Claim Missing Document
Check
Articles

Pharmacy Education: Preparing Pharmacists for Global Challenges in the Digital Age Saeful Amin; Fadli Fadli; Adhisty Kharisma Justicia
Journal of Pharmacopoeia Vol. 2 No. 1 (2025): MARCH-JP
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/r72dcy77

Abstract

This study aims to examine the development of pharmacy education in the digital era, as well as to prepare pharmacists to face global challenges. The method used is the Systematic Literature Review (SLR), which is carried out by collecting, evaluating, and synthesizing previous research results comprehensively. The research process includes identifying literature through academic databases such as Scopus, PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect, selecting studies based on inclusion and exclusion criteria, extracting data related to objectives, methods, results, and conclusions, synthesizing findings, and reporting research results. The results of the study indicate that pharmacy education needs to transform to prepare competent pharmacists in the digital era. Integration of technology into the curriculum such as e-learning, blended learning, augmented reality (AR), and virtual reality (VR) provides a more flexible learning experience. In addition, mastery of technology such as big data, artificial intelligence (AI), and pharmacy information systems is essential to support evidence-based decision making and efficiency of health services. The challenges faced include limited infrastructure, resistance to change, and the gap between the competencies taught and the digital skills needed in the world of work. Therefore, curriculum updates and training for pharmacists who are already working are very necessary to ensure pharmacists are prepared to face an increasingly digitalized profession
Aktivitas Senyawa Bioaktif Brotowali (Tinospora Crispa L.) Sebagai Agen Antidiabetes : Kajian Kimia Medisinal dan Molekuler Docking Saeful Amin; Wida Salsabila Dienia; Nauval Sebastian Olivian; Sini Qurota Aeni; Tania Nuraeni; Rizki Nina Padan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44230

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan defisiensi sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Brotowali (Tinospora crispa L.), tanaman merambat asli Asia Tenggara, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi DM. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi brotowali sebagai agen antidiabetes melalui pendekatan in vivo, in vitro, dan in silico. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak brotowali mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah melalui mekanisme penghambatan enzim α-glukosidase dan dipeptidyl peptidase-IV (DPP-IV). Studi in vivo pada hewan uji membuktikan efek hipoglikemik brotowali, dengan penurunan kadar glukosa darah hingga 89,3 mg/dL pada dosis 300 mg/kgBB. Analisis molecular docking mengungkap bahwa senyawa aktif brotowali (misalnya, borapetosida C dan N-asetilanonain) memiliki afinitas inhibisi lebih kuat terhadap α-glukosidase (ΔG = -11,6 kkal/mol) dan DPP-IV (ΔG = -107,7 kkal/mol) dibandingkan acarbose dan alogliptin. Temuan ini menunjukkan bahwa brotowali berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka antidiabetes, namun diperlukan penelitian lanjutan terkait uji klinis dan toksisitas pada manusia.
Studi In Silico Penghambatan COVID-19 melalui Papain-Like Protease dan NSP10: Pendekatan AutodockTools dan Simulasi Dinamika Molekuler Saeful Amin; Muhammad Riffa Firdaus; Fawwaz Daniswara; Giri Guntara; Muhamad Hilmi Sutisna; Rangga Nugraha
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44264

Abstract

COVID-19 merupakan tantangan global yang membutuhkan pengembangan terapi efektif. Studi ini mengeksplorasi potensi senyawa antivirus sebagai inhibitor terhadap enzim Papain-Like Protease (PLpro) dan Non-Structural Protein 10 (NSP10) SARS-CoV-2 melalui pendekatan in silico. Menggunakan perangkat lunak AutodockTools untuk molecular docking dan Discovery Studio Visualizer untuk visualisasi, penelitian ini mengevaluasi binding affinity dan stabilitas interaksi ligan-reseptor melalui simulasi dinamika molekuler. penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi senyawa antivirus sebagai penghambat COVID-19 melalui studi in silico yang mengombinasikan metode docking molekuler dengan simulasi dinamika molekuler untuk mengamati stabilitas interaksi pada level atomik. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan in silico untuk mengeksplorasi penghambatan COVID-19 melalui Papain-Like Protease (PLpro) dan NSP10. Desain penelitian bersifat deskriptif, di mana kami mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan mengenai interaksi antara senyawa potensi dan target protein virus. Hasil menunjukkan bahwa umifenovir memiliki binding affinity terendah, menandakan potensi kuat sebagai inhibitor COVID-19. Stabilitas interaksi senyawa dengan residu asam amino kunci pada PLpro dan NSP10 mendukung prediksi aktivitas antivirus yang tinggi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa studi in silico dapat menjadi langkah awal yang penting untuk mengidentifikasi kandidat obat potensial dalam melawan COVID-19.
The role of medical chemistry in the synthesis of selective anticancer compounds for breast cancer with a computational and experimental approach Saeful Amin; Nikeu Rahayu; Hana Nurhanifah; Anggi Zulvana; Syamsiati Dwi; Ardina Malika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44374

Abstract

Breast cancer is a cancer with high prevalence in women and requires more selective therapy and minimal side effects. Medicinal chemistry plays an important role in the development of anticancer compounds through a chemical synthesis approach, in silico modeling, and in vitro validation. The aim of this study is to comprehensively review the role of medicinal chemistry in the synthesis and development of selective anticancer compounds in breast cancer, with an emphasis on computational (in silico) approaches and experimental validation as two inseparable aspects of the modern drug discovery and development process. This study examined twenty articles related to natural and synthetic compounds tested for cancer targets such as HER-2, CDK4, and DAPK1. Compounds such as luteolin and benzimidazole derivatives show high affinity and cytotoxic activity in MCF-7 cells. The results show that the integration of computational and experimental approaches supports the development of breast cancer therapy that is more effective and safe.
Modifikasi Molekul Kimia Senyawa Aktif Dari Tanaman Obat Sebagai Antimalaria Saeful Amin; Nabila Lestari; Ghefira Shofa Nurfatimah; Rifa Salma Azhara; Tria Novita Siti Ramadhani; Mawar Santika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44457

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global, terutama di wilayah tropis dan subtropis. Ketahanan parasit Plasmodium terhadap obat antimalaria konvensional seperti klorokuin dan artemisinin menjadi tantangan utama dalam pengendalian penyakit ini. Tanaman obat telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung senyawa aktif dengan potensi antimalaria. Namun, senyawa alami tersebut sering kali memiliki keterbatasan dalam hal bioavailabilitas, stabilitas, serta efektivitas farmakologis. Oleh karena itu, modifikasi struktur kimia senyawa aktif dari tanaman obat menjadi strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan aktivitas biologis dan mengurangi efek samping. Tujuan penelitian untuk memperbaiki kelarutan, bioavailabilitas, stabilitas metabolik, serta meningkatkan afinitas terhadap target enzim atau reseptor biologis tertentu (Patwardhan & Mashelkar, 2019). Kajian ini membahas berbagai pendekatan dalam modifikasi molekul, seperti derivatisasi, isosterik, dan hibridisasi, yang telah diterapkan pada senyawa bioaktif seperti kuinon, alkaloid, dan terpenoid. Hasil modifikasi menunjukkan peningkatan efektivitas antimalaria dan memperluas spektrum aktivitasnya terhadap berbagai strain Plasmodium. Dengan demikian, modifikasi kimia terhadap senyawa aktif tanaman obat memberikan potensi besar dalam pengembangan obat antimalaria generasi baru yang lebih efektif dan tahan terhadap resistensi.
Literature Review: Studi In Silico Senyawa Bioaktif Pada Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Sebagai Antikanker Saeful Amin; Elsa Farhatunnisa; Khoirul Hawari; Lisa Fitriani; Raisya Ismah Fadlillah; Widia Salsabila Khoerunisa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44460

Abstract

Kanker merupakan penyebab kematian utama di dunia dengan proyeksi peningkatan mencapai 16,4 juta kematian pada tahun 2040. Keterbatasan modalitas pengobatan konvensional mendorong eksplorasi bahan alam seperti kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai sumber antikanker potensial. Tujuan : menganalisis dan mengintegrasikan studi in silico terkini mengenai senyawa bioaktif kayu secang sebagai agen antikanker, termasuk identifikasi target molekuler potensial, mekanisme aksi, dan hubungan struktur-aktivitas. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan protokol PRISMA pada lima database elektronik (PubMed, Scopus, Science Direct, Google Scholar, Indonesia One Search) dengan kata kunci relevan dalam rentang 2020-2025. Kriteria inklusi meliputi studi original menggunakan pendekatan in silico yang menganalisis senyawa bioaktif kayu secang dengan fokus pada aktivitas antikanker. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kayu secang mengandung berbagai senyawa bioaktif terutama fenolik, flavonoid, brasilein, resorsinin, saponin, terpenoid, dan tanin yang berperan dalam menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, dan menghambat angiogenesis. Analisis molecular docking menunjukkan interaksi signifikan antara senyawa bioaktif dengan reseptor kunci dalam karsinogenesis, dengan afinitas pengikatan yang tinggi. Simulasi dinamika molekuler mengkonfirmasi stabilitas kompleks ligan-reseptor. Studi farmakokinetik in silico mengindikasikan bioavailabilitas oral yang baik, didukung sistem penghantaran fitosom dengan efisiensi penjerapan 95,44%. Kesimpulan: Pendekatan in silico berhasil mengidentifikasi mekanisme molekuler senyawa kayu secang sebagai antikanker potensial dengan aktivitas multi-target. Direkomendasikan integrasi data in silico dengan data eksperimental untuk pengembangan obat antikanker berbasis kayu secang yang efektif dan aman, termasuk studi toksisitas in silico sebagai langkah awal sebelum uji in vitro dan in vivo.
Literatur Riview: Studi In Silico Senyawa Yang Terkandung Dalam Kulit Buah Manggis (Garnicia Mangostana L. ) Sebagai Anti Kanker Payudara Saeful Amin; Neng Sarah Nurhanifah; Isfahani Maulidah Putri; Rd Dina Siti Murdina; Fikri Efad Irfandi; Fajar Sahrisyawal
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44490

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan prevalensi tertinggi di dunia dan menjadi penyebab utama kematian pada wanita. Oleh karena itu, pencarian agen antikanker dari bahan alam menjadi alternatif yang menjanjikan. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai agen antikanker adalah kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Kulit buah manggis diketahui mengandung senyawa aktif golongan xanton yang memiliki aktivitas antioksidan, antitumor, dan antikanker yang sangat kuat. Tujuan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai efektivitas senyawa xanton dalam menghambat perkembangan sel kanker payudara, sekaligus mendorong penelitian lanjutan yang dapat mengarah pada pengembangan obat berbasis bahan alam yang lebih aman dan efisien. Metode dengan studi literatur yang bertujuan untuk mengkaji potensi senyawa xanton dalam kulit buah manggis sebagai agen antikanker payudara melalui pendekatan in silico. Metode in silico merupakan pendekatan komputasi yang digunakan untuk memprediksi interaksi antara senyawa dengan target protein kanker, sehingga dapat digunakan sebagai skrining awal dalam penemuan obat. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa beberapa senyawa xanton seperti α-mangostin, γ-mangostin, dan garcinone E memiliki afinitas kuat terhadap protein yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker payudara. Senyawa-senyawa tersebut menunjukkan potensi untuk menghambat proliferasi sel kanker melalui berbagai mekanisme seperti induksi apoptosis dan penghambatan enzim tertentu.
Peran Kimia Medisinal dalam Pengembangan Obat Antikanker: Kajian Literatur tentang Senyawa Bioaktif dari Sumber Alam Saeful Amin; Resi Aulia Azhari; Fauzia Rifany Nurmaliya; Lexsa Pujawati4; Siti Hamidah; M Luthfi Sopiyurrohman
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44578

Abstract

Kanker merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia dan menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan global. Terapi konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi memiliki banyak keterbatasan, terutama dalam hal selektivitas dan efek samping (Putranto, 2022). Amin et al. (2025) menyatakan bahwa pengembangan terapi kanker yang lebih spesifik dan efektif sangat diperlukan. Tujuan untuk mengkaji kontribusi kimia medisinal dalam desain dan pengembangan senyawa alami sebagai kandidat obat antikanker. Kimia medisinal berperan penting dalam optimalisasi senyawa bioaktif melalui pendekatan struktur-aktivitas dan teknik komputasi seperti QSAR dan molecular docking. Tanaman lokal Indonesia diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, dan fenolik yang menunjukkan potensi sebagai agen antikanker. Hasil beberapa senyawa seperti strychnine N-oxide, squalene, dan xanton telah terbukti secara in silico dan in vitro memiliki afinitas tinggi terhadap target kanker. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pengembangan terapi kanker yang lebih efektif dan aman berbasis sumber alam.
Tinjauan Kimia Medisinal Dalam Pengembangan Obat Berbasis Bahan Alam: Studi Literatur Saeful Amin; Yuni Yunarsih; Intan Ririhani; Yunisa Miraz; Nabila Amelia; Muhamad Rizki
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44620

Abstract

Kimia medisinal merupakan bidang ilmu yang sangat penting dalam penemuan dan pengembangan obat modern, terutama yang berbasis bahan alam. Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi senyawa bioaktif dari sumber seperti tanaman, mikroorganisme, dan organisme laut. Studi ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif peran kimia medisinal dalam mengembangkan obat yang lebih efektif dan aman, berdasarkan bahan alam. Beberapa metode seperti isolasi senyawa, skrining in silico, serta uji in vitro dan in vivo dikaji dalam konteks efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Selain itu, tantangan dalam variabilitas sumber bahan alam, aspek etika, serta regulasi juga dianalisis. Studi literatur ini menekankan pentingnya sinergi antara pendekatan kimia medisinal dan konservasi sumber daya alam untuk inovasi farmasi berkelanjutan. Hasil kimia medisinal memainkan peran penting dalam pengembangan obat berbasis bahan alam dengan memadukan teknologi modern dan pengetahuan tradisional
Pendekatan In Silico Senyawa Bioaktif Tanaman Obat Tradisional Terhadap Target Sars-Cov-2 Saeful Amin; Luthfiyah Nabilah; Dinda Aulia Salsabila; Riza Maulana; Nizar Nurul Arifin; Mochamad Fahad Rojabi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44624

Abstract

Pandemi COVID-19 mendorong kebutuhan akan terapi baru yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif dari tanaman obat tradisional Indonesia terhadap protein utama SARS-CoV-2 menggunakan pendekatan kimia medisinal in silico. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif dari tanaman obat tradisional Indonesia terhadap protein SARS-CoV-2 melalui pendekatan kimia medisinal in silico, untuk mengidentifikasi kandidat senyawa antivirus yang menjanjikan dan memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan terapi berbasis bahan alam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kontrastif terhadap hasil molecular docking dari berbagai publikasi ilmiah terkini. Hasil menunjukkan bahwa senyawa seperti kurkumin, kuersetin, myricetin, dan neoandrographolide memiliki afinitas tinggi terhadap enzim target virus, seperti 3CLpro dan PLpro, bahkan melebihi kontrol positif remdesivir. Temuan ini menunjukkan potensi besar tanaman lokal sebagai sumber kandidat antivirus alami. Pendekatan komprehensif yang digunakan juga memperkuat keandalan hasil dan mendukung pentingnya eksplorasi lebih lanjut melalui studi in vitro dan in vivo. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk pengembangan terapi COVID-19 berbasis bahan alam.
Co-Authors Ade Yeni A Ade Yeni Aprilia Agneiva Hasna Nabilah Alda Nur Arifin AlifiaFauziah Andika Pratama Andri Prasetiyo Andriani, Yeni Yulia Andris Alfarizi Aneu Nia Rolita Pasa Anggi Zulvana Anindita Tri Kusuma Pratita Anindita Tri Kusuma Pratita Anindita Tri Kusuma Pratita Anisa Pebiansyah Anna Yuliana, Anna Annisa Pebiansyah Ardina Malika Citra Dewi Salasanti Dian Eka Pratama Diana Sri Zustika Dinda Aulia Salsabila Dinda Ayu Dara Ilhami Eka Saraswati Elsa Farhatunnisa Eulis Nurcahya Fadhilah Utami Fadli Fadli Fajar Sahrisyawal Fatwa Hasbi Fauzia Rifany Nurmaliya Fawwaz Daniswara Fikri Efad Irfandi Fithriyah Salsabila Harahap Fitriani Fitriani Ghefira Agisha Nurazizah Ghefira Shofa Nurfatimah Giri Guntara Gunarti, Neni Sri Hana Nurhanifah Hendy Suhendy Ilham Alifiar Ilham Alifiar Ilham Alifiar indra indra Indra, Indra Intan Ririhani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Isfahani Maulidah Putri Julian Rahmat Justicia, Adhisty Kharisma Khoirul Hawari Komang Dewi Maharani Lexsa Pujawati4 Lilis Tuslinah Lisa Fitriani Liza Salsa Nabila Lusi Nurdianti Luthfiyah Nabilah M Luthfi Sopiyurrohman M. Faturohman Maharani Febriani Mawar Santika Melan Nuriyatus Sa’diyah Mochamad Fahad Rojabi Mochamad Fathurahman Mochamad Fathurohman Muhamad Hilmi Sutisna Muhamad Rizki Muhammad Riffa Firdaus Muharam Priatna Muharam Priatna Mursadad, Amir Nabila Amelia Nabila Lestari Najelina Shifa Nasswa Kautsar Ramadani Nauval Sebastian Olivian Nazwa Nurfauzia Helma Neneng Reva Neng Sarah Nurhanifah Nikeu Rahayu Nizar Nurul Arifin Nur Laili Dwi Hidayati Nur Rahayuningsih Nur Rahayuningsih, Nur Prayoga Muliadi Raisya Ismah Fadlillah Rangga Nugraha Rd Dina Siti Murdina Regita Pramesti Resha Resmawati Shaleha Resi Aulia Azhari Rifa Salma Azhara Risna Rosmiyati Riza Maulana Rizki Nina Padan Rosi Rosidah Ruswanto, Ruswanto Salsabila Adlina Selvira Anandia Intan Maulidya Sini Qurota Aeni Siti Hamidah Slamet Ibrahim - Sophi Damayanti Sophi Damayanti Syamsiati Dwi Tania Nuraeni Taufik Hidayat Tita Nofianti Tita Nofianti Tita Nofianti Tita Nofianti Tresna Lestari, Tresna Tria Novita Siti Ramadhani Vera Nurviana Wida Salsabila Dienia Widia Salsabila Khoerunisa Yuni Yunarsih Yuniar Dwi Anggraeni Yunisa Khaerina Yunisa Miraz Zain, Dichy Nuryadin