Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Infused Water Chia Seed (Salvia Hispanica L ) Menggunakan Metode DPPH (2,2- diphenyl - 1 – picrylhydrazil) Aulianshah, Vonna; sari, fatimah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v1i2.94

Abstract

Chia Seed (Salvia hispanica L ) merupakan salah satu bahan alam yang dipercaya memiliki aktifitas antioksidan untuk menangkal radikal bebas dari dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dari Chia Seed dengan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental. Sampel yang digunakan adalah Chia Seed yang diolah menjadi Infused Water yang akan di uji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH ( 2,2- diphenyl-1- picrylhydrazil) dengan vitamin C sebagai pembanding. Pengujian dilakukan pada Infused Water dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 2, 4, 6, 8, 10 ppm. Sampel dari tiap konsentrasi akan direaksikan dengan senyawa DPPH yang merupakan radikal bebas, kemudian diukur nilai absorbansinya menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Infused Water Chia Seed memiliki persen inhibisi berturut turut sebesar 37.40%, 41.46%, 42.28%, 46.34%, dan 47.97% sedangkan vitamin C dengan konsentrasi yang sama menunjukkan persen inhibisi berturut-turut sebesar 42.28%, 47.97%, 48.78%, 52.85%, dan 53.66%. Berdasarkan hasil tersebut aktivitas antioksidan Infused Water Chia Seed dengan nilai IC50 sebesar 11.31 ppm yang dikategorikan kuat dan vitamin C menghasilkan nilai IC50 sebesar 6.65 ppm yang dikategorikan sangat kuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa infused water chia seed terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi untuk menangkal senyawa radikal bebas.
Edukasi dan Pelatihan Baby Gym untuk Stimulasi Motorik Kasar Bayi Usia 6–9 Bulan Humaira, Devina; Sari, Fatimah; Patimah, Titin
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8047

Abstract

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Stimulasi yang tepat pada usia 6–9 bulan sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik kasar seperti berguling, duduk tanpa bantuan, dan merangkak. Namun, masih banyak ibu yang belum memahami teknik stimulasi yang benar dan terstruktur, termasuk baby gym. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan baby gym sebagai upaya stimulasi motorik kasar bayi usia 6–9 bulan. Metode: PKM dilaksanakan melalui edukasi, demonstrasi, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta berjumlah 25 ibu yang memiliki bayi usia 6–9 bulan. Hasil: Terjadi peningkatan skor pengetahuan ibu setelah pelatihan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 62 menjadi 85. Kesimpulan: Edukasi dan pelatihan baby gym efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi motorik kasar bayi serta berpotensi menjadi program berkelanjutan di posyandu maupun layanan kesehatan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN SUPLEMEN KAPSUL KELOR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DI PUSKESMAS SINORANG KABUPATEN BANGGAI Soeleman, Serly; Pramana, Cipta; Sari, Fatimah
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.227

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data WHO tahun 2016 perempuan yang meninggal dunia sekitar 830 karena komplikasi kehamilan dan kelahiran anak, kebanyakan kasus kematian terjadi di negara yang sumber daya rendah. Anemia sebagai salah satu permasalahan yang dialami ibu selama proses kehamilannya dan anemia sebagai masalah gizi utama yang terjadi di seluruh dunia. Sehingga diperlukan upaya untuk kadar henoglobin ibu hamil adalah dengan pemberian suplemen kapsul kelor.Tujuan: penelitian in bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian suplemen kapsul kelor pada ibu hamil trimester III terhadap peningkatkan kadar hemoglobin di Puskesmas Sinorang Banggai.Metode Penelitian: Penelitian quasy eksperimen. 32 sampel ibu hamil trimester III terpilih dari 54 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan Teknik Simple Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini suplemen kapsul kelor dengan variable dependen kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Intervensi meliputi pemberian suplemen kapsul kelor pada kelompok intervensi dan tablet zat besi pada kelompok kontrol. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan simple paired T-Test dan dependent Test.Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil sebelum diberikan suplemen kapsul kelor (rerata=7,40 SD=1,34) dan sebelum diberikan tablet Fe (rerata=7,58 SD=0,96). Setelah intervensi rata-rata kadar hemoglobin dengan pemberian suplemen kapsul kelor (mean=10,02, SD=1,49) dan dengan pemberian tablet Fe (mean=9,28, SD=1,03), meningkat pada kelopok intervensi maupun pada kelompok kontrol dan terbukti signifikan secara statistik.Kesimpulan: pemberian suplemen kapsul kelor dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil.
PENGARUH EDUKASI LEAFLET TENTANG PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI SMP DARMEX LEDO LESTARI 2 Ina, Novarina; Sari, Fatimah; Kuswanti, Sri
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.229

Abstract

Latar Belakang: Perawatan diri yang kurang selama menstruasi diakibatkan kurangnya informasi yang memadaiyang diperoleh remaja putri terkait bagaimana menjaga kebersihan saat menstruasi. Sumber informasi yang kurangmenyebabkan pengetahuan yang rendah dan akan berdampak pada sikap dan tindakan remaja putri. Sehinggadiperlukan sumber informasi melalui pendidikan kesehatan yang bersifat inovatif dan menarik. Tujuan Penelitianyaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi leaflet tentang personal hygiene menstruasi terhadap pengetahuanremaja putri di SMP Darmex Ledo Letari 2. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dengan penelitian pre-eksperimen dan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Ujianalisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII,VIII, dan IX yaitu sebanyak 110 orang dan sampel sejumlah 52 responden diambil dengan Teknik ProbabilitySampling dengan simple random sampling. Hasil: Uji statistik diperoleh hasil pengetahuan remaja putri sebelumdan setelah diberikan edukasi leaflet terdapat 44 responden mengalami peningkatan yang signifikan nilai pretestke posttest dengan nilai p-value 0,000< 0,05. Simpulan: Ada pengaruh edukasi leaflet tentang personal hygienemenstruasi terhadap pengetahuan remaja putri di SMP Darmex Ledo Lestari 2.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK TIGA BULAN DI POSKESDES KELOMPU Siska, Fransiska; Sari, Fatimah; Kuswanti, Sri
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.230

Abstract

Latar Belakang : Kontrasepsi hormonal jenis KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, dan hampir 63% akseptor KB menggunakan kontrasepsi hormonal karena pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman. KB suntik memiliki risiko efek samping yang sering dialami seperti gangguan haid, perubahan berat badan. Peningkatan berat badan adalah hal yang paling sering dikeluhkan oleh aseptor kontrasepsi suntik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik tiga bulan di Poskesdes Kelompu.Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel yaitu sebanyak 75 responden. Analisis data univariat dengan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan chi square.Hasil : Ada pengaruh yang signifikan antara umur dengan kenaikan berat pada pada akseptor KB. Hasil keeratan menujukkan nilai OR = 4,136 (95% CI : (1,418 - 12,063) artinya pada responden yang berusia 20-35 tahun memiliki resiko lebih besar 4,136 kali mengalami kenaikan berat badan di bandingkan pada responden yang berusia <20 tahun dan > 35 tahun. Ada pengaruh yang signifikan antara lama pemakaian alat kontrasepsi dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB. Hasil keeratan menujukkan nilai OR = 4,364 (95% CI : (1,592 -11,957), artinya pada responden yang lama pemakaian kontrasepsi > 12 bulan memiliki resiko lebih besar 4,364 kali mengalami kenaikan berat badan di bandingkan pada responden yang lama pemakaian kontrasepsi < 12 bulanSimpulan : Faktor yang paling mempengaruhi kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan di Poskesdes Kelompu yaitu faktor lama pemakaian dengan nilai OR = 4,364
Stunting Effect of Stimulation with Animation Video on the Development of Stunted Children Agustina Sulistyani, Ika; Kusmiyati, Yuni; Sunartono; Sari, Fatimah
Journal of Maternal and Child Health Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejmch.2026.11.02.02

Abstract

Background: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five as a result of chronic malnutrition so the child is too short for his age which has an impact on child development disorders. The right stimulation will stimulate the toddler's brain. Learning/stimulation media that combines text learning instructions with model illustrations or visualizations in the form of figures will be better than just containing words. This study aimed to determine the effect of animated video stimulation applications on the development of stunted toddlers Subjects and Method:  This type of research is quantitative research with a quasi-experimental design. The sample size in this study was 30 people, 15 people in the animation video intervention group and 15 people in the standard method intervention group. The dependent variable was the development of stunted toddlers. The independent variable was animation video application. The data were collected by Functionality and Usability Questionnaire. Data analysis carried out in this research was univariate analysis and bivariate analysis using the paired t-test. Results: The video group showed an increase in the mean developmental score from 6.80 to 9.20 (Mean difference = 2.40), and this result was statistically significant (p= 0.007). The standard group also demonstrated an increase in the mean score from 7.80 to 8.47 (Mean difference = 0.60), and this result was statistically significant (p<0.001). However, the increase in the mean score was greater in the video group compared to the standard group, suggesting that animated video stimulation had a greater effect on the development of stunted children than the standard method. Conclusion: The application of animated video stimulation has an effect on the development of toddlers who experience stunting.