Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberdayaan dan Diversifikasi Produk Olahan Daun Kelor pada Ibu PKK Kelapa Sawit dalam Upaya Pencegahan Stunting: Empowerment and Diversification of Moringa Leaf Processed Products for Kelapa Sawit PKK Mothers in an Effort to Prevent Stunting Wati, Helmina; Saputri, Revita; Abdurrahman, Abdurrahman; Widyanto, Rinto
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 9 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i9.7283

Abstract

Stunting is defined as a failure to achieve optimal growth, as measured by height for age. Moringa leaves have been demonstrated to improve the nutritional status of toddlers based on body mass index according to age. In Banjarbaru, Sungai Besar village, palm oil is found to contain a significant amount of moringa leaves. This community service activity aims to empower palm oil PKK mothers and diversify moringa leaf processed products. The community service method involved counseling activities related to the benefits of moringa leaves and assistance in moringa leaf diversification. The results of the service included moringa leaf, areca nuts, and healthy snacks with a taste, shape, and color that the community liked. It can be concluded that there was an increase in the skills of PKK palm oil mothers in making processed moringa leaf products.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) TERHADAP Staphylococcus aureus Fitriyanti; Syifa; Ahmad; Saputri, Revita; Muthia, Rahmi
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1462

Abstract

Ekstrak metanol dari daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) telah teruji dengan dosis kecil memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, namun belum pernah dilakukan pengujian pada dosis yang lebih tinggi dan membandingkan pada metode ekstraksi yang berbeda seperti maserasi dan soxhletasi. Pada penelitian bermaksud untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak metanol dari daun ramania dengan metode yang berbeda dan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak terhadap penghambatan bakteri S.aureus dengan penyarian secara maserasi dan soxhletasi. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Penapisan fitokimia terhadap ektrak metanol daun remania menunjukkan keberadaan senyawa yaitu mengandung senyawa saponin, flavonoid, fenol, tanin, steroid. Hasil ují antibakteri terhadap ekstrak daun ramania yang diperoleh dengan metode maserasi lebih baik dibandingkan dengan ekstrak yang diperoleh dengan metode Soxlet, yaitu pada konsentrasi 50, 40, 30, 20 dan 10%, memberikan zona hambat berturut-turut sebesar 19,28;13,28; 12,93; 12,25; dan 10,98 mm, dengan kategori kuat. Sedangkan hasil pada pengujian dengan esktraksi menggunakan alat soxhlet pada konsentrasi 50, 40, 30, 20 dan 10%, memberikan zona hambat berturut-turut sebesar 10,7; 10,3; 8,9; 8,6; dan  8,3 mm dengan kategori sedang sampai kuat.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Biji dan Daging Buah Tandui (Mangifera rufocostata Koesterm) Asal Kalimantan Selatan: Antioxidant Activity of 70% Ethanol Extract Seeds and Flesh of Fruit Tandui (Mangifera rufocostata Koesterm) Form South Kalimantan Saputri, Revita; Susiani, Eka Fitri; Saputri, Novia Misfa; Prihandini, Yustin Ari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i3.6476

Abstract

Salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang memiliki potensi khasiat sebagai antioksidan adalah Tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.), Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% daun Tandui telah dilaporkan dengan nilai IC50 sebesar 60,7042 ppm, namun aktivitas antioksidan pada bagian lain seperti biji dan daging buah belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui yang diuji secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picylhyrazyl (DPPH). Pengujian kualitatif dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak etil asetat : n-heksan (9:1) untuk biji, fase gerak etil asetat : n-heksan (8:2) untuk daging buah Tandui. Uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan metode (DPPH). Hasil uji kualitatif ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui menunjukkan aktivitas antioksidan ditandai dengan perubahan warna bercak noda menjadi kuning dengan latar ungu setelah disemprot dengan larutan DPPH 100 ppm. Hasil uji kuantitatif menunjukkan nilai IC50 biji Tandui sebesar 1,842 ppm, nilai IC50 daging buah Tandui sebesar 10,075 ppm. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk dalam kategori sangat kuat dengan metode DPPH dibandingkan bagian daun.
PENETAPAN KADAR TOTAL FENOLIK-FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BATANG TANDUI (Mangifera rufocostata Kosterm.) Eka Fitri Susiani; Revita Saputri; Allisa Fanadia; Liana Fitriani Hasymi
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v9i1.676

Abstract

Tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.) is a species of the genus Mangifera which is known to contain phenolic and flavonoid compounds and is one of the plants used as an alternative medicine by the people of South Kalimantan. The purpose of this study was to determine the total phenolic and flavonoid content of 70% ethanol extract of tandui bark. Qualitative analysis using phenolic and flavonoid phytochemical screening with 3% FeCl3, Mg-HCl reagents and Thin Layer Chromatography (TLC) with spot appearance 10% FeCl3 for phenolic and 5% AlCl3 for flavonoid compounds. Quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry, determination of total phenolic content using Folin-Ciocalteu reagent with gallic acid standard solution, while determination of total flavonoid content using AlCl3 reagent with quercetin standard solution. The results of identification of phenolic and flavonoid compounds by phytochemical screening and TLC showed that 70% ethanol extract of tandui bark contained phenolic and flavonoid. The results of the determination of the total phenolic content using UV-Vis spectrophotometry were 471.3126 mgGAE/g or 47.1312%, while the total flavonoid content was 872.075 mgQE/g extract or 87.2075%. Based on these results, it can be concluded that 70% ethanol extract of tandui bark contains secondary metabolites in the form of phenolics and flavonoids which have potential as medicine.
Pemberdayaan Ekonomi KWT Canis melalui Produk Sirup dan Stik Bunga Telang untuk Meningkatkan Kesejahteraan Saputri, Revita; Wati, Helmina; Muhammad Arsyad
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1751

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Canis di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dalam mengolah bunga telang menjadi produk bernilai jual tinggi seperti sirup bunga telang dan stik bunga telang. Tanaman bunga telang yang tumbuh liar di lingkungan sekitar memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan dapat dijadikan produk kesehatan. Namun, produk sirup bunga telang yang sudah ada di pasaran masih sangat terbatas, dan proses produksinya belum memenuhi standar sanitasi yang baik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu penyuluhan, pelatihan diversifikasi produk, pelatihan pembuatan label dan desain kemasan, serah terima alat, serta evaluasi kegiatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu KWT Canis mengenai manfaat dan pengolahan bunga telang, dengan peningkatan pengetahuan mencapai 100% dan keterampilan mencapai 95%. Ke depan, disarankan untuk melakukan pelatihan pemasaran digital agar produk dapat dipasarkan lebih luas melalui e-commerce serta pendampingan pemasaran produk pada toko makanan dan minum di wilayah Banjarbaru sehingga produk dapat terus diproduksi dan dipasarkan.