BG, and lipid profile (triglycerides, HDL, LDL, total cholesterol) were measured. Statistical test using Spearman correlation test with p-value <0.05 significantly. Results There were 95 subjects with a range age of 36-81 years old. There were 30 NBP subjects, 34 CHT subjects, and 31 UHT subjects. There was a weak positive correlation between HDL level and diastolic BP in the NBP group (r=0.391;p=0.032). There was no correlation between blood glucose and other lipid profiles with BP in the three groups. Conclusions The increase in HDL is accompanied by an increase in diastolic blood pressure in NT but not with random blood sugar and other lipid profiles in all three blood pressure groups.
Penyuluhan, Pelatihan dan Pelayanan Kesehatan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Warga Binaan Sosial Kurniasari; Sutanto, Hans Utama; Sidarta, Nuryani; Kartini; Kalumpiu, Joice Viladelvia; Mediana, Dian; Samara, Tjam Diana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disabilitas fisik berdampak pada kualitas hidup individu. Berbagai penyakit dapat menyebabkan terjadinya disabilitas fisik, seperti diabetes melitus, stroke dan arthritis. Individu dengan disabilitas fisik dapat mengalami masalah kesehatan baru. Kelainan kulit dan cedera akibat jatuh merupakan contoh permasalahan tersebut. Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2, Cengkareng merupakan unit pelayanan masyarakat yang difokuskan kepada individu dengan disabilitas fisik. Metode pada PkM ini adalah edukasi, pelatihan dan pelayanan Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga bianaan sosial (WBS) Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2, Cengkareng. Penilaian keberhasilan penyuluhan/edukasi mengenai kesehatan kulit dilakukan dengan menganilisis perbedaan skor tes sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) edukasi menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, yang menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi sebesar 37,04% (p=0,013). Pelatihan cara merawat luka diberikan kepada pendamping dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pendamping saat merawat luka WBS. Latihan cara mencegah jatuh diberikan kepada WBS dengan melakukan berbagai gerakan untuk memperkuat otot tungkai bawah sehingga WBS tidak mudah jatuh. Hasil yang diperoleh dari pelayanan kesehatan menunjukan terdapat 21 jenis penyakit atau keluhan, dengan 10 penyakit atau keluhan terbanyak yaitu hipertensi (41,67%), gatal-gatal (25%), nyeri otot (19,44%), flu (16,67%), nyeri lutut (13,89%), dermatitis (11,11%), nyeri pinggang (11,11%), diabetes melitus (11,11%), tinea (8,83%), dan dyspepsia (8,83%). PkM ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kualitas kesehatan WBS, Cengkareng di bidang kesehatan sehingga secara tidak langsung berperan dalam peningkatan kualitas hidup WBS di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2.
PERBEDAAN PROFIL KOLESTEROL DARAH ANTARA KEHAMILAN PRE-EKLAMPSIA DAN KEHAMILAN NORMAL Kemala, Sri Indah; Samara, Diana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v11i1.23750

Abstract

Kolesterol dan lipid lainnya merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, kolesterol juga berfungsi sebagai prekursor untuk sintesis progesteron. Metabolisme lipid yang abnormal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap patogenesis kehamilan pada preeklampsia, dimana kadar tinggi remnant kolesterol dan profil lipid aterogenik (tingginya kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan penurunan kadar HDL) merupakan faktor risiko untuk inisiasi dan perkembangan aterosklerosis yang pada akhirnya mengarah pada CVD yang di duga perannya sama pada preeklampsia, karena ditemukan lesi arteri  berupa akumulasi sel busa (lipid-laden macrophages) di dinding pembuluh arteri spiralis dari plasenta yang diamati, dan biasanya keadaan ini di temukan pada kasus aterosklerosis akut. Tujuan kajian pustaka ini yaitu menganalisis beberapa penelitian mengenai perbedaan profil kolesterol darah antara kehamilan preeklampsia dan kehamilan normal. Dari enam artikel yang dipilih memiliki hasil yang bervariasi, dimana pada dua artikel didapatkan hasil didapatkan peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, VLDL, LDL dan penurunan kadar HDL pada preeklampsia dibanding dengan hamil normal, hasil ini berkaitan dengan risiko terjadinya aterosklerosis. Sedangkan empat penelitian lainnya didapatkan hasil yang sedikit berbeda pada beberapa kolesterol. Untuk itu masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai perbedaan profil kolesterol darah antara kehamilan preeklampsia dan kehamilan normal terkait dengan risiko terjadinya preeklampsia.
PENYULUHAN TENTANG PENGENALAN SINDROMA METABOLIK DAN CARA MENGATASINYA Samara, Tjam Diana; Sidarta, Nuryani; Setiawati, Lenny; Kosasih, Adrianus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.24820

Abstract

Sindroma metabolik adalah sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi bersamaan. Sindrom aini dapat meningkatkan risiko terjadi penyakit jantung koroner, serangan jantung, diabetes tipe 2. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan terdahap sindroma metabolik antara lain menerapkan pola makan yang baik, aktivitas fisik setidaknya 150 menit aktivitas sedang per minggu, dan menurunkan berat badan. Selain itu perlu dilakukan manajemen stres, berhenti merokok, dan cukup tidur yang berkualitas. Bila telah dilakukan hal-hal tersebut tidak juga mengurangi sindroma metabolik, maka perlu penanganan lebih lanjut oleh ahlinya. Masih banyak warga di Kelurahan Tomang yang belum memahami apa itu sindroma metabolik sehingga tidak mengetahui bahaya terhadap kesehatannya dan bagaimana mengatasinya. Oleh karena itu dirasakan perlu untuk dilakukan penyuluhan tentang sindroma meyabolik dan apa yang perlu dilakukan untukl mengurangi kejadian sindrom ametabolik. Kegiatan PKM ini disambut baik oleh warga Kelurahan Tomang. Warga mendapatkan pengetahuan tentang sindroma metabolik dan dapat memahami bagaimana cara mencegahnya.  Hal sederhana yang dapat dilakukan oleh warga dalam mencegah sindroma metabolik antara lain mengurangi makanan dan minuman manis dan sejenisnya, membatasi makanan tinggi lemak dan tinggi garam, memperbanyak sayuran dan buah-buahan segar serta protein tanpa lemak dan biji-bijian.
Relationship between Serum 25-Hydroxyvitamin D Levels and Cardiovascular Disease Risk among Road Sanitations Workers Wartono, Magdalena; Samara, Tjam Diana; Kosasih, Adrianus; Mediana, Dian
Althea Medical Journal Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v13n1.4570

Abstract

Background: Road sanitation workers are frequently exposed to sunlight during outdoor work, which may influence vitamin D status. Although several studies suggest that outdoor workers have a lower risk of vitamin D deficiency than indoor workers, evidence regarding the association between 25-hydroxy vitamin D [25-(OH)D] levels and cardiovascular disease (CVD) risk among sanitation workers remains limited. This study aimed to examine the relationship between serum 25(OH)D levels and CVD risk among road sanitation workers. Methods: This analytical cross-sectional study included 105 road sanitation workers in West Cengkareng District, Jakarta, Indonesia selected using consecutive random. The 10-year cardiovascular risk was calculated using the World Health Organization/International Society of Hypertension (WHO/ISH) risk charts. Serum 25-(OH)D levels were measured from peripheral venous blood samples. Data were analyzed using the chi-Square test and Fisher's exact test, with statistical significance defined as p<0.05.Results: Vitamin D deficiency was observed in 59.05% of participants, whereas 85.7% had low-to-moderate CVD risk.  No significant association was found between 25(OH)D levels and CVD risk (p=0.582). However, significant associations were identified between age (p=0.001), body mass index (p=0.003), blood pressure (p=0.037), smoking status (p=0.037) and cardiovascular disease risk.Conclusions: Vitamin D deficiency is not associated with increased CVD risk among road sanitation workers. However, regular monitoring of vitamin D status may support occupational health and overall well-being.
PERBEDAAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK BERDASARKAN RUTINITAS HEMODIALISIS Derajat, Tursina Agung; Samara, Tjam Diana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.48891

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi progresif di mana fungsi ginjal menurun secara signifikan dan tidak dapat dipulihkan. Hemodialisis (HD) merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang sering digunakan pada pasien GGK untuk menghilangkan sisa metabolisme dan menyeimbangkan elektrolit. Namun, terapi ini dapat memengaruhi sistem imun, termasuk kadar leukosit, yang berperan penting dalam inflamasi dan respons imun tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan jumlah leukosit pada pasien yang rutin maupun tidak rutin hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan analitik observasional. Sampel penelitian terdiri dari 60 pasien GGK berusia 30-85 tahun, baik laki-laki maupun perempuan di RS Hermina Jatinegara. Sampel terbagi menjadi 30 pasien yang rutin menjalani HD dan 30 pasien tidak rutin. Rutin HD adalah pasien yang menjalani HD sembilan kali perbulan dalam tiga bulan berturut-turut. Data diambil dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan uji statistik independent T-test. Rata-rata jumlah leukosit pada pasien yang rutin menjalani hemodialisis adalah 8.2767 ± 1.87519 (mean ± SD), pasien yang tidak rutin menjalani hemodialisis memiliki rata-rata leukosit 9.0070 ± 2.37903 /µL (mean ± SD). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,192).  Simpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan signifikan jumlah leukosit antara pasien GGK yang menjalani hemodialisis rutin dan tidak rutin tidak.
Autonomic Response to Face-Mask-Wearing in Individuals with Anxiety Disorders Kosasih, Adrianus; Istriana, Erita; Khaerani, Rita; Widowati, Henie; Samara, Tjam Diana; Wartono, Magdalena; Hidayat, Adi
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. This study aims to see the relationship between the use of N95 masks and the autonomic responses of individuals with anxiety disorders. Methods. This study is an analytic experimental study on 140 respondents. Assessment of anxiety disorders was carried out by completing the DASS 42 questionnaire and psychiatric interviews by a psychiatristt. Autonomic responses are measured by measuring heart rate variability (HRV). Short-term root mean square of successive differences (RMSSD) HRV parameters were measured using the Polar H10. HRV was measured when the respondent was not wearing a mask, when wearing an N95 mask and when wearing an N95 mask with a valve that had been opened (sham). Results. HRV in respondents with anxiety disorders had a significantly lower value than respondents without anxiety disorders. Both at baseline (median: 16.33 vs 23.35, p=0.004), when using an N95 (median: 16.47 vs 22.01, p=0.008) and when using a sham N95 (median: 16.94 vs 22.24, p=0.005). However, there was no relationship between the use of N95 masks and HRV in respondents with anxiety disorders (RMSSD baseline vs N95: median 16.33 vs 16.47, p=0.979). Conclusion. There is no relationship between the use of N95 masks and HRV in individuals with anxiety disorders. Keywords: anxiety disorders; heart rate variability; N95 mask.