Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN LEGALITAS USAHA BAGI UMKM DESA BINAAN DI KABUPATEN TANGERANG Ratoko, Sita Kurniaty; Toyosito, Rakay Edhiargo; Abimanyu, Abimanyu; Suhaeri, Suhaeri
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.8911

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM desa binaan di Kabupaten Tangerang mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai dasar penguatan kapasitas dan keberlanjutan bisnis. Program ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang manfaat legalitas, jenis-jenis perizinan, serta mendorong kemampuan pelaku usaha untuk mengurus dokumen legalitas secara mandiri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi materi legalitas, diskusi interaktif, observasi lapangan, serta pendampingan teknis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis participatory action. Selama kegiatan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur perizinan seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mempersiapkan dokumen dan membuat akun perizinan daring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapan UMKM untuk memenuhi legalitas usaha, di mana mayoritas peserta mampu mengenali prosedur, manfaat, dan langkah administratif yang diperlukan. Program ini memberikan indikasi kuat bahwa pendampingan langsung dan berbasis partisipasi efektif dalam memperkuat literasi legalitas serta mendorong transformasi perilaku menuju kepatuhan usaha yang berkelanjutan.
Optimasi Parameter Proses Sealing Pada Kemasan Fleksibel Laminasi PET/ALU/PE/LLDPE Menggunakan Metode Design Of Experiments (DOE) Rahmadi, Septian; Fattahillah, Rangga Wahyu; Suhaeri, Suhaeri
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.54180

Abstract

High seal integrity is critical for multilayer flexible packaging (PET/ALU/PE/LLDPE) to ensure product quality and safety. This study aims to optimize heat-sealing parameters—temperature, pressure, and time—using Design of Experiments (DOE) within a response surface approach. A full-factorial design (3×3×3) was applied, involving three levels for each factor (temperature: 120–140 °C; pressure: 2–4 bar; time: 0.5–1.5 s), resulting in 27 experimental runs. Seal strength was measured in g/15 mm according to ASTM F88/F88M, and analyzed using ANOVA and quadratic regression modeling. Results indicate that all main effects and interactions are statistically significant (p < 0.05), with temperature and time as dominant factors, and a substantial temperature×pressure interaction. The model demonstrated excellent fit (Adjusted R² ≈ 97%). Optimization using Response Optimizer identified the best conditions at 134.7 °C, 4.0 bar, and 1.18 s, predicting seal strength of approximately 5,812 g/15 mm with desirability ≈ 0.95. These findings provide actionable guidance for improving seal quality, reducing defects, and enhancing process efficiency in flexible packaging manufacturing.
Antara prohibisi dan legitimasi: Analisis Komparatif Hukum Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis dalam Pandangan Ulama Suhaeri, Suhaeri
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1729

Abstract

The practice of handshaking between men and women who are not mahram (permissible marriage partners) remains a controversial issue among Muslims, especially when religious norms intersect with modern cultural and professional expectations. Divergent scholarly opinions on this issue reflect a broader tension between classical fiqh textualism and contemporary contextual reasoning. Scholars from schools such as Shafi’i and Hanbali generally prohibit it absolutely, while Hanafi scholars and some contemporary figures like Yusuf al-Qaradawi allow it under specific conditions, emphasizing intention and social context. This study investigates how classical and modern scholars interpret the ruling on handshaking with the opposite sex and how the maqāṣid al-sharīʿah framework can be used to assess the relevance and applicability of these rulings in today’s pluralistic societies. Employing a qualitative method through library research and comparative analysis, this study highlights the importance of integrating Islamic legal principles with contemporary social realities. This study concludes that the stronger opinion is the opinion that it is permissible, as long as it is not accompanied by lust and does not give rise to slander.
HUKUM ADAT SUKU BUGIS Rahmatiar, Yuniar; Sanjaya, Suyono; Guntara, Deny; Suhaeri, Suhaeri
Jurnal Dialektika Hukum Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Dialektika Hukum
Publisher : Law Department Jenderal Achmad Yani University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.062 KB) | DOI: 10.36859/jdh.v3i1.536

Abstract

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, serta agama yang berbedabeda. Keanekaragaman terdapat di berbagai wilayah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia adalah negara yang melahirkan beragam suku bangsa dan dari suku-suku itulah yang membuat adanya ciri khas atau keunikan dari setiap suku yang berada di Indonesia. Bugis adalah salah satu etnik besar di Sulawesi Selatan. Kebudayaan Bugis-Makassar adalah kebudayaan dari suku bangsa Bugis Makassar yang mendiami jazirah selatan pulau Sulawesi. Suku Bugis sebagai salah satu suku terbesar di Sulawesi Selatan memiliki nilai kebudayaan tersendiri. Ada tiga wujud kebudayaan, yaitu sistem budaya, sistem sosial dan hasil nyata budaya yang satu sama lain berhubungan secara timbal balik dan saling berhubungan dengan struktur kebudayaan. Struktur kebudayaan yang dimaksud antara lain adalah sistem politik yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat terutama yang barkaitan dengan pembagian tugas dan penyelenggaraan kekuasaan. Kekuasaan kerajaan yang dianut oleh bangsa Bugis zaman dulu adalah berbentuk monarchi atau kerajaan Kata Kunci : Hukum Adat, Suku Bugis