Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Myth, logos, and ecology: Local community perception of social signs on the slopes of Semeru Mountain post-disaster Setiyawan, Radius; Wahyuni, Holy Ichda; Romadhon, Nur Hidayatullah; Sari, Adelin Aprilia
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol. 36 No. 4 (2023): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkp.V36I42023.488-500

Abstract

Seeing a social sign, results in striving to derive the meaning from the sign when it is used. One of the events that appear in various types of social sign is a disaster. It creates various myths that also act as a social sign; one of them is a myth about the relationship between humans and nature. This study aims to explain the perception of the local community in the Sumber Mujur village of Semeru Mountain Slope about social signs made as myth postdisaster eruption in 2022. The myth that is believed by the local community proved to have relevance to ecological sustainability. This research uses qualitative methods through deep interviewing technique. Informants in this study are a local community in the Semeru Mountain area, East Java which is part of the 2021 Semeru eruption survivors. Based on existing findings, most myths grow in line with a scientific view. Although the background or ways of working is different, myth and logos have compatible relevance in the context of ecology sustainability. This study concludes that myths give impact on society's attitude so as to maintain ecological sustainability, as well as a form of cultural adaptation, both in terms of conservation awareness and mitigation.
Pemberdayaan Usaha Binatu Lokasi Terdampak eks-lokalisasi Daerah Morokrembangan Surabaya Setiyawan, Radius; Jayadi, Mahsun
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v1i2.863

Abstract

After the closing of localization on December 12, 2012 by the Mayor of Surabaya, there are several stand-by laundry businesses run by former WTS (Women Tuna Susila). The business has been running for 2 years but there are some significant obstacles so the business still has not revealed significant results. Some of the obstacles faced are: Financial management that is still not regular so that is still often mixed between personal money with business money, promotion model is still conventional and some other problems. Based on the above problem, the solutions offered are as follows: (a) the addition of production equipment so as to speed up the drying process and minimize dependence on sunlight; (b) train effective and controlled bookkeeping; (c) train the proper Laundry chemistry; (d) create a creative and technology-based promotional model. From the results of the above empowerment, it proved to be an improvement of management and able to increase the productivity of the business.
Pendampingan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 di UM Surabaya Melalui Psychoreligius Care Setiyawan, Radius; Rohmayani, Vella; Nasrullah, Dede; Fitriyani, Vika Ramadhana; Firman Wijaya, M Febriyanto; Anam, Khoirul; Firman, Firman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9797

Abstract

Terjadinya pandemi Covid-19 gelombang 2 menimbulkan banyak masyarakat yang terkonfirmasi positif. Hal tersebut menyebabkan terjadinya over capacity di Pelayanan Kesehatan, sehingga pasien harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Tuntutan berdiam diri di rumah dapat memicu terjadinya gangguan psikologis atau kondisi stres. Padahal kondisi stres sangat merugikan bagi tubuh, karena dapat membuat system imun menurun, serta menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukannya pendampingan psychoreligius care terhadap pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk:  1) mengidentifikasi tingkat stres pada pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. 2) Memberikan pendampingan psikoreligius care untuk mengurangi tingkat stres pada pasien isoman. Metode pelaksanaan pertama dilakukan tahap penjaringan (pre-test), kemudian pengolahan data, implementasi pendampingan psychoreligius care dan terakhir tahap evaluasi kegiatan (post-test). Hasil pendampingan dan screening diperoleh data bahwa, 1) Pasien covid-19 mengalami kecemasan ketika sedang menjalani isolasi mandiri dengan tingkatan yang berbeda-beda. 2) Setelah dilakukan pendampingan psychoreligius care selama 14 hari terjadi penurunan tingkat kecemasan sebesar 82,86%. Kegiatan pendampingan berjalan dengan baik dan masih perlu dilakukan pendampingan berlanjut mengingat ada sebesar 17,14% pasien isoman yang membutuhkan durasi waktu lebih lama untuk mengatasi kondisi kecemasan maupun stres yang terjadi pada dirinya.Kata Kunci: Pendampingan, Isolasi Mandiri, Covid-19, Psychoreligius CareAssistance for Covid-19 Self-Isolation Patients at UM Surabaya with Psychoreligious CareABSTRACT The occurrence of the Covid-19 pandemic wave 2 caused many people who were confirmed positive. This causes overcapacity in health services, so patients must be self-isolate at home. The demand to stay at home can trigger psychological disorders or stressful conditions. Whereas stress conditions are very detrimental to the body, because it can make the immune system decrease, and it cause other health problems. Therefore, it is necessary to provide psychoreligious care assistance for Covid-19 patients who are undergoing self isolation. This mentoring activity aims to: 1) identify stress levels in Covid-19 patients who are undergoing self-isolation. 2) psychoreligious care assistance are given to reduce stress levels in isoman patients. The first implementation method is the screening stage (pre-test), then data processing, implementation of psychoreligious care assistance and finally the activity evaluation stage (post-test). The results of mentoring and screening obtained data that, 1) Covid-19 patients experienced anxiety while undergoing independent isolation with different levels. 2) After 14 days of psychoreligious care assistance, there was a decrease in anxiety levels of 82.86%. Mentoring activities are going well and there is still a need for continued assistance considering there are 17.14% of isoman patients who need a longer duration of time to deal with anxiety and stress conditions that occur to them.Keywords: Assistance, Self-Isolation, Covid-19, Psychoreligious Care
Gerakan Filantropi UM Surabaya melalui Pembagian Paket Sehat di Masa Pandemi Covid-19 Rohmayani, Vella; Setiyawan, Radius; Syarifurrahman, Islam; Fauzia, Fa’iz Azmi; Romadhon, Nur Hidayatullah; Lihabi, Lihabi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.11592

Abstract

Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di kota Surabaya mengakibatkan daya tampung rumah sakit rujukan mengalami peningkatan, sehingga banyak pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang terpaksa harus menjalani isolasi mandiri. Banyaknya warga kota Surabaya yang sedang menjalani isolasi mandiri, memperparah kondisi ekonomi yang memang sudah tidak stabil sejak terjadinya pandemi. Oleh sabab itu UMSurabaya tergerak untuk mengejawantahkan spirit ke-Islaman dalam wujud aksi nyata peduli pada masyarakat. UMSurabaya menggandeng lazizmu, dosen dan mahasiswa bergerak melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dengan menyediakan ratusan paket sehat untuk isoman dan puskesmas. Terdapat sebesar 681 paket sehat isoman yang disebarkan ke 33 kecamatan yang berada di kota Surabaya. Serta terdapat 19 puskesmas yang mendapat bantuan paket sehat dari UM Surabaya. Masyarakat Surabaya dan puskesmas sangat antusias dengan kegiatan pemberikan paket sehat, dan mereka merasa sangat terbantu dengan adanya pemberian paket sehat ini.
Pengembangan Produk Inovasi BIMA Tuktuk bagi Mahasiswa Disabilitas di UMSurabaya Wicaksana Prakasa, Satria Unggul; Rohmayani, Vella; Hakim, Lukman; Setiyawan, Radius
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.15374

Abstract

UMSurabaya juga telah banyak menghasilkan produk inovasi alat bantu disabilitas karya mahasiswa dan dosen sebagai bentuk kepedulian kepada mereka. Produk inovasi alat bantu disabilitas terbaru yang dibuat UMSurabaya berupa BIMA Tuktuk (Inovasi Kursi Roda dengan Kendali Ketukan untuk Mahasiswa Tuna Daksa berbasis Android). Adapun tujuan pembuatan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan akses mobilitas yang menunjang penyandang difabel menuju ke ruang pembelajan, meningkatkan efektifitas penggunaan BIMA Tuktuk karena dapat beroprasi secara otomatis, serta meningkatkan partisipasi para mahasiswa disabilitas atas peningkatan fasilitas yang mereka butuhkan. Produk BIMA Tuktuk ini dibuat menggunakan model inovasi yang dilengkapi dengan sejumlah fitur kenyamanan disabilitas dengan adanya sensor presisi tinggi pada bodi, kamera pengenal gambar, dan teknologi AI (Artificial Intelligence), yang memungkinkan BIMA Tuktuk ini beroperasi tanpa memerlukan kendali manusia. Pengembangan produk BIMA Tuktuk diperuntukkan untuk kelas yang menerima mahasiswa disabilitas. Pembuatan produk inovasi ini sebagai bukti bahwa UMSurabaya dapat menjadi contoh kampus inklusif, baik dalam artian kepedulian dan kebijakan, namun juga dalam rangka pengembangan model inovasi yang tepat guna. Harapannya produk inovasi BIMA Tuktuk mampu memberikan kemudahan akses mobilitas menuju ruang pembelajaran, sehingga mereka siap mengikuti pembelajaran secara optimal.
Digital Marketing dalam Penguatan Branding Sekolah bagi Pengelola Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 7 Surabaya Hamsia, Waode; Setiyawan, Radius; Khasanah, Siti Uswatun; Roisiah, Riska Rahayu; Firdaus, Akhlis Nastainul
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i3.19685

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat digital marketing dalam dilaksanakan di SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Di balik usianya yang setengah abad masih sangat butuh dukungan dalam membranding sebuah institusi tersebut. Berdasarkan data media social Instagram hanya 453 postingan 878 pengikut dan 1.055 yang diikuti.  Tidak hanya itu, dalam tampilan website isikonten masih tergolong minim dan belum mampu menggait publik, hal tersebut dibuktikan dengan minimnya jumlah pengunjung pada website Selain itu publikasi dalam media masa masih tergolong minim dibandingkan dengan sekolah Muhammadiyah lainnya sehingga sentuhan publikasi media masaa sangat penting dilakukan agar SD ini lebih dikenal dan menjadi sekolah rujukan para orang tua. Identifikasi masalah yang ditemui dilapangan adalah belum adanya system promosi online yang efektif dan integrative. Design visual yang masih kurang menarik. Kemampuan pengelolaan sosial media yang terbatas. Guru yang tidak bisa menulis berita kegiatan dalam bentuk release dan terbatasnya akun promosi media sosial. Solusi yang ditawarkan yaitu membangun kesadaran pentingnya memahami digital marketing media sosial sebagai bahan promosi. Pembelajaran ini akan dilakukan secara berkala. Bentuk kegiatan yang akan ditawarkan dalam PKM ini adalah : (1) Workshop (2) Pelatihan dan Pengelolaan (3) Keberhasilan penelitian ini terlihat dalam jumlah feed IG yang semakin beragam dengan tampilan feed yang lebih menarik dengan jumlah tiga postingan setiap harinya serta keberhasilan penulisan berita sekolah pada website dan media online lainnya.
PAI–PAK Elementary School Textbooks as an Ideological State Apparatus (ISA): A van Leeuwen Critical Discourse Analysis Framed by Ecofeminism on the Construction of Gender–Ecology in the Independent Curriculum (Merdeka Curriculum) Setiyawan, Radius; Wijayadi, Wijayadi; Roisiah, Riska Rahayu
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2025.142.225-232

Abstract

Purpose – To assess the ideological construction of gender–ecology in Islamic Religious Education (PAI) and Christian Religious Education (PAK) elementary-level textbooks under the Independent Curriculum (Merdeka Curriculum) used in Sekolah Penggerak (2021–2023), addressing the research gap that has not regarded textbooks as a state ideological product Design/methods/approach – A descriptive qualitative study using van Leeuwen’s Critical Discourse Analysis (CDA) combined with ecofeminism. Data: eight books (grades 1–4) published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology and the Ministry of Religious Affairs; a text–visual documentation study; online interviews with five informants (two teachers, one editor, two authors); purposive sampling; categories of inclusion/exclusion, activation/passivation, role allocation, genericisation/specification; source triangulation and research ethics were applied. The scope is limited to eight books and two subjects. Findings – Identifies patterns of domestication of women; marking of femininity (e.g., the color pink); involvement of women in ecological activities that are subordinate and anonymous, whereas men are named/activated as protectors or givers; women are passivated as recipients of assistance. The integration of gender equality values and ecological awareness is not systematic. The state, through the Ideological State Apparatus (ISA), reproduces patriarchal–anthropocentric discourse. Research implications – Proposes a CDA–ecofeminism rubric–based audit–revision across the entire publishing cycle; editorial–design guidelines (balance of roles, equal naming, avoidance of essentialist visual codes); discourse literacy training for teachers; as well as periodic, transparent evaluations with feedback channels from schools and religious communities.
Citra Perempuan pada Iklan KPK 2024 Cegah Nyokap dari Suap; Analisis Wacana Kritis Kajian Sara Mills Uswatun Khasanah, Siti; Setiyawan, Radius
J-SES : Journal of Science, Education and Studies Vol 3 No 2 (2024): Jurnal J-SES Vol 3 No 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jses.v3i2.23055

Abstract

The importance of this research is to dig deeper into how advertising plays an active role in representing gender and influencing people’s perceptions. This research aims to find out what image is formed of woman through the KPK advertisement “Prevent Nyokap from Bribery” ahead of the 2024 election using critical discourse analysis of Sara Mills theory. This research is qualitative research with descriptive methods. This research data is in the form of analyzing data sourced from KPK advertisements in the form of images from the official website kpk.go.id. Data was collected using listening techniques, then analyzed by describing and recording the data that had been collected. The focus of this research is to see how women are represented in advertisements through thir existing positions. Based on the analysis and research that has been carried out, it was found that the position of men as subjects and woman as objects in these advertisements. The final results of the research show that the image presented in this advertisements is a negative image of woman, namely that woman tend not to think critically in choosing leaders, labelling them materealistic as well as being extravagant.
Women, Ecology And Children: A Study Of Ecofeminism In Indonesian Children's Literature Setiyawan, Radius; Yuyun Wahyu Izzati Surya; Aribowo; Setiyowati, Arin
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 23 No. 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2024.232.145-157

Abstract

Abstrak Sastra diyakini memiliki peran dalam membentuk persepsi anak-anak tentang dunia, namun sayangnya cerita-cerita yang terkandung di dalamnya memiliki banyak bias gender. Penelitian ini menggunakan analisis wacana Theo van Leeuwen untuk mendeteksi dan meneliti bagaimana perempuan dan alam mengalami eksklusi dari hubungan mereka dengan subjek lain. Beberapa praktik eksklusi yang disajikan antara lain: misogini/seksis, stereotip dan hubungan tidak setara lainnya yang dalam konteks ini digunakan untuk melihat hubungan antara gender dan alam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dan alam memiliki hubungan penting yang ditunjukkan melalui penggunaan metafora, latar alam, keberadaan tumbuhan dan hewan yang muncul langsung dalam cerita. Di bagian lain, alam dan perempuan tampaknya terpinggirkan karena keduanya digambarkan secara minor dan terus menerus diangkat sebagai objek. Di sisi lain, ada juga cerita yang dianalisis menunjukkan adanya simbolisme mutualisme antara alam dan perempuan dalam melawan dominasi patriarki. Kata Kunci: Ekofeminisme, Sastra Anak, Perempuan, Ekologi [Literature is believed to play a role in shaping children's perceptions of the world. Unfortunately, many stories contain significant gender bias. This study uses Theo van Leeuwen's discourse analysis to examine how women and nature experience exclusion from their relationships with other subjects. Several exclusion practices  include misogyny/sexism, stereotypes, and unequal relationships, which in this context are used to explore the connection between gender and nature. The findings of this research indicate that women and nature share a significant relationship, as demonstrated through the use of metaphors, natural settings, and the presence of plants and animals that appear directly in the stories. In other  part, nature and women seem marginalized as both are portrayed in minor roles and continuously presented as objects. On the other hand, stories are analyzed that reveal a mutual symbolism between nature and women in resisting patriarchal domination.] Keywords: Ecofeminism, Children's Literature, Women, Ecology  
Pemberdayaan Ekonomi UKM dengan ECO-Produk Handicraft di jedong Sekarputih Balonggpanggang Gresik Setiyawan, Radius; Lestari, Sri
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v1i1.4541

Abstract

Mitra UKM dalam program keterlibatan ini adalah UKM dengan produk kerajinan di Jedong, Sekarputih, Balongpanggang, Gresik. Di desa ini, membuat furnitur adalah salah satu upaya masyarakat dan mata pencaharian utama. Kendati demikian, bisnis furnitur belum membuat kemajuan signifikan, bahkan cenderung menurun. Hal ini disebabkan tidak adanya manajemen yang baik, tidak ada asosiasi pekerja furnitur, kurangnya promosi, tidak ada sumber daya manusia khusus dalam pemasaran, pertumbuhan furnitur sporadis, dan kurangnya pasokan bahan baku di Jawa Timur. Program ini melibatkan dua UKM yaitu UD. Future Furniture dan UD.Kharisma Meubel. Program pengabdian ini diprioritaskan untuk menyelesaikan pemasaran, untuk mengembangkan produk, dan untuk memecahkan masalah sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah 4P (Produk, Harga, Promosi, dan Tempat). Masalah kualitas produk diselesaikan dengan menciptakan produk ramah lingkungan yang digunakan untuk memanfaatkan limbah kayu menjadi komoditas bernilai tinggi dan bertujuan untuk memerangi pencemaran lingkungan. Produk ramah lingkungan ini adalah produk lampu dengan merek dagang Pulampu: From Village to World. TI (internet), media sosial, media massa, katalog, pameran, dan toko online digunakan untuk memperluas produk. Modernisasi peralatan produksi juga diberikan untuk meningkatkan kualitasnya. Implementasi metode ini menunjukkan pencapaian yang efektif dalam promosi dan penjualan. Selain itu, program ini dapat meningkatkan omset Mitra UKM dan beragam varian produk.Kata Kunci: SME dengan produk kerajinan tangan, eco-produk, pemberdayaan ekonomi