Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Optimalisasi Kelas Ibu Hamil Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Suhartati, Susanti; M.G, Eirene Eunike; Iswandari, Novita Dewi
Journal of Community Development Vol. 4 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i3.244

Abstract

Written in English with a distance between sentences of 1 space and the number of words between 150-250. The abstract should contain introductions, methods, results and discussions and conclusions (without citation). Avoid using citations in t The problem of stunting is one part of double burden malnutrition (DBM) which has a very detrimental impact both in terms of health and in terms of economic productivity, both in the short and long term for Indonesia. Data from the Sungai Andai Health Center in 2022 as many as 29 pregnant women or 14.5% of pregnant women experienced CED and as many as 31 people or 15.5% of pregnant women experienced Anemia. The implementation of classes for pregnant women is only carried out once every three to four months and the implementation of classes for pregnant women is only in the form of health education without nutritional management for pregnant women, this shows that maximum efforts are still needed to prevent stunting where CED and anemia in pregnant women are one of the risk factors causing the occurrence of stunting in children. PKM is carried out by providing materials and processing healthy food as well as training on screening nutritional problems for pregnant women to cadres in the Sungai Andai. In evaluating the pretest results, the lowest average score was 65 and in the posttest results the average score was 93. There was an increase in the previous score. and after delivering the training, the average score increased by 28. The increase in knowledge was demonstrated by the cadres' ability to explain healthy food menus to pregnant women in the Pregnant Women's Class Activities and data collection carried out by cadres in screening pregnant women with nutritional problems.
Gambaran Pengetahuan Remaja tentang Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di MAN 1 Amuntai Fahriah, Ulvi; Iswandari, Novita Dewi; Ulfa, Ika Mardiatul
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.220

Abstract

Pendahuluan: PKPR adalah program Pemerintah untuk melayani kesehatan remaja melalui Fasilitas Layanan Kesehatan dan Sekolah. Puskesmas Sungai Malang merupakan Puskesmas yang melaksanakan PKPR dan membina beberapa sekolah yang ada di Wilayah Amuntai salah satunya adalah MAN 1 Amuntai. Tetapi permasalahan yang terjadi adalah kegiatan hanya dilakukan satu kali  dalam satu tahun sehingga siswa merasa kurang terhadap pelayanan yang dilakukan. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Di MAN 1 Amuntai. Metode: Metode menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 remaja. Hasil: Hasil pengetahuan responden melalui kuesioner yang dibagikan didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar adalah cukup dengan jumlah 28 orang atau 56%, pengetahuan baik terdapat 12 orang (24%) dan pengetahuan kurang terdapat 10 orang (20%). Kesimpulan: Sebagian besar pengetahuan remaja tentang program PKPR adalah cukup, hal tersebut kemungkinan diakibatkan kurangnya waktu dalam pelaksanaan pelayanan PKPR, sehingga diharapkan pihak sekolah dan Puskesmas dapat lebih sering memberikan informasi dan edukasi sesuai dengan program PKPR pada remaja.
Analisis Kejadian Kepatuhan Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanta Dwibudipertiwi, Eva; Iswandari, Novita Dewi; Hasanah, Siti Noor
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.222

Abstract

Pendahuluan: Ketidakpatuhan waktu penyuntikan dapat mengurangi efektifitas KB suntik sehingga berkaitan dengan kejadian kehamilan tidak diinginkan. Berdasarkan teori karakteristik umur, pendidikan, jumlah anak dan akses terhadap faskes dapat mempengaruhi kepatuhan melakukan kunjungan ulang. Faktor dukungan suami juga merupakan unsur pendukung yang mempengaruhi kepatuhan. Tujuan: Mengetahui hubungan umur, pendidikan, jumlah anak, akses terhadap faskes dan dukungan suami dengan kepatuhan akseptor KB melakukan kunjungan ulang di wilayah kerja Puskesmas Tanta. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari 2023. Sampel berjumlah 36 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis data chi-square. Hasil: Ada hubungan signifikan antara umur (p=0,010), akses terhadap faskes (p=0,020) dan dukungan suami (p=0,014) dengan kepatuhan akseptor kb suntik melakukan kunjungan ulang di wilayah kerja puskesmas tanta. tidak ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,602) dan jumlah anak (p=0,647) dengan kepatuhan akseptor KB suntik melakukan kunjungan ulang di wilayah kerja Puskesmas Tanta. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, akses terhadap faskes dan dukungan suami dengan kepatuhan akseptor kb suntik melakukan kunjungan ulang di wilayah kerja Puskesmas Tanta.
Studi Deskriptif Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Halong Rahmi Mardiana; Maolinda, Winda; Iswandari, Novita Dewi
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.248

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok beresiko karena fungsi tubuh berdampak pada terjadinya penyakit degeneratif. Di Indonesia jumlah persentase penduduk lanjut usia tahun 2020 mencapai 28 juta jiwa atau 10,7 persen dari total penduduk. Seiring dengan tingginya angka kesakitan pada lansia, maka perlu dilaksanakan pemeriksaan kesehatan secara rutin dengan Posyandu Lansia sebagai salah satu upaya promotif dan preventif  berbagai penyakit. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Pemanfaatan Posyandu Lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Halong. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek  penelitian ini adalah lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Halong tahun 2022. Hasil: Berdasarkan penelitian didapatkan 72% responden memanfaatkan posyandu lansia dengan baik. Didapatkan 97% responden yang jarak rumahnya kurang dari 1 km dan perjalanan kurang dari 10 menit. Didapatkan 67% responden yang mendapatkan dukungan sosial. Didapatkan 100% responden yang menyatakan bahwa kader berperan dengan baik. Didapatkan 77% responden menunjukkan sikap yang positif. Kesimpulan: Peneliti menyarankan untuk peneliti selanjutnya agar dapat lebih meneliti lagi variabel apa yang dapat menyebabkan lansia tidak datang untuk memanfaatkan Posyandu Lansia.
Analisis Kejadian Kista Ovarium pada Pasangan Usia Subur di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh Tahun 2021 Ulfah, Ria; Iswandari, Novita Dewi; Anisa, Fadhiyah Noor
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i1.289

Abstract

Pendahuluan: Kista ovarium adalah benjolan yang membesar seperti balon yang berisi cairan yang tumbuh didalam indung telur, Meskipun Kebanyakan kista bersifat jinak atau tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis kista dapat berpotensi menjadi ganas. Jumlah kasus kista ovarium di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 13.310 kasus dengan angka kematianmencapai 7.842 orang meninggal yang diakibatkan oleh adanya komplikasi dan keganasan yang terjadi karena gejala yang tidak dirasakan oleh pasien hingga terjadi metastasis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Kejadian Kista Ovarium Pada Pasangan Usia Subur di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode case control jumlah sampel sebanyak 64 orang yang terdiri dari Kejadian Kista Ovarium dan Gangguan Reproduksi pada pasangan usia subur pada buku Register di RSUD Tahun 2021. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk menguji hipotesis komparatif kedua variabel. Hasil: Didapatkan hasil Paritas primipara sebanyak 18 orang (28,1%), multipara dan grande multipara sebanyak 46 orang (71,9%), Pendidikan didapatkan pendidikan rendah sebanyak 26 orang (40.6%), dan pendidikan tinggi sebanyak 38 orang (59.4%), Pekerjaan didapatkan bekerja sebanyak 30 orang (46.9%) , dan tidak bekerja sebanyak 34 orang (53.1%), dan umur didapatkan umur beresiko 44 orang (68.8%) , dan tidak beresiko 20 orang (31.2%). Kesimpulan: Hasil penelitian ada hubungan antara Paritas, Pendidikan, Pekerjaan dan umur pada kejadian kista ovarium,
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Pengguna KB MKJP Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Aulia, Rizka; Iswandari, Novita Dewi; Zulfadhilah, Muhammad; Maolinda, Winda
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.306

Abstract

Latar Belakang: MKJP adalah metode kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama, lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan penggunaan, menunda kelahiran lebih dari tiga tahun atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin untuk memiliki anak lagi. Jenis metode yang termasuk dalam kelompok ini adalah metode kontrasepsi mantap (pria dan wanita), implan, dan Intra Uterine Device (IUD). Akseptor KB MKJP di Kabupaten Banjar masih tergolong rendah sehingga perlu diteliti. Tujuan: Mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Pengguna KB MKJP Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional, sampel penelitian sebanyak 38 orang menggunakan teknik Accidental Sampling, instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner, analisa data dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan Fisher Exact. asil: Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun (tidak beresiko) sebanyak 60,5% dengan responden berpendidikan rendah 86,8%. Sebanyak 92,1% responden tidak berminat menggunakan MKJP dan 7,9% responden berminat menggunakan MKJP. Hasil pengetahuan responden menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh p=0,008 < α=0,05 artinya terdapat hubungan pengetahuan dengan minat MKJP. Hasil dukungan suami responden meggunakan uji Fisher Exact diperoleh p=0,000 < α=0,05 artinya terdapat hubungan dukungan suami dengan minat MKJP. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan minat pengguna KB MKJP. Untuk meningkatkan minat perlunya KIE bagi PUS mengenai MKJP yang sesuai dengan kondisi PUS.
Analysis of factors related to the high choice of injectable contraceptives by acceptors Setyabudhi, Mandhareta; Kabuhung, Elvine Ivana; Nuwindry, Iwan; Iswandari, Novita Dewi
Health Sciences International Journal Vol. 2 No. 2: August 2024
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v2i2.34

Abstract

Background: Three-monthly injectable contraception is a contraceptive method that works by releasing the hormone progesterone into the bloodstream. The impact of using injectable contraception is that menstrual disorders are often found, and fertility is delayed by four to five months. In 2023, 37.3% of acceptors chose three-monthly contraceptive injections, 18.4% pills, 15.2% implants, 14.2% monthly injections, 8.6% intrauterine device, 6.1% condoms, and tubectomy of 0.4%. Objective: Analysis of factors related to the high choice of injection contraceptives by acceptors. Method: Quantitative analytical survey research with a cross-sectional approach was conducted to assess age groups, education levels, parity, level of knowledge, and attitudes in choosing injectable contraception. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-square and Fisher's exact tests. Results: The largest number of contraceptive acceptors were 20 people of early childbearing age, 26 people with elementary and middle school education, 27 people with multipara, 22 people with good knowledge, and 30 people with a positive attitude. The choice of contraceptive device is related to age (p=0.021), education level (p=0.021), parity (p=0.017), level of knowledge (p=0.009), and attitude (p=0.024) of the acceptor. Conclusion: Age, education level, parity, level of knowledge, and attitudes are factors that influence the choice of injectable contraceptive acceptors.
Algortima ID3 Dalam Mendeteksi Kejadian Plasenta Akreta Salmarini, Desilestia Dwi; Iswandari, Novita Dewi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.671

Abstract

Latar Belakang: Setiap hari seorang ibu meninggal karena penyebab yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Salah satu penyebab kematian maternal adalah Perdarahan. Perdarahan masa kehamilan yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta, yang secara klinis didiagnosa salah satunya yaitu plasenta akreta. Sindrom plasenta akreta adalah sebuah kumpulan gejala yang menunjukkan adanya implantasi abnormal dari plasenta yang invasif atau adheren. Plasenta akreta dapat mengakibatkan perdarahan, baik intrapartum maupun postpartum Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mendiagnosis kejadian plasenta akreta dengan menggunakan algoritma ID3Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan algoritma ID3 dengan jenis desain retrospektifHasil: Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan algoritma ID3 terhadap kejadian plasenta akreta dari 4 (empat) variabel yang terdiri dari Variabel Umur, Paritas, Riwayat Persalinan dan Jarak kehamilan didapatkan bahwa variabel Paritas merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian plasenta akreta.Simpulan: untuk mengurangi kasus plasenta perlu adanya peran aktif dari ibu hamil untuk selalu melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala.Kata Kunci : Perdarahan; Plasenta_Akreta; Algoritma ID3 ID3 Algorithm in Detecting the Occurrence of Placenta Acreta Background: Every day a mother dies from causes related to pregnancy and childbirth. One of the causes of maternal death is bleeding. Dangerous pregnancy bleeding generally originates from placental abnormalities, one of which is clinically diagnosed, namely placenta accreta. Placenta accreta syndrome is a symptom that indicates abnormal implantation of an invasive or adherent placenta. Placenta accreta can cause bleeding, both intrapartum and postpartumPurpose: The aim of this study is to diagnose the incidence of placenta accreta using the ID3 algorithmMethod: The method used in this study is to use the ID3 algorithm with a retrospective design typeResult: Based on the results of research using the ID3 algorithm on the incidence of placenta accreta from 4 (four) variables consisting of age, parity, labor history, and pregnancy distance variables, it was found that the Parity variable was the variable that most influenced the incidence of placenta accreta.Conclusion:To reduce placental cases, it is necessary to have an active role from pregnant women to always carry out regular pregnancy examinationsKeywords: Bleeding; Placenta_Acreta; ID3 algorithm
Kriteria Kelayakan Medis Akseptor KB Suntik Di PMB “Nl” Kota Banjarmasin Tahun 2022 Latifah, Nur; Iswandari, Novita Dewi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i2.872

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi suntik menjadi pilihan terbanyak bagi wanita usia subur. Berdasarkan data SKDI 2017 terdapat 28% pengguna kontrasepsi suntik. Begitupun di praktik mandiri bidan, jenis kontrasepsi didominisi oleh kontrasepsi. Namun penggunaan kontrasepsi suntik ini perlu direview kembali apakah sesuai dengan kriteria kelayakan medis akseptor tersebut agar akseptor tetap aman dan tidak membahayakan kesehatannya.Tujuan: menganalisis penggunaan kontrasepsi apakah sudah sesuai dengan kriteria kelayakan medis.Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian Cross Sectional . Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang datang untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi suntik pada 3 bulan terakhir (Mei, Juni, Juli tahun 2022) dan semua diambil menjadi sampel dalam penelitian ini.Hasil: Dari 149 akseptor KB suntik, akseptor paling banyak menggunakan kontrasepsi perlindungan kombinasi (69,8%). Akseptor terbanyak berusia kurang dari 40 tahun (83,3%), dengan jumlah anak 1-2 orang (68,5%). Terdapat 12,8% akseptor yang menyusui dengan kebanyakan menggunakan suntikan progestin (89,5%),terdapat 2% akseptor yang mengalami hipertensi dan semua mengunakan suntik progestin, terdapat 5,3% yang mempunyai IMT =30, yang 87,5% menggunakan kombinasi pilihan. Semua akseptor tidak ada yang dalam keadaan hamil, memiliki penyakit hari, tomor dan keputihan yang lama. Semua akseptor yang menggunakan kontrasepsi suntik kombinasi memiliki kategori 1 dan 2 dalam kriteria kelayakan medis, sedangkan akseptor suntik progestin,terdapat 1 akseptor yang memiliki kriteria 3, dan selebihnya kategori 1 dan 2Simpulan: Penggunaan kontrasepsi kombinasi dan progestin pada PMB telah memenuhi kriteria kelayakan medis, pada kategori 1 dan 2.Kata Kunci:  Kriteria Kelayakan Medis, KB Suntik Background: Injection contraception is the most choice for women of childbearing age. Based on SKDI 2017 data, there were 28% of injecting contraception users. Likewise in midwives' independent practice, the type of contraception is dominated by injectable contraception. However, the use of injectable contraception needs to be reviewed again to determine whether it is in accordance with the acceptor's medical eligibility criteria so that the acceptor remains safe and does not worsen his health.Purpose: to analyze whether the use of injectable contraception meets medical eligibility criteria.Method: Descriptive research with cross-sectional research design. The population of this study was all mothers who came to receive injectable contraceptive services in the last 3 months (May, June, and July 2022) and all were taken as samples in this study.Results: Out of 149 injectable family planning acceptors, most acceptors used combined injection contraception (69.8%). Most acceptors were aged less than 40 years (83.3%), with 1-2 children (68.5%). There were 12.8% of acceptors who breastfed mostly using progestin injections (89.5%), there were 2% of acceptors who experienced hypertension and all used progestin injections, there were 5.3% who had BMI = 30, of which 87.5% used combination injections. None of the acceptors were pregnant, had day disease, tumors, and long vaginal discharge. All acceptors who use combined injection contraception have categories 1 and 2 in the medical eligibility criteria, while for progestin injection acceptors, there is 1 acceptor who has criteria 3, and the rest are categories 1 and 2Conclusion: The use of combined injectable contraceptives and progestin in PMB has met the medical eligibility criteria in categories 1 and 2.Suggestion: As an evaluation material for the services given to patients. Keywords: Medical Eligibility Criteria, Injectable KB
Factors That Influence Awareness Of Women Of Fertile Age In Conducting Iva Tests Norhidayah, Norhidayah; Iswandari, Novita Dewi; Yuliana, Fitri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19551

Abstract

ABSTRAK : FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN WUS DALAM MELAKUKAN IVA TES Latar Belakang: Berdasarkan data World health Organization (WHO) tahun 2020 menyebutkan bahwa kanker serviks menempati penyakit kanker teratas penyebab kematian pada perempuan di Indonesia sebanyak 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian yang disebabkan oleh kanker serviks. Hal ini berdasarkan fakta bahwa lebih 50% perempuan yang terdiagnosa kanker serviks tidak pernah melakukan penapisan atau skrinning.Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Tes di Puskesmas Guntung Manggis Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Sampel penelitian ini adalah wanita usia subur usia 30-50 tahun yang sudah menikah dan berkunjung ke Puskesmas Guntung Manggis yaitu 49 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan perhitungan uji statistic chi square.Hasil: Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik dalam melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 29 orang (59,2%), sebagian besar ibu memiliki sikap positif dalam melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 35 orang (71,4%).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan Dan Sikap dengan kesadaran Wanita Usia Subur dalam pemeriksaan IVA.Saran: Kegiatan pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker leher rahim metode IVA oleh tenaga kesehatan kepada pasangan usia subur dapat dilakukan melalui penyuluhan, konseling, atau mengajak untuk ikut melakukan pemeriksaan IVA. Kata Kunci: Pemeriksaan IVA, Pengetahuan, Sikap ABSTRACT Background: Based on 2020 World Health Organization (WHO) data, it is stated that cervical cancer is the top cancer cause of death in women in Indonesia with 604,000 new cases and 342,000 deaths caused by cervical cancer. This is based on the fact that more than 50% of women diagnosed with cervical cancer have never undergone screening or screening.Objective: Identify factors that influence the awareness of women of childbearing age in taking the IVA (Visual Inspection of Acetic Acid) Test at the Guntung Manggis Health CenterMethod: This study is a quantitative study with a cross-sectional research design. In this study, the sampling technique used was accidental sampling. The sample of this study was women of childbearing age aged 30-50 years who were married and visited the Guntung Manggis Health Center, namely 49 respondents. The data analysis used in this research is univariate and bivariate analysis using the chi square test calculation.Results: Most mothers have good knowledge in taking the IVA examination as many as 29 people (59.2%), Most mothers have a positive attitude in taking the IVA examination as many as 35 people (71.4%). Based on chi square analysis with ρ value = 0.001 <α = 0.05, which means there is a relationship between knowledge and awareness of WUS in the IVA examination. While the results of the chi square analysis with ρ value = 0.004 <α = 0.05, which means there is a relationship between attitude and awareness of WUS in the IVA examination.Conclusion: There is a relationship between knowledge and attitudes with the awareness of women of childbearing age in IVA examination.Suggestion: Health education activities about early detection of cervical cancer using the IVA method by health workers for fertile couples can be carried out through counseling, education, or inviting them to participate in IVA examinations. Keywords: IVA Examination, Knowledge, Attitude