Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

UPAYA DINAS SOSIAL PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DALAM MASA TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA BUMI 2018 Gustin Restu Pangestu; Berton Suar Pelita Panjaitan; Achmed Sukendro; Pujo Widodo; Kusuma Kusuma
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 5 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i5.2023.2159-2166

Abstract

Pada tahun 2018 telah terjadi gempa di Nusa Tenggara Barat gempa pertama terjadi tanggal 29 Juli 2018 pukul 06:47:38 WITA, dengan kekuatan 6.4 scala richter. Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, dan Sumbawa Besar. Gempa ini telah menghancurkan sebagian dari Lombok Utara dan Lombok Timur, khususnya di daerah sekitar lereng Gunung Rinjani. Gempa susulan terus berulang dan meluluh lantahkan berbagai fasilitas umum dan rumah penduduk, dan sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui upaya Dinas Sosial Provinsi NTB dalam Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling pada kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN). Informan yang ditunjuk sebagai sampel adalah Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB. Kegiatan KKDN diselenggarakan oleh Prodi Manajemen Bencana Universitas Pertahanan secara daring (online) melalui aplikasi Zoom. Kegiatan KKDN diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Manajemen Bencana sebanyak 26 orang dan juga diikuti oleh Kepala Prodi Manajemen Bencana beserta staf prodi Manajemen Bencana. Hasil penelitian menunjukkan. Upaya Dinas Sosial pada masa tanggap darurat bencana gempa bumi 2018 yaitu, melaksanakan bantuan social seperti pemenuhan kebutuhan dasar (dengan fokus untuk dampak bencana temporer), melakukan perlindungan social, psikososial dan melakukan pemberdayaan sosial (berbentuk penguatan dan pengembangan dengan fokus untuk dampak bencana berkelanjutan).
STRATEGI DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI JEPANG SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR DI INDONESIA Supriyanto Darmansyah; Kusuma Kusuma; Sobar Sutisna; Pujo Widodo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.2954-2962

Abstract

Tanpa adanya keseragaman dalam rencana manajemen risiko, perdebatan mengenai kebijakan pengendalian banjir memicu polemik dalam wacana publik. Karena fenomena ini, proyek-proyek pekerjaan umum didorong untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam manajemen risiko karena teknologi tidak dapat menyelesaikannya sendiri. Salah satu tugas pekerjaan umum yang paling penting adalah mengubah pikiran masyarakat melalui pembelajaran dari pengalaman orang lain. Seperti yang dikatakan oleh para ahli perilaku, "pikiran menentukan sikap." Fokus penelitian ini adalah bagaimana memanipulasi pikiran orang Indonesia dengan mengajarkan mereka tentang pikiran orang Jepang. Untuk membantu orang Indonesia mengenali dan memanfaatkan budaya asli mereka sendiri, penelitian ini sendiri melihat budaya asli Jepang. Metodologi kualitatif deskriptif analitik digunakan untuk melakukan penelitian ini secara efektif.
STRATEGI PEMULIHAN DAN MITIGASI BENCANA LUMPUR LAPINDO DI SIDOARJO DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEAMANAN NASIONAL Ryan Fadhlur Fajri; Syamsul Maarif; Yuli Subiakto; Pujo Widodo; Kusuma
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 10 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v10i1.3210

Abstract

The Lapindo Mudflow disaster in Sidoarjo has caused widespread and prolonged economic, social and environmental impacts. To enhance national security, effective recovery and mitigation strategies are needed. This article discusses strategies that can be implemented in Lapindo Mud recovery and mitigation efforts, including inter-agency collaboration, infrastructure reconstruction, local economic development, improved preparedness, research and innovation development, community empowerment and public education. This research uses a qualitative literature review approach by analysing relevant data and information. The results show that a holistic and integrated recovery and mitigation strategy is needed to achieve better national security in the face of Lapindo Mud.
Analisa Konflik Lingkungan Hidup pada Program Food Estate di Kalimantan Tengah ditinjau dari Perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) Dian Anggraini; Arifuddin Uksan; Kusuma; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5833

Abstract

Abstrak Nationally Determined Contribution (NDC) adalah sebuah alat kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kebijakan ini sejalan dengan hasil dari Kesepakatan Paris yang disahkan pada tanggal 12 Desember dan diakui melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2016 tentang Ratifikasi Kesepakatan Paris terhadap Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selama masa pandemi Covid-19, pemerintah memulai Program Peningkatan Penyediaan Pangan di Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) melalui Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (Food Estate) yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024.. Metode yang dipakai ialah penelitian kualitatif. Artikel ini akan menganalisa konflik lingkungan hidup pada program Food Estate di Kalimantan Tengah yang akan ditinjau dari perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) serta bagaimana kebijakan yang diterapkan dalam program Food Estate di kawasan hutan. Adapun artikel ini berfokus pada Program Food Estate yang dinilai tidak sesuai dengan komitmen NDC karena dapat meningkatkan resiko deforestasi secara masif, ekosistem lahan gambut, musnahnya flora dan fauna karena mengonversi hutan menjadi lahan pertanian. Kata Kunci: Food Estate, Konflik Lingkungan Hidup, Nationally Determined Contribution (NDC) Abstract Nationally Determined Contributions (NDC) represent a policy instrument aimed at reducing greenhouse gas emissions. This policy aligns with the outcomes of the Paris Agreement ratified on December 12, as enshrined in Law No. 16 of 2016 concerning the Ratification of the Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change. Amidst the Covid-19 pandemic, the government launched the Food Provision Enhancement Program in Central Kalimantan Province as a National Strategic Program (NSP) through the Food Estate Development Program from 2020 to 2024. The method used is qualitative research. This article will analyze environmental conflicts in the Food Estate program in Central Kalimantan which will be reviewed from the perspective of Nationally Determined Contribution (NDC) and how policies are implemented in the Food Estate program in forest areas. This article focuses on the Food Estate Program which is considered not in accordance with NDC commitments because it can increase the risk of massive deforestation, peatland ecosystems, loss of flora and fauna due to converting forests to agricultural land. Keywords: Food Estate, Environmental Conflict, Nationally Determined Contribution (NDC)
Efektivitas Penyelesaian Konflik Sosial Melalui Kearifan Lokal (Hukum Adat) di Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat Julianto Exel Allolayuk; Kusuma; Achmed Sukendro; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6484

Abstract

Abstrak Sebuah ketidaksesuaian terhadap adat-istiadat yang kemudian menjadi sebuah konflik, dapat menjadi ancaman terhadap kedamaian budaya dan adat. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik dapat menjadi cerminan ketahanan wilayah dalam masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal dan eksistensi budaya, kendala dalam implementasi hukum adat serta implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik guna mendukung ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data, peneliti melakukan prosedur wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu: teori strategi, teori damai, teori konflik, konsep pencegahan konflik, konsep Conflict early Warning and Early Response System (CEWERS), serta konsep pertahanan negara. Berdasarkan hasil penelitian, maka dipahami bahwa Implementasi hukum adat Masyarakat Mamasa yang meresolusi delik/pelanggaran adat yang berujung konflik ini dipahami sebagai jalur yang tepat sasaran. Hal tersebut merupakan sebuah hal yang dimaknai akan media yang tidak hanya menyelesaikan masalah namun sekaligus mendamaikan berbagai hal yang saling berkaitan. Implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik adat yang terjadi di Masyarakat Mamasa bukan hanya sekedar memberikan sanksi adat yang membiaskan efek jerah terhadap pelaku, akan tetapi juga memulihkan nilai dan norma yang masyarakat pegang dalam kehidupannya. Kembalinya tatanan nilai dan norma seperti sediakala tentu saja menimbulkan kedamaian bagi kearifan lokal serta eksistensi budaya yang merupakan cerminan suatu ketahanan wilayah. Ketahanan wilayah yang di dalamnya terdapat aspek sosial budaya inilah yang menjadikan Wilayah adat Rumpun Toraja secara khusus dan Kabupaten Mamasa secara umum dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan nasional. Kata Kunci: Konflik, Hukum Adat, Kearifan Lokal, Kabupaten Mamasa
OPTIMALISASI PERAN KODIM 0705/ MAGELANG DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI WILAYAH MAGELANG Budi Mawardi Syam; Sobar Sutisna; Anwar Kurniadi; Kusuma Kusuma
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v9i2.12025

Abstract

Several types of natural disasters have approached Magelang region throughout 2017 to 2022. The natural disasters are flash floods, landslides and strong winds. Under these conditions, it is necessary to involve Kodim 0705/Magelang in natural disaster management that occurs in the Magelang region in addition to BPBD and other agencies. This research aims to analyze the role of Kodim 0705/Magelang in assisting natural disaster management. This research used a qualitative method. Observation, interviews and literature studies are the methods used to collect research data. Data processing techniques used are data reduction, exposure of data obtained then drawing conclusions. The results showed that Kodim 0705/Magelang has an important and strategic role in natural disaster management in Magelang region. However, departing from the variation of disaster events, the development of science and technology and the dynamics that occur, steps are needed to optimize Kodim 0705/Magelang Role.
Total Diplomacy, Total History: Military Historians and the Indonesian Peace Corps Kusuma; Sarkawi B. Husain
Paramita: Historical Studies Journal Vol. 35 No. 1 (2025): History of Education
Publisher : istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v35i1.9424

Abstract

Abstract: This research explores the concepts of Total Diplomacy and Total History, focusing on the role of military historians in the Indonesian peacekeeping force. The Indonesian government employs military diplomacy by deploying Garuda Contingent troops on global peace missions, aligning with the constitutional mandate of the Republic of Indonesia. As part of Indonesia’s total diplomacy strategy, military diplomacy is analyzed by deploying peacekeeping troops, engaging with other diplomatic instruments, and involving military historians to document missions comprehensively. The discussion encompasses the definition of military diplomacy, its international role, and its impact on Indonesia's global image. Military historians face challenges, including disrupted historical record-keeping and changes in the composition of historical officer positions. To overcome the obstacles in writing military history, the concept of Total History becomes relevant, integrating various scientific disciplines to support the historiographic process. In peacekeeping operations, military historians must grasp the totality of this scientific approach and present it more engagingly, meaningfully, and solution-oriented, relevant to the conflict areas they oversee. Abstrak: Penelitian ini mengkaji konsep Total Diplomacy dan Total History dengan menyoroti peran sejarawan militer dalam misi pasukan perdamaian Indonesia. Pemerintah Indonesia menjalankan diplomasi militer melalui pengiriman pasukan Kontingen Garuda dalam misi perdamaian dunia, sebagai bentuk pelaksanaan amanat konstitusi Republik Indonesia. Dalam kerangka strategi total diplomacy, diplomasi militer dianalisis melalui perannya dalam mengerahkan pasukan perdamaian, berinteraksi dengan instrumen diplomatik lainnya, serta melibatkan sejarawan militer untuk mendokumentasikan misi secara menyeluruh. Pembahasan mencakup definisi diplomasi militer, perannya di kancah internasional, dan dampaknya terhadap citra global Indonesia. Sejarawan militer menghadapi berbagai tantangan, seperti terputusnya pencatatan sejarah dan berubahnya struktur penempatan personel sejarah. Untuk mengatasi kendala dalam penulisan sejarah militer, konsep Total History menjadi penting, karena mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu guna mendukung proses historiografi. Dalam operasi perdamaian, sejarawan militer dituntut untuk memahami pendekatan ilmiah secara menyeluruh dan menyajikannya secara lebih menarik, bermakna, serta berorientasi pada solusi, terutama dalam konteks wilayah konflik yang mereka pantau.  
Pemetaan Daerah Bencana Letusan Gunung Api Salak Di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Dan Rencana Jalur Evakuasi Berbasis Sistem Informasi Geografis Firman Adityo; Angela Glorya Marito Samosir; Kusuma Kusuma; Sugeng Tri Utomo
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.35241

Abstract

Indonesia, as a country with intense tectonic and volcanic activity, faces a high risk of volcanic eruptions, including Mount Salak in Bogor Regency, West Java. This study aims to identify the eruption risk level of Mount Salak based on Geographic Information System (GIS) and determine evacuation routes in Pamijahan District. The study uses a quantitative method with secondary data processed through QGIS application. The data includes topography, population, infrastructure, and administrative boundaries to map risks and plan mitigation measures. The results indicate that Pamijahan District has a high risk, particularly in the villages of Ciasihan and Gunungsari, which are the most affected areas. The evacuation routes were designed using GIS to ensure efficient accessibility and the safety of the community. The affected infrastructure includes 49 km of roads, 15 hectares of buildings, and 21,049 m² of residential areas. The estimated number of people affected is around 950.
Strengthening The Capacity Of Sleman Regency In Protecting The Prambanan Temple Site From Mount Merapi Eruption Arie Prabowo; Kusuma Kusuma; Bambang Wahyudi; Wilopo Wilopo
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 02 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i02.3064

Abstract

Mount Merapi is one of the most active volcanoes in Indonesia, administratively located in the southern part of Sleman Regency. Prambanan Temple is a historical site in Sleman Regency that was affected by the eruption of Mount Merapi. To reduce the impact of the eruption of Mount Merapi on the world historical site of Prambanan Temple, capacity building and cooperation from stakeholders in Sleman Regency are needed. The purpose of this study is to analyze the implementation of capacity building in Sleman Regency in protecting the world historical site of Prambanan Temple from the eruption of Mount Merapi. This research method uses a qualitative approach with the research locus carried out in the Sleman Regency area. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data examination is carried out with triangulation and data analysis techniques using an interactive analysis model. The results of the study show that mitigation focuses on structural aspects, especially post-disaster activities with tarpaulin coverings, while non-structural efforts are not optimal due to gaps in coordination, communication and cooperation between agencies. The Mount Merapi disaster risk assessment in strengthening the capacity of Sleman Regency through strategic efforts ranging from procedures or SOPs to scenarios and alternatives that have been well prepared such as several signs and evacuation symbols. Sleman Regency has implemented innovation and knowledge through its sister village program to provide evacuation information through a mutual cooperation system. Keywords: Mount Merapi, Prambanan Temple, Risk, Institutional Capacity
Persebaran Wilayah Rentan Terdampak Perubahan Iklim Global di Kabupaten Lombok Tengah Clara Bilqis Florissa; Adi Subiyanto; Christine Sri Marnani; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4428

Abstract

Abstract This study about distribution of vulnerability area climate change impacts in Central Lombok, Indonesia. The design of research is used descriptive methods and qualitative research types. Spatial planning is closely related to disaster. Indonesia is a region that is very vulnerable to disasters, therefore in the preparation of spatial planning must always refer to the potential dangers or threats that exist in an area. One of the disasters that currently threatens Indonesia is climate change. Climate change is a problem that is faced by all people in the world, including Indonesia. Indonesia is an archipelago state, this situation makes Indonesia very vulnerable to the negative impacts of climate change. Climate change not only impacts the environment, but also has a direct impact on human life. Central Lombok is located on a small island which makes its territory more vulnerable to the impacts of climate change. Keywords: Climate Change, Disaster, Spatial Planning, Impact.