Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Biji dan Daging Buah Tandui (Mangifera rufocostata Koesterm) Asal Kalimantan Selatan: Antioxidant Activity of 70% Ethanol Extract Seeds and Flesh of Fruit Tandui (Mangifera rufocostata Koesterm) Form South Kalimantan Saputri, Revita; Susiani, Eka Fitri; Saputri, Novia Misfa; Prihandini, Yustin Ari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i3.6476

Abstract

Salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang memiliki potensi khasiat sebagai antioksidan adalah Tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.), Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% daun Tandui telah dilaporkan dengan nilai IC50 sebesar 60,7042 ppm, namun aktivitas antioksidan pada bagian lain seperti biji dan daging buah belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui yang diuji secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picylhyrazyl (DPPH). Pengujian kualitatif dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak etil asetat : n-heksan (9:1) untuk biji, fase gerak etil asetat : n-heksan (8:2) untuk daging buah Tandui. Uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan metode (DPPH). Hasil uji kualitatif ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui menunjukkan aktivitas antioksidan ditandai dengan perubahan warna bercak noda menjadi kuning dengan latar ungu setelah disemprot dengan larutan DPPH 100 ppm. Hasil uji kuantitatif menunjukkan nilai IC50 biji Tandui sebesar 1,842 ppm, nilai IC50 daging buah Tandui sebesar 10,075 ppm. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk dalam kategori sangat kuat dengan metode DPPH dibandingkan bagian daun.
PENETAPAN KADAR TOTAL FENOLIK-FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BATANG TANDUI (Mangifera rufocostata Kosterm.) Eka Fitri Susiani; Revita Saputri; Allisa Fanadia; Liana Fitriani Hasymi
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v9i1.676

Abstract

Tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.) is a species of the genus Mangifera which is known to contain phenolic and flavonoid compounds and is one of the plants used as an alternative medicine by the people of South Kalimantan. The purpose of this study was to determine the total phenolic and flavonoid content of 70% ethanol extract of tandui bark. Qualitative analysis using phenolic and flavonoid phytochemical screening with 3% FeCl3, Mg-HCl reagents and Thin Layer Chromatography (TLC) with spot appearance 10% FeCl3 for phenolic and 5% AlCl3 for flavonoid compounds. Quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry, determination of total phenolic content using Folin-Ciocalteu reagent with gallic acid standard solution, while determination of total flavonoid content using AlCl3 reagent with quercetin standard solution. The results of identification of phenolic and flavonoid compounds by phytochemical screening and TLC showed that 70% ethanol extract of tandui bark contained phenolic and flavonoid. The results of the determination of the total phenolic content using UV-Vis spectrophotometry were 471.3126 mgGAE/g or 47.1312%, while the total flavonoid content was 872.075 mgQE/g extract or 87.2075%. Based on these results, it can be concluded that 70% ethanol extract of tandui bark contains secondary metabolites in the form of phenolics and flavonoids which have potential as medicine.
Pemberdayaan Ekonomi KWT Canis melalui Produk Sirup dan Stik Bunga Telang untuk Meningkatkan Kesejahteraan Saputri, Revita; Wati, Helmina; Muhammad Arsyad
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1751

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Canis di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dalam mengolah bunga telang menjadi produk bernilai jual tinggi seperti sirup bunga telang dan stik bunga telang. Tanaman bunga telang yang tumbuh liar di lingkungan sekitar memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan dapat dijadikan produk kesehatan. Namun, produk sirup bunga telang yang sudah ada di pasaran masih sangat terbatas, dan proses produksinya belum memenuhi standar sanitasi yang baik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu penyuluhan, pelatihan diversifikasi produk, pelatihan pembuatan label dan desain kemasan, serah terima alat, serta evaluasi kegiatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu KWT Canis mengenai manfaat dan pengolahan bunga telang, dengan peningkatan pengetahuan mencapai 100% dan keterampilan mencapai 95%. Ke depan, disarankan untuk melakukan pelatihan pemasaran digital agar produk dapat dipasarkan lebih luas melalui e-commerce serta pendampingan pemasaran produk pada toko makanan dan minum di wilayah Banjarbaru sehingga produk dapat terus diproduksi dan dipasarkan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KALANGKALA (Litsea angulata Bl) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes Trialiani, Lydia; Saputri, Revita; Sari, Putri Kartika
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/v7i3.788

Abstract

            Acne is an infectious disease of the face skin caused by the Cutibacterium acnes, which can be treated by utilizing plants. Kalangkala plant (Litsea angulate Bl) is a plant that has antibacterial activity. The purpose of this study is to identify the secondary metabolite compounds in the 96% ethanol extract of Kalangkala leaves (Litsea angulata Bl) and to determine the area of inhibition showing no bacterial growth, as well as the MIC value against Cutibacterium acnes bacteria using the diffusion method.. The research method used in this study is a posttest-only control group design and an experimental research type. Extraction using the maceration method with 96% ethanol solvent. Testing antibacterial activity of the extract using the well diffusion method against C. acnes bacteria with concentrations of 12,5%, 25%, 50%, 75%, 100%, clindamycin 2 µg/disk (positive control), and Na-CMC 0,5% (negative control). Phytochemical screening results ethanol extract 96% Kalangkala leaves (Litsea angulata Bl) contains alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid, and phenol. The result of antibacterial activity of 96% ethanol extract of Kalangkala leaves (Litsea angulata Bl) obtained the average diameter result of inhibition zone of 12,5% concentration is 0,00 mm which there is no inhibition zone and at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, has 0.46 mm, 1.32 mm, 2.20 mm, and 3.80 mm with a weak category and positive control with an inhibition zone of 20.50 mm has a strong category. Based on the research, it can be concluded that 96% ethanol extract of Kalangkala leaves (Litsea angulata Bl) has antibacterial activity in inhibiting Cutibacterium acnes with a weak category.
Isolasi dan Identifikasi Steroid dari Fraksi Etil Asetat Herba Lampasau (Diplazium esculentum Swartz) Revita Saputri; Maria Dewi Astuti; Evi Mintowati Kuntorini
Journal of Pharmascience Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5745

Abstract

Lampasau (Diplazium esculentum Swartz) memiliki potensi sebagai tanaman obat tradisional salah satunya sebagai obat analgetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia yang diisolasi dari fraksi etil asetat ekstrak metanol herba lampasau. Ekstrak metanol diperoleh secara maserasi dan difraksinasi berturut-turut dengan petroleum eter dilanjutkan dengan etil asetat. Fraksi etil asetat difraksinasi dengan kromatografi vakum cair dengan fase diam silika gel dan fase gerak n-heksana : kloroform dengan perbandingan berturut-turut (1:1), (1:2), (1:5) dan (1:8) dihasilkan fraksi A, B, C, D, E dan F. Fraksi A difraksinasi dengan dengan kromatografi vakum cair dengan fase diam silika gel dan fase gerak dengan gradien n-heksana tunggal, n-heksana : kloroform (9:1) serta n-heksana : kloroform (8,5:1,5) dihasilkan fraksi A8. Fraksi A8 dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis preparatif pada silika gel dan dihasilkan isolat A8.3. Isolat A8.3 berupa padatan tidak berwarna. Hasil uji kualitatif kimia terhadap isolat A8.3 menunjukkan positif terhadap steroid. Panjang gelombang maksimum pada spektra UV Isolat A8.3 adalah 223 nm. Spektra IR isolat A8.3 menunjukkan adanya gugus O-H, uluran gugus C-H, tekukkan gugus CH2 dan CH3, gugus C=C, gugus C-OH dan gugus C=O. Berdasarkan hasil uji kualitatif kimia, spektra UV dan IR maka diduga bahwa isolat A8.3 merupakan senyawa steroid yang memiliki ikatan rangkap C=C (ena), ikatan O-H dan ikatan C=O (karbonil). Kata Kunci : Diplazium esculentum Swartz, fraksi etil asetat, steroid
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Buah Mundar (Garcinia forbesii King.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) Rahmi Muthia; Revita Saputri; Sulastri Azistina Verawati
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6079

Abstract

ABSTRAK             Kulit buah Mundar (G. forbesii King.) merupakan tanaman endemik yang berasal dari Kalimantan Selatan yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 30% dan 70% kulit buah Mundar (G. forbesii King.) yang diperoleh dengan metode ekstraksi sokhletasi. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) secara kualititatif dan kuantitatif dengan kuersetin sebagai kontrol positif. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 30% dan 70% kulit buah Mundar (G. forbesii King.) secara kualitatif menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang ditandai dengan noda kuning pada plat kromatografi lapis tipis (KLT) setelah disemprot dengan larutan DPPH 0,1mM. Hasil uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif menghasilkan nilai IC50 (Inhibitory Concentration) secara berturut-turut dari ekstrak etanol 30% kulit buah Mundar (G. forbesii King.); ekstrak etanol 70% kulit buah Mundar (G. forbesii King.); dan kuersetin adalah 717,01 ppm; 534,69 ppm; dan 2,04 ppm.  Ekstrak etanol 70% kulit buah Mundar (G. forbesii King.) memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan ekstrak etanol 30% kulit buah Mundar (G. forbesii King.).  Kata kunci: Kulit buah Mundar (G. forbesii King.), antioksidan, DPPH, kromatografi lapis tipis (KLT), IC50  ABSTRACT Antioxidants are compounds that can counteract free radicals. Mundar rind (Garcinia forbesii King.) is endemic plants from South Kalimantan that has the potential antioxidant activity. This research was conducted antioxidant activity test of ethanolic extract 30% and 70% of Mundar rind (G. forbesii King.) obtained by soxhlet extraction method. Antioxidant activity test of Mundar rind (G. forbesii King.) used the DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) method qualitatively and quantitatively with quercetin as a positive control. The results of the antioxidant activity test qualitatively of ethanolic extract 30% and 70% of Mundar rind (G. forbesii King.) showed antioxidant activity marked with a yellow spot with purple background on kromatogram after sprayed with DPPH solution 0,1mM. The results of the antioxidant activity test quantitatively obtained IC50(Inhibitory Concentration)  value respectively of ethanolic extract 30%; ethanolic extract 70%; and quercetin were 717,01 ppm; 534,69 ppm; and 2,04 ppm. The ethanolic extract 70% of Mundar rind (G. forbesii King.) had better antioxidant activity than the ethanolic extract 30% of Mundar rind (G. forbesii King.) Keywords: Mundar rind (G. Forbesii King.), antioxidant, DPPH, thin layer chromatography (TLC), IC50